film poster NO MERCY

Review: No Mercy (2019), Wanita Kuat? Why Not?


Annyeong haseyo, Chingu-deul!

Dingin-dingin, hampir setiap hari Bandung disuguhi hujan yang nggak tanggung derasnya. Gimana di daerah kalian? Nah, cuaca gini, tuh, paling asik ditemani tontonan yang mampu menghangatkan, kan? Betul apa benar? Hehe.

Ngomong-ngomong tentang film yang menghangatkan, menurut versi kalian film jenis apa, sih? Yang pasti bukan film penuh scene kebakaran juga kali, ya? #garing

Eh, kayaknya ada yang jawab film romantis kinyis-kinyis, tuh! Oh, biar bisa dugun-dugun terus badan jadi menghangat, ya? Hihi.

Kalau versi aku, film menghangatkan itu justru film-film yang bisa ningkatin adrenalin. Perpaduan ketegangan, kerutan dahi, dan gemas-gemas kesal di hati itu paling klop menemani rintikan hujan (tambah petir-petir sekalian biar semakin mendukung suasananya). Haha.

Tepat seperti film yang bakal aku share kali ini, Chingu. Penuh darah, penuh dendam, adegan jotos-jotosan, tapi eh tapi, yang jadi pemerannya luar biasa anggun nan cantik! Hey, hey, hey, film apakah gerangan?

Rumpi tentang Film

Rilis di tanggal 1 Januari 2019 silam, film berdurasi 92 menit ini mengusung female-action sebagai genre-nya. Wih, spesifik sekali itu dengan gender!

Berjudul No Mercy (Korean: 언니; lit. Older Sister). Film ini ditulis dan disutradarai oleh Im Kyung Taek dengan distributor JNC Media Group/TCO.

picture by hancinema

Menggaet Noona cantik Lee Si Young sebagai female-lead, dirasa sangat tepat sekali. Lee Si Young yang merupakan seorang amateur boxer di Korea Selatan ini seolah memberikan nyawa penuh pada perannya sebagai Park In Ae, yang diceritakan sebagai ahli bela diri juga di film tersebut.

Sangat jelas terlihat bagaimana luwesnya Lee Si Young menjalani perannya yang penuh dengan adegan hantam-hantaman, dengan tidak mengurangi sedikit pun keanggunannya. Hal itu menjadi salah satu daya tarik dari film ini kukira.

Selain itu, alur yang sangat intens dari awal hingga akhir, tanpa memberi jeda untuk bosan dan ngantuk saat menontonnya, menambah satu lagi point plus untuk film yang dapat dinikmati di aplikasi menonton berbayar Netflix ini. Serius, Chingu-deul! Tegang tanpa rehat!

Sekilas tentang Alur Cerita ”NO MERCY”

Berkisah tentang seorang kakak bernama Park In Ae (oleh Lee Si Young) yang berusaha sekuat tenaga untuk menjaga dan melindungi adik yang mengidap keterbelakangan mental bernama Park Eun Hye (oleh Park Se Wan). Hal itu ia lakukan demi memenuhi janji kepada ayahnya sebelum orang tuanya tersebut meninggal dunia (sepertinya, karena tidak secara jelas diceritakan meninggal atau bukan).

In Ae yang bekerja pada suatu badan ilegal sebagai guard, karena skill bela diri yang ia punya pastinya, harus menghadapi kenyataan untuk mendekam di penjara. Rupanya, selama di dalam penjara tersebut telah terjadi banyak hal menimpa Eun Hye. Termasuk keadaan ­pem-bully-an dari teman-teman di sekolahnya, hingga kasus pemerkosaan.

picture by hancinema

Setelah bebas dari penjara, satu per satu kenyataan terkuak oleh Sang Kakak, In Ae. Dan bersamaan dengan rentetan kekejian yang dialami oleh Sang Adik, In Ae pun melampiaskan dendamnya kepada setiap pelaku.

Nah, Chingu-deul, belum sampai situ ketegangannya. Karena writer-nim sangat piawai meramu plot twist. Aku pun beberapa kali salah menduga jalan cerita. Yang aku kira bakal jelas mati, eh, ternyata malah hidup. Yang aku kira sudah happy ending, eh, tahunya malah mati. Haha, penasaran? Tonton sendiri, ya, filmnya!

Lagi-lagi Film yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental

Yup, dialah adik dari Park In Ae, yaitu Park Eun Hye. Dikisahkan, Eun Hye ini mengidap mental disorder jenis down syndrome. Hal ini yang menggeretnya pada kehidupan yang tragis. Menjadi korban perundungan di sekolah, di lingkungan, hingga menjadi korban pelecehan seksual mau pun pemerkosaan. Seolah menggambarkan betapa tidak aware-nya masyarakat di Korea Selatan sana terhadap kondisi para penyandang disabilitas ini (dalam cerita maksudnya).

picture by dramacool

Juga, mengangkat isu dunia remaja yang banyak dianggap enteng. Padahal, sangat mungkin dapat menjerumuskan ke dalam tindak kriminal.

Aku agak gemas-gemas lucu saat pihak sekolah dan polisi merespon pelaporan yang diajukan oleh In Ae berkenaan dengan hilangnya Eun Kye beberapa hari. Mereka dengan enteng menganggap bahwa hilangnya seorang remaja dari rumah tidak perlu begitu dikhawatirkan. Karena bisa jadi anak remaja tersebut yang memang sengaja kabur dari rumah.

Dari menganggap enteng tersebut ternyata dapat berdampak luas. Bagaimana jika pernyataannya dibalik, ‘Bisa jadi juga anak remaja yang labil itu benar-benar dibawa kabur karena usia tersebut merupakan usia ranum yang rentan dengan tindak pelecehan seksual’. Hmm, wah, Pak Guru dan Pak Polisinya harus berhadapan denganku, deh, sepertinya. Haha.

Apakah ‘NO MERCY’ Cukup Direkomendasikan?

For me, YES! Dari segi pemain, konten cerita, alur, visual, menurutku sangat memuaskan hasrat menonton. Tidak ada pikiran, ‘Sisa berapa menit lagi, sih, ini film selesainya?’ hingga akhir cerita.

Nilai tambahan lain, tentunya durasi yang tidak terlalu panjang. Cocok dinikmati saat menutup hari yang lelah, pengantar sebelum tidur. Atau hanya sekadar rehat setelah aktivitas padat untuk sedikit me­nyegarkan pikiran.


Posted

in

, , ,

Tags:


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Artikel Terbaru

aktor bae suzy Cha Eun Woo comedy drakor drakor 2020 drakor 2021 DrakorClass DRAKOR CLASS IG LIVE Drakorclass on Podcast drama drama2020 drama 2020 Drama 2021 drama 2022 drama2022 drama 2023 drama lama DRAMA SAGEUK drama terbaru fantasi film korea Hwang in yeop hyun bin IG live ji sung kim seon ho kmovie Kpop lee seung gi moon ga young nam joo hyuk netflix Podcast rekomendasi review film romance sageuk Song kang SON YE JIN start up Thriller True Beauty webtoon yoon park

%d blogger menyukai ini: