Kupas Tuntas Drakor Record of Youth

record of youth

Annyeong Chingudeul…

Masih ada yang belum move on dari drakor Record of Youth seperti salah satu teman sekelas saya di Drakor Class? Ceritanya memang penuh makna dan pelajaran hidup memang ya. Kita disuguhkan dengan cerita drama yang sangat realistis, sampai endingnya jadi terasa kurang manis dan malah bikin beberapa penonton drama ini menangis terkenang masa muda.

Baca di sini tulisan tentang ending dari drakor Record of Youth

Tulisan ini mau menceritakan apa yang saya dan teman sekelas Lendyagasshi obrolkan dalam podcast kami. Dipersembahkan untuk teman-teman yang belum move on dan masih ingin kupas tuntas penuh spoiler dari drama ini.

Kalau tidak sabar membaca, silahkan langsung dengarkan podcast kami

Para Pemuda yang Mengejar Cita-Cita

Sesuai judulnya, Record of Youth ini merupakan cerita catatan masa muda dari beberapa tokoh dalam cerita ini. Mereka anak muda yang berusia sekitar 26 tahun dan sedang berjuang menggapai karirnya. Usia 26 tahun ini sebenarnya masa transisi, masa di mana pada umumnya sudah lulus kuliah dan mulai aktif di dunia kerja dan meniti karir apapun pilihan karirnya.

Sa Hye-jun

Tokoh utamanya Sa Hye-jun yang diperankan Park Bo Gum digambarkan sebagai model/peragawan yang berumur 26 tahun dan sedang merintis karir sebagai aktor. Sa Hye-jun terjun ke dunia model sejak lulus SMA, dia memilih tidak kuliah karena dana orangtauanya tidak ada untuk menguliahkannya. Keluarga Sa Hye-jun memang keluarga pas-pasan. Sa Hye-jun hanya 2 bersaudara, ayah dan ibunya bekerja untuk melunasi hutang keluarga karena kesalahan kakeknya di masa muda. 

Abangnya Sa Hye-jun sih bersekolah dan kuliah dan sudah bekerja, tapi itupun dia hanya cukup menjadi pegawi bank biasa dan karirnya tidak terlalu cemerlang. Walau demikian, ayah Sa Hye-jun merasa pilihan abangnya lebih memberikan kestabilan dibandingkan Sa Hye-jun yang sudah 6 tahun meniti karir sebagai model tetapi ya tidak terlalu sukses juga. 

Sa Hye-jun selain sebagai model juga melakukan kerja paruh waktu di berbagai tempat, termasuk kerja di SubWay yang sudah tentu sekaligus product placement di drakor ini. Ketidaksuksesan Sa Hye-jun ini sebenarnya dikarenakan kesalahan manajernya yang alih-alih memberikan hak Sa Hye-jun, tapi selalu memotong uang hasil manggungnya.

Sahabat Sa Hye-jun

Sa Hye-jun mempunya 2 sahabat baik yang dikenal karena satu sekolah sejak SD. Sahabatnya yang pertama anak orang kaya yang juga menjadi model. Berbeda dengan Sa Hye-jun yang harus berjuang sendiri dan tidak didukung oleh orangtuanya, sahabat Sa Hye-jun yang bernama Won Hae-hyo yang diperankan oleh Byeon Woo-seok ini didukung oleh ibunya walaupun ayahnya lebih ingin anaknya kuliah dan menjadi pengacara. 

Sahabatnya yang ke-2 bernama Kim Jin-woo diperankan oleh Kwon Soo-hyun sedang berusaha menjadi fotografer. Ayah Kim Jin-woo dan Sa Hye Jun sama-sama bekerja kasar di bidang konstruksi.

Walaupun berbeda level kekayaan, Won Hae-hyo adalah teman yang baik dan selalu mendukung usaha teman-temannya. Misalnya saja, setiap dia mendapat pekerjaan, dia akan megupayakan supaya Sa Hye Jun juga ikut dikontrak walau mendapatkan peran kecil, setiap ada pemotretan dia juga selalu mengupayakan supaya sahabatnya Kim Jin-woo mendapat peran di sana.

Aduh, baru berkenalan dengan tokohnya saja sudah panjang ya. Iya, saya juga merasa bosan ketika menonton episode drama ini, karena perkenalan dan latar belakang tokohnya terasa panjang. Dan saya hampir lupa menceritakan satu tokoh yang membuat kisah ini menjadi lebih menarik lagi.

Fans jadi Kekasih Sa Hye-jun

Tokoh wanitanya bernama Ahn Jeong-ha diperankan oleh Park So-dam. Ahn Jeong-ha merupakan seorang make up artis yang sebelumnya bekerja di perusahaan. Dia berhenti dari pekerjaan sebelumnya karena merasa tidak ada kemajuan kalau hanya menjadi karyawan biasa, dia juga menyukai merias wajah orang. Ahn Jeong-ha ini benar-benar melakukan pekerjaanya karena itulah passionnya.

Sebagai wanita berumur 26 tahun, dia sangat mandiri dan menyukai kestabilan, dia suka berbagi ilmu merias dan tidak suka beli makan di luar rumah dalam rangka menghemat. Tidak heran kalau di umurnya itu dia sudah bisa mengambil cicilan jangka panjang untuk rumahnya.

Ahn Jeong-ha menjadi mandiri karena belajar dari pengalaman di masa kecilnya. Ibu dan ayahnya bercerai dan dia harus ikut ibunya. Alasan perceraian orangtuanya karena masalah ekonomi. Sejak kecil dia seperti dipaksa untuk berpikir seperti orang dewasa, dan itulah salah satu alasan kenapa dia menjadi sangat mandiri dan tidak suka tergantung dengan orang lain. Dia juga sangat lugas dan selalu berusaha menyampaikan apa yang ada di dalam hatinya. Saya suka dengan karakternya yang mandiri, tapi ternyata karakternya tersebut yang membuat cerita ini berakhir kurang bahagia (ups spoiler dimulai).

Poin Penting Dalam Drakor Record of Youth

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari drakor Record of Youth ini, tentunya tidak semua bisa dibahas dalam sekali obrolan. Dalam obrolan kami ada beberapa hal yang membuat ceritanya jadi berkesan.

Komunikasi Dalam Keluarga itu Penting

Satu hal baik yang bisa dicontoh dalam drama ini adalah, keluarga Sa Hye-jun yang selalu mengungkapkan apa yang mereka pikirkan dalam rapat keluarga. Ada sih ditunjukkan kesalahpahaman sebelum mereka akhirnya membahas masalahnya dalam rapat keluarga, tapi dengan adanya kesempatan untuk mengungkapkan apa yang menjadi pikiran di rapat keluarga ini hal yang baik.

Saya belajar tentang filosofi wayang dari Lendyagasshi. Katanya, kalau wayang yang kulitnya tipis itu saja ada masalahnya, apalagi kita manusia yang punya kulit tebal begini, tentunya lebih banyak lagi masalahya. 

Orang tua Sa Hye-jun tidak setuju dengan keputusan anaknya untuk meneruskan usaha menjadi aktor, apalagi usianya sudah mendekati 30. Di Korea Selatan, ada kewajiban untuk lelaki mengikuti wajib militer, jadi ayahnya menyuruh Sa Hye Jun untuk ikut wajib militer saja daripada berusaha jadi aktor.

Sa Hye-jun menolak dan merasa masih ada waktu untuk mencoba menjadi aktor sebelum akhirnya masuk wajib militer. Karena menurut Sa Hye-jun, kalau dia pergi wamil di usia 26 tahun dan selesai wamil di umur 28 tahun, kesempatan dia untuk menjadi aktor lebih kecil lagi karena dia sudah semakin berumur.

Ketidaksetujuan orang tua Sa Hye-jun ini sebenarnya realistis, karena dianggap dia sudah menjadi model selama 6 tahun. Selama 6 tahun dia tidak berhasil, jadi ya sudah langsung saja kerjakan kewajiban supaya setelah wamil bisa melakukan hal lain.

Keinginan Sa Hye-jun untuk membuktikan diri sekali lagi juga masuk akal. Karena toh masih ada waktu walaupun itu hanya 2 tahun sebelum dia harus berangkat wamil. Jadilah ini seperti titik penentu apakah dia masih bisa menjadi aktor atau mungkin akhirnya akan menjadi pekerja kasar seperti ayahnya atau tetap bekerja paruh waktu di banyak tempat seperti yang dia kerjakan sekarang ini.

Uang Bukan Segalanya, tapi Penting

Keluarga Sa Hye jun yang miskin dibandingkan dengan keluarga Won Hae-hyo membuat mereka mendapat kesempatan yang berbeda dalam meniti masa depannya. Sa Hye-jun masih harus bekerja paruh waktu dan sibuk mengumpulkan uang ketika dia tidak mendapatkan pekerjaan sebagai model, sedangkan Won Hae-hyo yang diatur oleh ibunya bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan sebagai model. Selain itu, karena ibunya mengatur sosial medianya, otomatis dia dianggap lebih terkenal dibanding Hye-jun. 

Sudah jelas ada keterkaitan antara jumlah fans yang banyak artinya dia lebih terkenal. Karena lebih terkenal dia akan mendapatkan pekerjaan lebih banyak. Demikianlah Won Hae-hyo hampir selalu menjadi pilihan pertama kalau orang yang memberi pekerjaanya harus memilih antara Won Hae-hyo dan Sa Hye-jun. Saat mereka sama-sama sedang berusaha menjadi aktor film dan ikut audisi, lagi-lagi Won Hae-hyo lebih menjadi pilihan dari produser film.

Won Hae-hyo sebagai sahabat yang baik berusaha meyakinkan sutradara untuk mengajak Sa Hae-jun juga dan memberikan peran kecil. Peran kecil yang kemudian memberi pengaruh besar terhadap karir Sa Hye-jun di kemudian hari dan membuat Won Hae-hyo tiba-tiba kalah tenar daripada Sa Hye-jun.

Jadi sebenarnya memang, Sa Hye-jun ini cuma butuh kesempatan untuk membuktikan dirinya bisa akting. Kesempatan yang selama ini tidak didapat karena dia salah memilih agen. Kesempatan dia mendapatkan peran itu setelah dia keluar dari agensi sebelumnya dan memulai dengan agensi baru yang dikelola oleh orang yang lebih percaya dengan kemampuannya.

Intinya sih, uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi dengan adanya uang, kita bisa lebih banyak memperoleh berbagai kesempatan dibandingkan dengan orang yang tidak punya uang. Orang yang tidak punya uang itu hidupnya terlalu sibuk dalam mencari uang, sehingga tidak ada kesempatan untuk menikmati hidupnya. 

Won Hae-hyo yang kaya mempunyai kesempatan untuk mendapatkan makeup artis personal dari salon ternama. Iya, dikisahkan di awal kalau Ahn Jeong-ha itu diminta untuk menjadi make-up artis pribadi untuk Won Hae-hyo, tapi karena di mana ada Won Hae-hyo hampir selalu ada Sa Hye-jun, disitulah Sa Hye-jun bertemu dengan Jeong-ha yang kemudian ternyata Jeong-ha adalah fans Hye-jun (klise ya).

Ekspektasi Sebagai Orang Tua

Dalam drama ini ada beberapa sudut pandang sebagai orang tua. Orang tua Sa Hye-jun dan orang tua Won Hae-hyo. Sebagai orang tua, kita terkadang merasa tahu lebih banyak tentang hidup ini dan punya pandangan dan harapan buat anak-anak kita.

Sebagai orang tua kita terkadang seperti orang tua Sa Hye-jun yang cari aman dan menyarankan anak untuk menyerah saja kalau memang terlihat tidak mungkin. Tapi kadang kita juga terlalu ambisius seperti orang tua Won Hae-hyo.

Setiap kasus tidak selalu sama, tapi sebagai orang tua yang mendukung anak, ada batas umur tertentu di mana kita perlu memberi kepercayaan kepada anak untuk memutuskan apa yang akan menjadi pilihan hidupnya. Tidak ada jaminan kita paling benar, tapi mendukung itu terkadang bisa berupa memberi kepercayaan akan usaha yang dilakukan oleh anak kita dan bukan terlalu mengatur segalanya.

Sebagai orang tua kita akan selalu punya ekspektasi, tapi kita perlu juga menghormati pilihan anak, apalagi kalau mereka sudah cukup umur. Hidup mereka, mereka yang jalani. Kita beritahu resikonya, biar mereka yang memutuskan.

Antara Karir dan Cinta

Obrolan kami sebenarnya ada bonus-bonus ngomongin artis lain, seperti halnya antara Leeteuk Super Junior  dan Kang So-ra yang pernah menjalin hubungan walau usia berbeda 7 tahun. Kami juga membahas Kim Tae-pyung alias Hyun bin yang pernah dilarang orang tuanya untuk menjadi artis dan harus menyelesaikan sekolahnya walaupun ingin jadi artis. Bahkan ada pembahasan tentang Chenye Exo. Lengkapnya dengarkan saja obrolan podcastnya ya.

Tapi hal yang paling disesali dari drakor Record of Youth ini adalah karena Sa Hye-jun dan Ahn Jeong-ha harus memilih antara karir dan cinta. Drakor ini menggambarkan bagiamana seorang artis juga mempunyai kehidupan pribadi dan tidak semuanya seharusnya diatur oleh penggemar. 

Terkadang seorang artis juga bisa memilih pasangan yang bukan dari level yang sama. Tapi, nyatanya memang saat ini banyak penggemar yang sangat posesif dengan idolanya. Setidakyadrakor ini berhasil menyadarkan lendyagasshi untuk tidak lagi menjadi penggemar yang possesif, dan semoga saja banyak penggemar kdrama juga menerima realita kalau artisnya juga punya kehidupan pribadi dan jangan cepat percaya dengan berita.

Seperti saya sebutkan, sayang sekali kalau diakhir cerita ini, Sa Hye-jun yang sudah berumur 30 tahun dan menyelesaikan wamilnya dan juga masih cukup terkenal tidak bisa lagi bersama dengan Ahn Jeong-ha. Demikian juga dengan Ahn Jeong-ha yang sudah cukup sukses dalam karirnya menjadi make-up artis yang punya nama bahkan punya asisten, tapi ya tidak bisa bersama dengan Sa Hye-jun. Padahal mereka cukup saling mengerti kesibukan satu sama lain. Tapi mereka memang lambat laun jadi sering menahan perasaan dan jadi tidak bisa menjadi diri sendiri karena ada kesan sama-sama tidak ingin menyusahkan yang lain.

Bagaimana dengan sahabat-sahabat Sa Hye-jun? Won Hae-hyo berhasil menjadi lebih mandiri dan lepas dari bayang-bayang ibunya dan menentukan arah karirnya sendiri. Kim Jin-woo berhasil memulai membuka studio foto kecil-kecilan dan tentu saja klien utamanya adalah 2 sahabatnya yang model dan sudah jadi aktor yang cukup terkenal.

Penutup

Kalau kamu sudah menonton drama ini, pasti punya banyak pelajaran lain yang dipetik dari drama ini. Kalau kamu belum menonton drama ini, kami sih merekomendasikan untuk menonton drama ini kalau ingin melihat perjuangan anak muda mencapai mimpinya.

Kenyataannya, saat ini memang banya artis yang memutuskan tidak menikah (atau belum?) karena mereka selalu merasa tidak punya waktu untuk pasangannya dan ingin fokus di karirnya saja. Beberapa akhirnya berani memutuskan menikah, tapi akhirnya ada juga yang bubar karena kesibukan masing-masing. Tapi kalau sampai usia jelang 40 tahun masih tetap seorang diri dan bilang masih mau mengejar karir? Saya sih kasihan dengan mereka karena sepertinya tidak ada habisnya ya yang dikejar.

Mungkin drama ini berusaha sangat realitis dengan tidak memberikan akhir yang bahagia untuk kisah cintanya dan memberikan kesuksesan dalam karirnya. Padahal sih harapan pemirsa, dengan adanya usaha dan komitmen, di usia 30 kita sudah bisalah memikirkan untuk memiliki pasangan. Manusia tidak dapat hidup seorang diri, apalah artinya harta kalau harus sendiri sampai tua? (ah ini sih pendapat pribadi banget).

Podcast ini tersedia juga di Youtube Channel Drakor Class

Ya udah deh, walaupun sudah kena spoiler habis-habisan, semoga masih tetap bisa menikmati menonton drakor ini ya Chingudeul.

Rhin

Blogger, Wife, Mom of 2 boys, Homeschoolers, Crafters, Nonton drakor (terutama romcom) untuk hiburan dan mencari ide untuk dituliskan. https://blog.compactbyte.com

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. Januari 6, 2021

    […] Kupas Tuntas Drakor Record of Youth […]

  2. Februari 27, 2021

    […] kali ini dipilih sebab terinspirasi dari drama Korea berjudul “Record of Youth” dan “True Beauty” yang tokoh utama wanita dalam ceritanya dikisahkan bekerja […]

  3. Maret 19, 2021

    […] Baca Juga : Kupas Tuntas Drakor Record of Youth […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: