5 Alasan Harus Nonton The Uncanny Counter

the uncanny counter

Tim completed dulu baru nonton mana nih suaranya??

Waktu drama ini tamat dengan rating 11 persen di Korea, saya langsung mulai nonton dan menyelesaikannya dalam 5 hari, lalu baru menggarap tulisannya beberapa waktu kemudian, hehe. Sebenarnya sudah lama juga dengar keseruan drama ini dibicarakan, dari release akhir tahun 2020 sampai berakhir bulan Januari lalu. Tapi memang baru sempat nonton dengan luang dan hasilnya … saya ter-Mun-Mun alias gemeess bangeeett sama drama ini.

the uncanny counter review
The Uncanny Counter Poster. OCN.

The Uncanny Counter, yang diadaptasi dari webtoon berjudul The Amazing Rumor karangan Jang Yi, menceritakan tentang 4 orang yang tergabung dalam grup pemburu roh jahat yang disebut ‘Counter’. Masing-masing Counter memiliki partner spirit (Yung) yang memberikan mereka kemampuan lebih daripada manusia biasa. Chingu mungkin langsung terbayang serial legendaris ghostbuster, tapi ini bukan kayak gitu ya. Para Counter ini dulunya manusia biasa dengan kehidupan normal, kemudian pernah mengalami koma dalam hidupnya saat dipertemukan dengan Yung.

Alkisah, di Kota Jungjin, di mana kerap terjadi kekacauan seperti korupsi, suap, penggelapan, pembunuhan dan kriminalitas lainnya, berkeliaran banyak roh jahat yang turut mengacaukan kehidupan di kota tersebut. Roh-roh ini digambarkan sebagai evil yang hanya merasuki orang-orang yang memang sudah punya niat jahat dalam dirinya. Ketika niat jahat ketemu roh jahat, hasilnya adalah manusia berjiwa iblis. Setiap kali berhasil membunuh orang, roh jahat ini semakin kuat, bahkan naik level sampai bisa melakukan telekinesis dan membaca pikiran. 

Hiii, serem ya. 

Nah, para Counter yang terdiri dari So Mun (Joe Byeong-Gyu), Ga Mo Tak (Yu Jun Sang), Do Ha Na (Kim Sejeong), dan Chu Mae Ok (Yum Hye Ran) ini bertugas menaklukan dan mengeluarkan roh jahat dari tubuh inangnya agar bisa pergi ke akhirat sesuai tempatnya. 

Bagaimana nasib tubuh inang setelah ditinggal roh jahat? Tentu saja selama masih hidup, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Makanya Counter hanya boleh melumpuhkan dan memanggil roh, tidak sampai membuat inangnya tewas karena jiwa yang terperangkap bersamanya bisa ikut menghilang juga. 

Nah, bagi yang menggemari drama-drama fantasy thriller khas OCN, 5 alasan ini membuat The Uncanny Counter menurut saya worth to watch:  

1. Alur Cepat dan Kekuatan Backstory 

Episode pertama dibuka dengan gambaran beberapa kejadian secara bersamaan. Mulai dari kecelakaan mobil sampai sebuah perkelahian yang menyebabkan seseorang jatuh dari lantai atas sebuah gedung. 

Kemudian waktu bergulir ke 7 tahun kemudian, di mana saat itu ada salah satu Counter tewas oleh seorang roh jahat level 4. Sebuah pembukaan yang menegangkan dan bikin penasaran memikirkan bagaimana nasib ketiga Counter lain. Apalagi, partner si Counter yang tewas adalah Wi Gen, ketua dari para Yung (yang biasanya paling sakti). 

Masih di episode 1, Wi Gen yang terlempar dari tubuh Counter sebelumnya kemudian merasuki tubuh So Mun, seorang anak SMA yang berjalan dengan tongkat karena kakinya cacat. Tak ada yang menyangka bahwa So Mun yang lugu dan sederhana ini akan melanjutkan tongkat estafet Counter yang dulunya paling hebat. 

Di antara keempat Counter, hanya So Mun lah yang tidak mengalami koma saat berpartner dengan Yung. Sementara Counter yang lain memiliki latar belakang cerita masing-masing saat para Yung menawarkan partnership untuk hidup kembali dengan tugas menumpas roh jahat. 

Tidak perlu menunggu berepisode-episode untuk Mun berlatih sebagai pahlawan super yang andal. Misi demi misi diselesaikan lewat kerjasama para Counter.

Backstory masing-masing Counter juga menarik untuk disimak karena selain beberapa hal ada yang berhubungan, latar belakang mereka juga membantu kita memahami karakter setiap Counter.

Kombinasi alur yang cepat dan backstory yang kuat ini sayang buat dilewatkan.

2. Relasi Manusia dan Persoalan Sosial

Nah, ini yang menurut saya adalah kekuatan drama Korea yang membedakannya dengan serial lain, di mana selalu ada sisi-sisi humanis yang disuguhkan. Entah itu relasi dalam keluarga yang hangat dan saling mendukung, persahabatan yang kuat, atau orang-orang yang sekadar menunjukkan rasa simpatik terhadap satu sama lain. 

Dalam Uncanny Counter, beberapa adegan menyentuh nurani kita dalam melihat persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan. School bullying, yang jadi sorotan utama di episode awal-awal, seolah menegaskan fakta kekacauan kemanusiaan yang kerap terjadi dalam berbagai institusi. Termasuk bobroknya institusi penegak hukum akibat suap di mana-mana.

Belum lagi urusan pencemaran lingkungan, kesehatan masyarakat, dan politik uang. Mengingatkan bahwa banyak hal di sekitar yang bisa kita bela, bukan cuma soal makhluk yang ingin menguasai dunia.

Biarpun genre action-fantasy, beberapa kali saya harus mengusap air mata saat menonton. Banyak adegan haru antara lain tentang seorang mertua yang turut bahagia saat mantan menantunya memberikan undangan pernikahan, rasa bersalah orang tua terhadap anak karena terlalu sibuk bekerja, dan kehangatan rumah sepasang lansia yang menyayangi cucunya. 

Keempat Counter juga tidak saling memiliki hubungan darah tapi relasi mereka kuat seperti keluarga.

review the uncanny counter
Ketiga Counter saat sempat dipertemukan kembali dengan Counter yang tewas.

Jangan lupakan juga sisi lain dari sang antagonis, bahwa dia juga punya sisa perasaan saat kenangan bawah sadarnya memanggil. Meskipun rasa itu adalah sakit hati yang teramat dalam, setidaknya dalam beberapa saat menunjukkan bahwa dia juga masih manusia.     

3. Superhero yang Unik 

Seringkali kita lihat tayangan pahlawan super dengan hidup yang sempurna segalanya. Entah cantik/tampan, ilmuwan pintar sundul langit, kaya raya, atau hidup bergelimang teknologi canggih.

Tapi siapa sih yang kepikiran bahwa pahlawan super kita di sini adalah penjual mie kuah di Kedai Eonnie? Bahkan So Mun yang di kemudian hari mewarisi kekuatan dari dua Yung saja, penampakannya tetap sama seperti anak SMA biasa, culun, perawakan standar, dan senang main dengan kedua sahabatnya seperti pada umumnya. 

drakor uncanny counter
Mrs.Chu saat menyembuhkan Ha Na yang terluka

Seperti poin nomor 2 tadi, ini juga kekuatan humanis yang menonjol dari drakor. Siapa saja bisa menjadi pahlawan. Tidak harus seorang yang kaya raya atau punya akses teknologi tinggi. Filosofinya, orang biasa pun bisa menyelamatkan hidup orang lain.

Selain itu, setiap Counter juga punya kekuatan masing-masing yang membuat keempatnya harus bekerjasama dan saling membutuhkan. Jika So Mun memiliki kecepatan dan lompatan super, Mo Tak, adalah Counter yang paling kuat di antara semuanya. Sementara Mrs. Chu, adalah leader dari para Counter yang memiliki kekuatan healing. Yang agak ngeri mungkin Ha Na, dimana dia mampu mengetahui posisi roh jahat dalam jarak ratusan kilometer, bisa membaca memori, dan bisa berkomunikasi dengan alam bawah sadar.  

the counter
Counter dan Kekuatannya

Keempatnya tidak ada yang dominan, tidak juga ada yang kurang berperan. Gabungan kekuatan satu sama lain menyuguhkan adegan ‘ghostbusting’ yang menarik dipadu dengan cara berantem yang unik.

Satu pertanyaan yang belum saya dapat jawabannya: kenapa saat para Counter mulai terkoneksi dengan Yung, rambutnya jadi keriting? 

4. Slightly Romance, Action as a Whole 

Drama OCN memang jarang banget yang punya sisi romance mendayu-dayu. Setelah saya nonton beberapa judul drama di OCN, porsi romance antara kedua leads nggak pernah mendominasi keseluruhan ceritanya.

Meskipun penonton beraharap ada romance antara So Mun dan Ha Na, rupanya writer-nim nggak setuju untuk membawa mereka ke situ. Tipis saja, kita bisa tahu bahwa So Mun mengagumi Ha Na dan mereka berhubungan baik. Begitu pun antara Mrs. Chu dan Pak Choi, para veteran yang nge-date saja pake ketiduran. Selipan kisah ini hanya dibuat sebagai ice breaking saja, meskipun kisah cinta Mo Tak sama sekali tak berakhir manis.

Boleh juga nih buat chingu deul yang bosan dengan drama romcom atau sejenisnya, melipir sejenak ke OCN untuk menikmati drama-drama yang bikin adrenalin terpacu. Dijamin seru dan fresh hingga siap lagi berderai-derai air mata atau uwu-uwuan lagi dengan drama romcom.    

5. Dukungan Pemain dan Sound Effect yang Dahsyat 

Pemilihan keempat pemain sebagai Counter juga turut mendukung kesuksesan Uncanny Counter mengambil tempat di hati pemirsa. Masing-masing aktor dan aktris memainkan peran yang cocok dengan karakternya.

Byeong Gu dan Seo Jong berhasil menjadi dua Counter muda yang penuh ambisi dan semangat yang membara. Di sini, Kim Seo Jong sukses mematahkan pandangan remeh terhadap idol yang menjadi aktor. Totalitasnya patut diacungi jempol dalam memerankan Ha Na yang karakternya sangat kuat.

Begitu juga dengan Yu Jun Sung yang diceritakan hilang ingatan, mimik muka bingung dan bertanya-tanyanya itu dapet banget. Saya sampai turut prihatin saat dia harus kehilangan sebagian besar yang dia miliki dalam hidupnya. Sedangkan Ketua Counter yang welas asih dan bijaksana disampaikan dengan baik oleh Yum Hye Ran sebagai anggota Counter paling senior. 

Oh tidak, yang paling senior adalah Mr. Choi, seorang philantropist yang dulunya adalah Counter pertama di Korea yang kini sudah pensiun. Meski perannya tidak begitu besar, diceritakan bahwa dia yang memfasilitasi seluruh operasional Counter dalam menjalankan tugas dan selalu siap membantu di saat-saat kritis.

the amazing rumor live action
Para Counter bersama Partner Yung-nya

Kalau pemain semua sudah oke, saatnya kecanggihan teknik sinematografi dan efek jadi kekuatan drama ini. Saya sangat suka dentuman suara yang menggelegar saat sang pahlawan berduel dengan penjahat, visualisasi perbedaan dunia manusia dan dunia Yung, lalu efek suara yang bernuansa futuristik saat kemunculan cahaya surga alias ‘Wilayah Yung’ (ahh, mianhae saya nggak terlalu bisa mendeskripsikan sound effect ini).

Yah pokoknya efek-efek suara yang ada sini bikin sensasi serasa nonton di bioskop, apalagi kalau nontonnya sambil pake headphones, it’s very ear satisfying! 

Overall, Recommended!

Buat saya, The Uncanny Counter sukses memvisualisasikan dengan akurat cerita komiknya sebagai sumber material utama. Bahkan adanya pergantian penulis skenario menjelang episode akhir terkesan mulus-mulus saja. Gimana dia bisa menghidupkan cerita komik menjadi live action yang menarik dan impresif, nggak heran kalau drama ini banyak penggemarnya, baik yang sudah baca komiknya atau belum.

Nggak cuman action, tapi keseluruhan plot bekerja menghadirkan elemen-elemen dramatis dan misterius yang membuat kita ingin terus lanjut menontonnya sampai akhir.

the uncanny counter season 2
Teaser untuk Season 2 dengan Kostum Baru

So, saya sangat merekomendasikan untuk nonton Uncanny Counter dan nggak sabar untuk menunggu kelanjutannya di Season 2 akhir tahun ini!

Re Ra

Blogger.
Drakorians since 2018. Menulis review dan knowledge Korean drama-based. Meet me at www.dailyrella.com. Tidak fanatik aktor, genre, rating, lawas, atau baru.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: