Parasite (2019) : Film Dengan Plot Twist Terbaik

Review Film Parasite 2019 drakorclass

Annyeong haseyo, sahabat DC.

Film Parasite (2019) – Kalau berbicara mengenai Film dan Drama Korea, pasti gak akan ada habisnya. Selalu ada yang baru dan asik untuk dinikmati di kala pandemi begini, terutama. Tapi, jangan lupa…kalau sahabat DC adalah penikmat seni kelas berat dan melewatkan film satire yang di sutradarai oleh Bong Joon Ho (Snowpiercer, Okja), wah…jangan sampai yaa..

Ini salah satu film yang sangat aku rekomendasikan untuk sahabat DC, karena selain meraih berbagai penghargaan bergengsi seperti Palme d’Or di Festival Film Cannes 2019, Golden Globe Awards, Blue Dragon Film Awards, Writers Guild of America Awards, Washington D.C. Area Film Critics Association dan yang paling mengejutkan adalah penghargaan sebagai “Best Picture” di OSCAR 2020 serta masih ada puluhan penghargaan Film tingkat Internasional lainnya. Film Parasite akan membawa penonton ke dunia yang sangat dekat dengan kita, namun tanpa kita sadari sebelumnya.

Bagaimana Film Parasite mencuri perhatian bahkan di menit-menit pertama penayangannya?

Judul : Parasite/ Gisaengchoong (기생충)
Director : Bong Joon-Ho, Han Jin-Won
Writer : Bong Joon-Ho

Cinematographer : Hong Kyung-Pyo
World Premiere : May 21, 2019 (Cannes Film Festival)
Release Date : May 30, 2019
Runtime : 131 mins

Genre : Drama, Family, Social Critic
Distributor : CJ Entertainment
Language : Korean
Country : South Korea

Rating : 4/5

Sinopsis Film Parasite (2019)

Ironi.

Tema besar inilah yang ingin diangkat dari Film Parasite. Bagaimana penggambaran kehidupan si keluarga kaya yang hidup di rumah mewah dengan design dari arsitek ternama dan kehidupan si miskin, yang bahkan rumahnya mirip toilet umum karena kerap menjadi tempat pipis bagi orang yang mabuk dan gak sengaja pipis di pinggir jalanan.

Esensi Film Parasite (2019)
Rumah Keluarga Pak Kim Ki Taek, yang mirip basement kumuh.

Adegan dibuka dengan scene keluarga miskin yakni keluarga Pak Kim yang terdiri dari Kim Ki Taek (Ayah, Song Kang-Ho), Chung Sook (Ibu, Jang Hye-Jin), Kim Ki Woo (kaka laki-laki, Choi Woo-Sik) dan Kim Ki Jung (bungsu perempuan, Park So-Dam). Masing-masing anggota keluarga ini memiliki derita yang ditanggung bersama, yakni tidak mempunyai pekerjaan.

Ayahnya pengangguran, Ibunya yang mantan atlet juga tidak bekerja, kedua anaknya pun tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi karena bermasalah dengan biaya. Sehingga otak cerdas keluarga ini mandeg di pekerjaan part-time seperti melipat kotak pizza.

Yang unik kemudian adalah kehadiran Min-Hyuk (Park Seo Jun) sebagai cameo di film ini, seolah memberikan angin segar kepada keluarga Pak Kim untuk mengentaskan kemiskinan mereka. Sahabat Ki Woo ini adalah seorang mahasiswa dan berasal dari kaum berada. Kakeknya mengoleksi banyak jenis bebatuan yang dinilai bisa mendatangkan kekayaan.

Park Seo Jun cameo di Parasite 2019

Akankah batu yang dibawa Min-Hyuk ini menjadi awal sekaligus akhir dari keseluruhan kisah Film Parasite (2019)?

Kesempatan Pertama Dibuka Oleh Ki Woo

Ya, ternyata kedatangan Min-Hyuk di sini membawa misi untuk Ki Woo (Choi Woo-Sik). Ia meminta tolong Ki Woo untuk menjadi guru Bahasa Inggris pengganti untuk anak dari keluarga kaya yang bernama Da-Hye. Karena kecantikan Da-Hye, Min Hyuk sebenarnya berniat menjadikannya pacar, namun menunggu setelah Da-Hye menjadi mahasiswa.

Dan karena kepercayaan Min-Hyuk inilah, Ki Woo memberanikan diri memalsukan dokumen kelulusan kuliah dari sebuah Yonsei University. Dengan bakat photoshop yang dimiliki adiknya, Ki Jung (Park So Dam), akhirnya sebuah dokumen tercetak persis seperti aslinya.

“Ayah, aku tidak menganggap ini sebuah kejahatan pemalsuan dokumen.
Aku pasti akan masuk universitas ini tahun depan.
Aku hanya mencetaknya lebih awal.”

Setelah sampai di rumah keluarga kaya itu, Ki Woo sangat terpana melihat keindahan rumah Keluarga Park. Rumahnya sangat indah dilengkapi dengan taman yang luas.

Sinopsis dan review Film Parasite (2019)

Bertemu dengan Bu Park sebagai Nyonya rumah dan melalui masa wawancara yang gak bisa dibilang ketat. Bu Park hanya ingin mengikuti dan mengetahui cara mengajar Ki Woo untuk pertama kalinya. Dan Ki Woo di sini tampak sangat meyakinkan.
**sayangnya, gak ada adegan Woo Sik ngomong pake bahasa Inggris.

Alih-alih mengajar adegan mengajar, Ki Woo malah layaknya seorang psikolog yang memeriksa denyut nadi Da-Hye karena saat mengerjakan soal, ia selalu kembali lagi ke soal sebelumnya yang belum dijawab.
**dari sini sudah tampak seperti tutor gadungan, belum?

Setelah selesai waktu mengajar, Ki Woo langsung diberi gaji oleh Bu Park dan mengatakan kalau intinya ia puas dengan cara mengajar Ki Woo dan ia bisa menjadi guru pengganti Min Hyuk. Assaaa!

Kesempatan emas itu gak dilewatkan begitu saja oleh Ki Woo, ia keidean memasukkan adiknya untuk menjadi guru seni adik Da-Hye yang dibanggakan oleh Bu Park karena dinilai memiliki kemampuan seni yang tinggi.

Kesempatan Kedua, Ki Jung Sebagai Guru Seni

Atas rekomendasi dari Ki Woo, akhirnya ia memalsukan adiknya, Ki Jung sebagai adik sepupu teman akrabnya saat berkuliah dulu. Kalau Ki Woo lulusan Yonsei, Ki Jung lulusan Illinois University of Chicago.

Park So Dam saat menjadi Jessica Quote di Parasite 2019

Jessica, only child.
From Illinois Chicago.
Classmate of Kim Jinmo. He’s your cousin
.

– Ki Jung as Jessica Quote, Parasite 2019

Dengan berbekal ilmu art psikologi yang dibaca dari google, Ki Jung mulai berbicara menggunakan tone suara yang meyakinkan saat menganalisis gambar Da Song. Ini membuat Bu Park menangis tersedu-sedu karena apa yang dikatakan Jessica banyak benarnya. Dari mulai Da Song memiliki trauma sampai ternyata ada warna-warna dan sudut menggambar yang bisa menganalisis seseorang itu bagaimana karakternya.

Bu Park semakin yakin bahwa ia telah menitipkan anaknya di guru seni terbaik.

Kesempatan Sekali Lagi Datang untuk Ayahnya, Ki-Taek

Kini giliran Ki Jung yang merekomendasi seorang supir untuk Pak Park, karena Pak Park menemukan sebuah celana dalam mobil mercedes benz-nya. Hwaatt??

Rekomedasi film korea terbaik
Pak Park memberitahu sebuah rahasia, psst~

Dan bagi Pak Park yang orangnya sangat menjaga kebersihan dan bahkan ia selalu mendefinikan “Bau orang kaya dengan bau orang miskin” itu berbeda, tentu ia merasa sangat emosyenel. Dan sebagai seorang pemimpin dari sebuah perusahaan besar dan kepala rumah tangga, ia pun memberhentikan sang supir dengan cara yang elegan.

You and i, CUT!

Gitu deh…intinya.
Dan Bu Park karena merasa sudah kenal dekat dengan Ki Jung, akhirnya semua yang ia rasakan pun diceritakan. Ki Jung juga gak mau kalah, malah menambahkan bumbu yang membuat Bu Park semakin murka dan merasa benar dengan keputusan yang diambilnya.

**padahal yaah, yang meninggalkan celana dalam di mobil kesayangan Pak Park yaa…Ki Jung. Agar si supir di pecat dan ia bisa memiliki kesempatan untuk merekomendasikan Ayahnya untuk bekerja di keluarga Pak Park.

Terakhir, Ibunya Ki Jung Juga Masuk Ke Dalam Keluarga Pak Park

Sampai terakhir, pembantu yang sudah setia mendampingi keluarga Pak Park selama puluhan tahun pun akhirnya dipecat karena difitnah mengidap sakit paru-paru yang parah. Supir mereka, Pak Ki-Taek menambahi bumbu kalau sekalinya batuk, si ahjumma bisa sampai berdarah-darah.
**eww~

Scene saat Bu Park mengetahui fakta bahwa pembantunya mengidap sakit TBC parah.

…dan pada akhirnya semua anggota keluarga Pak Ki-Taek bekerja untuk keluarga Pak Park.

Apakah hal ini akan berjalan indah seperti skenario yang mereka rencanakan?
Bagaimana akting mereka satu per-satu di hadapan keluarga Pa Park?

Pesan Tersembunyi Film Parasite (2019)

Tahukah sahabat DC, ada banyak metafora dalam Film garapan Bong Joon Ho ini. Dari mulai poster yang menjadi pertanyaan mengapa matanya harus ditutup seperti disensor gitu, padahal bukan film er*tis?
Dan misteri batu yang Min Hyuk berikan. Apakah memang batu itu lambang kekayaan dan kesuksesan di Korea? Ternyata begini maksudnya…

Mata Ditutup

Setelah menonton film ini, banyak kritikus film mulai mengasumsikan satu demi satu apa yang sudah diceritakan dalam Film Parasite ini, termasuk poster filmnya yang sulit dipahami. Ternyata maknanya adalah coba perhatikan lagi penutup matanya. Warna penutup mata antara keluarga Pak Ki-Taek dan Pak Park sungguh berkebalikan.

Kalau keluarga Pak Ki-Taek penutup matanya berwarna hitam yang artinya ia adalah dari keluarga parasit, yang maknanya adalah

pa·ra·sit n 1 benalu; pasilan; 2 organisme yg hidup dan mengisap makanan dari organisme lain yang ditempelinya; 3 ki orang yg hidupnya menjadi beban (membebani) orang lain;
 obligat parasit yang hanya dapat hidup sbg parasit sehingga sukar ditumbuhkan di media buatan.

Source : KBBI

Sedangkan keluarga Pak Park diberi penutup mata berwarna putih yang bermakna, ia adalah inangnya (yang ditumpangi parasit).

Suku Indian

Da Song adalah anak yang sulit dipahami bagi orangtuanya sendiri, bahkan.. Kakaknya, Da-Hye menganggap Da-Song adalah anak yang manipulatif dengan segala kelicikannya, ia ingin dianggap sebagai anak cerdas dari segi seni. Namun sebenarnya, Da Song ini adalah anak yang sangat jujur. Namun ia tidak dapat mengungkapkan “bahasa” yang tepat untuk orang dewasa di sekitarnya.

Dasing sangat menggilai Suku Indian. Ia memiliki panah suku Indian, berdandan ala suku Indian dan bahkan suka berkemah. Apakah makna Suku Indian dalam Film Parasite (2019)?

Kalau membaca sejarah Suku Indian ini, kita jadi tahu maknanya adalah rumah Pak Park yang di design bergaya khas Amerika awalnya dikuasai oleh Suku Indian. Namun karena sebuah kesalahan, maka suku yang aslinya menduduki rumah ini terpaksa menjadi kaum minoritas di tanahnya sendiri.

Lukisan Da-Song

Makna Lukisan Dasong mengenai orang Suku Indian dari Film Parasite 2019
Da Song dan lukisan mengenai Suku Indian yang sangat ia kagumi.

Lukisan anak kedua dari pasangan Pak Park dan Bu Yeon-Kyo diasumsikan sebagai wajah suku Indian, awalnya. Tapi yang sebenarnya adalah wajah dari Parasite yang tinggal di basement rumah mereka yang pernah dilihat oleh Da-Song. Karena ia kesulitan berkomunikasi, maka ia berbicara melalui gambar. Namun sayangnya, tetap kedua orangtua mereka tidak memahami kode bahaya yang sudah diisyaratkan oleh Da-Song jauh-jauh hari.

Bau Seseorang

Ini analogi yang sangat menunjukkan bahwa Film Parasite sangat menunjukkan social class gap. Pak Park sangat tidak menyukai “bau orang miskin”. Katanya sangat berbeda dengan “bau orang kaya”.

Makna dan pesan tersembunyi dalam scene Parasite (2019)

Sehingga, saat ia mengadakan pesta dan terjadi kekacauan, Pak Park lebih memilih menutup hidung dan mengambil kunci mobilnya daripada menyelamatkan orang lain yang terluka.

See?

Hujan

Pesan Tersembunyi dalam Film Parasite (2019)

Analogi adegan hujan ini sangat mendalam sekali maknanya. Kalau bagi orang kaya, hujan adalah berkah, berbeda bagi orang miskin. Hujan dianggap sebagai malapetaka yang menyebabkan bencana, seperti banjir. Dan ini terjadi ketika banjir besar melanda rumah Pak Ki Taek.

Banjir dan meluapnya WC sudah tak terhindarkan lagi. Kesedihan yang tertinggal dan semakin ingin tinggal di rumah yang layak dan megah seperti milik Pak Park. Bagaimana caranya?

Tangga

Bagi penonton Film Parasite tentu tidak asing dengan rumah keluarga Pak Park yang kabarnya di design oleh arsitek kenamaan bernama Namgoong. Rumahnya itu sendiri gak sama ketinggiannya, alias levelling. Maknanya adalah orang kaya akan selalu menaiki tangga, sedangkan orang miskin, akan selalu menuruni tangga.

Makna anak tangga di film Parasite 2019

Lesson Learn Film Parasite (2019)

Tetap menghargai yang namanya kejujuran

Meski sulit dipahami, ada banyak drama dan film yang membuat pola pikir kita terbuka masalah kejujuran dan ketulusan hati ini. Cara Film Parasite (2019) ini mengingatkan memang unik sekali siih.. Dengan menggunakan sindiran dan metafora yang membuat penonton berpikir pada akhirnya, bahwa secerdas apapun otak yang dimiliki, kalau tidak berlaku jujur dan tulus, maka hasil yang didapatkan (pun) harus dibayar mahal.

Aku tetap berpegang teguh dengan kalimat,

Usaha tidak akan mengkhianati hasil

Berbuatlah sesuai tempat dan porsinya

Kalau memang belum berkemampuan untuk menjadi orang kaya, gak perlu berlagak kaya agar diakui oleh lingkungan. Sehingga apa yang dilakukan selalu ingin memanipulasi yang ada di sekelilingnya.

Syukur

Ya, milikilah rasa syukur dengan apa yang sudah dimiliki. Usaha, tentu sangat diperbolehkan. Namun dengan cara yang benar dan tidak dengan cara yang salah seperti menginjakkan kaki di kepala orang lain untuk bisa melihat lebih tinggi.

Yah,
Itu kira-kira yang aku dapatkan ketika selesai menonton Film Parasite (2019) yang awalnya penuh drama banget. Karena gak akan menyangka endingnya bakalan sangat memeras perasaan penonton. Habis energiku setelah menonton film Parasite selama 2 jam.

Tapi kapok nonton film plot twisted?
Engga doonk… Justru film itu harus berbeda perspektif dari drama. Makanya aku selalu salut sama aktor-aktor yang karyanya lebih banyak di film. Betapa susahnya membangun karakter yang dimainkan hanya dalam beberapa menit pertama.

Oke,
Buat sahabat DC yang membaca review Film Parasite (2019), pesan aku satu aja sih…pas nonton Film. Resapi apa yang ingin disampaikan.

Have a nice day!

lendyagassi

Korea Content Writer.
Menulis aktif di blog https://www.lendyagassi.com.
K-drama addict and book lovers.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: