Karakter LGBT yang Mulai Berkembang di Drama Korea

lgbt dalam drakor (pixabay)

Beberapa hari lalu, grup What’s App Drakorclass ramai membahas scene di drakor Vincenzo yang mengarah ke LGBT. Lalu obrolan kami berlanjut. Kami pun larut dalam diskusi tentang karakter LGBT yang mulai banyak digambarkan dalam drama Korea populer.

song jong ki dan kim sung cheol dalam vincenzo
Walaupun bromancenya pura-pura, tapi tetap terpotek hati ini melihatnya (Instagram tvN)

Tentang LGBT

LGBT adalah akronim dari “lesbian, gay, biseksual, dan transgender”. Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa “komunitas gay”, karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan diatas.

Akronim ini dibuat dengan tujuan untuk menekankan keanekaragaman “budaya yang berdasarkan identitas seksualitas dan gender”. Kadang-kadang istilah LGBT digunakan untuk semua orang yang tidak heteroseksual, bukan hanya homoseksual, biseksual, atau transgender.

Maka dari itu, sering kali huruf Q ditambahkan agar queer dan orang-orang yang masih mempertanyakan identitas seksual mereka juga terwakili. LGBTQ mulai dipopulerkan pada tahun 1996.

Bayang-Bayang LGBT dalam Drama Korea

Terus terang, salah satu alasan mengapa drama Korea lebih dipilih dibandingkan serial Hollywood, adalah tidak adanya penggambaran nilai-nilai LGBT didalamnya. Tak seperti serial Hollywood, yang hampir selalu menampilkan karakter LGBT.

Meski sebenarnya sudah lama adanya karakter LGBT dalam drama Korea. Tetapi biasanya, karakter tersebut ditampilkan dalam genre khusus, tidak di drama Korea populer. Drama Korea dengan genre BL (Boys Love) menjadi penanda bahwa drama tersebut mengangkat kisah LGBT.

Titik awal penggambaran karakter LGBT dalam drama Korea dimulai pada drama SBS Perfect Love yang tayang pada tahun 2013. Hong Seok-cheon adalah aktor gay yang kembali ke layar kaca setelah tidak dapat tampil di TV selama tiga tahun.

Hong kembali ke layar kaca sebagai karakter gay yang bijaksana dan peduli terhadap teman-teman wanitanya. Sejak saat itu, banyak karakter gay yang digambarkan sebagai pria tampan dan pintar, berangkat dari peran banci dan lucu yang sebelumnya membuat mereka terdegradasi.

Tetapi ternyata, saat ini semakin banyak karakter LGBT yang ditampilkan dalam drama Korea, baik yang bergenre BL ataupun drama Korea populer.

Memang sih, menonton itu soal selera. Kalau kita tak suka dramanya ya jangan ditonton. Beres kan?

Baca Juga : 7 Genre Drama Korea yang Tidak Akan Ditonton

Kalau tahu sebuah drama itu genre nya BL, ya pastinya saya tak akan menonton. Lha tapi kalau drama populer yang disusupi nilai-nilai LGBT ini, ya jelas bikin kecewa lah. Seperti yang dialami teman-teman Drakor Class setelah melihat episode 8 drama Vincenzo. Siapa yang rela, oppa tersayang di grepe-grepe oleh sesama jenis!!

Ketika Menonton Drama Korea Populer yang Menampilkan Karakter LGBT

Terus terang, belum banyak drama Korea yang saya tonton. Pastinya saya tidak tahu berapa banyak drama Korea populer yang disusupi nilai-nilai LGBT. Tetapi ada beberapa yang sudah saya tonton, yaitu :

  1. Romance is A Bonus Book

Drama yang dibintangi oleh Lee Jong Suk ini ternyata menampilkan karakter LGBT. Dikisahkan mantan pacar Lee Jong Suk, diketahui berkencan dengan sesama perempuan.

  1. Record of Youth

Drama yang meraih rating tertinggi di episode terakhirnya ini juga menampilkan karakter LGBT. Adalah Charlie Jung, desainer terkenal yang menaruh hati pada Sa
Hye Jun yang diperankan oleh Park Bo Gum.

Baca Juga : Kupas Tuntas Drakor Record of Youth

  1. She Would Never Know

Drama romantis yang baru saja tamat ini tak lepas dari susupan nilai-nilai LGBT. Dalam drama ini ada karakter Ryu Han-Seo (Choi Jung-Won) seorang koki yang memiliki kedekatan dengan dokter Kang Woo-Hyun (Lee Dong-Ha).

Spoiler! Endingnya tragis, dokter Lee Dong-Ha harus bercerai dengan istrinya setelah tahu bahwa dia masih belum bisa lepas dari perasaan suka terhadap sesama jenis.

  1. Vincenzo

Yup, yang terbaru adalah drama Vincenzo. Dimana di episode 8 ada karakter Presiden Bank Hwang Min Seong (Kim Sung Cheol) yang suka dengan sesama jenis. Demi rencana menjerat grup Babel, Vincenzo rela pura-pura suka terhadap sesama jenis dan merayu Presiden Hwang.

Baca Juga : K-Drama “Vincenzo” Kesan Pertama Menonton Akting Song Jong Ki

Jangan Ada LGBT di Drama Korea

Baru nonton empat saja sudah bikin saya terpotek-potek. Saya nggak rela kalau makin banyak karakter LGBT yang ditampilkan dalam drama Korea. Bagaimanpun LGBT juga tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di Korea.

Mau masyarakat Korea dibilang seliberal bagaimanapun, mereka kan memegang konsep Konfusianisme, tradisional konservatif mereka. Jadi, mereka tidak mengenal cinta sesama jenis karena di ajaran Konfusianisme itu sendiri kan juga hubungan percintaan hanya terjadi antara laki-laki dan perempuan.

Harapannya nggak ada lagi drama Korea populer yang menampilkan karakter LGBT. Semoga.

dk

"Ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai blogger dan penulis buku. Suka menulis seputar parenting dan life style. Bucinnya Jo Jong Suk đŸ¤­"

Mungkin Anda juga menyukai

4 Respon

  1. Nurhilmiyah berkata:

    Wah iya yaa.., orang² Korsel sangat teguh memegang ajaran Konfusianisme. Semoga gak nambah banyak lg deh karakter LGBT yahh

  2. Vidi berkata:

    Setujuu mbaaa.. Yg meresahkan justru yg “menyusup” gini menurutku.. Dan iya, salah satu sebab drakor sangat populer di Indo jg krn budayanya yg masih ketimuran, dibanding serial2 barat yg sudah sejak dulu bnyak menampilkan adegan vulgar.. Tapi kalo sudah mulai ada “bumbu” LGBT-nya gini siy, duh..

  3. Laksita Kharima berkata:

    Setuju Mbak, mulai meresahkan. Saya juga agak shock pas nonton Itaewon Class ada karakter transgender. Trus di drama Vincenzo juga. Karena drama Korea sudah banyak yang ‘diangkut’ ke Netflix mungkin mereka mikir ini bisa jadi daya tarik buat pasar Western.

    Tapi menurutku yang Vincenzo ini problematik dari kedua sisi. Buat yang anti LGBT, menyayangkan kenapa harus ada karakter LGBT dan adegan-adegan uwu ala BL. Dari sisi yang pro LGBT juga kayanya akan kurang sreg karena karakter LGBTnya dibuat jahat, violent sama pacarnya, tapi juga tingkahnya konyol dan anak mamih.

    Reaksi Vincenzo juga kesannya kaya homophobia gitu, padahal lelaki normal manapun kayanya akan bereaksi sama, suami saya saat nonton juga sampai tidak sanggup melihat, terlalu geli katanya.

    Sangat disayangkan kalau karakter2 LGBT ini dibuat hanya untuk lucu-lucuan huhu. Ada damage utk kedua kubu, menurut saya.

  4. Akarui Cha berkata:

    Baca artikrl ini saya jadi teringat salah satu OGTV yabg dibagikan di akun BBC Indonesia tentang karya seni yang ditampilkan oleh seorang gay dari Korea Selatan. Mengisahkan betapa menjalani wajib militer bagi kaum gay bukannya dapat teman malah penyiksaan, sekaligus dibawa ke ruang psikiater militer dan dicekoki obat anti depresan dua kali sehari.

    Hmm … sebagai yang nggak mendukung keberadaan kaum LGBTQ, saya sedih sekali kalau kisah kisah mereka turut diangkat dan diperkenalkan dalam sebuah seni.

    Semoga nggak ada lagi LGBTQ yang diangkat dalam dunia hiburan begini. Biar terkubur dan makin ditabukan , daripada Sang Pemilik Hidup murka.

Tinggalkan Balasan ke Vidi Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: