Itaewon Class, Drama Berkelas Layak Ditonton

review itaewon class

ITAEWON. 

Di mana ada banyak penampilan, dan keberagaman …. kita dapat melihat dunia di jalan kecil ini. 

Ini adalah kisah kami yang hidup di jalan ini dengan nilai-nilai diri kami sendiri. 

Dari prolog drama Korea “Itaewon Class” di atas, kita langsung bisa merasakan semangat keterbukaan dan keberagaman yang diusung oleh drama satu ini. Tayang di JTBC pada bulan Januari 2020, Itaewon Class merupakan drama yang diadaptasi dari webtoon berjudul sama karangan Jo Kwang Jin. Karena webtoon ini begitu populer di Korea, maka penayangan dramanya juga sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar.

Naskah drama Itaewon Class ditulis langsung oleh Kwang Jin sendiri, jadi pemirsa boleh berekspektasi tinggi bahwa dramanya akan terasa lebih hidup karena dipegang oleh kreatornya sendiri. Yuk langsung cerita aja ya..

Itaewon Class. JTBC.

Plot Pembuka antara Ayah dan Anak

Itaewon Class menceritakan tentang Park Sae Royi (Park Seo Joon), pemuda SMA berusia 19 tahun yang memiliki potongan rambut kastanyet yang unik. 

Episode pertama dimulai dengan adegan perjalanan Sae Royi dan ayahnya Park Sung Yeol (Son Hyun Joo) ke sebuah desa yang merupakan pusat produksi Jangga Group, sebuah perusahaan makanan terbesar di Korea, tempat ayah Sae Royi bekerja selama 20 tahun terakhir. Setelah kematian ibunya, bagi Sae Royi, ayahnya adalah panutan terbaik; pintar memasak, welas asih, dan selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anaknya. Sae Royi pun tumbuh menjadi anak yang punya prinsip hidup yang kuat, mottonya : “ayo jalani hidup dengan percaya”.  

Meskipun begitu, Sae Royi bukanlah anak yang mudah bergaul dengan orang lain. Dia tidak suka basa-basi, dan kerap membuat jarak dengan orang lain. Ayahnya sangat memahami sifat anaknya, hingga ketika ia memberitahu bahwa Sae Royi akan satu sekolah dengan anak bos Jangga, ia tidak memaksakan Sae Royi harus berteman dengannya.

Di hari pertama kedatangannya di sekolah baru, Sae Royi harus terlibat masalah karena meninju Jang Geun Won (Ahn Bo Hyun) yang dilihatnya sedang mem-bully siswa lain, Lee Ho Jin (David Lee) sampai babak belur. Sae Royi menghajarnya karena dia nggak bisa tinggal diam membiarkan perundungan itu terjadi sementara teman-temannya tidak ada yang berani melakukan sesuatu, bahkan guru yang melihat saja berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Saat itu Sae Royi tahu, bahwa ada orang-orang tertentu yang tidak bisa disentuh oleh aturan sekolah.

Hal ini kemudian membuat orang tua Sae Royi dipanggil ke sekolah, dipertemukan dengan Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung) yang merupakan bosnya sendiri di Jangga. Bukannya menyelesaikan masalah ini dengan bijak, Jang Dae Hee meminta Sae Royi meminta maaf dan berlutut di hadapan dia dan Geun Won. Tentu saja permintaan ini ditolak Sae Royi karena dia yakin ada di pihak yang benar. Ia paham posisi ayahnya, tetapi prinsipnya tak bisa membiarkan kesemena-menaan terjadi begitu saja di depan matanya. 

Park Sae Royi dan ayah. Sumber: Hancinema

Akibat masalah ini, Sae Royi dikeluarkan dari sekolah, selang 5 menit saja dari perkenalan dirinya di depan kelas. Ayahnya mengundurkan diri dari Jangga, bukan karena dipecat, melainkan sebagai dukungan pada sikap anaknya yang berani mempertahankan prinsip kebenaran yang ia ajarkan.

Tak berapa lama dari kebersamaan ayah dan anak itu, Sae Royi harus mengalami kemalangan lagi. Ayahnya meninggal dalam sebuah tabrak lari yang (kebetulan) dilakukan oleh Jang Geun Won. Sae Royi hampir berhasil melampiaskan amarahnya pada Geun Won, ketika kasus diambil alih oleh Jang Dae Hee. Ia merekayasa kasus tabrak lari yang dilakukan anaknya, dan justru membuat Sae Royi harus mendapat hukuman penjara selama 3 tahun atas tuduhan percobaan pembunuhan. 

Sampai sini, chingudeul sudah cukup banyak menarik napas, belum? Saya nggak bisa bayangin di usia segitu, cobaan bertubi-tubi menimpa seorang Sae Royi. Putus sekolah, menjadi yatim piatu, sudah gitu jadi narapidana pula. 

Tapi bukan Park Sae Royi namanya kalau menyerah begitu saja. Dia menjalani hidup dengan tabah meski menyedihkan. Dia yakin apa yang dibelanya akan membuat bangga ayahnya. Rasa sakit dan dendam jadi motivasi terbesarnya buat jadi sukses. Selama di tahanan, ia mempelajari dan mempersiapkan rencana masa depannya. Kesukseannya nanti akan jadi jalan membalaskan dendamnya pada Jang Dae Hee dan Jang Geun Won. 

Cinta Pertama ala Drama Korea

Ah iya, saya lupa menceritakan Oh Soo Ah (Kwon Nara), teman satu sekolah Sae Royi di desa. Soo Ah adalah gadis yang tinggal di panti asuhan yang didonaturi oleh Jangga Group, sehingga ia bisa cukup dekat dengan Park Sae Royi dan ayahnya. Sebelum meninggal, ayah Sae Royi memberikan pinjaman uang pada Soo Ah untuk biaya melanjutkan ke universitas. Soo Ah berjanji akan membayarnya berkali lipat saat dia sudah sukses.

Soo Ah adalah cinta pertama Sae Royi. Namun setelah Pak Park meninggal, Soo Ah pergi ke Seoul, menerima beasiswa kuliah dari Jangga Group dengan imbalan dia akan bekerja di perusahaan Jangga. 

Kisah cinta pertama di masa kecil atau di masa remaja seperti ini jamak kita lihat di drakor-drakor ya, chingu. Sebut saja What’s Wrong With Secretary Kim, yang juga dibintangi oleh Park Seo Joon dan Park Min Young. Biasanya nanti dewasa mereka tiba-tiba dipertemukan lagi, baik dengan sengaja ataupun tidak.

Bertemu di Itaewon.

Begitu juga dengan Sae Royi, selepas dari penjara, Sae Royi berjalan-jalan menyusuri Itaewon dan bertemu kembali dengan Soo Ah pada suatu festival. Pada Soo Ah, dia menceritakan mimpinya untuk mendirikan sebuah restoran di Itaewon. Tentu saja Soo Ah menganggapnya mustahil karena Sae Royi saja baru keluar dari penjara dan tidak memiliki apa-apa. Sae Royi berjanji 7 tahun lagi ia akan sukses dan meminta Soo Ah sabar menunggunya.

Kerja Keras Butuh Strategi 

Singkat cerita, Sae Royi berhasil mengumpulkan banyak uang hasil bekerja serabutan di pelabuhan selama 7 tahun. Dia mewujudkan mimpi membuka kedai pertamanya di Itaewon dengan nama DanBam. 

Jalan kesuksesan yang dirintis Sae Royi bukan tanpa aral melintang. Beberapa kali DanBam harus berpindah tempat karena setiap kali lahan yang disewa DanBam dibeli Jangga, dan begitu seterusnya. Sae Royi berpikir keras supaya DanBam bisa memiliki properti tetap dan memutuskan untuk menjual sahamnya demi membeli gedung sendiri. Dalam mengatur keuangannya, ia dibantu oleh Lee Ho Jin, seorang manager investasi yang tak lain adalah teman SMA yang dia selamatkan dari cengkraman bully-an Geun Won saat itu.

danbam
DanBam awal buka.

Setelah melalui tahapan jatuh bangun dalam mendirikan bisnis, DanBam kemudian bertransformasi menjadi Itaewon Class atau I.C, sebuah perusahaan makanan & minuman kedua terbesar di Korea, kompetitor terberat bagi Jangga Group. 

I.C setelah sukses

Andaikan Sae Royi dulu terpuruk dalam kemalangannya dan hanya meratapi nasib, dia nggak akan memiliki sebuah perusahaan besar sekarang. Motivasi balas dendam memberi energi besar pada Sae Royi untuk mempelajari taktik dan kiat musuh dalam mencapai kesuksesannya.

Bagi Sae Royi, masa depan adalah milik semua orang, terlepas bagaimana latar belakangnya. Bagi orang lain,  seseorang yang hanya lulusan SMP dan mantan narapidana mungkin tak ada harapan lagi, tapi Sae Royi  tak peduli, selama di penjara ia fokus mempersiapkan hidup ke depannya menjadi lebih baik.  

Teman-Teman yang Sportif dan Beragam

Barangkali, teman-teman Park Sae Royi lah yang mewakili Itaewon sebagai simbol dunia yang heterogen. Tokoh-tokoh yang berada bersama Sae Royi mengawali bisnis dari nol, ditampilkan oleh penulisnya dengan karakter kuat masing-masing.

Kru DanBam. Sumber: Kpopmap

Jo Yi-Seo (Kim Da Mi), seorang gadis muda yang punya selera pakaian berbeda dengan jaket kulit, rambut pendek berwarna separuh, dan sikap yang begitu straight to the point tanpa basa-basi. Orang bilang dia sosiopath, karena sikapnya yang nggak menunjukkan kepekaan sosial.

JTBC

Yi Seo merupakan seorang food vlogger yang punya banyak pengikut di channel miliknya. Dia tertarik pada Sae Royi dan membantunya mengembangkan DanBam lewat pengalaman-pengalamannya berhubungan dengan industri makanan.  

Dalam drakor kebanyakan, kita tidak biasa melihat lead female yang punya karakter badass, lengkap dengan penampilannya yang jauh dari kesan anggun dan senang bermanja. Penonton lebih dimanjakan dengan visual Soo Ah yang lebih lady-like dan fashionable.

Buat saya, penokohan Jo Yi Seo ini justru menarik sih, menggeser stereotip lead female yang lembah lembut. Apalagi diperankan sama Kim Da Mi, Korean rising star yang baru debut drama pertamanya di sini.

Choi Seung-Kwon (Ryu Kyung Soo), yang bekerja sebagai pelayan DanBam, adalah teman Sae Royi waktu di lapas. Mantan preman yang sebelumnya tak punya harapan ini, berhasil diyakinkan Sae Royi bahwa narapidana juga bisa punya masa depan yang lebih baik. 

Ma Hyun-Yi (Lee Joo Young), seorang transgender yang jadi juru masak di DanBam. Sae Royi mengenalnya sebagai seseorang yang pintar masak, tapi, untuk sekelas cafe, masakannya masih terlalu standar. Alih-alih menggantinya dengan juru masak baru, Sae Royi menantangnya dengan memberikan gaji dua kali lipat, asalkan dia bisa meningkatkan mutu masakannya menjadi selevel masakan restoran. 

Jang Geun-Soo (Kim Dong Hee), adalah teman Jo Yi Seo yang merupakan anak kedua Jang Dae Hee dari istri sirinya. Meski disebut pewaris Jangga, Geun Soo merasa inferior di keluarganya dan tidak diberikan kepercayaan apapun oleh ayahnya. Cintanya pada Yi Seo bertepuk sebelah tangan dan karena alasan itu pula ia memutuskan untuk melawan DanBam lewat posisinya di Jangga Group. 

Tony Kim (Chris Lyon), adalah karyawan bergabung belakangan. Seorang keturunan Guinea-Korea yang tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali. Suatu hari dia mengalami diskriminasi di sebuah club, teman-temannya di DanBam membantunya dengan memviralkan persoalan ini ke muka publik dengan kampanye hargai perbedaan. 

Mereka berenam unik dengan jalan dan nilai hidup masing-masing, spirit menghargai perbedaan inilah yang membuat mereka kompak dan bersatu. Sae Royi bertindak sebagai pemimpin yang memanusiakan manusia, karena ia tahu, hidup tidak pernah mudah bagi sebagian orang.

Pelajaran Penting dari I.C 

Terlepas dari apabila ada ketidaksepakatan nilai-nilai yang diangkat di sini, saya rasa Itaewon Class sangat layak ditonton untuk membuka jalan pikiran tentang banyak hal.

Dalam pelajaran hidup, kita melihat bahwa tekad dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Bukan latar belakang yang menentukan masa depan kita, melainkan bagaimana usaha kita hari ini. 

Suksesnya Sae Royi tidak didapat instan dengan cepat, dia harus melewati masa mengumpulkan modal yang berpeluh keringat, setelah itu bisnis yang dibangun juga tidak selalu berjalan mulus. Pernah mengalami kekalahan, menjadi korban penipuan, semua adalah onak yang wajar dilalui dalam meniti jalan kesuksesan.

Dalam pelajaran bisnis, kita jadi tahu seni delegasi, mempercayakan sesuatu yang tidak kamu kuasai pada orang yang berkompeten. Dalam hal ini, Sae Royi awalnya tidak begitu mempedulikan interior DanBam sebagai salah satu faktor penarik pelanggan. Setelah mendengarkan masukan dari Yi Seo, ia mau mengubah tatanan DanBam sesuai selera pasar dan menyusun ulang strategi bisnisnya dengan cara-cara yang lebih kekinian dan customer oriented.  

DanBam. Sumber blog.trazy.com

Sae Royi juga mempercayakan pengaturan finansialnya pada Lee Ho Jin, yang ilmunya mumpuni dalam investasi dan keuangan. I.C yang baru berdiri selama beberapa tahun tentu saja akan sulit menaklukan Jangga yang sudah puluhan tahun lamanya menguasai pasar. Perlu usaha dalam meyakinkan sejumlah investor besar untuk berinvestasi ke I.C dan membuatnya berhasil melebarkan sayap dan melesat menjadi perusahaan besar.   

Park Sae Royi sadar bahwa pasar tidak akan dengan mudah meninggalkan produk-produk bisnis Jangga yang sudah established, sehingga fokusnya adalah mengambil alih bisnis Jangga itu sendiri. Dengan uang asuransi kematian ayahnya yang cukup besar, Sae Royi dan Hoo Jin mengatur strategi ketika Jangga yang sedang diterpa krisis mengalami kejatuhan harga sahamnya. Saat inilah Sae Ro Yi membeli saham Jangga dan berhasil menjadi salah satu pemilik terbesar saham Jangga sekaligus mengambil alih bisnis Jangga dari tangan Jang Dang Hee. 

Adapun soal percintaan, rupanya dalam hal ini berlaku rumus klasik : siapa yang berjuang adalah pemenangnya. 

Oh Soo Ah, yang merupakan cinta pertama Sae Royi, hanya membantu Sae Royi diam-diam dengan caranya sendiri. Mungkin seperti perempuan pada umumnya, dia tipikal yang ingin diperjuangkan, tapi tidak mau berjalan bersama dari awal. Sehingga, Yi Seo yang datang belakangan namun berjuang dengan gigih berhasil membuat hati Sae Royi tertambat karena Yi Seo lah api yang mengobarkan semangatnya selama ini. 

Bagian terakhir dari Itaewon Class, menurut saya, cukup dapat diapresiasi meskipun agak keteteran karena beberapa hal diselesaikan secara tergesa-gesa. Sejujurnya saya agak males kalau terlalu banyak gelut-gelutan, tapi mau bagaimana lagi… Jang Dae Hee sebagai ayah betul-betul nggak ada ngalah-ngalahnya, bahkan sama anaknya sendiri. Makanya Jang Geun Won idupnya gitu-gitu aja, ngajak berantem orang terus. 

Aksesoris Drama yang Menarik 

Selain dari ceritanya, drama ini jadi sangat menarik karena memberi kesan after-watch yang sulit dilupakan. Seperti masakan sundubu jjigae yang ditampilkan berkali-kali sebagai signature dish DanBam, membuat kita ingin ikut mencicipi segurih apa kuah merah yang disajikan panas-panas dalam sebuah ttukbaegi. 

Sundubu Jjigae. Sumber: seouleats

Selain sundubu jjigae, ada juga makanan-makanan yang diperlihatkan di sepanjang adegan seperti kongnamul, kimchi jjigae, eomuk tang, dan haomul bokkeumbap, yang dimunculkan di episode pertama saat Sae Royi memasakkan nasi goreng untuk ayahnya.

Ikon Itaewon juga melejitkan jalan ini di benak penonton sebagai pusat atraksi turis, tempat internasionalnya Korea yang penuh dengan cafe-cafe, shopping, dan tempat hiburan hip lainnya yang dipenuhi orang dari berbagai asal dan latar belakang.

Itaewon Street. Sumber: Mayokorea

Nggak heran kalau Itaewon Class berhasil menyabet berbagai penghargaan di berbagai awards. Salah satu soundtracknya yang berjudul “Start” yang dinyanyikan oleh Gaho, juga berhasil memenangkan MAMA Awards 2020 sebagai Best OST Drama. Beat dan liriknya memang betul-betul cocok dengan semangat yang dialirkan oleh drama ini pada penontonnya. 

Saya menonton Itaewon Class dengan happy, sebagaimana semua pihak di drama ini juga happy dengan ending-nya masing-masing. Betatapun ujian hidup Sae Royi memang dramatis, tapi itu adalah representasi kebanyakan dari masalah yang juga kita hadapi sehari-hari dalam hidup.

Kesulitan adalah bencana buat orang yang lemah. Tapi bagi orang-orang yang kuat, kesulitan adalah pijakan untuk naik ke tempat yang lebih tinggi.

Re Ra

Blogger.
Drakorians since 2018. Menulis review dan knowledge Korean drama-based. Meet me at www.dailyrella.com. Tidak fanatik aktor, genre, rating, lawas, atau baru.

Baca Juga

1 Komentar

  1. […] Itaewon Class, Drama Berkelas Layak Ditonton […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: