Oppa Ganteng Penderita Mental Illness

drakor class hyde jekyll me

Eits, kalem dulu! Cuma dalam drama kok. Hehe.

Drama Korea sepertinya memang menarik sekali ya untuk dibahas dan dituliskan dari berbagai sudut pandang. Mulai dari ide cerita, jalan cerita, budaya, kuliner, fashion, teknologi dan tentunya yang sering menjadi sorotan utama adalah aktor dan aktrisnya.

Baca juga : 11 Ide Tulisan Dari Drakor Selain Review

Salah satu ide cerita dalam drama Korea yang banyak digunakan dan banyak juga digemari adalah tema mengenai kesehatan mental. Teman-teman tentu masih ingat drama yang semakin melambungkan nama Kim Soo Hyun dan So Ye Ji, It’s Okay to Not Be Okay (2020). Drama ini dengan gamblang menceritakan tentang orang-orang yang menderita gangguan kejiwaan dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Jiwa OK.

Ada juga Kill Me Heal Me (2015) yang mengangkat tema pasien dengan penyakit Dissociative Identity Disorder (DID), dimana pemeran utamanya memiliki 7 kepribadian yang berbeda. Gangguan ini muncul akibat trauma yang dialami tokoh utama semasa kecil.

Dalam banyak drama lainnya dengan berbagai genre, adanya gangguan kejiwaan sering dijadikan latar belakang atau kisah masa lalu pemeran utama yang pernah suram. Trauma yang dialami oleh para pemeran utama kemudian diceritakan terbawa hingga mereka tumbuh dewasa. Meskipun pada awalnya mereka tampak baik-baik saja, lambat laun terkuak bahwa mereka mengalami trauma maupun depresi yang cukup parah.

Penulis merasa tertarik untuk menulis artikel ini sebab tanggal 10 Oktober kemarin, diperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day). Penulis juga baru saja menerbitkan buku antologi yang mengangkat tema mental illness pada awal bulan Oktober 2020 ini. Antologi tersebut berjudul PULIH.

Sedikit bercerita, antologi PULIH merupakan kumpulan kisah yang diangkat dari kisah nyata para penderita mental illness yang berusaha mencari jalan untuk sembuh. Sebagian penulis menceritakan pengalaman hidupnya sendiri, sebagian lain menceritakan kisah orang lain.

Mumpung masih momen perayaan Hari Kesehatan Mental Sedunia, maka tulisan tentang oppa ganteng yang pernah bersinggungan dengan drama bertema mental illness tidak boleh ketinggalan. Hehe.

Tentang Mental Illness

Sebelum masuk ke pembahasan tentang oppa, ada baiknya kita mengetahui sedikit mengenai mental illness atau penyakit kejiwaan. Definisi dari gangguan mental atau gangguan kejiwaan dikutip dari salah satu website kesehatan adalah penyakit yang memengaruhi emosi, pola pikir dan prilaku penderitanya.

Di banyak kasus, gangguan kejiwaan disebabkan oleh trauma yang cukup berat akibat suatu peristiwa yang dialami oleh penderita. Selain karena faktor eksternal ternyata gangguan kejiwaan juga bisa terjadi karena faktor biologis atau disebut dengan gangguan mental organik.

Beberapa tanda seseorang mengalami gangguan kejiwaan antara lain saat mereka sering mengalami waham atau delusi, berhalusinasi, perubahan emosi yang mendadak (mood swing), perasaan cemas dan sedih yang berlarut-larut sampai pada terjadinya gangguan makan.

Terkadang, stress yang dialami oleh seseorang yang menderita gangguan jiwa juga dapat menyebabkan kesehatan fisik mereka terganggu. Misalnya saja sakit punggung, permasalahan pada saluran pencernaan serta sakit kepala.

Oppa Ganteng Penderita Mental Illness

Sekarang, yuk mari kita masuk ke pembahasan utama dari tulisan ini. Beberapa aktor tampan ternyata tidak ragu untuk mengambil peran yang menantang seperti menjadi penderita mental illness. Selain untuk men-challenge diri mereka dalam berakting, cerita dengan latar belakang yang menarik minat banyak penonton mungkin menjadi alasannya (Sotoy. Haha!)

Yakin deh, banyak dari kalian pasti sudah menonton drama-drama oppa ganteng di bawah ini :

Hyun Bin

drakor class hyde jekyll me
Sumber : channel-korea

Coba-coba absen dulu siapa yang belum pernah menonton akting Hyun Bin oppa di drama Hyde, Jekyll, Me? Bagi yang belum nonton, dalam drama ini Hyun Bin memerankan tokoh yang menderita Dissociative Identity Disorder (DID). Hyun Bin berperan menjadi lelaki yang memerankan dua tokoh sekaligus yaitu Go Seo Jin dan Robin.

Sebelum Hyun Bin mengambil peran sebagai penderita mental illness di drama Hyde, Jekyll, Me, ternyata oppa pernah juga nih berakting sebagai orang yang menderita trauma berat hingga dirinya phobia terhadap ruang tertutup yang sempit. Penggemar drama lawas pasti tau kalau drama yang aku maksud adalah Secret Garden (2010).

Akibat kecelakaan lift yang dialami oleh Kim Joo Won (Hyun Bin) semasa kecil, ia tumbuh sebagai pria yang mengidap claustrophobia. Pengertian dari claustrophobia sendiri adalah ketakutan berlebih terhadap tempat tertutup.

Dalam drama Secret Garden, Kim Joo Won diceritakan mengalami claustrophobia berat dimana saat berada di dalam lift ia akan terserang oleh kecemasan dan rasa panik yang berlebih, berkeringat, gemetar hingga sesak nafas dan merasa tercekik.

Jika Hyun Bin hanya berakting memerankan tokoh yang mengalami gangguan kejiwaan, maka para fansnya sepertinya benar-benar mengalami suatu kondisi yang cukup memengaruhi mental mereka. Terlalu banyak berfantasi dan berhalusinasi contohnya, entah halu jadi kekasihnya atau halu sebagai shipper Hyun Bin dengan lawan mainnya dalam drama. Haha, peace love yak!

Ji Sung

drakor class kill me heal me
Sumber : Kdramastars

Di tahun 2015, ada satu drama yang cukup menarik perhatian drakorian. Drama ini dibintangi oleh Ji Sung dan berjudul Kill Me, Heal Me. Dari judulnya saja sudah dapat ditebak kalau drama yang tayang di awal tahun ini mengangkat tema kesehatan.

Cha Do Hyun (Ji Sung) merupakan seorang pebisnis yang awalnya tampak baik-baik saja namun ternyata dirinya mengidap Dissociative Identity Disorder (DID). Serupa ya dengan Hyun Bin dalam Hyde, Jekyll, Me. Namun jika Go Seo Jin dalam Hyde, Jekyll, Me memiliki dua kepribadian, maka Cha Do Hyun dapat mensplit kepribadiannya menjadi enam karakter yang berbeda.

Selain Cha Do Hyun, keenam kepribadian tersebut adalah Shin Se Gi, Perry Park, Ahn Yeo Seob, Ahn Yo Na, Na Na dan Mr.X yang ternyata adalah ayah dari Na Na. Untuk membantunya sembuh dari penyakit DID-nya, Cha Do Hyun dibantu oleh seorang psikiater wanita bernama Oh Ri Jin (Hwang Jung Eum).

Dissociative Identity Disorder (DID) merupakan gangguan kejiwaan yang disebabkan oleh trauma parah yang dialami pada masa kanak-kanak ataupun masa remaja. Seseorang yang mengalami taruma yang cukup ekstrem dapat menyebabkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda.

Masing-masing kepribadian memiliki karakter, ingatan, hingga pola pikirnya sendiri dan biasanya secara berulang memegang kendali penuh atas tubuh orang tersebut. Penderita DID tentu saja tidak ingat apa yang telah dilakukan kepribadiannya yang lain saat ia mengambil alih tubuhnya.

Kill Me, Heal Me patut direkomendasikan untuk kalian yang suka dengan drama-drama bergenre kesehatan mental. Jika di Korea punya Kill Me, Heal Me, Hollywood juga pernah mengeluarkan film yang mengangkat tentang penyakit DID yang berjudul Split (2016).

Split diperankan oleh James McAvoy yang diceritakan memiliki 24 kepribadian yang berbeda-beda. Tapi, akan lebih baik jika kalian tidak menonton film ini sendirian jika berniat untuk menontonnya karena filmnya cukup mengguncang mental penontonnya.

Jo In Sung

drakor class it's ok that's love
Sumber : Soompi

Di tahun 2014, Jo In Sung juga pernah berperan sebagai penderita mental illness dalam It’s Okay That’s Love. Jang Jae Yeol (Jo In Sung) diceritakan adalah seorang penyiar radio dan juga penulis yang memiliki banyak sekali penggemar dan ternyata mengidap obsessive-compulsive disorder (OCD) sekaligus schizophrenia.

Obsessive-compulsive disorder (OCD) adalah suatu gangguan kejiwaan dimana penderitanya merasa wajib melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Adanya rasa cemas dan takut yang berlebihlah yang menyebabkan penderita OCD ini melakukan suatu pekerjaan secara berulang-ulang.

Dalam drama It’s Okay That’s Love, di episode-episode awal kita akan melihat Jang Jae Yeol memeriksa secara berulang-ulang susunan bukunya di rak, letak alat tulisnya di meja serta tumpukan pekerjaannya. Selain mengangkat penyakit OCD, drama ini juga bercerita mengenai penderita schizophrenia.

Jang Jae Yeol sering kali bertemu dengan seorang remaja laki-laki yang kehidupannya kurang beruntung, Jang Jae Yeol bahkan pernah melapor pada polisi karena menjadi saksi dimana remaja laki-laki yang ia temui dijalan tersebut babak belur dipukuli orang lain.

Setelah polisi melakukan penyelidikan melalui CCTV, ternyata remaja laki-laki tersebut nggak ada gaes. Remaja laki-laki tersebut rupanya merupakan halusinasi dari Jang Jae Yeol, dimana remaja tersebut merupakan dirinya sendiri di masa lalu.

Drama ini kemudian mendapatkan penghargaan dari Asosiasi Schizophrenia di Korea Selatan, karena dianggap mengubah stigma masyarakat terhadap penderita schizophrenia dari yang negatif menjadi lebih empati. Tentu saja ini semua tidak lepas dari akting oppa ganteng yang mumpini. Hihi.

Park Seo Joon

drakor class whats wrong with secretary kim
Sumber : Kdramalist

Buat yang sudah menonton What’s Wrong With Secretary Kim? pasti ingat ya tokoh Lee Young Joon yang diperankan Park Seo Joon, disana Lee Young Joon digambarkan sebagai pebisnis muda yang sukses, kaya raya dan tampan.

Lee Young Joon juga terkenal dengan sifat narsisnya, dimana ia sering kali menilai dirinya sebagai sosok yang sempurna. Ternyata, cinta pada diri sendiri secara berlebihan bisa dikategorikan sebagai gangguan mental yang disebut dengan narcissistic personality disorder (NPD).

Mental illness ini dialami oleh 1% dari penduduk dunia, berdasarkan American Psychiatric Association beberapa gejala yang ditunjukkan oleh penderita NPD adalah menganggap dirinya lebih penting dari pada siapapun, suka melebih-lebihkan bakat serta prestasi yang dimiliki, memercayai bahwa dirinya adalah yang paling superior, cenderung arogan dan angkuh serta tidak bisa menerima kritik dan tidak mampu atau tidak ingin memedulikan perasaan orang lain.

Selain itu, Lee Young Joon juga menderita trauma berat akibat penculikan terhadap dirinya yang pernah ia alami semasa kecil. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) adalah gangguan stress yang muncul akibat penderitanya pernah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis.

Trauma tersebut mengakibatkan ia sering mengalami mimpi buruk dan phobia pada pengikat kabel. Bahkan hingga Lee Young Joon dewasa, ia sering kali terngiang-ngiang peristiwa tersebut dan langsung merasakan sakit kepala, lemas, berkeringat hingga stress.

Tentang gangguan mental schizophrenia, narcissistic personality disorder (NPD) dan post traumatic stress disorder pernah aku tuliskan disini ya. Silakan membaca jika masih penasaran.

Lee Joon Gi

drakor class flower of evil
Sumber :Kdramalist

Di tahun 2020 ini, Lee Joon Gi sukses memerankan tokoh berkepribadian antisosial serta tidak mampu merasakan perasaan dalam drama suspense-thriller, Flower of Evil. Sejak kanak-kanak, Do Hyun Su (Lee Joon Gi) sudah dianggap aneh dan sering menyendiri serta tidak punya teman. Ia pun terkenal sebagai orang yang tidak berperasaan.

Setelah dewasa dan menikah pun, Do Hyun Su yang hidup sebagai Baek Hee Sung kerap mempelajari berbagai ekspresi wajah melalui gambar. Semua dilakukan karena ia tidak tahu apa itu senang, sedih, marah dan emosi lainnya.

Menurut Phsycology Today, kombinasi antara faktor genetik dengan pengalaman traumatis semasa kanak-kanak dapat membentuk kepribadian antisosial ini. Orang yang tumbuh dengan kepribadian seperti ini juga biasanya memiliki latar belakang kehidupan keluarga yang sulit.

Melihat ayah Do Hyun Su yang merupakan seorang pembunuh berantai dan sejak masih menjadi murid sekolah ia sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya, rasanya masuk akal jika Do Hyun Su memiliki pribadi seperti itu.

Drakor Menambah Wawasan Tentang Mental Illness

Kelima drama oppa ganteng yang mengangkat tema mengenai kesehatan mental tersebut sedikit banyak menambah pengetahuan kita tentang berbagai penyakit atau gangguan kejiwaan ya! Saat menonton drama-drama tersebut, kita tidak hanya menikmati jalan ceritanya tapi juga melihat proses pulihnya seseorang yang mengalami penyakit tersebut.

Dengan menonton drama yang berlatar belakang kesehatan mental, kita pun jadi lebih sadar bahwa penyakit-penyakit tersebut nyata loh. Benar adanya dan bukan hanya tertulis dalam jurnal atau text book. Kita juga jadi lebih terbuka dalam melihat bahwa seseorang yang tampak baik-baik saja mungkin adalah seseorang yang paling membutuhkan bantuan.

Sekian tulisan mengenai oppa-oppa ganteng penderita mental illness. Semoga bermanfaat!

i_maesha

Full-time mom and wife, half-time writer. Menonton dan mereview drakor sebagai salah satu wujud me time dari rumah ;)

Baca Juga

6 Komentar

  1. Ganteng-ganteng mental illness…
    Yang paling serem kalo kepribadiannya ganda kaya HB atau Jisung yaa… Kita gak pernah tau bakalan berubah jadi apa…

    1. Betul, tapi kalo kayak HB berubah jadi Robin yang ada malah kesengsem. wkwk..

  2. Jujur kalau nonton doang saya suka sama mereka dalam bentuk apapun, bahkan menerima kekurangannya juga. Tapi kalau terjadi dalam kehidupan nyata, tetap merasa tidak sanggup menghadapinya, walau seganteng apapun

    1. Iya banget, kenyataan’y mungkin mereka bisa sembuh. Bisa juga begitu terus entah sampai kapan T.T

  3. […] Baca juga : Oppa Ganteng Penderita Mental Illness […]

  4. […] Oppa Ganteng Penderita Mental Illness Tulisan Tentang Beberapa Drakor yang Mengusung Tema “Mental Health” […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow Me!
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: