Review Drama “Dinner Mate”

poster diner mate

“Dinner Mate” adalah sebuah drama romantis yang tayang mulai bulan Mei hingga Juli 2020. Drama ini diadaptasi dari sebuah webtoon berjudul “Would You Like to Have Dinner Together?”.

Saya menonton drama ini karena rekomendasi dari teman-teman di WAG Drakor Class (sebelumnya bernama “Drakor dan Literasi”). Membaca percakapan mereka yang menggebu-gebu membahas keseruan drama ini membuat saya penasaran dan akhirnya memutuskan untuk menontonnya. Meskipun sempat terpotong karena saya berpaling hati pada drama Kim Soo Hyun selama beberapa minggu, namun akhirnya saya kembali menonton “Dinner Mate” hingga episode terakhir.

Pemain yang Membuat “Dinner Mate” Bersinar

Seo Ji Hye dan Kim Jung Hyun (sumber: cnnindonesia.com)

Salah satu yang menarik hati saya untuk menonton drama ini pada awalnya adalah Seo Ji Hye dan Kim Jung Hyun, yang membuka cerita “Dinner Mate” dengan konflik perselingkuhan yang tragis. Kim Jung Hyun hanya tampil pada dua episode pertama. Padahal mereka berdua berhasil membuat saya mengalami second lead syndrome dalam drama yang mereka perankan sebelumnya, yaitu “Crash Landing on You”. Tapi jika konflik ini tidak terjadi, tentu saja cerita “Dinner Mate” akan jauh berbeda dengan yang sudah ditayangkan sekarang.

Seo Jie Hye sebagai Woo Do Hee (sumber: idntimes.com)

Dalam drama ini Seo Ji Hye berperan sebagai Woo Do Hee, seorang program director yang bekerja pada sebuah perusahaan media bernama 2N Box. Perusahaan ini memproduksi konten semacam YouTube. Di sini Woo Do Hee digambarkan sebagai sosok yang ramah, lucu, ceria, pekerja keras dan tangguh.

Song Seung Heon sebagai Kim Hae Kyung (sumber: MBC)

Berperan sebagai tokoh utama pria, Song Seung Heon menjadi seorang psikiater terkenal bernama Kim Hae Kyung yang tidak terlalu mengekspos diri, sehingga tidak banyak orang yang tahu wajahnya. Dia fokus pada pengobatan melalui terapi makanan. Kim Hae Kyung pandai memasak karena ditinggalkan oleh ibunya semenjak kecil. Bahkan diceritakan sebelum ibunya pergi, sang ibu pun jarang memasak untuknya.

Ye Ji Won sebagai Nam Ah Young (sumber: MBC)

Selain mereka, ada Ye Ji Won sebagai Nam Ah Young, CEO dan sahabat Woo Do Hee. Ada pula Lee Ji Hoon yang berperan sebagai cinta pertama Woo Do Hee, yaitu Jung Jae Hyuk. Tak ketinggalan cinta pertama Kim Hae Kyung yang bernama Jin Noh Eul yang diperankan oleh Son Na Eun.

Tentu saja masih banyak lagi pemeran pendukung dalam drama ini yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Yang pasti semua aktor dan aktris itu membuat drama ini menjadi bersinar.

Kiri : Lee Ji Hoon sebagai Jung Jae Hyuk, Kanan : Son Na Eun sebagai Jin Noh Eul
(sumber: soompi.com)

Sinopsis

Cerita Cinta Utama

Tokoh Utama dan Para Cinta Pertama (sumber: wolipop.detik.com)

Pertemuan tidak terduga dan terjadi berkali-kali adalah hal klise yang sering diangkat dalam sebuah drama Korea. Formula ini banyak dipakai oleh para penulis drama untuk membangun kedekatan di antara tokoh-tokohnya, terutama para tokoh utama. Biasanya benih-benih hubungan romantis mulai terjalin dari pertemuan-pertemuan tidak sengaja yang terlalu sering itu.

“Dinner Mate” pun menggunakan formula yang sama dalam membangun alurnya. Sejak pertemuan pertama Woo Do Hee dan Kim Hae Kyung di pesawat dalam perjalanan ke Pulau Jeju, mereka masih berkali-kali dipertemukan secara kebetulan. Termasuk saat Do Hee dicampakkan oleh kekasihnya yang berselingkuh. Awalnya mereka berdua benar-benar menganggap pertemuan-pertemuan mereka hanya sebuah kebetulan, namun akhirnya mereka setuju bahwa semua itu adalah takdir dan memutuskan menjadi teman makan malam.

Teman Makan Malam (sumber: soompi.com)

Mereka terus bertemu dalam sesi makan malam bersama tanpa mengetahui identitas satu sama lain. Bagi mereka, dengan tidak saling mengenal membuat mereka bebas bercerita apapun. Lagi pula mereka hanya teman makan malam, jadi sebaiknya ada batasan untuk hal-hal yang bersifat pribadi. Hal ini terjadi sekian lama hingga tanpa mereka sadari, mereka saling mengobati luka yang disebabkan oleh cinta pertama mereka. Bahkan hubungan mereka menjadi semakin dekat.

Sayangnya hubungan mereka tidak berjalan mulus karena kehadiran cinta pertama masing-masing yang berusaha mengulang kenangan. Apalagi Jung Jae Hyuk, cinta pertama Do Hee, yang ternyata memiliki masalah kesehatan mental. Kehadirannya membuat situasi menjadi semakin runyam.

Lalu apakah akhirnya Do Hee dan Hae Kyung mengetahui identitas masing-masing? Apakah akhirnya tumbuh benih-benih cinta diantara mereka? Bagaimana mereka menghadapi cinta pertama yang berusaha kembali? Silahkan tonton sendiri dramanya jika kalian penasaran ya.

Cerita Cinta Pelengkap

Selain kisah cinta kedua tokoh utama, drama ini juga menyajikan kisah cinta tokoh pendukungnya, yaitu Nam Ah Young. Bos sekaligus sahabat Do Hee ini jatuh cinta kepada seorang gelandangan. Iya, gelandangan! Gelandangan yang menyebut dirinya Keanu ini sering berdiam di depan minimarket yang dekat dengan tempat tinggal Do Hee, lalu tanpa sengaja dia menjadi teman minum Nam Ah Young, bahkan kemudian tumbuh rasa di antara mereka.

Park Ho San sebagai Keanu (sumber: MBC)

Meskipun pada akhirnya diketahui bahwa Keanu bukan gelandangan biasa, tapi tetap saja kisah cinta mereka terasa tidak nyata bagi saya. Seorang bos jatuh cinta kepada tunawisma itu sedikit mustahil. Entah kalau ternyata ada kejadian seperti ini di luar sana, tapi bagi saya masih terasa absurd. Itulah kekuatan drama, segala sesuatu yang tidak mungkin pun bisa menjadi mungkin. Seperti maraknya kisah cinta si kaya dan si miskin ala “Boys Before Flower”.

Di luar keabsurdan cara keduanya jatuh cinta, kisah mereka tetap menjadi sesuatu yang menyegarkan dalam drama ini. Apalagi kelakuan mereka berdua yang kocak (atau aneh?) membuat ketegangan yang timbul dari konflik utama selalu bisa diredam. Susana kembali cair ketika mereka berdua bertemu. Tidak pernah ada adegan serius di antara mereka berdua hingga akhir. Semua lucu dan unik.

Kekurangan dan Kelebihan

Saya suka akting dari para aktor dan aktris yang berperan dalam drama ini. Mereka mendalami karakternya dengan baik, terutama kedua tokoh utama. Chemistry antara keduanya layak diacungi jempol. Kisah romantis yang terjalin di antara mereka terasa lucu, menggemaskan, manis, dan hangat. Bahkan sejak awal pertemuan. Pasti banyak, kan, di luar sana yang pernah bermimpi melakukan perjalanan dan jatuh cinta kepada orang asing seperti di drama ini.

Secara keseluruhan drama ini layak ditonton. Terutama bagi para penggemar drama bergenre komedi romantis. Tapi entah kenapa konflik dalam drama ini sedikit berlebihan bagi saya. Berlebihan atau membosankan, ya? Pokoknya hati saya merasa kurang begitu cocok dengan konflik yang disajikan. Kalau dalam bahasa jawa biasa disebut “mbulet”. Hampir semua tokoh saling berhubungan rasanya terlalu dipaksakan.

Sebut saja tokoh utama sebagai A dan B. Lalu ada tokoh tambahan C, D, E, F dan G. C adalah mantan pacar A, sedangkan D adalah mantan pacar B. E adalah teman A, sepupu C, rekan kerja D, dan pernah suka juga kepada B. Kemudian ada F, dia adalah rekan kerja dan senior B, dokter yang menangani C, juga kenalan A. Terakhir ada G, bos dan sahabat A, kenalan C, yang akhirnya jatuh cinta kepada F. Rumit bukan? Baca saja pasti bingung. Untunglah saat menonton bisa lebih mengerti.

Pelajaran yang Bisa Diambil

Dari Woo Do Hee

Meskipun patah hati, dia segera bangkit lagi dan tidak meratapi nasibnya terlalu lama. Dia menyibukkan diri dengan hal-hal positif, seperti langsung masuk kerja sepulang dari Pulau Jeju. Padahal dia baru saja mendapati kekasihnya berselingkuh. Kalau saya tidak mungkin bisa tegar seperti itu, mungkin saya akan mengurung diri berhari-hari dan menangis meratapi nasib.

Selain dari kehidupan pribadi Do Hee, pelajaran juga bisa diambil dari hubungan dia dengan kedua orang tuanya. Awalnya Do Hee tampak enggan bertemu ibunya. Ternyata itu bukan karena dia tidak peduli. Do Hee hanya kesal karena sikap ibunya yang tidak tegas kepada ayahnya. Dia tidak suka ibunya yang terus menjadikan dirinya sebagai korban atas perselingkuhan ayahnya.

Namun saat akhirnya ibunya memutuskan bercerai, dia pun menghiburnya. Hebatnya, Do Hee seperti tidak membenci ayahnya. Dia hanya tidak suka kedua orang tuanya terus bersama dalam hubungan yang sudah tidak sehat itu. Keren sekali dirimu, Do Hee!

Dari Kim Hae Kyung

Hubungan yang tidak baik dengan orang tua bukan alasan untuk menjadi lemah dan jahat. Kim Hae Kyung membuktikannya. Meskipun ditinggalkan ibunya semenjak kecil, dia berhasil menjadi psikiater hebat yang baik hati. Padahal setelah kepergian ibunya dari rumah, ayahnya kemudian meninggal dunia saat dia SMA.

Selain itu, dari cerita Hae Kyung dan ibunya, saya belajar dua hal lagi. Sebagai anak, seburuk apapun orang tua memperlakukan kita, sebaiknya kita tidak membenci mereka. Karena bisa saja suatu hari saat mereka pergi meninggalkan kita, kita akan menyesalinya. Lalu sebagai orang tua, saya juga belajar, bahwa apapun yang saya lakukan dalam hidup saya nantinya, saya tidak boleh mengorbankan keluarga.

Dari Jung Jae Hyuk

Berkebalikan dengan Kim Hae Kyung, Jung Jae Hyuk, yang mempunyai hubungan buruk dengan ayahnya, malah menjadi orang yang lemah dan jahat. Dia menderita gangguan mental yang membuatnya seperti terobsesi dengan Woo Do Hee. Namun saya senang karena pada akhirnya dia mau berobat, berhasil sembuh, dan menjadi orang yang lebih baik.

Dari sini saya yakin bahwa gangguan mental bukan alasan untuk terus melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Tidak perlu malu mengakui ketika kita didiagnosis menderita gangguan mental. Percaya kepada tenaga ahli adalah kunci agar bisa sembuh dan menjadi lebih baik.

Dari Jin Noh Eul

Awalnya saya tidak suka dengan tokoh yang satu ini. Namun ketika dia akhirnya mundur dari persaingan memperebutkan Kim Hae Kyung, saya malah bersimpati padanya. Saya baru melihat pesonanya. Dia adalah wanita tangguh yang tidak mudah menyerah. Meski karirnya merosot, dia masih terus berusaha bangkit lagi dengan segala cara.

Dari Nam Ah Young

Cerita cinta Nam Ah Young dan Keanu membuat saya berpikir bahwa jodoh bisa datang kapan saja, di mana saja, dan dengan cara apa saja. Bahkan di waktu, tempat, dan cara yang tidak biasa. Di usia Nam Ah Young yang tidak muda lagi, akhirnya dia menemukan belahan jiwanya. Bagi kalian yang saat ini belum bertemu sang pujaan hati, bersabarlah.

Sekian review “Dinner Mate” dari saya. Drama ini menarik terlepas dari hal-hal yang saya anggap kurang itu. Keputusan untuk menonton ada pada anda. Jangan lupa bahagia. Sehat selalu, ya!

Asri

Ibu muda yang suka membaca, menulis, menonton, makan, dan jalan-jalan.
Cerita jalan-jalan saya bisa dibaca di http://www.asrilestari.com sedangkan tulisan lainnya bisa diintip di https://catatansangpemimpikecil.blogspot.com

Baca Juga

7 Komentar

  1. Akhir’y Seo Ji Hye main drama dgn karakter yg beda dr drama2 sebelum’y yg aku tonton. Sebelum ntn dinner mate, udh ntn jealousy incarnate sama cloy peran dy yg jaim2 ketus gitu. Seneng di dinner mate karakter’y heboh dan aktif gitu..

    1. Iya ya.. tp karakter tegasnya tetep sama kaya di Cloy

      Kl Jealousy Incarnate gak nonton sampe kelar

  2. Mantap ini drama baper baper uhuy

    1. Hihihi iya.. bikin baper pas dinner-dinnernya itu

  3. […] dan Proses Kreatif Penulis Cerpen”, dengan menghadirkan dua teman sekelas Drakor Class, yaitu Asri dan Neng Nad. Acara ini akan dipandu oleh Cho Rijo, sang novelis Drakor […]

  4. […] “The King: Eternal Monarch“, “It’s Okay to Not Be Okay“, “Dinner Mate“, “Backstreet Rookie”, “Record of Youth“, […]

  5. […] Jeju juga jadi lokasi tempat pertama kali bertemunya first female lead dan first male lead drama “Dinner Mate”. Hayo, inget ga iconic moment nyeburnya mas Song Seung Hon. Drama More than Friends juga syuting di […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: