Antologi PULIH, Membuka Mata Akan Isu Kesehatan Mental

cover buku Pulih

Annyeonghaseyo, Chingudeul!

Tulisan kali ini agak sedikit berbeda dari biasanya, nih. Kalau biasanya drakorclass.com membahas tentang serba-serbi drama Korea, kali ini saya ingin mengisi dengan tulisan tentang sebuah buku antologi. What?! Nggak salah lapak ngebahas buku disini?!

Hehe, tenang aja! Justru ini salah satu pembeda antara drakorclass.com dengan website drakor yang lain. Kami tidak hanya membahas seputar dunia drama Korea tapi membahas juga tema lainnya yang berkaitan dengan dunia literasi. Alasannya adalah karena website ini ditulis oleh para kontributor yang notabene suka menulis dan suka menonton drama Korea.

Buku yang akan saya bahas kali ini adalah buku antologi saya sendiri. Haha. Alhamdulillah, di tahun 2020 ini saya berkesempatan untuk menjadi kontributor dalam sebuah antologi yang berjudul PULIH. Dari namanya saja sudah tersirat ya, kalau buku ini berkaitan dengan isu kesehatan, lebih spesifiknya tentang kesehatan mental.

Dalam tulisan ini, saya akan membagikan pengalaman saya menulis antologi PULIH hingga akhirnya diterbitkan menjadi sebuah buku.

Tentang Antologi PULIH

Antologi PULIH
Antologi PULIH

Antologi PULIH adalah sebuah antologi yang digagas oleh komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Seperti judul bukunya, antologi ini membahas mengenai isu kesehatan mental dimana isinya merupakan kumpulan kisah 25 orang yang pernah mengalami mental illness dan mencari jalan untuk pulih hingga akhirnya menemukan kebahagiaannya masing-masing.

Bisa dikatakan, proses penggarapan antologi ini dilakukan dengan penuh totalitas. Kisah yang dihadirkan dalam buku ini semuanya merupakan kisah nyata yang dialami oleh penulis atau pengalaman orang lain yang dituliskan oleh penulis.

Baca juga : Tentang Antologi PULIH

Bagi penulis yang menulis kisahnya sendiri, IIDN menghadirkan founder dari Ruang Pulih yaitu Intan Maria Halim, sebagai Konselor Psikologi, serta dr. Maria, sebagai Psikiater, yang menemani teman-teman penulis untuk menemukan jalan pulih mereka, sekaligus menyelesaikan tulisannya. Setelah melakukan pendampingan, ternyata masih ada penulis yang belum selesai menemukan jalan pulihnya sehingga mereka terpaksa mengundurkan diri dari proyek antologi ini.

Peserta yang lolos seleksi tahap satu masih harus berusaha untuk lolos ke tahap selanjutnya setelah melakukan revisi pada tulisannya. Para penulis diminta untuk fokus pada perjalanan mencari dan menemukan jalan pulih dari penyakit mentalnya, bukan hanya membagikan luka dan kesedihan dari kisah mereka. Hal ini bertujuan agar pembaca bisa mendapatkan pesan dan energi positif dari buku antologi ini.

Membaca buku ini benar-benar membuka mata kita akan isu kesehatan mental yang belakangan marak digaungkan. Ceritanya ditulis dengan bahasa yang sederhana dan tidak rumit sehingga mudah sekali dicerna dan dipahami.

Dari kisahnya, tergambar dengan jelas bagaimana tokoh yang ada di dalam cerita tersebut berusaha sekuat tenaga agar bisa bangkit dan sembuh dari kondisi mental mereka yang saat itu sedang sakit. Rasanya seperti cerita yang ada di dalam sinetron atau film, namun itu semua nyata adanya.

Pembaca juga akan mendapat pengetahuan baru mengenai penyakit yang berkaitan dengan kejiwaan. Beberapa yang diangkat ke dalam antologi ini adalah skizophrenia, bipolar, post-traumatic stress disorder (PTSD) hingga narcissistic and histrionic personality disorder.

Baca juga : Oppa Ganteng Penderita Mental Illness

Ternyata, banyak penderita mental illness yang terlihat baik-baik saja jika hanya dilihat dari penampilan luar. Penderita mental illness tidak selalu berkeliaran di jalanan dan mengenakan pakaian rombeng-rombeng; banyak di antara mereka yang masih melakukan kegiatan seperti biasa dan bekerja di ranah publik.

Don’t judge a book by its cover.

Pesan ini sampai sekali pada para pembaca buku PULIH. Kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja, kita juga tidak bisa menganggap remeh tiap masalah yang terjadi dalam hidup seseorang. Mereka, yang tampak bahagia dan senang dari luar, bisa jadi menyimpan duka dan luka yang amat besar.

Baca juga : Review REAL Movie

Antologi ini juga menumbuhkan rasa empati pembacanya pada setiap orang yang sedang berjuang untuk bangkit dari masalah kesehatan mentalnya. Membaca PULIH juga akan membuat kita lebih bersyukur dan menyadari bahwa Tuhan tidak akan memberikan beban atau cobaan melebihi kemampuan seseorang.

Pengalaman Menulis Antologi PULIH

Dalam antologi ini, saya tidak ikut serta mendapat konseling dan pendampingan dari Mbak Intan dan dr. Maria karena saya tidak menuliskan pengalaman sendiri.

Cerita yang saya tulis dalam antologi ini berdasarkan kisah nyata salah seorang sahabat dekat saya. Dia begitu mendukung saya untuk membagikan kisahnya supaya orang lain yang membaca dapat mengambil pelajaran dari cerita hidupnya.

Saya salut dengan teman-teman kontributor yang menulis kisah hidupnya sendiri. Rasanya, menulis perjuangan orang lain menemukan jalan pulihnya saja begitu berat dan mengaduk-aduk emosi. Apalagi jika kisah sendiri yang dituliskan?

Tantangan yang saya hadapi dalam proses penulisan naskah ini ialah bagaimana saya berusaha ikut merasakan emosi yang dirasakan oleh sahabat saya ketika mengalami hal yang saya tuliskan, agar tulisan saya terasa nyata seperti halnya tulisan teman-teman yang menulis pengalaman pribadi mereka.

Tantangan lainnya adalah saya berusaha menuliskan kisah teman saya sebagaimana yang terjadi sebenarnya, tanpa mengurangi dan melebih-lebihkan cerita yang sudah ada. Sehingga, untuk mempertahankan keorisinalitasan kisahnya, saya beberapa kali berdiskusi dengan sahabat saya dan memastikan bahwa semua yang saya tulis berdasarkan persetujuannya.

Di samping itu, saya juga jadi banyak membaca mengenai penyakit mental yang saya tuliskan di antologi PULIH. Ini cukup membantu saya untuk lebih memahami situasi dan kondisi yang dialami oleh sahabat saya, sehingga informasi yang tertulis dalam ceritanya tidak asal-asalan.

Kata Pembaca PULIH

Saat tulisan ini diterbitkan di drakorclass.com, antologi PULIH sedang naik cetak untuk batch ke-2. Sebelumnya, tidak pernah terpikir oleh saya kalau antologi ini ternyata mendapat apresiasi yang begitu baik dari masyarakat sehingga baru saja PO batch 1 ditutup, kami sudah harus membuka PO batch ke-2.

Dari sekian banyak pembeli dan pembaca buku antologi PULIH, beberapa dari mereka menuliskan dan mengirimkan testimoninya setelah membaca buku tersebut. Saya tuliskan beberapa ya…

Antologi PULIH
Salah satu pembaca buku PULIH

Jujur saya bersemangat untuk menyelesaikan isi dari kumpulan kisah proses pemulihan kesehatan mental pada masing-masing orang di buku ini. Saya pribadi sangat merasa terbantu dengan adanya buku ini karena memberikan gambaran terhadap suatu proses yang di alami tiap orang tanpa harus kita alami sendiri.”

-Fissy, Pharmacist

Menginspirasi, menjadi pengingat bahwa terlihat baik – baik saja belum tentu benar – benar baik. Semoga makin banyak yang sadar akan kesehatan mental masing – masing.

-Rista, Ibu Rumah Tangga

“Buku ini menampar saya, banyak kisah yang membuat saya terkejut. Betapa hebatnya perjuangan seseorang untuk pulih dari beragam trauma.”

-Lutfiana, Youtuber/Content Creator

Penutup

Buku antologi PULIH ini adalah buku antologi saya yang ke-2. Jumlah ini masih jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan buku-buku milik teman-teman kontributor drakorclass, lho! Beberapa bahkan sudah menulis belasan buku antologi, yang merilis buku solo pun banyak.

Baca tentang : Tips dan Pengalaman Menulis Cerita Lucu

Tapi saya tidak berkecil hati, angka belasan itu juga dimulai dari angka satu dan dua, bukan? Hehe, optimis!

Saya harap, buku antologi PULIH ini bisa membawa banyak manfaat untuk pembacanya. Semoga banyak masyarakat Indonesia yang lebih membuka mata akan pentingnya isu kesehatan mental, banyak yang men-support teman atau keluarganya yang menderita permasalahan mental dan lebih banyak yang sadar bahwa it’s okay to not be okay selama kita mau berusaha untuk bangkit dan menemukan kebahagiaan lagi.

Terima kasih sudah membaca!

i_maesha

Full-time mom and wife, half-time writer. Menonton dan mereview drakor sebagai salah satu wujud me time dari rumah ;)

Baca Juga

3 Komentar

  1. […] I_Maesha sebagai salah satu penulis dalam buku antologi “Pulih”. […]

  2. […] Antologi PULIH, Membuka Mata Akan Isu Kesehatan Mental Tulisan Ima di blog Drakor Class tentang Antologi “Pulih” […]

  3. […] Menghadirkan Bunda Intan Roosmadewi, Risna, Cho Sweeney, Asri, dan I_maesha. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: