Ending Kdrama Monthly Magazine Home

monthly house

Annyeong Chingudeul,

Drama Korea Monthly Magazine Home atau yang dikenal dengan judul Monthly House baru saja berakhir. Saya baca di media sosial banyak penonton yang protes dan kecewa dengan episode 16. Katanya, ada beberapa bagian yang dirasa tidak diperlukan dan cuma bikin penonton emosi.

Saya pribadi, cukup suka dengan cara penulis memberikan akhir dari drama ini. Beberapa hal sudah kami prediksi, apakah rumah itu sekedar properti atau tempat untuk tinggal dan merasa nyaman.

Saya salut dengan cara Myeong Soo-hyeon, penulis drama ini, membuat cerita 16 episode yang sangat menghibur dan bikin penonton merasakan roller  coaster emosi antara bahagia dan bahagia banget. Eh ada bapernya sih kadang-kadang, tapi tetap saja rasanya bahagia.

Baca kesan pertama sampai prediksi ending di tulisan yang ini ya, Chingudeul

Ada beberapa hal yang bikin saya senang dengan cerita drama ini dari awal sampai akhir, bahkan saya merasa sedikit sedih dengan berakhirnya drama ini. Yuk baca terus sampai selesai biar tahu kenapa saya sangat merekomendasikan drakor ini. Oh ya, drama ini bisa ditonton gratis di Iqiyi loh.

Drama romcom dengan resep klasik

Saya tidak akan mengulang kesan pertama dan sinopsis singkat dari cerita ini di tulisan ini, karena semuanya bisa dibaca di tulisan sebelumnya.

Sebagai penonton genre romcom, saya senang sekali menonton drama yang interaksi antara tokoh-tokoh nya sangat lucu. Walau beberapa scene terasa mereka agak berlebihan, dengan efek suara yang juga memberi kesan berlebihan, semuanya membuat saya semakin menikmati drama ini.

Ini salah satu contoh yang akan membuat saya selalu tertawa menontonnya.

Kim Ji Seok menarik mengikuti lagu (sumber: Iqiyi)

Interaksi semua pegawai di majalah Monthly Home Magazine, maupun interaksi persahabatan dan atau pasangan yang jatuh cinta, semuanya sungguh menghibur.

Resep drakor klasik yang ada di dalam drama Monthly Home Magazine ini antara lain:

  • Tokoh pria ganteng dan kaya tapi kelakuan ngeselin dan angkuh.
  • Tokoh wanita yang miskin dan biasa saja, tapi punya karakter yang kuat prinsipnya dan berani mengungkapkan pendapatnya.
  • Akan ada situasi yang menyebabkan mereka sering bertemu, termasuk tinggal serumah atau satu tempat kerja, atau keduanya.
  • Dimulai dengan tak kenal maka tak sayang, setelah kenal makin sayang.
  • Dimulai dengan kesalahpahaman, lalu berlanjut menjadi saling suka.
  • Biasanya hubungan akan dirahasiakan dulu dari orang sekitar dengan berbagai alasan, pas orang mulai tau, eh putus.
  • Siklus antara selalu ribut –  kemudian mulai galau – lalu jatuh hati dan jadian – ada saja yang bikin putus – kemudian nyambung lagi atau putus lagi – kemudian skip beberapa tahun di mana salah satu tokohnya pergi tanpa pesan (biasanya 3 tahun) lalu diberi ending yang biasanya sih selalu bahagia.

Tapi, walau formula drama Korea klasik selalu begitu, tetap saja setiap drama dengan topik tertentu bisa membuat drama jadi menarik. Selain Monthly Magazine Home, sebut saja drama Do Do Sol Sol La La Sol, True Beauty, bahkan My Roommate is A Gumiho yang juga memakai resep romcom drakor yang sudah dipakai dari jaman Boys over flower maupun Personal Taste.

Drakor Monthly Magazine Home menjadi menarik karena menyuguhkan cerita dengan resep klasik. Tema seputar rumah sebagai properti dan rumah sebagai tempat tinggal pastinya membuat semua orang bisa merasa relate. Siapa yang tidak butuh rumah? Semua kita pasti butuh rumah kan, apalagi masa-masa di rumah saja seperti sekarang ini.

Karakter utama dan pendukung yang lucu dan berkembang

Secara keseluruhan, setiap tokoh dalam drama ini bisa jadi sangat lucu dan sekaligus sangat bijak. Dalam setiap episode ada banyak kata bijak yang siap untuk dibingkai dan direnungkan sebagai quote of the day.

Semua karakter dalam drama ini terlihat ada perkembangan ke arah yang lebih baik. Bukan hanya tokoh utamanya saja, bahkan tokoh pendukung yang tidak mendapat banyak dialog dan bekerja di majalah tersebut.

Tokoh utamanya tentu saja tokoh yang paling banyak perubahan. Tokoh utama pria yang tadinya sangat pelit dan tidak perduli dengan anak buahnya, menjadi orang yang lebih perhatian.

Kalau dilihat dari endingnya (spoiler ga ya), semuanya terlihat bahagia dan sudah menjadi orang yang lebih berhasil. Semua menjadi lebih baik di akhir drama ini.

Sebut saja salah seorang editor di majalah tersebut, yang selalu percaya kalau dia tidak akan mau menikah. Digambarkan dia selalu menyewa rumah bulanan, karena menurutnya harga rumah pasti turun. Di akhir drama, terjadi perubahan karakter. Saya tidak akan tulis di sini, supaya tidak terlalu spoiler.

Ada banyak pelajaran hidup

Beberapa kutipan dari drakor Monthly Magazine Home

Saya tidak pernah bosan dengan plot naik turun ala drakor.dalam membagi 16 episode-nya. Drama ini tuh gak perlu pakai teori, tinggal dinikmati saja. Tapi, walau begitu tetap ada konfliknya kok. Tiap konflik yang ada pun diselesaikan dengan cepat.

Sebagai penonton, saya tinggal menikmati cerita dan mengumpulkan kutipan yang biasanya menarik untuk direnungkan.

Drama ini menyimpan beberapa pelajaran, diantaranya:

Tips cara berhemat

Dalam ceritanya, tokoh pria seorang yang bisa memberikan berbagai tips untuk mulai disiplin dalam mengelola keuangan. Walaupun sepertinya sulit, tapi yang paling utama tentu saja harus punya niat kuat, kalau tidak kita akan dengan mudah mencari alasan untuk tidak berhemat.

Tips cara berhemat yang ada di drama ini mulai dari membatasi pengeluaran harian sampai dengan rajin membaca tentang properti.

Beberapa tips yang diberikan tentunya berkaitan untuk bisa memiliki rumah sendiri. Tentu saja dimulai dari hal apa saja yang harus dilakukan untuk mengumpulkan uang muka.

Tips memilih lokasi rumah, termasuk menentukan apakah daerah tersebut nilainya akan naik terus atau tidak juga ada dalam drama ini.

Tips untuk selalu mencari jawaban di buku

Bukan hanya tentang belajar soal real estate. Dalam drama ini ditunjukkan beberapa kali kalau tokoh pria akan mencari jawaban atas masalahnya dengan membaca tips dari buku.

Dari beberapa judul buku yang ditunjukkan dia baca, saya belum periksa, apakah buku tersebut benar-benar ada atau tidak.

Ada beberapa masalah yang diselesaikan oleh Yoo Ja sung dengan menyuruh orang belajar real estate dengan membaca buku.

Buku lain  yang juga disebut dalam drama ini berjudul: Compliments Make Even Whales Dance. Karena penasaran, saya iseng mencari tau, dan ternyata buku ini aslinya berjudul Whale Done oleh Ken Blanchard. 

Digambarkan dalam drama ini, bagaimana Pak CEO berusaha memakai pujian untuk membuat para pegawainya mengerjakan pekerjaan dengan senang hati, dan bagaimana dia sendiri pun ternyata suka kalau dipuji.

Jarang-jarang kan sebuah drakor mengingatkan tentang urusan membaca ini.

Tips memilih rumah

Salah satu yang sering ditunjukkan juga, ketika kita ingin membeli rumah, kita bisa survei dengan mencoba berjalan kaki dari tempat umum, ke lokasi yang kita kunjungi.

Beberapa cara untuk menemukan rumah yang sekedar investasi juga perlu survei lingkungan dan berapa menit dia harus ke transportasi umum, atau ada berapa banyak bangunan yang dipakai umum di sekitar lokasi itu.

Dengan mengetahui apakah suatu daerah akan berkembang atau tidak, tentunya jadi tahu apakah nilai jual rumah di lokasi tersebut akan naik atau turun. Apakah lokasi tersebut merupakan tempat yang bagus untuk berinvestasi.

Selain tips seperti ini, penonton juga bisa melihat berbagai rumah yang menarik. Ada rumah super besar, rumah gaya tradisional, sampai rumah yang dibangun di lahan yang kecil, tapi dibangun tinggi ke atas.

Tips menemukan kebahagiaan hidup

Di drama ini, anak buah tidak segan untuk menasihati bos, dan si bos pun tak segan meminta saran pada anak buah ketika galau.

Saya sangat suka bagian di mana pak bos mendengarkan masukan dari editor senior dan kemudian juga bisa memberi nasihat tentang jangan meletakkan uang sebagai tujuan hidup.

Padahal di awal drama, diperlihatkan bagaimana tokoh utama adalah orang yang sangat pelit dan perhitungan. Bahkan untuk mencetak draft saja, wajib pakai kertas bekas yang baru dipakai 1 halaman. 

Sebenarnya ini baik juga sih untuk menghemat kertas dan lebih ramah lingkungan. Kertas itu kan berasal dari pohon, bayangkan saya berapa tahun waktu yang dibutuhkan untuk bisa menumbuhkan pohon dan membuatnya menjadi lembaran kertas.

Beberapa kutipan lainnya dari drakor Monthly Magazine Home

Ending terbaik, semua masa lalu dikupas tuntas dan diselesaikan

Cerita drama ini direncanakan dengan baik. Semua masa lalu yang dibutuhkan sudah diceritakan sejak bagian awal untuk membentuk tujuan akhir. Porsi masa lalu dari tokoh utama yang diberikan sedikit demi sedikit juga sudah cukup untuk membuat penonton bisa langsung menikmati masa sekarang.

Pada episode 16, ada masa lalu yang tiba-tiba dirasa menjadi ganjalan. Walaupun sebenarnya masa lalu ini yang membuat karakter utamanya menjadi orang yang berhasil. Masa lalu terkait dari bapak karakter wanita yang membuat alasan untuk penonton harus merasa kecewa.

Tapi, seperti saya sebut sebelumnya. Ending dari drakor Monthly Magazine Home ini sudah yang terbaik menurut saya. Tujuan akhir dari drama ini adalah untuk tokoh wanitanya memiliki rumah, baik dengan membeli ataupun membangun sendiri.

Bisa saja diberi akhir instan dengan cara auto punya rumah karena menikah. Tapi, karena penulis cerita ini wanita, sepertinya dia ingin memberikan akhir yang lebih sesuai dengan karakter dari tokoh wanita drama ini.

Jadi apakah akhirnya bahagia? Tentu saja! Tapi saya tidak akan menceritakan detailnya di sini, hehehe. Nonton saja deh sendiri.

Kalau kamu tipe penonton seperti saya, yang suka mencari cerita yang ga pakai banyak teori konspirasi ataupun time travel, tanpa kisah fantasi yang mistis ataupun reinkarnasi. Kalau kamu suka dengan manisnya drama Korea walaupun bukan manis yang bikin diabetes. Lucunya romcom dengan para pemain yang berani berekspresi aneh dan sedikit berlebihan, drama ini cocok buat kamu!

Rhin

Blogger, Wife, Mom of 2 boys, Homeschoolers, Crafters,
Nonton drakor (terutama romcom) untuk hiburan dan mencari ide untuk dituliskan. https://risna.info

Baca Juga

3 Komentar

  1. […] menyelesaikan drama “Monthly Magazine Home” (2021) dan melakukan siaran Johayo Show bersama RPK FM, saya jadi bernostalgia tentang […]

  2. Aku suka banget drama ini. Banyak rumah cakepnya. Karakternya juga menarik dan nggak terlalu bikin pengen garuk-garuk tembok. Semuanya pas.

    1. akupuuuuun!

      beberapa orang ga suka dengan konflik di eps 16, kalau aku sih merasa emang itu dibutuhkan buat tercapai tujuannya si female lead.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: