Annyeonghaseyo chingudeul!
Selama masa pandemi yang sudah lebih dari setengah tahun ini, rasanya menahan godaan untuk travelling ke berbagai tempat itu cukup sulit bagi orang-orang yang doyan plesiran seperti saya.
Tapi, berhubung kesehatan lebih penting saya memilih untuk tetap meminimalisir kegiatan pergi-pergi dan memilih untuk membayangkan saja dulu pergi ke tempat wisata yang ingin didatangi setelah pandemi berakhir (semoga segera berakhir!).
Ngomongin jalan-jalan, sebagai kontributor Drakor Class tentu saya tertarik untuk pergi berwisata ke Korea Selatan. Melihat keindahan alam, kota serta budayanya melalui drama Korea cukup membuat pikiran ikut berjalan-jalan menikmati hembusan angin di sana. Berangan-angan saja sudah senang, apalagi jika angan tersebut menjadi nyata?
Keinginan pergi ke Korea Selatan pun semakin bertambah manakala saya begitu penasaran dengan yang namanya Demilitarized Zone atau DMZ. Rasa penasaran ini bermula sejak 10 tahun lalu ayah saya banyak bercerita tentang tempat tersebut.
Daftar Isi
Apa itu DMZ?
Demilitarized Zone atau yang disingkat dengan DMZ adalah sebuah jalur yang melintasi Semenanjung Korea yang berfungsi sebagai pembatas antara negara Korea Selatan dengan Korea Utara. Secara singkatnya, DMZ adalah zona perbatasan antara kedua negara Korea yang terkenal akan konfliknya.
Dari berbagai sumber, diketahui kalau zona perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan alias DMZ ini merupakan DMZ terakhir yang masih eksis di dunia hingga sekarang.
Saat ini, di Korea Selatan, DMZ dijadikan salah satu tempat tujuan wisata yang ternyata menarik banyak minat pengunjung yang bukan hanya datang dari dalam negeri tapi juga turis internasional.
Sepuluh tahun yang lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Seoul, Korea Selatan untuk mewakili fakultas menghadiri sebuah acara internasional. Sebelum berangkat, ayah saya menceritakan bagaimana seru dan menegangkannya perjalanan beliau saat berwisata ke DMZ.
Saat itu sudah membayangkan betapa asyiknya jika bisa berkunjung ke sana, karena kota Seoul adalah kota besar yang jaraknya paling dekat dari DMZ yaitu hanya 74 km saja. Sayangnya, saya tidak sempat untuk menyambangi DMZ sampai waktunya pulang ke Indonesia. Jadilah rasa penasaran 10 tahun yang lalu masih tersimpan sampai sekarang.
Rasa penasaran ini bertambah-tambah setelah menonton beberapa drama Korea yang mengangkat tema Korea Utara dan Korea Selatan, sebut saja “The King 2 Hearts”, “Dr. Stranger” dan “Crash Landing On You”. Ada pula drama terbaru di bulan Oktober tahun 2020 yaitu “Search” yang juga bercerita tentang pasukan militer yang menjadi tim pasukan pencarian dan ditempatkan di DMZ.
Siapa tahu ya di DMZ kita bisa melihat pasukan militer penjaga perbatasan yang tampan luar biasa macam Kapten Ri Jeong Hyeok (Hyun Bin) atau Yong Dong Jin (Jang Dong Yoon). Kkk~ ngayal dikiiit selow ya, Sist!
Tempat Wisata yang Bisa Dikunjungi di DMZ
Lalu, apa saja kegiatan yang bisa kita lakukan di DMZ selain cuci mata dan curi pandang ke pasukan militer disana? Haha. Pertama yang harus diketahui bahwa tidak sembarangan orang bisa mengunjungi DMZ, harus melalui agen tour and travel yang membuka paket wisata ke DMZ. Kalian bisa melakukan pemesanan tur DMZ di sini, guys!
Beberapa tempat di DMZ yang bisa disambangi antara lain :
Joint Security Area (JSA)
Joint Security Area adalah tempat terdekat dengan Korea Utara yang masih bisa dikunjungi oleh turis-turis yang datang ke DMZ. Di sana akan ditemukan banyak rumah berwarna biru dimana biasanya rumah-rumah tersebut digunakan sebagai tempat pertemuan antara Korea Selatan dan Korea Utara.
Di momen dimana sedang tidak ada konflik yang memanas antar kedua belah negara, pengunjung dapat masuk ke dalam rumah biru tersebut dan sometimes dapat berfoto dengan tentara Korea Utara yang bertugas. Wah! Seru-seru ngeri gitu ya sepertinya?!
Odusan Unification Observatory
Odusan Unification Observatory terletak di gunung Odu. Dari tempat ini, pengunjung dapat melihat pemandangan alam serta negara Korea Utara menggunakan teropong yang disediakan.
Konon, jika beruntung pengunjung juga dapat melihat masyarakat Korea Utara yang sedang melakukan aktivitasnya.
Infiltration Tunnels
Tempat ketiga yang dapat dikunjungi ketika kita mengikuti tur DMZ adalah Infiltration Tunnel. Terowongan ini dibangun oleh Korea Utara pada saat akan melakukan invasi ke Korea Selatan.
Meskipun pada akhirnya invasi tersebut tidak pernah terjadi, namun muara dari terowongan ini hanya berjarak sekitar 44 km dari kota Seoul. Kebayang nggak gimana kalau seandainya invasi tersebut benar-benar terjadi?!
Walaupun terlihat gelap dan rada spooky, Infiltration Tunnel merupakan salah satu destinasi favorit bagi mereka yang melakukan tur ke DMZ.
Dora Observatory
Dari tempat ini, lagi-lagi pengunjung akan menggunakan teropong untuk melihat ke kota Kijong-dong di Korea Utara. Kota ini disebut sebagai kota palsu karena sengaja dibangun oleh Korea Utara untuk mengajak rakyat Korea Selatan berpihak pada mereka.
Bridge of Freedom
Merupakan jembatan yang menghubungkan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Meskipun kedua negara ini bertikai, dibangunnya jembatan ini ternyata untuk memfasilitasi jalur lintas kedua negara jika suatu hari nanti berdamai dan memutuskan menjadi suatu negara kesatuan.
Seru sekali, deh, sepertinya jika bisa berkunjung kesana! Semoga suatu hari rasa penasaran ini akan terjawab dengan menjejakkan kaki di DMZ, entah bersama keluarga atau bersama chingudeul sekalian!
Adakah dari kalian yang sudah berkunjung ke DMZ? Share dong pengalamannya di kolom komentar. Terima kasih sudah membaca!
Full-time mom and wife, half-time writer. Menonton dan mereview drakor sebagai salah satu wujud me time dari rumah ๐
Tinggalkan Balasan