Menilik Sejarah Perkembangan Hanbok dari Drama Sageuk

hanbok kccpkuu

Teman-teman yang sangat suka menonton drama Korea pasti pernah setidaknya menonton drama sageuk atau sejarah. Setiap drama sageuk pastinya menampilkan cerita dari sejarah korea terkait kerajaan maupun dari budaya, salah satunya pakaian.

Biasanya pakaian yang sering dipakai oleh orang-orang Korea di drama sageuk dinamakan Hanbok. Kata hanbok ini terdiri dari 2 kata yaitu 한 (han) yang berarti 한국  (hanguk) bermakna ‘Korea’ sedangkan 복 (bok) bermakna ‘pakaian’. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Hanbok adalah pakaian tradisional masyarakat Korea (tidak hanya Korea Selatan namun juga Korea Utara).  

Tonton juga obrolan Drakor Class bareng Arni tentang hanbok

Hanbok dari Masa ke Masa

Tampilan hanbok yang kita lihat sekarang sebenarnya telah mengalami berbagai perubahan sesuai zamannya. Dan biasanya di drama-drama sageuk yang latar belakang ceritanya diangkat dari suatu kerajaan, mereka akan menyesuaikan model hanbok yang digunakan sesuai dengan zaman yang diangkat. Untuk tahu lebih lanjut, kita bahas satu-satu dulu ya.

1. Masa 3 Kerajaan

Pada masa 3 kerajaan ini yaitu Goguryeo, Silla dan Baekje, hanbok masih terlihat seperti Hanfu yaitu pakaian tradisional dari Cina. Hanbok pada masa 3 kerajaan ini sangat berbeda jauh dari yang kita kenal sekarang. Model hanbok saat itu masih sangat lebar dan dalam serta sangat mudah untuk melihat unsur Cina nya. Jika teman-teman pernah menonton drama Queen Seon Duk yang mengambil latar belakang kerajaan Silla, bisa dilihat bagaimana tampilan hanbok masa itu masih sangat mirip sekali dengan hanfu

2. Masa Kerajaan Goryeo

Pada masa ini, Kerajaan Goryeo menandatangani perjanjian dengan Kerajaan Mongol. Pernikahan raja Goryeo dengan Ratu Mongol menyebabkan terbawanya pengaruh budaya Mongol ke Goryeo, salah satunya dalam pakaian. Sehingga hanbok pada masa ini Chimanya menjadi sedikit lebih pendek dan Jeogori diikat ke bagian dada dengan pita yang lebar sehingga baju terlihat sedikit lebih ramping

Seperti yang terlihat pada hanbok yang dikenakan oleh IU dalam drama Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo, pita lebar yang mengikat di pinggangnya menjadi identitas tersendiri pada hanbok di zaman Goryeo. Meskipun masih ada pengaruh hanfunya yaitu lengan yang besar, namun sudah menunjukkan sedikit perubahan.

3. Masa Kerajaan Joseon

Hanbok yang ada di masa modern ini mengikuti masa Joseon. Pada masa Joseon sudah mengalami banyak sekali perubahan. Model hanbok sudah banyak meninggalkan pengaruh dinasti Cina sehingga pakaiannya menjadi lebih ketat dan diperpendek terutama di bagian Jeogori.

Drama The Tale of Nokdu dan Mr. Queen sama-sama mengambil latar belakang kerajaan Joseon. Sebagaimana yang bisa dilihat kedua model hanbok yang dipakai cukup ketat namun tetap memunculkan kesan  indah dan wibawanya. Terutama unsur pita yang melekat di tata menjadi salah satu ciri khas hanbok pada zaman Joseon ini.

Buat yang menonton Mr. Queen dan penasaran dengan Raja Cheoljong

4. Masa Modern

Hanbok yang sekarang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari terbawa pengaruh dari zaman Joseon yang lebih ketat. Namun tentunya desain hanbok pada masa ini sudah mengikuti trennya sehingga terdapat berbagai perpaduan. Di masa modern ini pun, hanbok tidak lagi dikenakan di kehidupan sehari-hari sebagaimana di zaman dahulu, melainkan hanya digunakan pada acara-acara tertentu, seperti upacara, pernikahan, festival maupun acara penting lainnya.

Beberapa jenis hanbok yang dipakai di istana

Selain hanbok yang ditunjukkan di atas sesuai perkembangan zaman, hanbok pada masa kerajaan memiliki jenis yang lainnya. Tidak hanya dari bentuk model hanbok, namun dari motif hingga warna yang digunakan tidaklah sembarangan serta memiliki makna tertentu. Untuk dapat memahaminya, mari kita lihat beberapa jenis hanbok lain yang sering di pakai di dalam istana.

1. Durumagi

Sebenarnya durumagi adalah pakaian yang biasanya dikenakan ketika musim dingin atau sebagai penghangat. Hanbok ini memiliki ciri khas yaitu jeogori yang panjang dan terbuat dari bahan yang sangat tebal.

hanbok musim dingin (sumber: hipwee.com)

2. Dangui

Hanbok ini biasanya digunakan oleh keluarga kerajaan. Ciri khas dari dangui ini adalah jeogori yang bagian depan sangat panjang sehingga memungkinkan untuk menyembunyikan tangan dibaliknya.

Pada dangui terdapat motif-motif khusus, terutama di tengah jeogori yang memiliki filosofi tersendiri. Untuk ratu sendiri biasanya terdapat simbol naga berwarna emas yang mana simbol itu tidak boleh digunakan oleh orang lain kecuali ratu.

Untuk selir, putri kerajaan sebenarnya juga terdapat desain pada tengah jeogori namun yang membedakan adalah simbol yang digunakan.

Selain untuk selir, ratu dan putri kerajaan, Ketua dayang juga menggunakan dangui namun tidak ada motif maupun simbol apapun sehingga hanya dangui polos saja. Ini pun juga dilakukan agar dapat membedakan para dayang dengan masyarakat kelas bawah.

Meskipun dayang tugasnya adalah melayani namun mereka hidup dalam Istana dan melayani keluarga kerajaan sehingga mereka memiliki pangkat tersendiri.

3. Hwarot

Hanbok ini digunakan ketika ada kegiatan upacara pernikahan.  Pada hwarot banyak sekali motif serta simbol yang memiliki maknanya tersendiri, seperti phoenix, matahari, gunung. Biasanya hwarot memiliki aksen warna biru, merah dan kuning

Hwarot untuk pernikahan
Hwarot

4. Jeokui

Pakaian satu ini adalah pakaian kebesaran sang ratu. Biasanya pakaian ini digunakan ketika ada acara-acara tertentu. Jeokui ini sendiri memiliki makna ‘burung’ karena motif yang digunakan adalah burung. Untuk ratu biasanya warna jeokui yang dikenakan adalah warna merah.

Sekian itu saja beberapa perkembangan hanbok dari drama sageuk. Mana tau teman-teman jadi bisa lebih mengetahui drama sageuk yang teman-teman  tonton mengambil latar belakang kerajaan mana saja lewat hanbok yang dikenakan oleh pemainnya.


Tentang Penulis

ARNI ANGGRAENI

Just an ordinary international relations student and a founder of Korean Culture Club Pekanbaru that has big interest in Korean language , culture and diplomacy

Instagram: @anggraeniarni

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: