Satu Tahun Setelah Hyun Bin “Crash Landed” di Hatiku

Hyun Bin sebagai Kapten Ri Jeong Hyeok

The series aired on tvN in South Korea and on Netflix worldwide from December 14, 2019 to February 16, 2020.

Annyeonghaseyo, Chingudeul!

Yang pernah atau masih mengalami CLoY Fever mana suaranyaaa? Bagi kamu yang belum ngeh tentang makhluk apakah CLoY Fever itu, kamu bisa baca tulisan saya yang ini berbulan-bulan yang lalu. Setelah drama “Crash Landing on You” (2019-2020) berakhir, para penonton yang merasa hampa karena tidak ada lagi Kapten Ri dan Yoon Se Ri yang menghiasi layar kaca setiap akhir pekan tiba-tiba mengidap “Demam Crash Landing on You” alias CLoY Fever.

Demam ini ditenggarai akan berakhir enam bulan sejak episode terakhir drakor “CLoY”. Mengapa enam bulan? Karena Kapten Ri dan Se Ri rencananya akan berkabung selama enam bulan setelah perpisahan epik mereka di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Tidak dibilang mereka berjanji untuk saling setia dan tidak move on ke orang lain untuk selama-lamanya sih. Mereka cuma berjanji akan bersedih selama enam bulan karena kisah cinta mereka yang terpaksa harus berakhir gara-gara identitas di paspor.

Saya juga mengidap CLoY Fever akut karena pada masanya saya pun tersihir pesona Kapten Ri dan Yoon Se Ri. Satu paket ini oppa dan eonni-nya. Yang luar biasa indah visual dan aktingnya memang mereka berdua, bukan salah satunya. Apakah CLoY Fever saya sudah sembuh? Sudah, dong, tapi hari ini kembali diingatkan karena hari ini adalah hari pertama penayangan drakor “Crash Landing on You” (14 Desember 2019) yang berakhir pada tanggal 16 Februari tahun ini. Wah, sudah satu tahun saja berlalu ya, daebak!

Bagi saya, mengenal sosok Hyun Bin oppa dimulai dengan menonton drakor “Crash Landing on You”. Saya yang tidak pernah tahu tentang dirinya, karena saking banyaknya oppa tampan pemain drama dan film di Korea Selatan sana of course, jadi terbuka mata batin dan fisiknya. Wedew, gue ke mana aja selama ini?

“Crash Landing on You” dan Premisnya yang Absurd

“Crash Landing on You” adalah sebuah drama Korea yang memesona. Mengapa saya bilang begitu? Karena walaupun premisnya terdengar sangat absurd dan bikin banyak orang enggan untuk mulai menonton, itu tidak menyurutkan animo penikmat drakor untuk menonton drama yang mengusung dua aktor yang sudah malang melintang di dunia entertainment Korea Selatan ini. Hyun Bin dan Son Ye Jin didapuk menjadi bintang udrama ini setelah mereka bekerja sama di dalam film blockbuster yang berjudul“The Negotiation” pada tahun 2018 lalu.

Gosip miring dan sedap mulai muncul ketika mereka berdua menjalani tur untuk mempromosikan film ini. Untuk pertama kalinya Son Ye Jin mengunggah foto dirinya dengan lawan main pria di akun Instagram miliknya. Pada foto-foto tersebut terlihat hubungan mereka berdua yang sangat akrab. Son Ye Jin tidak ragu untuk memukul lengan, menepuk bahu, atau menggoda Hyun Bin sampai wajahnya merah padam.

Salah satu kegiatan promosi mereka bertepatan dengan hari ulang tahun Hyun Bin yang dirayakan dengan unggahan sederetan foto mereka berdua di bis tur, yang ditempeli stiker-stiker emoticon lucu nan menggemaskan, di akun Instagram Son Ye Jin. Berita terpergoknya mereka sedang berbelanja bersama di Amerika Serikat semakin mengguyur bensin ke jalinan asmara yang katanya mulai berkobar. Hmmm …, ga ada asap kalau ga ada api kan, yeorobun?

Hyun Bin yang bernama asli Kim Tae Pyung lahir di Seoul pada tanggal 25 September 1982. Aktor dengan tinggi badan 185 cm ini memulai debut pada tahun 2003 lewat drama “Bodyguard”. Semua drama dan film yang dibintanginya bisa dibilang sukses secara rating dan review, namun nama Hyun Bin melejit menjadi salah satu Hallyu Star setelah ia menjadi lead male dalam drakor “My Name is Kim Sam Soon” (2005). “My Name is Kim Sam Soon” adalah drama Korea dengan rating tertinggi sepanjang sejarah, dengan rata-rata rating untuk 16 episode mencapai 37.6% dan rating tertinggi dicapai oleh episode 16 (Finale) sebesar 50.5%. Rating “Crash Landing on You” saja tidak pernah sampai segitu, Gaes.

Son Ye Jin sendiri lahir di Daegu pada tanggal 11 Januari 1982. Aktris yang terlahir dengan nama asli Son Eon Jin ini memulai debut lebih awal dari Hyun Bin, yaitu pada tahun 2000  lewat drakor “Delicious Proposal” (2001). Artis berwajah cantik dan kalem ini pernah dipasangkan dengan aktor-aktor papan atas sepanjang sejarahnya berakting. Taruhlah dengan Cho Seung Woo di dalam film “The Classic” (2003), sebuah film romantis yang menjadi cult di antara penikmat sinema Korea Selatan, dan dengan Lee Min Ho di dalam drama “Personal Taste” (2010) yang menunjukkan kekuatan aktingnya ketika karakternya harus berubah secara drastis akibat tragedi yang dialaminya.

Ketika Hyun Bin dan Son Ye Jin dipasangkan, para fans mereka bersorak-sorai karena chemistry mereka yang tumpah-tumpah dan kemampuan akting mereka yang mumpuni dalam proyek mereka sebelumnya. Teaser untuk drakor “CLoY” mulai bersliweran sejak bulan Agustus 2019, sejak Hyun Bin dan Son Ye Jin difoto berada di bandara untuk terbang ke Mongolia. Oleh karena syuting di real Korea Utara tidak memungkinkan, jadilah dicari tempat yang kira-kira bisa menggambarkan kondisi sebenarnya di Korea Utara yaitu Mongolia. Tidak ada yang tahu pastinya sih apakah kedua tempat itu mirip atau tidak, jadi kita percayai saja interpretasi dari sutradara dan PD-nim drakor “CLoY”, hehehe.  

Premis drama “Crash Landing on You” sebenarnya sederhana, tapi terdengar tidak masuk akal, makanya saya bilang absurd di awal tulisan ini. Cerita dalam “CLoY” adalah tentang seorang wanita pebisnis dari Korea Selatan (Yoon Se Ri) yang mendarat darurat di perbatasan Korea Selatan dan Utara akibat sebuah kecelakaan paralayang yang melibatkan traktor dan babi yang beterbangan. Setelah mendarat darurat, alias tersangkut di pohon di hutan di perbatasan semalam suntuk tanpa makanan dan akses ke toilet pastinya, ia ditemukan dan terpaksa ditolong oleh seorang tentara Korea Utara (Kapten Ri Jeong Hyeok) untuk kembali ke negaranya. Sebelum sampai ke usaha penyelamatan dirinya, Se Ri yang selamat dan tetap hidup setelah masuk ke tornado yang mengacaukan aktivitas paralayangnya pun adalah sebuah kemustahilan.

Drama ini sejak awal menjanjikan kisah cinta yang bisa dibilang mustahil terjadi dan direstui gara-gara latar belakang kedua tokoh utamanya. Bahkan pada akhir episode ke-3 ketika Kapten Ri menyupiri mobil untuk mengantar Se Ri  ke kapal ilegal yang akan membawanya pulang ke Seoul lewat Cina, Se Ri mengatakan bahwa orang dari Afrika dan Alaska memiliki kemungkinan lebih besar untuk bertemu kembali dibandingkan mereka berdua yang berdomisili di Korea Utara dan Korea Selatan.

Miris banget, ya? Padahal jarak Korea Utara dan Korea Selatan lebih pendek daripada Sabang dan Merauke di Indonesia. Cuma selemparan batu!

Saya sendiri tidak tahu pasti separah apa kondisi geopolitik di Semenanjung Korea saat ini. Pada tahun 2010 ketika saya ke Seoul, presiden Korea Selatan saat itu, Lee Myung Bak, sangat aktif mendorong terjadinya unifikasi Korea Utara dan Selatan. Alasan yang dia kemukakan saat itu seingat saya adalah soal orang Korea Utara dan Selatan yang memiliki satu ras, satu akar sejarah, dan satu ikatan yang tak semestinya terputus dan yang seharusnya disambungkan lagi. Apalagi era Perang Dingin pasca Perang Dunia ke-2 (Amerika Serikat versus Rusia, demokrasi versus komunis) sudah lama berakhir.

Tanggapan dari Pyeongyang saat itu tentu saja adem ayem. Kampanye Lee Myung Bak untuk unifikasi ini memanfaatkan cerita-cerita sedih dari keluarga-keluarga yang terpaksa terpisah oleh perbatasan. Orang tua yang tidak bisa bertemu lagi dengan anaknya, kakak dan adik yang tercerai-berai, semua itu dijadikan narasi untuk menggalang dukungan dari warga Korea Selatan sendiri supaya terjadi unifikasi.

Sebenarnya perpisahan-perpisahan itu terjadi pada generasi kakek-nenek saya. Jadi teman-teman saya yang orang Korea Selatan dan berumur 30 sampai 40 tahun tidak lagi merasakan romantisme atau sebuah keharusan untuk bergabung kembali dengan Korea Utara. Cerita terbelahnya Korea karena masalah perbedaan ideologi dan perang bukan lagi prioritas bagi kehidupan mereka.

Sejak tahun 2010 saya sering mengunjungi Korea Selatan dan menghabiskan banyak waktu di sana pada setiap kunjungan. Ketika kampanye untuk unifikasi ramai diberitakan, dalam hati saya bertanya-tanya: jika unifikasi terjadi, maka siapakah yang akan menjadi pemimpin negara baru yang terbentuk?

Karena kondisi Korea Utara dan Selatan sampai saat ini mirip dengan Jerman Barat dan Timur sampai pada tahun 1989 ketika Tembok Berlin diruntuhkan. Unifikasi Jerman akhirnya terjadi, tapi dengan negara yang lebih tertinggal (Jerman Timur) mendapat bantuan untuk mengejar kemajuan ekonomi yang sudah lebih dulu dicapai oleh saudara mereka di Jerman Barat. Jika unifikasi terjadi, maka apakah hal yang sama akan terjadi dengan Korea Utara yang “mendompleng” kemajuan ekonomi Korea Selatan?

“Crash Landing on You” dan Setting-nya yang Memikat

Sejak permulaan episode pertama kita disuguhi setting sebuah desa sederhana yang dihuni oleh para tentara yang bertugas di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan dan keluarga mereka. Desa yang menjadi setting pada setengah dari total episode “CLoY” sebenarnya adalah sebuah studio yang sengaja dibangun untuk keperluan syuting, dan segera dirobohkan begitu syutingnya selesai.

Dari drama ini kita mendapat gambaran bagaimana kehidupan orang-orang yang mengabdi pada The Great Leader, yaitu Presiden Korea Utara. Semua pembicaraan harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai dikuping dan jangan sampai dianggap memberontak atau mengkhianati negara. Anak-anak hidup tertib dan teratur ala tentara. Ibu-ibu sangat guyub dan menjalankan sendiri patroli warga di antara mereka. Ibu-ibu di desa itu diceritakan masih melakukan kegiatan mencuci bersama sambil bergosip dan memasak bersama jika ada sebuah perayaan.

Penggambaran suasananya laksana suasana di desa pada umumnya, bukan? Yang membedakan adalah adanya rumah besar dengan tempat penyimpanan kimchi sendiri milik Kapten Ri Jeong Hyeok, hehehe. Enggak, ding, yang membedakan adalah sepanjang drama kita melihat adanya penyelundupan barang-barang dari Korea Selatan ke Korea Utara, mulai dari rice cooker, pakaian dalam wanita, segala macam krim kecantikan, dan lain sebagainya. Saya kira orang Korea Utara beneran pasti penasaran juga dengan kemajuan di negara saudara mereka.

Suasana desa dan apartemen kampung yang sempat dihuni oleh Seo Dan, tunangan Kapten Ri, tentunya sangat kontras dengan setting drama di Seoul dan sekitarnya. Kesederhanaan, keluguan, dan keakraban warga desa di Korea Utara adalah salah satu faktor yang membuat drama ini memikat. Tidak ada peran pembantu atau peran sampingan yang salah tempat. Gang ibu-ibu yang dikomandani oleh seorang istri kolonel yang menjadi teman-teman dekat bagi Se Ri selama dilindungi oleh Kapten Ri, adalah magnet bagi penonton untuk terus melanjutkan episode demi episode.

Makanya, begitu setting drama ini pindah ke Seoul saya jadi kurang berminat untuk melanjutkan. Tidak ada yang istimewa dari aura metropolitan kota Seoul dan orang-orangnya yang sangat modis, jadi saya lebih memilih menonton orang-orang desa di Korea Utara. Ah, seandainya semuanya tentang Korea Utara, ya. Eh, tapi ‘kan premis dramanya tentang dua orang dari dua negara, jadi keinginan saya itu tidak mungkin terkabul. Hahaha, maap, memang saya penonton dan fans kurang profesional.

“Crash Landing on You” dan Romansa yang Sederhana

Menilik usia Hyun Bin dan Son Ye Jin yang sudah di akhir 30-an, apa kira-kira yang menjadi harapan para penonton drakor  ini? Karakter mereka berdua jadian, pacaran, menikah, dan memiliki anak? Teng tong, keliru semua. Sejak awal penulis skrip “CLoY”, Park Ji Eun, memang tidak berjalan di pakem drama yang biasa-biasa saja. Terbukti dari drama sebelumnya yang ditulis yaitu “My Love from the Star” (2013) tentang kisah cinta antara seorang alien dan seorang manusia biasa, dan “Legend of the Blue Sea” (2016) tentang kisah cinta antara seorang putri duyung dan seorang penipu ulung.

Kali ini “CLoY” mengangkat tema kisah cinta antara dua orang manusia dengan banyak “tapi”. Latar belakang kedua karakter utama dari negara yang tidak akur: cek. Setiap karakter utama berasal dari keluarga berpengaruh dan memiliki tanggung jawab besar terhadap negara dan masyarakat: cek. Kedua karakter utama bertekad untuk tetap setia pada negara masing-masing: cek.

Dikisahkan Kapten Ri adalah anak dari seorang pejabat tinggi militer yang tidak akan pernah mungkin membelot dan mengkhianati negaranya. Dia menjadi tentara karena permintaan bapaknya yang sudah kehilangan anak pertama akibat sebuah kecelakaan/pembunuhan. Sedangkan Yoon Se Ri adalah pebisnis tangguh yang termasuk 1% dari orang-orang terkaya di Korea Selatan. Pindah ke Korea Utara dan memulai bisnis di sana tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Siapa juga yang mau pindah dari sebuah negara maju, bebas, dan kapitalis ke negara yang dikontrol penuh oleh satu orang?

Jadi sepanjang drama, emosi dan logika penonton diobok-obok. Mereka berdua sudah saling jatuh cinta, tapi tidak ada yang berani berkomitmen, tidak ada yang berani mengambil that giant step. Kapten Ri mau tetap menjadi orang Korea Utara, demikian pula dengan Yoon Se Ri tetap menjadi orang Korea Selatan. Katanya cinta, katanya Kapten Ri ingin menikahi Se Ri, memiliki anak dan menua bersama, tapi mereka berdua harus terpisah di perbatasan kedua negara tanpa alat untuk saling berkomunikasi dan tahu kabar masing-masing. Terus mereka harus kucing-kucingan kali aja ketemu lagi di Swis somewhere in the blue moon.

Lah jadi penonton kudu piye? Tidak ada petunjuk sama sekali bagaimana mereka bisa bersatu.

Oleh karena itu, sepanjang 16 episode forum diskusi di Soompi.com, Instagram, dan grup-grup di Facebook sangat ramai oleh spoiler dan prediksi. Saya sendiri enggan untuk bergabung karena drama ongoing lebih baik dinikmati sambil berjalan, dan saya tidak ingin diskusi yang ada mempengaruhi mood dan keasyikan saya menikmati romansa sederhana yang tumpah-tumpah di “CLoY”.

Romansa sederhana? Padahal kedua aktornya sudah berusia kepala tiga? Iya!

Ya ampun, yeorobun, jangan harap ada adegan panas atau apalah di sini, ya. Yang ada hanya lirik-lirikan mata yang mengguncang dada, berjalan dengan satu payung di bawah hujan, naik sepeda melintasi kegelapan malam, dan meracik kopi sendiri untuk si pujaan hati. Ambyar ga hati kamu seperti hati saya?

Saya daftarkan, ya, semua romansa sederhana di dalam “CLoY” yang sangat membekas di hati saya. Sesungguhnya penggambaran Kapten Ri yang sangat namja tapi tsundere oleh Hyun Bin oppa inilah yang membuat saya jadi fans Hyun Bin oppa dan menonton hampir semua drama dan filmnya yang lain.

1.   Kapten Ri menyelamatkan Se Ri dari patroli tentara di desa yang dia tinggali.

Pada akhir episode satu kita disuguhi adegan Kapten Ri yang menarik tangan Se Ri supaya masuk ke dalam pekarangan rumahnya. Sambil menunggu patroli tentara lewat, dia menahan Se Ri di pagar dan memandangnya dengan tatapan setengah kesal dan setengah terpesona. Se Ri mungkin bisa biasa saja menanggapi ke-macho­-an Kapten Ri, tapi SAYA ENGGAK. Astaga, detak jantungku. Astaga, napasku. Semua berhenti begitu melihat wajah Kapten Ri disorot dari dekat. Hyun Bin oppa, gue ke mana aja selama ini dan tidak kesambet pesonamu? Uhuks.

Jantung dan napasku ikut berhenti seiring tatapan Kapten Ri

2.   Kapten Ri meminjam mobil perwira tinggi dan ngebut dari Pyeongyang balik ke desanya.

Pada akhir episode dua kita disuguhi adegan Kapten Ri yang ngebut demi menyelamatkan Se Ri yang mungkin sudah tertangkap oleh patroli tentara. Kalau kamu tidak pernah terbayang definisi a knight in shining armor, lihatlah ekspresi wajah Kapten Ri ketika dengan gagahnya dia berbohong dan mengatakan bahwa Se Ri adalah tunangannya, seorang mata-mata Korea Utara yang baru pulang dari Korea Selatan. Terlepas dari dia gampang sekali berbohong (yang di-bashing beramai-ramai oleh Drakor Class di podcast), sikap melindungi wanitanya dari segala macam bahaya itu sanggup memotekkan hati saya. Duh kalau ada penonton wanita yang tidak jadi kesengsem sama Hyun Bin oppa gara-gara “CLoY”, saya tidak tahu lagi apa yang bisa menggerakkan hatinya.

Dengerin podcast Drakor Class yang mempertanyakan Karakter Kapten Ri

3.   Kapten Ri menjemput Se Ri pulang dari rumah kolonel dengan sepedanya.

Lupakan adegan romantis sejuta drakor lain di Namsan Tower di Seoul, adegan mereka berdua bersepeda dengan Se Ri dibonceng di depan oleh Kapten Ri adalah definisi sebenarnya dari sebuah romansa. Ini analisa abal-abal saya, ya. Kapten Ri membiarkan Se Ri duduk di depan supaya Se Ri bisa bersandar kepadanya ketika punggungnya kelelahan. Se Ri juga bisa menikmati pemandangan yang lebih baik. Dan bonus point-nya Kapten Ri bisa berbicara langsung dengan suara dalamnya di telinga Se Ri. I’m so dead.

Asoy geboy dibonceng Kapten Ri nan tampan rupawan

4.   Kapten Ri diam-diam melirik Se Ri ketika mereka beramai-ramai memanggang kerang.

Pernah pendekatan sama seseorang ‘kan? Saya pernah. Proses pendekatan sebelum jadian itu justru lebih mendebarkan dari jadiannya sendiri. Lirikan mata, senyum simpul yang dilemparkan, sentuhan ringan di lengan, adalah sedikit dari banyak hal yang bikin hati dugeun-dugeun tak karuan. Kebayang tidak bagaimana terpesonanya Kapten Ri melihat Se Ri yang wajahnya bercahaya karena api unggun, tertawa gembira sambil makan dan minum dengan anak-anak buahnya? Se Ri kelihatan aduhai cantik sekali, tak heran Kapten Ri berani untuk sepersekian detik memandangnya lebih lama. Terus, waktu Kapten Ri kepergok sedang melirik, reaksinya sesudahnya pun tak kalah menggemaskan. Pura-pura minum lagi dan balik melihat api. Aigoo, cem betul aja, Bang.

5.   Kapten Ri tanpa ragu menghadang mobil yang hendak mencelakakan Se Ri dalam perjalanan ke bandara.

Saya kira Kapten Ri sudah berhati dingin dan melepas Se Ri pulang ke negaranya tanpa pelukan seperti permintaan Se Ri. Tahunya, dia naik motor di sebelah mobil yang ditumpangi Se Ri dan begitu melihat ada musuh dia tidak ragu untuk melemparkan motornya untuk menghadang laju truk musuh. Tanpa ragu dia juga mengeluarkan pistol dan membalas tembakan demi tembakan yang diarahkan kepada Se Ri. Satu peluru berhasil nyasar ke pundak Kapten Ri dan membuat Se Ri stres karena takut kehilangan. Tanpa ragu Se Ri membatalkan kepulangannya ke Seoul dan memilih membawa Kapten Ri ke rumah sakit dan memberikan darahnya pada sang pujaan hati. Darahku mengalir di tubuhmu, Bang, kata Se Ri, kurang bukti apa lagi cintaku padamu? Eaaaa ….

6.   Kapten Ri memarahi Se Ri yang lebih memilih merawatnya daripada pulang ke Seoul.

Wajar saja dia marah besar. Butuh usaha yang tidak main-main untuk mengatur kepulangan Se Ri ke Seoul. Dia perlu me-lobby bapaknya yang berkuasa tapi strict, perlu mengatur orang-orang yang harus tutup mulut tentang asal-usul Se Ri, sampai harus membuat paspor palsu untuk Se Ri. Usahanya sudah terlalu besar dengan resiko nyawanya sendiri terancam, tapi Se Ri mengabaikan itu semua demi memastikan Kapten Ri tetap hidup. Antara kesal dan terharu pastinya, ‘kan? Pastilah Kapten Ri terharu dengan pengorbanan Se Ri. Dan buncahan emosinya yang terlihat menyesakkan dadanya (dan dada saya) membuat dia nekat untuk mencium Se Ri pada tengah malam, di pelataran rumah sakit, di bawah guyuran hujan, dengan bersandar pada tiang infus. OMG, kurang sempurna apa scene itu? Dan sikap Se Ri yang cukup menahan diri, mungkin karena ingat Seo Dan yang merupakan tunangan Kapten Ri, membuat saya tepuk tangan. Bagus banget sih akting uri eonni. Love deh.

Their first real kiss. Finally!

Semua romansa sederhana itu terjadi ketika Se Ri diceritakan masih berada di Korea Utara. Saya tambah mantap lebih memilih setting di Korea Utara daripada di Korea Selatan. Cerita ketika mereka berdua reuni sejenak di Seoul dan Se Ri tertembak peluru akibat melindungi Kapten Ri tidak terlalu membekas di benak saya. Bagi saya “CLoY” sukses mengobok-obok emosi dari episode ke-1 sampai ke-8. Bahkan saya mengulang episode ke-1 sampai 6 sebanyak empat kali saking terpikatnya pada Hyun Bin oppa, eh Kapten Ri. Ah bagi saya Kapten Ri adalah Hyun Bin oppa dan sebaliknya.

Satu Tahun Setelah “Crash Landing on You” Disiarkan

Masih banyak penggemar yang berharap kapal Hyun Bin dan Son Ye Jin benar-benar berlayar. Anehnya, setelah “CLoY” selesai kabar sedap tentang mereka justru hampir tidak terdengar sama sekali. Bahkan ketika mereka menghadiri acara penghargaan dan ditempatkan duduk bersebelahan, tidak ada lagi sisa spark dan playfulness yang sampai tumpah-tumpah ketika mereka mempromosikan “CLoY” di akun Netflix dan The Swoon. Ah, apakah keakraban waktu itu cuma marketing gimmick semata? Saya masih berharap ada kabar bahagia bahwa mereka diam-diam menikah dan hanya sepengetahuan keluarga inti.

Boleh dong berharap? Apalagi berharap untuk kebaikan uri oppa dan eonni. Oh ya yang pasti, please Hyun Bin oppa jangan balik sama SHK. You know what I mean.

Drama “Crash Landing on You” masih bisa ditonton di platform Netflix. Siap-siaplah terpukau seperti saya saat menyaksikan drama yang dibuat sangat rapi dan mendetail walaupun lintas negara dan benua (Korea Utara yang diwakili Mongolia, dan Swis) dan dengan premis yang absurd.

Satu tahun setelah Hyun Bin oppa crash landed di hati saya, saya masih mengenang “Crash Landing on You” sebagai salah satu drama Korea terbaik yang saya pernah tonton selama empat tahun ini crash landing on K-drama.

Cho Rijo

Penulis novel dan cerpen dalam bahasa Inggris.

Penggemar filsafat, traveling, taekwondo, piano, buku, film, dan tentu saja drama Korea.

rijotobing.wordpress.com

Baca Juga

10 Komentar

  1. Yaa dipertanyakan sih cewek2 yang nggak baper sama kelakuan Capt Ri. Mondar mandir naik sepeda nungguin Se Ri aja, aku yang senyam senyuuummm kagak jelas! Wkwk

    Bahaya nih, abis baca tulisan Kak Jo bisa nggak sembuh lagi dr CLOY Fever 😂

    1. kambuh lagi kan CLoY Fever nya? Sama dongggg wkwkwk.. tar malam nonton Kapten Ri ah dan siap2 dugeun2 lagi🤣

  2. […] ending dari drakor “Memories of the Alhambra” (2020) yang dia ingin ubah dengan tokoh Jin Woo (Hyun Bin) bisa bersatu dengan kekasihnya walaupun kakinya harus pincang. Satu hal yang Asri tidak sukai […]

  3. […] Premis “Crash Landing on You” adalah tentang seorang wanita pebisnis dari Korea Selatan (Yoon Se Ri/Son Ye Jin) yang mendarat darurat di perbatasan Korea Selatan dan Utara akibat sebuah kecelakaan paralayang. Setelah tersangkut di pohon semalam suntuk tanpa makanan dan akses ke toilet, ia ditemukan dan terpaksa ditolong oleh seorang tentara Korea Utara (Kapten Ri Jeong Hyeok/Hyun Bin) untuk kembali ke negaranya. Sebelum sampai ke usaha penyelamatan dirinya, Se Ri yang selamat dan tetap hidup setelah masuk ke tornado yang melibatkan traktor dan babi yang beterbangan pun adalah sebuah kemustahilan. Absurd ‘kan? Akan tetapi premis ini (dan kualitas bintang utamanya) tidak menyurutkan minat orang untuk menonton “CLoY”, seperti yang saya tuliskan di sini. […]

  4. […] penjahat yang membunuh kakaknya dan sedang menjadi ancaman bagi Se Ri, tapi begitulah memang Capt Ri tidak pernah bisa jujur bahkan pada dirinya sendiri. Penonton lebih tahu dengan pasti, kenapa Capt Ri nekat pergi ke Seoul. […]

  5. […] Gunung ini sering ditemukan juga pada berbagai drama Korea. “My Lovely Sam Soon” (2005) adalah salah satunya. Di gunung ini Kim Sun Ah melakukan adegan hujan-hujanan saat dia merasa kecewa dan tidak ingin lagi berurusan dengan cinta nya Hyun Jin-heon yang diperankan Hyun Bin. […]

  6. […] tapi ada juga yang tidak menonton drama yang tinggi ratingnya dan jadi omongan semua orang seperti Crash Landing on You. Semakin banyak menonton drama, saya merasa semakin memilih untuk menonton drama. Terkadang, […]

  7. […] dari permasalahan kultur sosial, parenting, sampai perpolitikan. Chingudeul pasti ingat kan, sejak Crash Landing on You, banyak yang kemudian mencari tahu soal pembagian kedua Korea, DMZ, dan karakter kedua negara yang […]

  8. […] Satu Tahun Setelah Hyun Bin “Crash Landed” di Hatiku Baca tentang Hyun Bin yang mendarat di hati penggemar CLOY […]

  9. […] Siapa yang sampai ke tulisan ini karena sedang mencari drama lain yang diperankan oleh Hyun Bin akibat terpapar drakor ataupun masih belum bisa move on dari drama Crash Landing on You? […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: