Shin Hye Sun yang Cadas dalam K-Movie “Innocence”

Poster K-Movie "Innocence"

Ke mana pun kamu pergi, ibumu adalah tempatmu untuk kembali.

Itu yang terbersit di benak saya setelah menyelesaikan K-Movie “Innocence” yang diproduksi pada tahun 2020 lalu. Film ini menyabet penghargaan bergengsi Baeksang Art Awards 2021 untuk kategori best new actor. Peraih penghargaan ini adalah aktor muda bernama Hong Kyung yang menjadi sahabat Hong Cheon Gi dalam drama sageuk yang baru saja berlalu “Lovers of the Red Sky” (2021).

Terus terang, saya belum menonton banyak drama/film yang dibintangi oleh Shin Hye Sun. Film ini adalah karya sinematis ketiga setelah melihat Shin Hye Sun desperate mengejar cinta Lee Min Ho dalam drama “Legend of the Blue Sea” (2017) dan sebagai ratu dadakan nan gokil yang terperosok ke jaman Joseon dalam drama “Mr Queen” (2021).

Setelah menonton K-Movie ini saya makin mantap berpendapat: range kemampuan akting Mama (panggilan sayang fans Shin Hye Sun sejak drama Mr Queen ditayangkan) memang luar biasa lebar. Dari akting manis ke akting gokil (termasuk bingung dengan identitas gendernya) ke akting dingin nan ngotot, semuanya ditaklukkan oleh aktris berusia 32 tahun ini.

Saya benar-benar kagum dan menanti-nantikan proyek-proyek Mama berikutnya.

Sekarang mari kita masuk ke premis cerita.

Film Ini Tentang Apa/Siapa?

Disclaimer dulu, film ini terinspirasi oleh kisah nyata.

Pada tahun 2015 sekelompok wanita lanjut usia di Provinsi Gyeongsang Utara di Korea Selatan menderita keracunan setelah meminum soda yang dicampur dengan pestisida. Pelakunya adalah seorang wanita berusia 80-an yang diganjar dengan hukuman penjara seumur hidup. Dua orang korban meninggal dunia akibat insiden tersebut dan motif kejahatan tidak pernah diungkapkan ke publik.

Film ini dibuka dengan scene yang kurang lebih sama. Orang-orang berkumpul dan minum-minum di pemakaman Ahn Tae Soo, seorang tua yang meninggal karena kanker hati. Di depan altar, istrinya bermuram durja. Anak laki-laki satu-satunya di keluarga itu Ahn Jung Soo (Hong Kyung) disuruh menyuguhkan minuman kepada tamu-tamu yang datang. Adik perempuan mendiang terus menerus menyalahkan iparnya. Semua orang mempertanyakan kehadiran Ahn Jung In (Shin Hye Sun), anak perempuan sulung di keluarga itu.

Bae Jong Ok sebagai Hwa Ja, istri dari Ahn Tae Soo yang baru meninggal.

Tak lama kemudian Walikota Choo Si Jang (Heo Jun Ho) datang melayat. Kehadirannya disambut beberapa laki-laki paruh baya yang sudah lebih dulu duduk minum-minum di situ. Sebelum minum makgeolli (minuman beralkohol dari beras), Walikota Choo berkata bahwa makgeolli itu terasa aneh.

Kumpulan pria yang mengaku sebagai teman-teman mendiang Ahn Tae Soo. Walikota Choo duduk paling kanan.

Tak lama kemudian, keempat pria tersebut muntah-muntah. Penyelidikan polisi dengan cepat menyimpulkan bahwa Hwa Ja sebagai tuan rumah sengaja mencampur makgeolli dengan pestisida untuk meracuni tamu-tamunya.

Kabar ini pun sampai ke telinga Ahn Jung In yang sudah lebih dari 10 tahun meninggalkan kotanya dan merantau ke Seoul. Di Seoul dia adalah hotshot lawyer, pengacara dengan tingkat kesuksesan tinggi dan bayaran selangit. Mendengar kabar ibunya ditahan dan mungkin dipenjara membuatnya buru-buru pulang.

Hwa Ja tidak bisa mengenali Jung In lagi karena penyakit dementia yang dideritanya. Melihat gelagat kepolisian, kejaksaan, dan media massa untuk cepat menutup kasus ibunya membuat Jung In yakin ada udang di balik bakwan batu. Pasti ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan ibunya dipenjara karena suatu kepentingan.

Perjalanan panjang Jung In untuk membuktikan ketidakbersalahan ibunya pun dimulai.

Apa yang Baru dari Film Ini?

Pembunuhan, kebohongan, kelicikan, tipu daya, keserahakan, dan sebagainya adalah motif-motif usang dan klise yang diangkat dari satu drama ke drama, dari satu film ke film Korea. Yang membedakan setiap produk sinematis adalah bagaimana aktor dan aktris mengeksekusi skrip yang ditulis.

Menurut saya keunggulan utama dari film ini adalah kualitas akting yang tidak main-main baik dari aktor/aktris veteran seperti Bae Jong Ok dan Heo Jun Ho, aktor/aktris muda seperti Shin Hye Sun dan Hong Kyung, dan semua aktor/aktris pendukungnya. Semua cast menampilkan performa akting yang luar biasa yang membuat kita terseret ke ambience kota kecil itu dengan semua rahasia, intrik, dan politik di dalamnya.

Dalam mengungkapkan ketidakbersalahan ibunya, Jung In dijegal di mana-mana, oleh pihak kepolisian maupun kejaksaan. Tentu saja dong, kalau tidak dijegal, filmnya akan cepat kelar, hehe. “Untunglah” ada karakter Opsir Yoon (Tae Hang Ho), teman SD Jung In yang entah bagaimana selalu membantu Jung In.

Ini menjadi salah satu titik kelemahan film ini, ketika motivasi Opsir Yoon tidak digali lebih mendalam selain karena dia orang baik yang dulu naksir Jung In dan sekarang ingin membantunya (bahkan sampai mengorbankan jam kerja, wew).

Kalau ternyata Opsir Yoon adalah orang jahat ‘kan lumayan jadi plot twist, tapi ternyata sutradara sudah kasihan pada karakter Jung In yang sudah ditekan orang jahat dari mana-mana.

Apakah Hwa Ja bersalah dengan telah sengaja meracuni tamu-tamu pada pemakaman suaminya?

Penyakit dementia yang dideritanya membuat penonton ikut-ikutan bingung. Narasi yang disampaikan sepanjang film adalah berdasarkan pengakuan dan ingatan Hwa Ja karena peristiwa meracuni itu sudah berlalu. Nah, karena ingatan Hwa Ja yang menderita dementia tidak bisa diandalkan, seberapa banyak pengakuannya yang bisa dipercayai?

Akan tetapi, sebagai anak dan sebagai pengacara Jung In sudah mendaptkan fakta yang cukup.

Ahn Tae Soo membunuh Lim Choon Woo, suami pertama Hwa Ja untuk mendapatkan wewenang pengelolaan quarry. Tae Soo dan komplotannya (orang-orang yang keracunan pestisida di rumah Hwa Ja) menenggelamkan Choon Woo ketika Tae Soo mengajaknya pergi memancing. Hwa Ja hendak bunuh diri karena putus asa, tapi dicegah oleh Tae Soo. Tae Soo kemudian menikahi Hwa Ja yang sedang mengandung anaknya yang pertama dengan Choon Woo.

Jadi, Jung In adalah anak Hwa Ja dari Choon Woo dan Jung Soo adalah anak Hwa Ja dari Tae Soo. Setelah mengetahui fakta itu, Jung In jadi mengerti mengapa bapak tirinya sangat membenci dirinya, apalagi setelah dia ketika kecil tanpa sengaja membuat Jung Soo jatuh dan menjadi cacat mental (yang kemudian didiagnosa sebagai autisme).

Walikota Choo menghasut komplotan mereka untuk mengasingkan Tae Soo. Choo merebut hak Tae Soo untuk maju ke dalam kancah politik. Harta Tae Soo habis karena dia berinvestasi bodong di sebuah tambang emas akibat hasutan ipar dari Choo. Senjata Tae Soo hanya satu, yaitu rahasia bahwa mereka semua pernah berkomplot membunuh Lim Choon Woo. Dengan rahasia itu dia memeras Choo untuk membiayai pengobatan kanker hatinya.

Hwa Ja yang tidak sengaja mendengar percakapan Tae Soo dan Walikota Choo menjadi sangat marah pada para pembunuh suami pertamanya. Dengan sengaja dia memasukkan pestisida ke dalam makanan yang disantap oleh Tae Soo yang sakit. Dengan pikiran kalut dan kalap dia pun ingin membunuh Walikota Choo dan orang-orang yang tersisa dari komplotan itu.

Jung In yang selama ini kecewa pada ibunya sehingga tidak pernah pulang sejak kabur dari rumah jadi ikut mendendam pada mendiang Tae Soo. Di persidangan Jung In berhasil membuktikan ibunya tidak bersalah dan malah mengalihkan dakwaan kepada mendiang Tae Soo, Walikota Choo yang menerima sogokan dari pembangunan kasino, dan sisa komplotan jahat itu yang masih hidup (dua orang meninggal dunia karena keracunan pestisida).

Jung In yang menghardik dan mendesak Walikota Choo di persidangan yang sebenarnya ditujukan untuk menghukum Hwa Ja.

Apa yang Disayangkan dari Film Ini?

Satu lagi film Korea yang mengambil porsi penghakiman ke tangan orang sipil dan bukan menyerahkannya kepada pihak hukum yang berwenang. Setelah drama “Vincenzo” (2021) yang diakhiri dengan barbar, saya tidak menyangka akan menemui film/drama dengan spirit serupa.

Jung In tidak membakar hidup-hidup atau menombak musuhnya seperti Vincenzo, tapi dengan mengabaikan fakta bahwa ibunya bersalah dan patut dijatuhi hukuman, dia sama saja sudah membela kejahatan. Bukankah Tae Soo, ayah tiri yang selama sakit kanker hati malah dicekoki pestisida lewat masakan Hwa Ja adalah korban yang juga berhak atas keadilan?

Pilihan dan keputusan moral Jung In sebagai tokoh utamalah yang saya sayangkan dari film ini. Selain daripada itu, film ini tak bercacat.

Film “Innocence” diakhiri dengan Hwa Ja bersama Jung In dan Jung Soo mengunjungi danau tempat abu Lim Choon Woo, ayah dari Jung In, ditebar oleh Hwa Ja. Danau yang sama di mana Choon Woo dibunuh dengan cara ditenggelamkan oleh Tae Soo dan kawan-kawan.

Apa yang Paling Menarik dari Film Ini?

Satu hal yang paling menarik dari cast di dalam film “Innocence” adalah pemasangan Shin Hye Sun dan Bae Jong Ok. Saya jadi mengerti mengapa mereka berdua dipasangkan di dalam proyek drama pada tahun 2021 ini.

Di K-Movie “Innocence” mereka adalah sepasang ibu-anak yang saling mengampuni karena mengalami tragedi di dalam kehidupan mereka akibat kelicikan dan kejahatan Tae Soo. Di drakor “Mr Queen” mereka adalah pasangan nenek dan cucu mantu yang terlibat intrik perebutan kekuasaan di jaman Raja Cheoljong yang diperankan oleh Kim Jung Hyun.

Walaupun Raja Cheoljong benar-benar ada, tentu saja karakter dan sifat ibu suri (Bae Jong Ok) dan Mama (Shin Hye Sun) tidak sama dengan fakta sejarah sebenarnya. Wah kalau itu sampai diselewengkan, pasti akan ada demo besar-besaran di Cheong Wa Dae, atau disebut juga Blue House, kantor kepresidenan Korea Selatan.

Industri sinema di Korea Selatan memang begitu, begitu ada pasangan (tidak harus male-female) yang chemistry-nya nendang di sebuah drama/film, kemungkinan besar mereka akan dipasangkan lagi. Sebut saja Ji Sung dan Hwang Jung Eum yang sudah berpasangan dalam dua drama (“Secret” (2013) dan “Kill Me Heal Me (2015)) hanya dalam rentang dua tahun saja!

Akhir Kata

K-Movie “Innocence” dapat disaksikan di VIU. Saya merekomendasikan film ini buat kamu yang menyukai: 1) Shin Hye Sun, 2) Shin Hye Sun, dan 3) Shin Hye Sun.

Selamat menonton!

Cho Rijo

Penulis novel dan cerpen dalam bahasa Inggris.

Penggemar filsafat, traveling, taekwondo, piano, buku, film, dan tentu saja drama Korea.

rijotobing.wordpress.com

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: