One Ordinary Day (2021): Suatu Hari yang Justru Tidak Biasa

Haaaii chingu deul, apa kabarnya jelang akhir tahun 2021? Semoga sehat selalu yaaa, supaya bisa nonton drama-drama seru di penghujung tahun. 

Ada yang baru menamatkan drakor pendek One Ordinary Day weekend kemarin? Gimana, gimana? Apakah chingu deul tetap mengerutkan kening dari episode awal sampai endingnya? 

Kalau buat saya, depresi banget nontonnya, huhu!

Drama yang merupakan adaptasi dari serial UK, Criminal Justice ini hanya memiliki 8 episode, di mana di Indonesia kita kita bisa menyaksikannya secara eksklusif di layanan streaming Viu

Kita lihat dulu profil dramanya ya. 

Poster One Ordinary Day (Coupang Play)
  • Judul drama: One Ordinary Day
  • Judul lain: One Day, That Night, Eoneu Nal, Geunal Bam, Keunal Bam, 그날 밤
  • Sutradara: Lee Myung Woo
  • Penulis naskah: Kwoon Soon Gyu
  • Pemeran utama: Kim Soo Hyun, Cha Seung Won
  • Genre: crime, thriller
  • Tayang di: Coupang Play, Viu
  • Jadwal tayang di Viu: Setiap Jumat dan Sabtu, mulai 26 November 2021
  • Total episode: 8 episode
  • Durasi: 60 menit

Sinopsis One Ordinary Day

One Ordinary Day (어느 날) merupakan drama slice of life yang mengangkat kisah seorang mahasiswa biasa bernama Kim Hyun Soo (Kim Soo Hyun) dalam satu fase luar biasa dalam hidupnya. 

Hyun Soo berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang sopir taksi yang memarkirkan kendaraannya setiap malam di tepi jalan karena rumahnya tidak punya garasi. Suatu malam, Hyun Soo diam-diam membawa pergi taksi ayahnya untuk menyusul teman-temannya yang sedang party. Di tengah jalan, dia kedapatan penumpang seorang perempuan yang nggak peduli taksinya sedang narik atau enggak. 

Sebagaimana laki-laki muda, Hyun Soo mau-mau aja waktu diajakin mampir-mampir sama si perempuan ini. Makan es krim, duduk-duduk di tepi sungai Han, dan berakhir dengan minum-minum di rumahnya Hong Gook Hwa. 

Semakin mabuk, permainan mereka semakin membahayakan. Melibatkan narkoba sejenis 25 N Acid atau LSD (Lyseric Acid) yang mengakibatkan halusinasi dan tidak merasakan sakit, mereka main tusuk-tusukan pakai pisau. Terlebih si Gook Hwa ternyata adalah pemakai rutin Fentanyl, sejenis obat bius yang biasa digunakan untuk operasi. 

Setelah menghabiskan malam bersama, Hyun Soo terbangun di sofa dan segera menuju kamar Gook Hwa untuk berpakaian dan pulang. Ternyata, Gook Hwa terbaring tewas bersimbah darah dengan 13 sayatan di punggungnya. 

Yang langsung kepikiran saat itu bagi Hyun Soo, tentu saja KABUR! Karena panik dan nggak bisa berpikir jernih, dia juga mencoba bersihkan meja dengan yang ada ceceran darahnya, mengambil sebilah pisau yang dipakai mainan semalam, dan dengan ceroboh menjatuhkan nebulizer asma-nya di lantai. 

Apesnya, saat dia kabur mengemudikan taksi, ada cegatan polisi yang akhirnya menjerumuskannya berurusan dengan proses hukum dan peradilan yang sangat rumit dan melelahkan. Dia jadi satu-satunya tersangka atas kasus pembunuhan dan pemerkosaan Krisan (nama lain dari Hong Gook Hwa).  

Bagaimana pun pemuda polos ini bersikeras pada semua orang bahwa dia bukan pelaku kejahatan yang dituduhkan, tidak ada seorang pun yang mempercayainya. Meskipun Hyun Soo terlihat lemah dan tak bersalah, pihak kepolisian dan kejaksaan tanpa ampun memojokkannya jadi tersangka tunggal karena semua bukti di TKP pengarah kepadanya. 

Kecuali Shin Joong Han (Cha Seung Won), pengacara kelas teri yang bersedia mendengarkan Hyun Soo dan membelanya dalam proses pengadilan. Hyun Soo yang baru pertama kali berurusan dengan hukum mulanya tidak bisa menahan untuk membela diri dalam setiap kesempatan, tapi depresi yang dirasakan membuatnya paham untuk tetap diam dan mewakilkan semua pada pengacaranya. 

8 Episode yang Melelahkan

Berhubung drama ini adalah genre kriminal dan hukum, maka sepanjang episode penonton akan diajak menyimak sidang demi sidang. Ikut gemas dengan pernyataan para saksi, ikut kesal dengan tuntutan jaksa yang tendensius, dan bahkan penonton sendiri juga nggak tahu apakah pelakunya Hyun Soo atau bukan.

Kadang kita yakin pelakunya bukan Hyun Soo, tapi sama seperti Hyun Soo sendiri, kita juga sering dibuat halu jangan-jangan memang benar dia adalah pembunuhnya. Ketika telunjuk semua orang dan lingkungan mengarah padanya, dan nggak ada kesempatan sama sekali untuk membantah semua bukti, secara tidak sadar dia jadi membayangkan “apa jangan-jangan memang aku yang melakukannya?”.

Apalagi Hyun Soo juga saat kejadian berada dalam pengaruh alkohol dan narkoba kan, yang mana efek samping pada pemakainya bisa saja melakukan hal-hal di luar nalar.

Kita juga capek banget lihat bullying yang kerap terjadi di lapas. Mungkin benar isu bahwa narapidana pembunuhan dan perkosaan seringkali jadi sasaran napi-napi lain. Dari lemah hingga tahu caranya bertahan, Hyun Soo bertransformasi selama di lapas.

Perundungan di lapas

Pengacara Shin Joong Han juga nggak mudah menyerah dalam mencari bukti-bukti yang dapat menyanggah tuduhan kliennya. Dia berhasil mengumpulkan sejumlah orang yang juga punya motif yang kuat dijadikan tersangka pembunuhan. 

Kualitas Pemain One Ordinary Day 

Lagi-lagi Kim Soo Hyun nggak pernah salah pilih peran. Meski baru main lagi setelah It’s Okay to Not Be Okay tahun lalu, di sini dia tunjukkan kualitas akting 6 miliarnya. Menangis dengan putus asa, perubahan ekspresi, gesture dari depresi sampai survive mampu dia mainkan secara apik tanpa cela.

9 ekspresi Kim Soo Hyun (Source: Twitter)
mewek …

Yang mengejutkan mungkin Cha Seung Won yaahh, kok bisa banget gitu meranin pengacara kumuh yang kemana-mana pakai sandal, terlihat tidak meyakinkan tapi ternyata punya empati dan daya juang besar. Yang mungkin agak mengganggu juga kita ikut dibuat ‘gatel-gatel’ melihat dermatitis atopiknya Pak Pengacara yang nggak behenti garuk-garuk. Tadinya saya pikir akan ada solusi yang ampuh buat menyembuhkan dermatitisnya, nyatanya sampai akhir episode malah tambah parah, hehe. 

Bahkan setelah episode berakhir, saya yakin bahwa tokoh utama drama ini bukan Kim Hyun Soo, melainkan Shin Joong Han. Alasannya … chingu deul bisa tahu ketika menontonnya deh, hihi. 

Pelajaran tentang Sidang dari One Ordinary Day 

Selama nonton nih, saya ambil sejumlah catatan kecil tentang tetek bengek persidangan kasus Krisan: 

1. Penampilan saat persidangan itu penting. Memakai kacamata memberi kesan tersangka adalah orang yang terdidik, kelihatan seperti mahasiswa. Mungkin ini kenapa yang sidang suka mendadak pada pakai atribut tertentu untuk memberi kesan baik di persidangan. 

2. Jangan pakai kemeja biru karena seragam tahanan juga biru. Lebih baik pakai baju dengan warna netral yang tidak terlihat condong pada apa pun. Saat itu Hyun Soo diberi kemeja putih sama seniornya di lapas, tapi ia tolak karena ibunya membawakan kemeja biru untuk sidang. Tapi di belakang pengacaranya minta dia ganti baju dengan warna putih. 

3.  Tidak boleh ragu, pandangan mata harus lurus jika ditanya hakim. Kalau tidak, hakim akan menyangka tersangka menyembunyikan sesuatu. 

2. Sebaiknya pakai dasi kalau ke persidangan. 

3. Ternyata bisa saja ada kesepakatan di bawah tangan antara pengacara dengan jaksa penuntut, semacam deal-deal-an mengenai masa hukuman. Dalam kasus ini, pengacara kondang sempat meminta Hyun Soo untuk mengakui saja kejahatannya supaya dapat hukuman lebih ringan. Tapi Hyun Soo nggak kuasa buat mengaku yang akhirnya membuat si pengacara marah besar dan mengembalikan lagi kasus ini ke pengacara Joong Han. 

4. Orang dengan gangguan pernapasan nggak berhak ikut Psychophysiological Detection of Deception (PDD) Systems atau tes poligraf. Karena tekanan saat proses tersebut bisa membahayakan kesehatannya.

Ending One Ordinary Day 

Sampai separuh episode kedelapan, hilal siapa sesungguhnya pembunuh Song Gook Hwa masih belum kelihatan. Semua masih menegangkan dan terasa menyedihkan. 

Tidak seperti tontonan lain yang kadang-kadang penonton sudah tahu duluan ketimbang tokohnya, di sini penonton juga ikut dibuat bingung dan terus menebak-nebak. 

Saat dakwaan diputuskan, Hyun Soo tidak terlihat menangis raung-raung lagi seperti biasanya. Dia sudah lebih tegar meski gentar. Pasti sulit membayangkan bagaimana masa depannya setelah ini, cap sebagai narapidana akan melekat terus pada dirinya dan keluarganya. 

Terlebih, saat beberapa hari menjalani hukumannya di lapas, satu-satunya teman yang bisa dipercaya mati dibunuh napi lain. Mulai saat itu, Hyun Soo harus bertahan di atas kakinya sendiri.

Sedih, nggak, chingu? Huhu, drama ini memang mengejek proses peradilan hukum yang seringkali bias dan disusupi kepentingan-kepentingan tertentu. Mungkin di luar sana ada banyak Hyun Soo-Hyun Soo lainnya, yang tidak seberuntung Hyun Soo di sini, mendapat pengacara yang gigih bahkan sampai putusan sudah dijatuhkan.   

Plot twist baru ada di saat-saat terakhir, dan ini sungguh menggemaskan. Mafia peradilan tetap langgeng tanpa tersentuh, sementara tumbalnya dianggap sebagai batu loncatan mereka yang menginginkan posisi. 

Bikin penonton yang selama 8 episode sudah dibuat terombang-ambing berkata, “gitu doang endingnya??” 


Posted

in

, , ,

by


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Artikel Terbaru

aktor bae suzy Cha Eun Woo comedy drakor drakor 2020 drakor 2021 DrakorClass DRAKOR CLASS IG LIVE Drakorclass on Podcast drama drama2020 drama 2020 Drama 2021 drama 2022 drama2022 drama 2023 drama lama DRAMA SAGEUK drama terbaru fantasi film korea Hwang in yeop hyun bin IG live ji sung kim seon ho kmovie Kpop lee seung gi moon ga young nam joo hyuk netflix Podcast rekomendasi review film romance sageuk Song kang SON YE JIN start up Thriller True Beauty webtoon yoon park

%d blogger menyukai ini: