Review Drama Korea Bulgasal: Immortal Souls

Saya mulai menonton drama “Bulgasal: Immortal Souls” karena direkomendasikan oleh Netflix. Netflix telah memetakan kegemaran saya akan drama bertema fantasi, time travel, dan zombi, setelah sebelumnya saya menamatkan serial “Kingdom”, “Sweet Home”, dan beberapa film Korea dengan tema serupa.

Drama ini diproduksi oleh Studio Dragon yang kata istri saya memproduksi banyak drama bagus untuk tvN. Penulisnya adalah duet suami-istri Kwon So Ra dan Seo Jae Woon. Drama ini pertama kali ditayangkan pada pertengahan bulan Desember 2021 dan berakhir pada awal Februari lalu.

Kalau kamu membaca tulisan ini selain di drakorclass.com, berarti tulisan ini telah dicuri.

Ini adalah serial fantasi yang mengkisahkan tentang perjalanan seorang manusia pemburu monster yang terlahir dengan kutukan Bulgasal, pembawa nasib buruk bagi dirinya sendiri dan juga bagi orang-orang di sekitarnya.

Dia adalah Dan Hwal (Lee Jin Wook), seorang pria yang menjadi immortal saat Dinasti Joseon berjaya. Ketika itu dia bekerja sebagai prajurit militer dan bertugas menghapus sisa-sisa peninggalan dari dinasti sebelumnya.

Dan Hwal pada masa Dinasti Joseon.

Kutukan Bulgasal membuat dia hidup susah sejak kecil, tidak diinginkan oleh siapapun, diusir dari desa, dibenci teman sebaya bahkan hendak dibunuh.

Kisah permulaan yang tragis ini mulai berbalik saat seorang jenderal menghindarkannya dari pembunuhan dan membesarkannya sebagai seorang prajurit kuat yang memburu dan mampu membunuh satu persatu monster di hutan saat seluruh pasukan kewalahan.

Dan Hwal bersama Jenderal Dan Geuk yang mengadopsinya pada masa Dinasti Joseon.

Kesuksesannya sebagai kesatria tidak lantas membuat kutukan itu berlalu. Anak sulungnya terlahir buta dengan mata yang terus mengeluarkan darah dan anak keduanya mati saat lahir.

Kepahitan ini membulatkan tekadnya untuk membunuh monster terakhir yaitu Bulgasal agar kutukannya berakhir. Saat berhadapan dengan musuh utamanya, ia harus melihat anak dan istri yang mati dibunuh, dan dalam kepedihan itu Bulgasal menikamnya dengan pedang dari belakang untuk mengambil rohnya.

Dengan demikian Bulgasal itu bisa terlahir kembali sebagai manusia sedangkan dia harus hidup sebagai Bulgasal yang tidak pernah mati. Dengan dendam, ia berbalik dan menghujamkan pedang pada Bulgasal tersebut untuk meninggalkan tanda agar dia dapat menemukannya saat terlahir kembali dan membalas dendam atas apa yang terjadi pada diri dan keluarganya.

Dan Hwal mencoba membunuh Bulgasal (Kwon Na Ra) 600 tahun yang lalu.

Permulaan cerita yang bagus ini memberikan kesan jika kisah Bulgasal ini akan seperti Wolverine dari X-Men yang tidak bisa mati.

Seseorang yang hidup sendiri, melewati berbagai masa dan pemerintahan selama 600 tahun hingga jaman modern saat ini dengan satu tujuan yaitu mencari orang dengan tanda yang dia berikan, membunuhnya demi mendapatkan rohnya kembali sebagai manusia.

Kompleksitas cerita mulai terjadi pada saat dia berhasil menemukan seorang wanita yang adalah reinkarnasi dari Bulgasal yang mencuri rohnya (Kwon Na Ra sebagai Min Sang Woon). Namun pada saat ia hendak membunuhnya, datanglah adik perempuan dari wanita tersebut yang ternyata adalah reinkarnasi dari istrinya 600 tahun silam, Dan Sol yang pada masa kini bernama Min Si Ho (Gong Seung Yeon).

Dan Hwal dan Dan Sol, pasangan suami-istri pada masa Dinasti Joseon.

Dari titik ini semua orang-orang yang berhubungan dia pada kehidupan 600 tahun yang lalu kembali lagi bersama-sama dengan Dan Hwal. Beberapa dari mereka masih dapat mengingat kehidupan sebelumnya, tetapi sebagian besar tidak.

Perjalanan untuk menguak kembali siapa pembunuh keluarga sebenarnya, siapa dia dan siapa orang-orang di sekitarnya justru menimbulkan banyak keraguan. Dia kira dia tahu semua, tapi dia tidak mengetahui semua hal.

Pada masa kini musuh utama Dan Hwal adalah Ok Eul Tae (Lee Joon), seorang immortal yang menjadi konglomerat yang menyetir politik dan bisnis.

Lee Joon sebagai Ok Eul Tae.

Seribu tahun lalu dia adalah anak Jenderal Dan Geuk yang dijadikan Bulgasal oleh Dan Hwal. Masalahnya, Dan Hwal tidak mengingat tindakannya 1000 tahun lalu, sehingga 600 tahun lalu ketika dia hendak menyingkirkan Bulgasal, dia tidak berhadapan langsung dengan Eul Tae.

Secara umum, drama ini termasuk jenis dengan plot yang slow boiling demi mematangkan setiap kisah pemerannya sehingga tanjakan menuju klimaks tidak terasa. 

Boss fight di laga final juga sangat lemah dan mengecewakan bagi penonton yang mengharapkan hadirnya unsur action. Dan seperti halnya kebanyakan judul drama Korea, bagian happy ending dari drama ini terasa hambar karena hanya ditampilkan sebagai lompatan waktu.

Plot dari drama ini memang mbulet. Kalau kamu mau mengerti keruwetan alurnya, kamu bisa menonton dulu cukup 32 menit pertama dari episode ke-16 sebelum memulai episode ke-1.

Kesimpulan saya, ending yang buruk merusak awal yang baik dari drama “Bulgasal: Immortal Souls” ini.

2 pemikiran pada “Review Drama Korea Bulgasal: Immortal Souls”

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: