Drakor “Kingdom” Sebenarnya Bukan Tentang Zombie

Poster "Kingdom" Season 1

Banyak orang mengira drama Korea “Kingdom” (Season 1: 2019, Season 2: 2020) adalah tentang perjuangan Pangeran Lee Chang (Ju Ji Hoon) memberantas wabah zombie di dalam kerajaannya. Dugaan ini tidak salah, namun tidak sepenuhnya tepat. Ada masalah yang lebih mengakar, lebih krusial daripada isu zombie pemakan manusia.

Mumpung hari ini tanggal 31 Oktober, hari yang dirayakan sebagai Halloween oleh banyak negara di dunia, mari kita mengulik lebih dalam drakor bergenre sageuk-horror-thriller yang mampu memikat hati para pengguna platform Netflix. Termasuk saya dan suami saya tentunya. Kami sudah menonton ulang drama ini sebanyak tujuh kali! Hehehe.

Akar Masalah

Siapa yang tidak takut mati? Semua orang takut mati. Semua orang punya pertanyaan dan kebingungan mengenai apa yang akan terjadi setelah kematian.

Setelah lahir, sebenarnya kita menghadapi pertanyaan dan kebingungan yang sama. Bagaimana hidup saya akan berjalan? Pilihan-pilihan apa yang harus saya buat? Siapa yang akan menemani saya sepanjang perjalanan hidup? Pertanyaan-pertanyaan itu hanya sepersekian dari pertanyaan-pertanyaan yang mengiringi setiap detik yang kita habiskan dalam hidup ini.

Perjalanan setelah kematian mungkin tidak ada bedanya. Apa yang secara fisik akan terjadi ketika napas saya berhenti, ketika tubuh saya tidak bekerja lagi? Ke mana saya akan pergi setelah ini? Apa jadinya dengan orang dan materi yang saya tinggalkan? Apakah saya akan bertemu atau mendapatkan mereka kembali? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan dijawab berbeda oleh orang yang memercayai Tuhan dan orang yang tidak.

Seorang ratu muda (Kim Hye Jun) pada jaman Joseon di Korea juga takut mati. Bukan takut akan kematian dirinya sendiri, tapi atas kematian suaminya, seorang raja Joseon yang dikisahkan memerintah tiga tahun setelah invasi Jepang ke Semenanjung Korea.

Ratu muda ini adalah putri dari Lord Cho Hak Ju (Ryu Seung Ryong), pemimpin Klan Haewon Cho. Klan ini sangat tipikal: sebuah keluarga yang ambisius untuk menggulingkan pemerintah yang sah dan menguasai kerajaan. Jadi Lord Cho Hak Ju menempatkan putrinya menjadi ratu dengan tuntutan, bukan harapan, dia akan melahirkan putera mahkota penerus raja yang sekarang.

Apakah kerajaan belum memiliki seorang putera mahkota? Sudah. Dia adalah Pangeran Lee Chang, satu-satunya anak lelaki raja yang sayangnya lahir dari seorang selir. Kalau ratu melahirkan anak laki-laki, tentunya status putera mahkota yang dia sandang akan dicabut. Anak dari selir tidak ada apa-apanya dibandingkan anak dari ratu yang sah.

Cerita mulai bergulir ketika Pangeran Lee Chang mengumumkan secara sepihak bahwa ayahnya telah meninggal dan dia mengangkat dirinya sendiri sebagai raja pengganti. Rakyat gempar, penghuni istana tak percaya, Lord Cho Hak Ju murka.

Lord Cho Hak Ju mengklaim bahwa raja, yang notabene adalah menantunya, masih hidup walaupun belum sembuh dari penyakit cacar air. Lagi pemulihan, ceritanya, jadi belum bisa ketemu orang. Dia pun memerintahkan pemburuan dan pembunuhan Pangeran Lee Chang karena dianggap pengkhianat. Ya iyalah, raja yang “katanya” belum mati, dibilang mati. Jelas saja Pangeran Lee Chang dianggap memberontak terhadap raja.

Sebenarnya raja sudah mati, atau belum, sih?

Mari kita kembali sejenak ke penjabaran saya di awal tentang latar belakang ratu (ibu tiri Pangeran Lee Chang) dan keluarganya. Ratu takut kalau suaminya mati. Dia sedang mengandung dan akan segera melahirkan. Kalau raja meninggal sebelum dia melahirkan anak, Pangeran Lee Chang otomatis akan diangkat menggantikan ayahnya.

Kalau itu terjadi, bagaimana nasib ratu dan Klan Haewon Cho? Ya, pasti dibuang jauh-jauh oleh raja yang baru. Mereka tidak akan memiliki peran apa-apa lagi dalam politik kerajaan. Padahal Lord Cho Hak Ju sudah berkoar-koar calon cucunya adalah laki-laki. Kalau raja mati sebelum cucunya lahir, buyar semua rencana menguasai istana.

Kurang lebih seperti itu alasannya.

Egois? Pasti dong. Nah keegoisan itu yang membuat Lord Cho Hak Ju menghalalkan segala cara untuk menjaga raja supaya tetap hidup, walaupun sebenarnya raganya sudah mati. Dipanggillah seorang dokter untuk memberikan resurrection plant, bunga yang bisa membangkitkan orang mati, pada raja. Raja hidup lagi setelah matahari terbenam dan dia hanya bisa tetap hidup jika memakan daging manusia.

Iyuh, banget ya. Semuanya demi kekuasaan Klan Haewon Cho. Dayang-dayang di istana satu per satu dijadikan “santapan” raja. Mayat mereka yang sudah habis dimakan kemudian ditenggelamkan di kolam di belakang istana. Mereka yang tidak langsung mati setelah dimakan akan berubah menjadi zombie, mayat hidup yang memakan manusia lain supaya bisa tetap hidup. Siklus ini ga kelar-kelar, makanya disebut wabah.

Relevansi dengan Kondisi Kita Saat Ini

Poster Kingdom Season 2
Poster “Kingdom” Season 2

Apakah Pangeran Lee Chang ongkang-ongkang kaki saja ketika diburu? Tentu tidak, Ji Min. Bersama pengawalnya yang “kelihatannya” setia, Mu Yeong, Pangeran berangkat mencari gurunya dulu yang bernama Lord Ahn Hyeon.

Pokoknya dia harus mencari obat untuk menyembuhkan ayahnya yang sudah berubah menjadi beast, makhluk buas. Makhluk buas yang memakan manusia dan berbau busuk ini pernah suatu kali berhadap-hadapan dengan Pangeran Lee Chang yang nekat mau menemui ayahnya.

Mengerikan sekali.

Di tengah perjalanan, mereka terdampar di Jiyulheon. Tempat apakah itu? Ini adalah tempat praktek dokter yang membangkitkan raja dari kematian. Sayangnya, murid si dokter sempat dimakan oleh raja dan akhirnya mati.

Cilakanya, si murid tidak langsung dikuburkan. Yeong Shin (Kim Sung Kyu), salah seorang pasien di situ, memasak mayatnya dan memberikannya pada orang-orang sakit yang dirawat di situ karena mereka semua sudah cukup lama kelaparan. Walhasil semua pasien berubah menjadi zombie dan hanya ada dua orang yang selamat, yaitu Seo Bi (Bae Doona) dan Yeong Shin.

Pangeran Lee Chang dan Mu Yeong yang tiba di Jiyulheon pada siang hari mendapati tempat itu ditutup dengan barikade tombak bambu berujung runcing. Rupanya itu untuk menghadang para zombie yang bangkit pada waktu malam dan berusaha masuk ke Jiyulheon untuk menyantap Seo Bi dan Yeong Shin yang masih hidup.

Dari Jiyulheon, mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari Lord Ahn. Pangeran Lee Chang yakin gurunya itu memiliki jawaban untuk menghentikan wabah zombie yang merebak mulai dari Dongnae ke kota-kota lain, dan menuju ke Hanyang, ibukota kerajaan.

Melihat perjuangan Pangeran Lee Chang dan kawanannya (Mu Yeong, Seo Bi, Yeong Shin, dan Cho Beom Pal (keponakan Lord Cho Hak Ju yang tidak jahat)) melawan wabah zombie, mau tidak mau saya menyambungkan drakor ini dengan kondisi dunia saat ini di tengah pandemi.

“Kingdom” Season 1 dirilis tahun lalu, ketika virus Corona dan pandemi masih jauh dari bayangan kita. Season 1 mengungkapkan akar masalah, motivasi dasar yang menyebabkan wabah zombie. Semua hal terjadi gara-gara ratu dan klan di belakangnya tidak mengijinkan raja mati dengan normal. Semua hal terjadi karena mereka punya kepentingan dan ambisi politik.

Pada awal mula pandemi akhir tahun lalu, kita juga terekspos oleh akar masalah, motivasi dasar yang menyebabkan transmisi SARS-CoV-2 dari hewan ke manusia. Rasa ingin tahu, mitos penyembuhan, itulah yang menyebabkan penyantapan daging hewan-hewan eksotis yang menjadi inang dari virus yang memporakporandakan dunia saat ini.

Tindakan pemerintah kerajaan pada masa “Kingdom” dan pemerintah-pemerintah di dunia sejak Covid-19 merebak juga sama: firefighting. Lawan dulu fenomenanya, taklukkan dulu gejalanya, pikirkan nanti penyebabnya. Akibat firefighting, yang melawan wabah keburu lelah, dan orang-orang yang berkompeten mencari penyebab dan penyembuh wabah sangatlah sedikit dan terbatas.

Apa bedanya Seo Bi dan Cho Beom Pal yang sendirian menelusuri gua dan tempat terpencil tempat bunga resurrection plant tumbuh, dengan para dokter, ilmuwan, peneliti yang mencoba memecahkan teka-teki virus Corona untuk menemukan vaksinnya? Mereka semua sama. Sama-sama berjumlah sedikit dan berpacu dengan waktu. Virus Corona/zombie lebih cepat memakan korban daripada kecepatan kerja para ahli untuk menemukan vaksin/penangkal dari pandemi/wabah ini.

Apa bedanya Pangeran Lee Chang dan pasukannya yang setia membasmi zombie yang muncul tidak ada habis-habisnya, dengan pemerintah-pemerintah di dunia yang melihat angka kasus infeksi baru semakin hari semakin naik? Mereka semua sama. Sama-sama lelah dan tidak punya petunjuk bagaimana menghentikan wabah/virus ini dengan satu pukulan telak.

Pada masa “Kingdom”, hanya perlu satu gigitan untuk mengubah manusia menjadi zombie. Satu gigitan saja, dan ambyarlah semua. Penularannya terlalu cepat, tidak terbendung. Sampai akhir Season 2 ketika pertahanan terakhir Pangeran Lee Chang adalah kolam di belakang istana, kita bisa dengan miris menyaksikan ribuan zombie yang terus berdatangan, tak henti-hentinya menyerang Pangeran Lee Chang dan pasukannya.

Pada tahun 2020, hanya perlu satu droplet cairan dari mereka yang terinfeksi virus Corona untuk bisa menulari orang lain. Droplet yang berisi virus tersebut melayang di udara, tidak kasatmata, mendiami inang baru dalam realm yang tidak bisa kita saksikan dan pantau secara langsung.

Zombie bisa dibunuh dengan cara menebas kepalanya atau menusuk jantungnya. Wabah itu akan berhenti ketika semua zombie mati. Bagaimana dengan Covid-19? Tidak ada yang bisa memprediksi kapan seseorang tertular. Yang kelihatan di depan mata kita, yang kita tanggulangi sesudahnya, adalah akibat dari serangan virus Corona. Pada 45 jutaan kasus terinfeksi sampai hari ini, 1.1 jutaan penderita berakhir mati.

Banyak negara di dunia sempat memberlakukan lockdown, parsial ataupun total. Indonesia sendiri memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Intinya sama, hentikan pergerakan manusia supaya wabah/virus yang dibawa besertanya berhenti berpindah.

Pangeran Lee Chang dengan berani mengurung rakyatnya di sebuah kota benteng untuk mencegah zombie masuk dan menggigit mereka yang masih hidup. Bahaya kelaparan dan penyakit sudah menjadi resiko. Dengan semua keterbatasan pada jaman itu, karakter Pangeran Lee Chang menunjukkan sosok pemimpin yang sangat peduli dan bertanggung jawab akan kesejahteraan rakyatnya.

Pemerintah-pemerintah di dunia ada yang bertindak sangat ekstrim dengan mengurung semua orang di satu kota. Ada juga yang bersikap lebih longgar supaya ekonomi tidak mati. Semua pendekatan ada kelebihan dan kekurangan. Tidak ada pemerintah di dunia ini yang punya cara sempurna untuk menanggulangi pandemi. Yang mereka lakukan adalah bertindak berdasarkan berbagai pertimbangan.

Pun cara yang ditempuh oleh Pangeran Lee Chang, memutus akses rakyatnya terhadap makanan dan hal lain, tidak bisa dibilang seratus persen benar. Pemerintah tidak mengambil kebijakan yang murni benar atau salah. Mereka hanya mengambil kebijakan yang berkonsekuensi.

Prediksi Season 3

Season 2 diakhiri dengan kematian ratu, Lord Cho Hak Ju, dan semua zombie yang menyerbu ibukota Hanyang. Pemandangan Pangeran Lee Chang dan pasukannya yang membersihkan istana dan ibukota sangatlah mengiris hati. Bagaimana pun juga para zombie itu dulunya manusia, bagian dari sebuah keluarga, rakyat dari kerajaan yang sangat dicintai oleh Pangeran Lee Chang. Namun mereka semua mati sia-sia gara-gara, lagi-lagi, keinginan ratu dan Klan Haewon Cho untuk menjaga supaya ayah dari Pangeran Lee Chang tidak mati.

Karena cintanya pada kerajaan, Pangeran Lee Chang rela memberikan tahtanya pada adiknya, bayi yang diculik dan dinobatkan sebagai anak dari ratu yang pada akhirnya mati sebagai zombie. Pangeran Lee Chang meninggalkan ibukota bersama Seo Bi dan Yeong Shin, berkelana untuk mencari tahu lebih jauh mengenai bunga resurrection plant dan cacing yang hidup di bawahnya kelopaknya.

Seo Bi menemukan bahwa bukan bunga itu yang membuat manusia menjadi zombie. Cacing yang hidup di bawah kelopaknya adalah aktor yang masuk ke otak manusia dan membuat manusia itu kehilangan daya pikir dan akal sehat. Seo Bi sebagai murid dari dokter yang menemukan resurrection plant ingin mempelajari lebih lanjut tentang tanaman dan cacing ini, supaya mereka bisa bersiap-siap jika timbul wabah lagi.

Season 2 diakhiri dengan kemunculan Jun Ji Hyun, sebagai seorang pedagang dari Cina yang diduga sengaja menyebarkan dan menanam resurrection plant di kerajaan yang Pangeran Lee Chang tinggalkan. Konflik pada season berikutnya saya duga akan berkisar tentang asal-usul tanaman berbahaya itu dan peran putera mahkota, “adik” dari Pangeran Lee Chang.

Ada sebuah rahasia yang tidak banyak orang tahu. Yang pertama, putera mahkota sebenarnya adalah anak dari Mu Yeong, pengawal setia Pangeran Lee Chang. Dia direbut paksa dari istri Mu Yeong oleh ratu yang berambisi memiliki anak laki-laki padahal dia tidak pernah hamil. Yang kedua, putera mahkota sewaktu bayi juga pernah digigit oleh zombie dan cacing itu masih hidup di dalam tubuhnya.

Antusiasme Penonton

Tak dapat dipungkiri, penonton serial ini masih sangat antusias menantikan Season 3. Terbukti dari post yang diunggah oleh Ju Ji Hoon (Pangeran Lee Chang) dan Bae Doona (Seo Bi) di Instagram beberapa waktu lalu dengan tagar #exhibitionKINGDOM dan #theworldofKINGDOM mendapat total hampir 200.000 like.   

Bagaimana dengan kamu? Kalau saya dan suami saya sungguh tidak sabar menantikan Season 3. Kami sangat kesengsem dengan karakter Pangeran Lee Chang yang welas asih dan pemberani dan karakter Seo Bi yang cerdas dan baik hati. Saya sudah terbayang akan ­re-run serial ini beberapa kali lagi. Hehehe.

2021, cepatlah datang!

Cho Rijo

Penulis novel dan cerpen dalam bahasa Inggris.

Penggemar filsafat, traveling, taekwondo, piano, buku, film, dan tentu saja drama Korea.

rijotobing.wordpress.com

Baca Juga

5 Komentar

  1. […] mahal. Belakangan, Netflix malah semakin sering bikin Korean series eksklusif yang booming seperti Kingdom, Extracurricular, dan Sweet Home, membuat range penonton drakor semakin besar dan […]

  2. […] saya nonton Sweet Home S2  lagi Januari 2021? Jawabannya: saya menunggu Kingdom Season […]

  3. […] Drakor “Kingdom” Sebenarnya Bukan Tentang Zombie […]

  4. […] “Love Alarm” adalah drama pertama yang mendapatkan konfirmasi dari Netflix sebagai drama Korea yang akan ditayangkan di saluran streaming ini, walaupun drakor yang pertama kali tayang di Netflix adalah “Kingdom”.  […]

  5. […] pernah menulis di sini bagaimana Pangeran Lee Chang (Joo Ji Hoon) memberlakukan kuncitara untuk mencegah infiltrasi zombie, […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: