Review K-Movie: “Hope” (2013)

“Dilahirkan ke dunia adalah anugerah”

Sowon

Annyeong chingudeul, maju mundur mereview film Korea ini. Tapi, disinilah saya sekarang, ijinkan saya sedikit berbagi tentang K-Movie Hope ini.

Mengenal Film Hope

appa, sowon dan omma, kmovie Hope
appa, sowon & omma

Judul film ini dalam bahasa korea adalah Sowon. Dirilis pada tahun 2013, disutradarai oleh Lee Joon Ik. Pemeran utamanya adalah Sol Kyung-gu, Uhm Ji-won, dan Lee Re.

Durasi film ini sama seperti kebanyakan film lainnya 2 jam atau lebih tepatnya 122 menit.

Film ini memenangkan penghargaan kategori best film pada acara 34th Blue Dragon Film Awards. Para pemainnya pun memenangkan beberapa penghargaan karena film ini.

Sinopsis (Spoiler Alert)

review kmovie Hope
little happy family

Film ini bercerita tentang keluarga bahagia dan sederhana, seperti keluarga pada umumnya. Sowon adalah anak perempuan berumur 8 tahun dari Mi hee dan Dong hoon. Orangtua Sowon pekerja keras. Mereka membuka toko kelontong di rumah, biasanya dijaga oleh Mi hee. Sementara Dong hoon bekerja di pabrik.

Suatu pagi, hujan turun, Sowon kesiangan ke sekolah. Sebetulnya, ia pergi ke sekolah bersama teman-temannya, tapi karena kesiangan, yang lain sudah duluan berlari. Ibunya sempat menawarkan diri mengantar Sowon ke sekolah. Tapi, karena jarak antara sekolah dan rumah tak terlalu jauh, Sowon menolak diantar. Sebelum pergi, ibunya mengingatkan untuk mengambil jalan utama ke arah sekolah, tak lewat gang.

Di jalan, Sowon semakin tertinggal jauh dari teman-temannya. Ia pun berpikir akan lebih cepat untuknya sampai di sekolah jika lewat jalan pintas. Antara ragu dan takut terlambat, akhirnya Sowon masuk ke jalan pintas berupa gang yang sepi dan gelap. Ketika hampir sampai di sekolah, tiba-tiba, ia dihampiri seorang paman yang basah kuyup.

“Nak, paman kehujanan. Bolehkah berbagi payung? Itu payung yang cantik. ” kata si paman.

“Tapi, aku terlambat. ” kata Sowon.

Scene pun beralih, hujan turun dengan deras. Ayah Sowon sedang bekerja giat di pabrik. Ibunya sedang membuat bibimbap. Lalu, di sebuah gedung terbengkalai di dalam gang, ada tangan kecil kotor tergeletak tak berdaya, pelan tapi pasti mencoba menggapai hp berwarna pink yang terjatuh tak jauh darinya.

Kritis

Ayah dan Ibu Sowon mendapat kabar dari pihak kepolisian bahwa Sowon sedang kritis! Ayah dan Ibu Sowon pun segera ke Rumah Sakit. Disana, pihak kepolisian mengabarkan kalau Sowon diperkosa dan terluka sangat parah. Wajahnya penuh luka dan bagian vitalnya rusak permanen. Perut sampai anusnya sobek. Tim dokter yang mengoperasi Sowon memutuskan untuk mengangkat usus besarnya dan membuat anus buatan di pinggangnya. Ibu Sowon histeris mendengarnya. Ternyata, ibunya Sowon sedang hamil anak kedua.

Review K-Movie Hope
Ibu Sowon di rumah sakit

Operasi pun selesai, Sowon berhasil bertahan hidup. Ayahnya masuk untuk mengecek kondisi Sowon. Ternyata, Sowon sadar walau masih dalam pengaruh bius setelah operasi. Sowon kecil bertanya tentang pekerjaan ayahnya. “Ayah, bagaimana pekerjaanmu? “

Ia sadar ayah dan ibunya sibuk bekerja, dan dengan kesadaran ini, ia pun menelpon 119 sendiri!

Sowon bercerita ia bertemu orang jahat. Orang jahat itu harus ditangkap. Sowon pun mencoba menggambarkan ciri-ciri orang jahat tersebut. Ia juga bercerita kalau ia sangat takut dan sangat sakit. Ia takut akan lupa jika ia bicara nanti. Ayahnya pun menenangkan Sowon, ayah berjanji akan menangkap orang jahat itu.

Beberapa hari kemudian, pihak kepolisian sudah mengantongi nama-nama tersangka kejahatan. Tapi, polisi kesulitan mengeluarkan surat penangkapan meski sidik jari tersangka ada di TKP. Karena bisa jadi siapa saja lewat di TKP. Salah satu cara agar polisi bisa segera bertindak adalah dengan kesaksian korban sendiri. Sedih banget. Padahal, Sowon masih luka, tak hanya fisik tapi juga psikis.

Dengan sangat terpaksa, ayahnya Sowon pun meminta Sowon menunjuk foto ahjussi jahat. Sowon cukup ingat wajah si ahjussi jahat. Penangkapan pun segera dilakukan. Apakah selesai sampai disitu? Tidak. Ketika terjadi penangkapan, media mulai menyebarluaskan berita kasus ini.

Di rumah sakit, Sowon sudah dipindahkan ke kamar yang isinya lebih banyak orang. Wajar, karena mereka bukan dari keluarga kaya Raya. Tapi, ternyata di rumah sakit sudah banyak pihak media yang mencari tahu tentang Sowon. Pasien dan keluarga pasien yang sekamar dengan Sowon pun bergosip tentangnya. Tak mau kondisi jiwa Sowon semakin terguncang, ayah Sowon menggendong Sowon untuk dipindahkan ke kamar yang lebih privat.

Sowon terkejut. Apalagi pihak media ikut mengejar mereka. Sowon sampai bertanya-tanya, “Ayah, apa aku berbuat salah? “. Ayah segera menggeleng.

Takut Ayah

Tak lama, mereka shock, kantung kolostomi Sowon bocor. Cairan tumpah ke baju dan kasur. Untuk membantu Sowon membersihkan diri, ayahnya membuka baju Sowon. Sowon yang masih trauma dengan kejadian yang menimpa dirinya menolak bantuan dari ayahnya. Sayang, ayah terlanjur panik, tak mengindahkan penolakan Sowon. Sowon pun kejang, detak jantungnya melaju cepat. Panik! Ayahnya Sowon segera memanggil dokter dan suster. Syukurlah, Sowon tertolong.

Sejak saat itu, Sowon tak mau bertemu ayahnya. Saat ayahnya datang, Sowon akan bersembunyi di balik selimut. Saat ditanya kenapa, Sowon bilang malu.

Ayahnya sangat khawatir akan keadaan Sowon, akhirnya ia memutuskan untuk menyewa jasa psikiater yang sudah biasa menangani kasus korban pelecehan seksual. Ibunya Sowon awalnya tak setuju, tapi demi Sowon, ibu pun menyetujuinya. Ternyata, sang psikiater Song Jung-sook, yang diperankan oleh Kim Hae Sook ini punya Putri yang pernah mengalami pelecehan seksual. Karena merasa malu, putrinya pun bunuh diri.

song jung sook dan sowon
Song Jung-sook mencoba berkomunikasi dengan Sowon.

Song Jung-sook seolah melihat putrinya dalam diri Sowon. Walau awalnya Sowon tak mau bereaksi kala sesi terapi bersama psikiater, lama-lama ia membuka diri, menjawab sang psikiater dengan anggukan dan gelengan. Kemudian menjawab dengan tulisan sampai akhirnya Sowon mau berbicara dengan sang psikiater.

Ayah Sowon tak putus asa, setiap kali ingin bertemu anaknya, ia memakai kostum Kokomong, karakter kesukaan Sowon. Hanya dengan kostum itu ayah Sowon bisa bertemu dengan Sowon tanpa membuat Sowon takut atau malu. Potek hatiku chingu, gimanalah rasanya kalau anak takut sama ortunya sendiri. Ayahnya Sowon tak berbicara selama berada dalam kostum. Sowon bisa tersenyum dan tidak merasa canggung di sekitar Kokomong.

Terapi pun terus berjalan, pada salah satu sesi, Sowon bercerita kalau ia khawatir jika orangtuanya tak bisa bekerja karenanya, khawatir jika orangtuanya akan mengeluarkan banyak uang untuknya, khawatir jika adiknya sudah lahir dan ia ingin menggendongnya, adiknya akan kotor jika terkena kantung kolostominya.

review kmovie Hope
Sowon bingung disalahkan oleh orang karena berbagi payung.

Sowon juga kembali mempertanyakan keputusannya untuk berbagi payung dengan si ahjussi jahat. “Sewaktu ia memintaku membagi payung dengannya, aku sempat ragu. Aku tahu dia termasuk orang asing, bahkan aku sudah terlambat masuk ke sekolah, tapi dia basah kehujanan. Jadi aku pun membaginya. Semua orang menyalahkanku. Meskipun aku berusaha berbuat baik. “

Luar biasa tulus dan bersihnya tingkah laku anak kecil. Lugu. Jahat sekali yang mengotori keluguan dan ketulusan mereka.

Saat sesi terapi, Sowon pun sempat bercerita tentang neneknya. Kala neneknya merasa sakit, ia akan berteriak, “Aku ingin mati! Aku ingin mati! “
Psikiater bertanya pada Sowon apakah Sowon tahu apa itu mati. “Jika aku tak pernah dilahirkan di dunia, ” jawab Sowon.

kmovie Hope
Sediih. Sowon mempertanyakan mengapa ia dilahirkan.

Gadis kecil ini kehilangan semangat hidupnya. Hiks.

Pulih

Saat dinyatakan sudah pulih dan sudah boleh pulang ke rumah. Sowon sempat khawatir, ia malu dengan kejadian yang menimpanya, ia tak ingin teman-temannya tahu. Saat diperjalanan pulang, Sowon sempat terkena serangan panik hingga muntah. Namun, keadaannya membaik setelah melihat pintu rumahnya ditempeli memo dan gambar oleh teman-teman Sowon. Sowon terharu, ia memang rindu teman-teman dan sekolahnya.

Sowon berangkat sekolah seperti biasa, Kokomong selalu Setia mengikuti Sowon. Agar Sowon tak takut jika harus berjalan sendirian. Kokomong pun selalu menyapa Sowon jika ada kesempatan, melambaikan tangannya pada Sowon agar Sowon senang.

Trauma Sowon perlahan membaik, berkat keluarga dan teman yang mendukungnya. Ia pun bertanya pada Kokomong apakah ia ayahnya atau bukan. Sowon menggandeng tangan ayahnya dan menyeka keringat yang membasahi wajah ayahnya karena berlama-lama di dalam kostum. Akhirnya, Sowon tidak takut lagi pada ayahnya.

sowon dan ayahnya, review movie Hope
Sowon tidak takut lagi pada ayahnya.

Bersaksi

Suatu hari, ayah Sowon menerima surat panggilan dari pengadilan. Pihak pengadilan meminta Sowon kembali bersaksi, karena kesaksian sebelumnya dilakukan ketika Sowon sedang terluka parah. Sempat khawatir akan keadaan Sowon, tapi akhirnya Sowon sekeluarga memutuskan menghadiri persidangan. Sowon kembali menunjuk foto si ahjussi jahat sebagai pelaku kejahatan.

Pengacara pembela bertanya pada Sowon apakah ia mencium bau alkohol. Sowon mengiyakan. Si ahjussi jahat juga menyatakan bahwa ia tak ingat, tak sadar melakukan perbuatan itu. Karena dianggap tidak sadar, hakim memutuskan bahwa si ahjussi jahat cukup dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan permintaan korban mengenai kompensasi ditolak. Semua audiens riuh tak setuju.

anak dan ayah dalam kmovie Hope
Sowon tak mau ayahnya berbuat jahat.

Sedih, kesal, marah bercampur jadi satu. Ayahnya Sowon sampai mengambil papan nama hakim ingin memukul si ahjussi jahat. Tapi, Sowon memeluk kaki ayahnya untuk menghentikannya, sambil tersedu bilang “Ayah, mari kita pulang. Mari kita pulang, ayo pulang. “

Adik bayi

Kehidupan Sowon terus berjalan. Kali ini ia, keluarganya, psikiaternya, juga keluarga manager ayahnya berkunjung ke rumah sakit untuk melihat adik bayi yang baru lahir. Trauma Sowon semakin membaik, walau ia masih pulang lebih awal jika serangan paniknya datang. Ia senang adik bayinya lahir dengan selamat.

“Orang yang paling kesepian adalah orang yang paling ramah. Orang yang paling sedih senyumnya paling menawan, karena mereka tidak ingin orang lain merasakan rasa sakit yang sama sepertinya. “

Pelajaran dari Film Hope

  1. Minuman memabukkan itu bahaya. Lebih berbahaya dari pelakor. Ia menyebabkan rusak fisik dan mental. Tak berlebihan jika orang bilang minuman memabukkan adalah induk segala kejahatan. Harus dijauhi.
  2. Pentingnya peran keluarga. Keluarga selalu jadi tempat teraman dan ternyaman untuk kembali. Mereka yang paling bisa menerima kita apapun kondisi kita. Sudahkah kita menerima keluarga kita apa adanya? Mensyukuri mereka atas diri mereka.
  3. Keadilan harus diperjuangkan. Walau sakit, pedih. Tapi, memperjuangkan keadilan bukan hanya untuk kompensasi atau agar waktu bisa diputar kembali, bukan. Tapi, agar orang lain tahu kejadian ini dan belajar darinya. Belajar bahayanya. Berwaspada pada penjahatnya.

Berdasarkan Kisah Nyata

Jika film ini murni imajinasi sang kreator film, mungkin saya akan mencukupkan diri menontonnya. Apalagi agak ngilu dan sedih banget saat menontonnya. Tapi, film ini berdasarkan kisah nyata, yang berarti ada Sowon betulan yang terluka permanen karena kejahatan yang katanya tidak sengaja dan tidak disadari itu. Saya pun membulatkan niat, untuk jadi bagian yang ikut speak up akan bahaya minuman beralkohol dengan meriview film ini.

Kisah nyata yang menimpa Na young, gadis 8 tahun di negeri Ginseng sana tahun 2008 silam. Mirisnya, si ahjussi jahat, Cho Doosoon ini tinggal tak jauh dari rumah Nayoung. Banyak pihak yang meminta hukuman Cho Doosoon diperpanjang atau dijauhkan dari Nayoung, agar traumanya tak kembali muncul. Cho Doosoon resmi dibebaskan tahun 2020 silam, sementara Nayoung masih menderita cacat fisik permanen dan luka mental mendalam.

Jadi, setelah membaca review ini, bagaimana pendapat chingudeul? Akankah menontonnya? Atau mau mencari rekomendasi K-Movie lainnya?

Hana

Seorang perempuan yang senang mengambil pelajaran hidup dari drama korea. Ibu 3 anak yang senang menulis review drama dengan tema parenting, keluarga, suami istri.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: