Bijak di Dunia Maya karena Film SOCIALPHOBIA

Film Socialphobia

Annyeong haseyo, Chingu-deul!

Menghitung hari menuju penghujung bulan September 2021. Hawar-hawar tentang drama Korea Selatan yang akan rilis di bulan Oktober mulai mencuat. Bagi Chingu­ yang sudah khatam dengan tontonan bulan September-nya mungkin bisa mulai cek dan ricek. But don’t worry be happy, Drakor Class akan membantu Chingu-ya untuk mendapatkan informasi tersebut.

Eits, bocoran drakor yang akan rilis dan tayang di bulan Oktober bukan judul yang akan saya angkat, loh, Chingu! Justru kali ini saya akan berbagi tentang salah satu film Korea Selatan lawas yang sedang diputar kembali oleh stasiun TvN.

Tentang Film

Adalah Socialphobia, sebuah film berdurasi sekitar 102 menit yang dirilis pada bulan Maret 2015. Sebelumnya, yaitu pada bulan Oktober 2014, film ini sudah ditayangkan premiere untuk acara Busan International Film Festival.

Picture by daum.net

Mengangkat genre misteri dan thriller dengan latar remaja dan psikologi, film yang disutradarai langsung oleh penulisnya, yaitu Hong Seok-jae, mampu membawa pulang beberapa penghargaan film, baik skala nasional Korea Selatan mau pun internasional, dengan berbagai kategori. Alur yang menarik, pemain yang good looking dan mumpuni, dan juga suguhan beberapa plot twist, dirasa cukup menjadi alasannya.

Tentang Plot

Film Socialphobia mengusung isu yang santer di kehidupan berteknologi saat ini. Bercerita tentang dua remaja yang sedang mempersiapkan diri untuk ujian penerimaan pendidikan polisi, yaitu Ji-woong (oleh Byun Yo-han) dan Yong-min (oleh Lee Joo-seung). Namun, keduanya harus terseret pada kasus pem-bully-an yang berujung kematian.

Picture by iniKpop

Tentu saja hal ini sangat mempengaruhi proses penerimaan akademi kepolisian yang akan mereka lewati. Demi mengembalikan nama baik mereka lagi, akhirnya kedua remaja tersebut, beserta beberapa anggota komunitas cyber bentukannya, melakukan penyidikan guna mengungkap kematian Re-na (oleh Ha Yoon-kyung), gadis yang ditemukan tergantung di kamar paviliunnya.

Dari penyidikan yang dilakukan, terdugalah beberapa orang yang dianggap sebagai pembunuh gadis tersebut. Bahkan, salah satu dugaan pun tersudutkan pada salah satu dari tim pengusut itu sendiri, yaitu Yong-min. Hanya karena terungkap juga bahwa ternyata Yong-min adalah Dodori, salah satu korban bully­-an Re-na semasa hidupnya, yang sempat meretas akun Twitter gadis tersebut tepat sebelum kematiannya terjadi.

Kejamnya dunia maya kembali digambarkan secara gamblang dalam film ini. Yong-min yang pada mulanya dianggap bersih dan bahkan mendapat dukungan karena niatnya untuk menguak misteri kematian Re-na, pada akhirnya harus menelan pahitnya  bully-an netizen yang sangat liar, yang akhirnya menggiring dirinya untuk melakukan usaha bunuh diri juga. Padahal, pada kenyataannya, kematian Re-na memang murni bunuh diri, setelah seorang ahli back up data berhasil meretas video yang terekam oleh kamera laptop Re-na dimenit-menit kematiannya.

Tentang Socialphobia

Diduga, Re-na mengidap gangguang kesehatan mental, Social Anxiety Disorder, atau dikenal juga dengan Socialphobia. Lalu, apa sebenarnya socialphobia itu?

Socialphobia atau juga dikenal dengan Social Anxiety Disorder merupakan kondisi kelainan mental yang ditandai dengan ketakutan dan kecemasan berlebih (fobia) terhadap kegiatan yang berkenaan dengan interaksi sosial. Berbeda dengan sifat pemalu, fobia sosial ini lebih bersifat long term.

Gejala cemas, takut, dan panik yang timbul saat harus berinteraksi dengan orang lain (banyak orang) akan mulai dirasakan sejak sebelum dan hingga setelah proses interaksi tersebut terjadi, bagi penderita fobia sosial ini. Tak jarang, kondisi ini sangat mempengaruhi kualitas hidup Si Penderita jika tidak ditangani secara profesional.

Gejala Socialphobia

Untuk mendeteksi kondisi fobia sosial ini, kita dapat melihatnya dari beberapa gejala yang mungkin timbul, baik secara psikis mau pun fisik. Rasa takut untuk menerima kritikan dan penilaian orang, yang membawa Si Penderita fobia sosial pada state menarik diri dari keramaian. Bahkan, kehidupan sekolah atau pun bekerja dirasa menjadi ancaman bagi mereka.

Ketakutan dan kepanikan ini tentunya membawa dampak fisik mereka juga, seperti tubuh bergetar dan berkeringat, mulas, mual, tak jarang pun hingga muntah, sulit berbicara, otot menegang, bahkan sulit bernapas dan hilangnya kesadaran.

Mengingat gejala yang disebabkan oleh fobia sosial ini cukup berat, maka penanganan untuk kesembuhan atau minimal penatalaksanaan kambuhannya harus dilakukan secara serius dan melibatkan tenaga profesional.

Penyebab Socialphobia

Dilansir dari laman alodokter.com, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang terjangkit fobia sosial ini. Dari faktor genetika, faktor hormonal, faktor patofisiologi otak, dan bahkan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan adalah trauma pem-bully­-an dan atau pelecehan seksual.

Sesuai dengan visualisasi pada film Socialphobia yang mengambil relevansi antara kondisi fobia sosial dengan perundungan yang terjadi di dunia maya. Mirisnya, aktivitas perundungan di dunia maya ini sekarang semakin marak dan bahkan menjadi semakin lumrah. Melalui komentar-komentar kurang berakhlak salah satunya, apalagi dengan menggunakan akun-akun bodong yang sengaja dibuat untuk menghujat sosok yang dijadikan sasaran mereka.

Nah, Chingu-ya, saya rasa film ini sangat cocok ditonton untuk memberikan gambaran lebih mengenai sisi lain dari dunia cyber. Secara tak langsung dapat mengingatkan kembali diri kita untuk lebih bijak dalam bersosial media atau pun berinteraksi di dunia maya. Karena, meski pun dunia maya memang seolah terlihat tidak nyata, tetapi sebenarnya masih sangat relate dengan kenyataan. Apalagi, rekam jejaknya sangat mudah ditelusuri dan juga mampu meninggalkan opini masyarakat yang cenderung permanen.

Neng Nad

Ibu rumah tangga beranak dan bersuami satu, penyuka kopi dan kata. Nonton Korea juga hobinya. Biasnya tergantung mood, tapi lebih prefer yang matang-matang ranum macem Song Seung-heon. Jelas tetep ga nolak juga kalo ada yang imut lewat sejenis Kim Soo-hyun. Intinya, mata dan hati tak cukup kuat melihat yang glowing korban skincare Korea berikut sentuhan oplasnya. Mamak lemah <3

Baca Juga

1 Komentar

  1. Byun Yo Han selalu keren kalau main film/drama 🥰

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: