Anak Sebagai Korban pada Drakor Love(ft. Marriage & Divorce)

Annyeonghaseyo, Chingudeul!

Ada yang ngikutin drakor Love (feat Marriage & Divorce) kah? Masih ongoing loh di Netflix dan lagi greget-gregetnya, cuy! Sampai tulisan ini dibuat, drakor bertema pernikahan dan perselingkuhan itu sudah tayang sebanyak 10 episode. Nah, buat yang penasaran pengen tahu trailer-nya, bisa banget dibaca tulisan saya yang “First Impression : Love (feat Marriage & Divorce)”, okay?!

Lee Ga-ryeong's News, Posts, Updates (이가령, Korean actress, model) @  HanCinema :: The Korean Movie and Drama Database
Picture by Hancinema

Di tulisan kali ini saya ga akan spoiling cerita kok (maksudnya ga akan banyak, paling selewat-selewat spoiler boleh, kan? Wahahaha). Justru saya bakal ngangkat satu scene yang sangat mengalihkan atensi saya, sampai-sampai kebawa baper dibuatnya. Eh, eh, eh, slow dulu dong, Chingu! Scene ini justru bukan scene perselingkuhan yang bakal bikin kitorang emosi jiwa, amarah membara, nooooo! Malah scene ini sukses bikin saya terdiam, mikir, bahkan sempet berkaca-kaca.

Orang tua selingkuh, anak terguncang

Scene yang saya maksud muncul di episode ke-tujuh, yaitu saat Hyang-gi (oleh Jeon Hye-won) dan Woo-ram (oleh Lim Han-bin), sepasang kakak beradik (anak dari Lee Si-eun dan Park Hae-ryun) yang merasa terpukul mendapati ayahnya berselingkuh dan bahkan menginginkan suatu perceraian.

Love Ft Marriage and Divorce ep 7
Picture by online-idol

Diawali dengan Hyang-gi yang memergoki ayahnya sedang berbelanja di suatu toko swalayan bersama wanita lain. Akhirnya, gadis yang berkarakter dewasa dan cerdas tersebut mengklarifikasi langsung kepada ayahnya mengenai kebenaran dari apa yang ia lihat. Namun, kekagetan yang ia dapat ketika ayahnya justru meng-iya-kan bahwa perselingkuhan tersebut memang terjadi dan benar adanya.

Love (ft. Marriage and Divorce) | Netflix Official Site
Picture by Netflix

Hyang-gi pun memberi tahu adiknya, Woo-ram, tentang kenyataan pahit tersebut, karena ia pikir, keluarga haruslah terbuka dan jujur. Namun, Woo-ram yang syok pun tetap dapat bersikap dewasa dan tenang. Ia ingin mendengar langsung segala pernyataan dari mulut ayahnya. Maka, dibuatlah pertemuan keluarga untuk membahas masalah tersebut, yaitu Si-eun (ibu), Hae-ryun (ayah) dan kakak beradik Park.

Konflik batin seorang anak bisa menjadi trauma

Dalam pertemuan, digambarkan sesosok anak perempuan remaja, sulung, yang berusaha tegar, tenang, tetapi sangat kentara sekali amarah dan rasa sakit di mimik mukanya. Di posisi tersebut, Hyang-gi, sewajarnya anak remaja yang masih bergejolak, tak bisa menerima kenyataan bahwa ayahnya memiliki wanita idaman lain dan mengkhianati keluarga, terutama ibunya. Luapan emosi sangat ingin ia buncahkan, tetapi ia harus mampu menahannya. Karena ia adalah anak pertama, yang harus memikirkan ibu dan juga adiknya.

Gejolak batin yang dirasakan Hyang-gi sangat saya pahami. Terlihat dramatisir, tetapi memang kenyataannya begitu. Kondisi di antara cinta dan benci itu memang ada, dan sangat menggerogoti kesehatan psikis kita, meski secara tidak sadar. Yang akhirnya bermanifestasi menjadi suatu bentuk trauma batin dan harus diselesaikan sebelum beranjak dewasa, jika tidak ingin menjadi inner child yang akan mengganggu masa depan.

Anak selalu jadi korban permasalahan orang tua

Dari seluruh alur cerita, apapun permasalahan dalam rumah tangga yang berkenaan dengan hubungan suami dan istri, korban pertama dan utama adalah anak. Dalam drakor Love (feat Marriage & Divorce) ini, sisi para anak yang terdampak permasalahan orang tua turut diangkat dengan masuk akal dan sesuai realita. Tentang gamangnya, tentang perasaannya, tentang kekhawatirannya terhadap perpisahan, semua tersaji dengan baik dan mudah dipahami.

Kadang, ketika sedang dihadapkan pada suatu prahara, orang tua terlalu larut dalam dunianya masing-masing. Menganggap bahwa mereka lah yang sedang berada di titik terendah, tanpa menyadari bahwa sebenarnya, anak-anak mereka jutsru berada di titik yang lebih rendah lagi dengan kondisi tersebut.

Orang tua bukanlah malaikat yang harus selalu benar dan harus selalu kuat. Tidak begitu sama sekali konteksnya. Namun, belajar dari drama Love (feat Marriage & Divorce), bahwa komunikasi dan keterbukaan itu sangat penting. Keluarga bukan tempat bebas masalah, tetapi ketika masalah itu berkunjung, hadapi bersama, bicarakan, utarakan. Bila pun keputusan akhir harus tidak sesuai dengan keinginan, tetapi setidaknya kelegaan itu menjadi batu pijakan untuk menata kembali puing-puing yang sempat berserakan. Sepahit apapun kebenaran akan lebih mudah ditelan saat semuanya terpaparkan. 

Seperti Hyang-gi dan Woo-ram yang akhirnya dapat menghadapi kenyataan bahwa ayahnya berselingkuh dan bercerai dengan ibunya. Mampu mengambil langkah dengan tegas untuk diri mereka sendiri dan juga ibunya. Semua terjadi karena sang ayah mampu mengakui aibnya tersebut kepada mereka, walaupun pasti sangat tidak mudah juga hal itu dilakukan.

Neng Nad

Ibu rumah tangga beranak dan bersuami satu, penyuka kopi dan kata. Nonton Korea juga hobinya. Biasnya tergantung mood, tapi lebih prefer yang matang-matang ranum macem Song Seung-heon. Jelas tetep ga nolak juga kalo ada yang imut lewat sejenis Kim Soo-hyun. Intinya, mata dan hati tak cukup kuat melihat yang glowing korban skincare Korea berikut sentuhan oplasnya. Mamak lemah <3

Baca Juga

3 Komentar

  1. Huhu sedih ya kalo perasaan anak2 yg ending’y harus dikorbankan. Ada nih true story yg ortu’y pisah dan anak pertama’y sampe harus konseling k psikolog karena nyalah2in diri’y sendiri atas perpisahan ortu’y. Dy merasa bersalah krna ortu’y sering berantem dan nganggep’y itu gara2 dy, terus dy gbsa berbuat apa2 spya ortu’y ttep rukun. Hiks.. Udh kek drama bgt..

    1. sebenarnya kan drama itu terinspirasi dari kisah nyata. Orang dewasa kadang lupa kalau anak-anak itu selalu jadi korban dari ketidak dewasaan mereka… 🙁

  2. huaa aku lagi ngikutin ini
    aku nangis terus tiap ada scene uram dan kakaknya
    ayahnya kejam bangett
    sebel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: