lies hidden in my garden

Lies Hidden in My Garden – Ada Apa di Pekarangan Rumah?

Haaii, chingu deul… ada yang nonton drama pendek ini juga saat libur semesteran kemarin? Yuk, mari ngerumpi bareng saya! 

Sebelumnya, mari ucapkan dulu….

Welcome back, Kim Tae Hee… and welcome again, Lim Ji Yeon!

Adu akting antara aktris senior dan aktris yang sedang naik daun ini bisa kita saksikan secara apik di drama berjudul Lies Hidden in My Garden (2023).

Memiliki genre misteri dan thriller, drama yang cuma punya 8 episode ini tayang di platform streaming Prime Video. Yang belum subscribe, segera deh, di Prime banyak drama-drama bagus. 

Nah, buat yang belum nonton, boleh banget simak review-nya di sini. Tapi buat yang sudah nonton pasti kalian butuh banget teman berdiskusi, ya, kan? Kita langsung ulas aja ya. 

Sinopsis Singkat Lies Hidden in My Garden 

Karena hanya 8 episode, premis ceritanya sebetulnya cukup sederhana: kisah dua perempuan yang sama-sama mengalami KDRT dari suaminya, namun dengan situasi yang berbeda.  

Moon Joo Ran (Kim Tae Hee) adalah ibu rumah tangga bersuamikan Park Jae Ho (Kim Sung Oh), seorang dokter anak di Klinik Pediatri Kumai. Beberapa tahun belakangan, Joo Ran menderita skizofrenia karena trauma atas peristiwa pembunuhan kakaknya. Rasa cemas yang dialami Joo Ran sehari-hari sering mengarahkannya pada pikiran yang terlalu jauh dan melakukan hal-hal membahayakan. 

Karena itulah, dokter Park membawa istri dan putra lelaki satu-satunya pindah ke rumah baru di pinggiran kota. Rumah mewah bergaya modern dengan halaman yang luas ini dibeli dr.Park dengan harapan supaya istrinya bisa menenangkan diri. 

Namun, beberapa hal di sekitarnya tampak aneh bagi Joo Ran. Mulai ditemukannya barang-barang tak lazim sampai bau busuk yang seolah hanya dia yang menyadarinya. Beberapa kali juga ia sampaikan pada suaminya, bahwa ada sesuatu yang nggak beres di rumah ini. Namun dr.Park meyakinkan Joo Ran bahwa ini cuma efek samping dari obat-obatan yang dia konsumsi alias cuma halu-halu belaka. 

Park Sung Jae, anak lelakinya yang sudah SMA pun turut bungkam. Membuat Joo Ran makin bingung dan frustrasi apakah benar hanya dirinya di rumah ini yang merasa janggal.

Sementara di pusat kota, Chu Sang Eun yang sedang hamil kerap dipukuli suaminya atas hal sepele. Tapi kemudian Kim Yoon Bum yang merupakan sales obat (medical representatives) tiba-tiba ditemukan tewas di dalam mobil di sebuah danau.

Ditimpa utang bisnis dan sebuah buku catatan sang suami, Sang Eun merasa dilema apakah ia harus lega atau sedih atas kematian suaminya.

Sang Eun yang kalut dan Joo Ran yang depresi akhirnya bertemu dengan membawa kepentingan masing-masing. Meski tak saling jujur dan akur, banyak hal-hal yang menyatukan kedua perempuan ini menyelam ke masa lalu, ke sebuah peristiwa kematian seorang gadis yang menghubungkan mereka berdua.      

Sinematografi, Musik, Rona Wajah: Suram Semua! 

Diadaptasi dari novel karangan Kim Jin Young dengan judul “Madangyi Itneun Jib”, visualisasi adegan besutan sutradara Jung Ji Hyun memang nggak main-main. 

Dalam konteks sinematografi, warna biru biasanya mewakili suasana dingin, melankolis, ketenangan, spiritual, dan kesetiaan. Sementara tone keabuan menggambarkan sisi emosional, juga kebingungan. 

Dua warna ini menurut saya mendominasi keseluruhan adegan inti yang berpusat di rumah Moon Joo Ran-Park Jae Ho. Suram dan dingin. 

Rumahnya mewah, halamannya besar, tapi hanya dihuni 3 orang yang nampak banyak pikiran. Untuk ukuran suami-istri-dan anak, tidak banyak dialog hangat dengan wajah ceria melainkan saling berbisik dan curiga. Dari episode awal sebenarnya langsung kelihatan sih kalau ada rahasia di dalam keluarga tanpa senyum ini.

Ditambah lagi musik latar yang mencekam di setiap adegan, menegaskan bahwa ini tuh dramanya dark (tapi bukan horor). Nggak usah berharap ada scene-scene akrab ala keluarga normal, atau melihat senyum cantiknya Kim Tae Hee yang keibuan. Dari pemeran utama sampai pemeran pendukung, suram semua!! 

Siap-Siap Kesepian Dalam Alur Maju Mundur

Drama ini tuh nggak sulit dipahami meski alurnya maju mundur, asal konsentrasi aja sih nontonnya. Jadi jangan kejebak dengan beberapa adegan yang bahkan masih hanya dalam pikiran si tokoh saja. Kalau fokus, kita langsung cepat bisa menyimpulkan kok.  

Karena cuma 8 episode, semestinya sih temponya cepat dan ringkas ya das des das des gitu. Lihat aja drama-drama pendek Netflix kaya D.P, My Name, atau Move to Heaven yang pendek tapi meninggalkan kesan buat penontonnya.

Sayangnya, drama ini terasa sangaaatt lambat sekali. Sampai gemas kadang nungguin Joo Ran berpikir, nunggu Sung Jae mau buka mulut dari diamnya, nunggu percakapan Joo Ran dan Sang Eun yang banyak jeda diamnya.

Paham sih, dengan karakter-karakter yang dibawakan setiap tokoh memang digambarkan bergulat dengan pikirannya masing-masing. Belum lagi Joo Ran yang memang ketambahan bingung karena skizofrenianya. Kim Tae Hee sukses banget ngasih ekspresi si cantik yang tertekan.  

Tapi ini tuh lambaat banget, ya ampun. Yang nonton ikutan stress, hihihi.

Rasanya kalau dikurangi adegan bengong, diam, banyak mikir, durasinya bisa dipangkas jadi cuma 5 episode doang. Atau kalau ditonton dengan kecepatan 2x lipat pun, kita nggak akan ketinggalan alur ceritanya. 

Twisted Ending yang Menghibur 

Kalau biasanya drama thriller gini bikin kita tebak-tebakan siapa pembunuhnya, di drama ini kita nggak susah nebak, hanya saja butuh bukti. 

Kenapa? Karena pelakunya punya motif, dan penonton tahu motif itu. Belum lagi karakter si pelaku memang mencurigakan dari awal. Biasanya yang dicurigai malah bukan pelakunya kan? Nah, kalau di sini enggak. Penonton nggak perlu susah-susah mencurigai semua orang. 

Di akhir-akhir juga Moon Joo Ran yang selama ini cuma kelihatan linglung baru muncul power-nya yang bikin kita ingin bilang “kenapa nggak dari kemarin, sih, buuu…”

Tapi di antara semua momen hadeuh, endingnya cukup memuaskan sih untuk kedua belah pihak. Tidak terlihat dipaksakan juga. Jadi beberapa plot twist ini ibaratnya ngasih hiburan pada penonton setelah sekian episode didera kebosanan luar biasa.      

Termasuk fashion style-nya Kim Tae Hee di sini yang cantik anggun sekali. Mampu memberikan warna di antara kesuraman cerita dan sakit kepala karena banyak pikiran.

Masih banyak juga sih detail yang tidak dijelaskan sampai akhir, seperti scarf yang sama-sama dimiliki oleh Sang Eun dan Joo Ran, ini maksudnya apa? Atau siapa pembunuh kakaknya Joo Ran yang bikin trauma luar biasa pada hidup adiknya.

Kalau chingudeul nyari-nyari drama untuk mengisi kebosanan, sepertinya drama ini kurang cocok karena bisa bikin tambah bosan. Tapi kalau mau lihat drama comeback-nya Kim Tae Hee sejak Hi Bye Mama meski cemberut terus di drama ini ya boleh jugaaa.. Sedangkan karakter Lim Ji Yeon sih masih gitu aja ya, judes-judes barbar gitu sebagaimana di The Glory.

Tapi menarik aja sih lihat mereka adu akting, bahkan yang cowok-cowoknya seperti nyamuk aja nggak sebanding sama penampilan dua aktris ini. Kalau chingu penasaran what lies hidden in the garden, cuss tonton aja deh.

Dengarkan juga obrolan di Podcast Drakor Class tentang K-drama “Lies Hidden in My Garden”

 


Posted

in

, , ,

by


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: