Ayla: The Daughter of War (2017), Film Perjuangan dan Cinta Seorang Ayah

Review dan sinopsis Film Ayla: The Daughter of War (2017)

Annyeong haseyo, chingu-deul.

Drakorclass kali ini akan bahas sebuah film Internasional kerjasama antara Turki dan Korea. Film yang diangkat dari kisah nyata di Korea yang terjadi pada tahun 1950, dimana saat itu Korea sedang menghadapi pahitnya perpecahan yang dilancarkan oleh sekutu pada perang dunia ke 2.

Korea saat itu pecah menjadi dua bagian, Korea Utara dan Selatan. Korea Utara dibantu oleh negara Uni Soviet dan China berusaha untuk menyatukan kembali dengan Korea Selatan, namun dengan syarat mengikuti ideologi, politik dan semua peraturan dari negara adidaya tersebut.

Namun karena Korea Selatan yang kala itu dibantu oleh Amerika, menolak tawaran untuk menjalankan pemerintahan di bawah kendali negara Uni Soviet, sehingga mulailah terjadi perang saudara di sini. Perang saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan, bisa di tonton melalui Film Battle of Jangsari, salah satunya.

Belum apa-apa sudah sedih yaa..pengantarnya?
Miaan… Tapi memang menonton film sejarah yang berlatar peperangan, selain politik, kemanusiaan dan banyak hal lain yang juga disorot di sini. Salah satunya adalah korban peperangan, yakni perempuan dan anak.

Kisahnya tertuang dalam Film Ayla: The Daughter of War.

Review dan sinopsis Film Ayla: The Daughter of War (2017). Nonton dimana Film Ayla: The Daughter of War?

Filmografi Ayla : The Daughter of War

Judul Korea : Ayla/ 아일라


Pemeran Utama Ayla :
Ismail Hacioglu as Suleyman (muda)
Kim Seol as Ayla (balita)
Lee Kyung Jin as Ayla (dewasa)
Cetin Tekindor as Suleyman (dewasa)

Genre : War, based on true story
Runtime : 123 minutes

Rating : ⭐⭐⭐⭐/5

Sinopsis Film Ayla: The Daughter of War

Filmnya sendiri langsung dibuka oleh Ayla, seorang gadis kecil yang terpaksa harus kehilangan kedua orangtuanya akibat perang. Pihak sekutu dimana-mana dan invasi para penjajah menyebabkan kampung yang ditinggali Ayla sudah tak ramah anak lagi. Yang menyedihkan adalah dramatisasi Ayla yang kala itu masih berusia kira-kira balita dan baru saja dibuatkan sang Ayah sepeda kayu yang cantik.

Namun sayang..
Penjajah hadir dan kado terindah Ayla pun terpaksa lenyap dilindas sebuah tank tempur. Bagaimana nasib Ayla setelahnya?

Karakter Ismail Hacioglu sebagai Suleyman (muda)

Penghargaan Film Ayla: The Daughter of War : Cape Town International Film Market and Festival dan Richmond International Film Festival

Suleyman adalah seorang tentara terbaik dari Turki yang diperbantukan di wilayah perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara. Pasukan Turki yang dikirim ini memiliki misi perdamaian karena Turki bersekutu dengan Amerika Serikat.

Suleyman saat itu berusia 25 tahun dan memiliki seorang gadis yang sedang dijodohkan dengannya, namun cinta Suleyman tertumpu pada gadis lain. Saat Suleyman dipanggil bertugas ke Korsel, muncullah konflik batin dan konflik pasangan di sini. Namun sebagai abdi negara, sang pacar pun merelakan dengan syarat Suleyman harus selalu berkirim kabar. Banyak tentara Turki sebelumnya yang gak selamat setelah bertugas ke Korsel. Sehingga hal ini membuat Keluarga Suleyman pun turut khawatir akan nasib anaknya, Suleyman.

Uniknya, meski Suleyman ini adalah tentara, tetapi ia sangat baik. Bahkan ada scene dimana Suleyman tidak sanggup membunuh semut. Alih-alih dibunuh untuk disingkirkan, ia malah memberi makan semut-semut tersebut dan mengarahkannya keluar kapal ((saat itu sedang perjalanan dari Turki ke Korsel menggunakan kapal tentara)).

Pertemuan Pertama Ayla dan Suleyman

Ketika sampai di daerah perbatasan, banyak sekali kejutan yang diperoleh oleh Suleyman dan rekan-rekannya. Dari mulai teror bom hingga saat perjalanan ke suatu tempat, mobilnya terserang teroris dan hampir saja Suleyman dan kawan-kawan tentaranya kehilangan nyawa.

Di hutan yang gelap nan sepi itulah ada tentara China yang mengintai. Tanpa ragu, mereka melawan dan akhirnya selamat, Namun, terdengar suara kresseek kresseekk dari balik semak. Suleyman yang rada-rada gocik memberanikan diri memeriksa semak tersebut.

Ternyata….
Ada seorang gadis mungil yang dengan erat memegang tangan Ibunya yang telah meninggal. Siapakah gadis cantik ini?

Karakter Kim Seol sebagai Ayla

Siapa yang memerankan Ayla? Kim Seol. Nonton Film Ayla di youtube

Pertama kali di temukan oleh Suleyman, Ayla memandang dengan takut dan ragu. Namun karena Suleyman dengan lemah lembut dan tidak memaksa, perlahan Ayla datang ke pelukan sang tentara dan menangis sejadi-jadinya. Suleyman kelak dipanggil Baba (Ayah, dalam bahasa Turki) oleh Ayla.

Dan makna nama Ayla sendiri adalah gadis cantik yang wajahnya seperti bulan.

Ketika Ayla diselamatkan dan dibawa ke camp tentara, semua tentara (selain Suleyman) sudah ingin meninggalkan Ayla. Karena membawa anak kecil di saat perang selain berbahaya, juga akan menyusahkan. Namun Suleyman kekeuh gak akan menyerahkan Ayla pada siapapun. Ayla digendong kemana-mana ((cem lagunya mbah Surip. Kekkeekkee~)).

Berjuang Bersama di Medan Perang

Ya, Ayla dan Suleyman telah terikat kuat. Mereka saling melindungi dan Suleyman pun sangat menyayangi Ayla. Ayla yang tidak bisa berbicara sepatah katapun saat ditemukan, hanya mau bersama Suleyman. Ayla, gadis yang tegar. Ketika mendadak ada serangan China dan Korut di perjalanan, ia tidak menangis dan hanya menurut apa yang dikatakan Suleyman, seperti “Jaga susu ini baik-baik yaa.. dan masuk ke kolong mobil. Aku akan segera kembali.”

Adegan Mengharukan di Film Ayla: The Daughter of War

Ayla berbicara untuk pertama kali

Film mengenai peperangan seperti ini tentu banyak scene mengharukan di dalamnya. Dan begitu pun dengan Film Ayla: The Daughter of War. Digambarkan Ayla yang tidak mau berbicara sepatah katapun, pada suatu hari berteriak menyebutkan sesuatu dalam bahasa Turki.

Dengan sabar, Ayla menuruti perintah Suleyman dan melihat dengan matanya sendiri, bagaimana keberanian Suleyman saat di medan perang. Bahkan, Suleyman maju di garda terdepan untuk menghalau musuh dan melindungi teman-teman tentaranya yang lain.

…dan semua tentara pun turut terharu.

Nonton Film Ayla: The Daughter of War (2017) dimana? Film Ayla: The Daughter of War (2017) bisa ditonton gratis di youtube

“Baba” panggilan Ayla untuk Suleyman

Adegan mengharukan berikutnya adalah saat Suleyman mengajari Ayla baca dan tulis. Ayla bisa membaca hangeul, tapi tidak dengan tulisan Turki. Maka, dengan telaten, Suleyman mengajari Ayla. Yang bikin nangis adalah ketika Ayla berkata “Tidak ada Ibu, tidak ada saudara. Ada Baba…” ((sembari memeluk Suleyman dengan erat)).

Perpisahan

Scene perpisahan antara Ayla dan Suleyman juga digambarkan sangat menyedihkan. Bagaimana Suleyman ataupun Ayla sama-sama tidak ingin berpisah. Sehingga setelah setahun tim tentara Suleyman berada di Korea akan digantikan dengan tim tentara lain, Suleyman tetap tidak mau pulang ke Turki. Ia lebih memilih menjadi tentara relawan dan memperpanjang masa tinggalnya di Korea.

Kita melakukan kebaikan, kita akhiri dengan kebaikan juga.

Tentara Turki, Quote Film Ayla: The Daughter of War
Scene Film Ayla: The Daughter of War yang paling menyedihkan.
Download Film Ayla: The Daughter of War dimana?

Namun, masa itu tidak bisa diperpanjang lagi. Karena keluarga di Turki dan pasukan pengganti sudah hadir penuh. Mau tidak mau, Suleyman harus pulang ke Turki meninggalkan Ayla, karena Ayla anak Korea, maka ia harus tetap ada di Korea.

Bagaimana perpisahan ini terjadi?
Aku saranin, siap-siap tisu yang banyak ya… Karena adegan ini yang paling menyayat hati. Bagaimana ikatan cinta seorang Ayah dan Anak yang tidak ada hubungan darah bisa terjalin kuat.

Lesson Learn Film Ayla: The Daughter of War :

Percayakan seluruh urusanmu hanya pada Allah

Suka sekali dengan Film Ayla: The Daughter of War. Karena Turki adalah negara Muslim, maka digambarkan di film ini, betapa kuatnya manusia melawan musuh di medan perang, semua tetap ada takdir Allah.

Ada beberapa scene yang sangat mengharukan, seperti saat latihan di camp, para tentara senantiasa menyebut “Allah..” untuk menyemangati diri di saat perang seperti ini agar tidak mudah berputus asa atas rahmat Allah.

Bersabar

Tidak ada yang mengajarkan beratnya kesabaran ketika menjadi orangtua. Apalagi Suleyman di sini adalah orangtua angkat yang tidak diijinkan untuk mengadopsi anak. Sehingga dalam hidup itu perlu bersabar. Sabar saat menjalani takdir, sabar saat harus kehilangan, sabar saat harus berpisah.

Karena memang semua ada tempat dan porsinya masing-masing.

Sebuah pohon muda akan tumbuh subur di tanahnya sendiri.

Tentara Turki, Quote Film Ayla: The Daughter of War

Ini yang dijalani Suleyman ketika ia berat berpisah dengan Ayla. Para rekan dan atasannya meyakinkan bahwa Ayla akan tumbuh dengan sehat di negaranya sendiri. Dan pada saatnya nanti, Suleyman akan bisa bertemu dengan Ayla kembali.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari menonton Film Ayla: The Daughter of War?
Janji setelah 60 tahun, akhirnya Suleyman dan Ayla bertemu kembali

Janji seorang Ayah kepada anaknya

Aku akan kembali dan takkan terpisahkan.
Seorang Ayah berjuang untuk anaknya.

Suleyman, Film Ayla: The Daughter of War

Ini scene yang paling mengharukan sekali setelah Suleyman tertangkap basah memasukkan Ayla ke dalam koper dan akan dibawa serta ke Turki. Dan sejak itu, Suleyman berjanji bahwa ia akan kembali mencari Ayla, kelak.

Pencarian Ayla yang tidak mudah

Waktu demi waktu berlalu dan perjuangan kembali mencari Ayla pun dilakukan. Setelah 60 tahun dan Ayla berganti nama menjadi Kim Eunja, maka pada tanggal 10 April 2010, Ayla dan Ayah Suleyman kembali bertemu di Seoul, Korea Selatan.

Penghargaan yang diperoleh Film Ayla: The Daughter of War (2017)

Sudah tidak perlu diragukan lagi, Film Ayla: The Daughter of War memang dikemas sangat apik. Adegan perangnya dapet, adegan perjuangan dan adegan kasih sayang Ayah dan anaknya juga keren. Akting si cantik Ayla juga oke banget. Jadi gak salah kalau film Ayla: The Daughter of War memenangkan banyak award, seperti :

Pemutaran perdana di Toronto International Film Festival (11 September 2017).
Pemutaran perdana Ayla: The Daughter of War di negara asalnya, Turki, pada 27 Oktober 2017.

Penghargaan Cape Town International Film Market and Festival
Penghargaan Richmond International Film Festival
Penghargaan dari World Fest Houston
Penghargaan dari Palm Springs International Film Festival sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik
Asian World Film Festival sebagai Film Terbaik
Nominasi Oscar 2017 dalam kategori Film Terbaik Bahasa Asing yang mewakili Turki
Golden Palm Awards
Sedona International Film Festival
International Izmir Film Festival
Kemal Sunal Culture and Art Award

Cukup banyak, bukan?
Apakah masih belum menonton Film Ayla: The Daughter of War?

Saran aku, nonton gih…
Ada banyak hal menyentuh yang bisa kita pelajari sebagai orangtua. Ada banyak hal yang bisa kita syukuri karena kita hidup di zaman sekarang, bukan zaman perang.

Oh, iya..
Kalau moodnya sedang ingin menangis, Drakorclass juga punya rekomedasi drama banjir air mata yang diambil dari kisah nyata, seperti Film Hope dan Pawn.

Sekian dulu review dan sinopsis Film Ayla: The Daughter of War dari Drakorclass. Sampai berjumpa kembali di artikel berikutnya.

Have a nice day.

lendyagassi

Korea Content Writer.
Menulis aktif di blog https://www.lendyagassi.com.
K-drama addict and book lovers.

Baca Juga

6 Komentar

  1. Aku merinding terharu bacanya, terutama pas tahu Ayla dan Suleyman bertemu lagi 60 tahun kemudian. Masa 60 tahun itu lama banget kan, dan mereka selama ini masih saling ingat satu sama lain? tissue.. mana tissue…

    1. Betul..
      Dan bagian kata-kata berikutnya yang bikin aku penasaran “….kita tidak akan terpisah kembali.”

      Ini jadinya Baba Suleyman migrasi ke Korea tus tinggal sama Ayla atau gimana?

  2. Skip nih kayaknya nggak akan sanggup nonton filmnya. Baru bacanya aja udah mau cirambaay~ mengharukan banget pasti buat yang suka film-film keluarga gitu mungkin ya. Kalau aku nggak kuat mbak, baru mulai aja udah nangis kali gara-gara udah baca duluan ini reviewnya. Wkwk..

    1. Sedihnya pake Banget.
      Tapi karena based on true story, aku suka. Sesekali nonton film masa perjuangan ini penting menurutku, jadi bersyukur dilahirkan di zaman sekarang. Gak bermudah-mudah untuk putus asa.

  3. Aku sempat lihat poster film ini di IG trs mikir knp anak perempuannya berwajah Korea tp yang lain enggak. Ternyata emang ceritanya begitu dan kerjasama Korea Selatan – Turki…

    Menarique…

    1. Iyah, menarik..
      Apalagi ada bumbu kisah cinta Suleyman sama istrinya juga. Bikin banyak refleksi, sebagai pribadi, sebagai orangtua dan sebagai pasangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: