Review Film The Call (2020): Sudah Move On Belum?

Poster Film The Call (2020)

Halo sahabat Drakor Class. Bagaimana hari-hari kalian di awal tahun 2021? Adakah yang belum merumuskan resolusi di tahun ini? Atau jangan-jangan masih ada diantara teman-teman yang belum bisa move on dari tahun 2020? Rasanya kalian ingin kembali ke persitiwa di tahun 2020 dan berharap semua itu tidak terjadi? Untuk sahabat Drakor Class yang masih terbayang-bayang dengan peristiwa di masa lalu, coba deh nonton film yang satu ini, The Call (2020).

Change. Everything changes with one phone call.
Answer. Who told you to hang up?
Link. The irrevocable link/relationship.
Live. Young Sook, I think you’re gonna die tonight.

Kutipan diatas adalah empat kata kunci yang dibentuk dari judul film (CALL) yang akan dibahas kali ini. Empat kata tersebut disampaikan pada saat acara konferensi pers film The Call pada tanggal 17 Februari 2020 di CGV Apgujeong Seoul. Dari keempat kata tersebut, jalan cerita dari film ini dapat tergambarkan.

Masa lalu, saat ini dan juga masa depan dapat berubah hanya karena panggilan telepon. Kenapa panggilan teleponnya dijawab? Semua persitiwa yang terjadi dan menimpa semua tokohnya, tidak dapat dikembalikan lagi. Bagaimanakah akhirnya? Hidup atau mati?

Wow… Apakah sahabat Drakor Class dapat merasakan ketegangannya?

Filmografi

Poster Film The Call
Sumber gambar: Netflix
Poster Film The Call
Sumber gambar: Netflix

Judul: The Call / Call
(콜/Kol)
Genre: Thriller
Director/Writer: Lee Chung Hyun
Produser: Jeong Hui Sun
Perusahaan Produksi: Yong Film
Distributor: Next Entertainment World / Netflix
Rilis: 27 November 2020
Durasi : 114 menit

Pemeran Utama:
– Park Shin Hye sebagai Kim Seo Yeon
– Jeon Jong Seo sebagai Oh Young Sook
– Kim Sung Ryung sebagai Eun Ae (Ibu Kim Seo Yeon)
– Lee El sebagai Ja Ok (Dukun, Ibu angkat Oh Young Sook)
– Oh Jung Se sebagai Sung Ho (Petani Strawberry)
– Park Ho San sebagai Ayah Kim Seo Yeon
– Lee Dong Hwi sebagai Baek Mi Hyun (Polisi)

Rating: 8 (dari skala 1-10)

Trailer

Lihat Trailer nya kalau belum yakin seru nya film ini

Debut Lee Chung Hyun sebagai Sutradara

Konferensi pers film the call
Sumber gambar: TV Report
Konferensi pers film the call (Sumber: TV Report)

Sahabat, silahkan perhatikan baik-baik foto di atas. Adakah yang bertanya-tanya, siapakah lelaki yang berdiri di tengah dan dikelilingi para aktris itu? Ah mungkin, lelaki yang memiliki wajah tampan itu seorang aktor pendatang baru? Eitss…. Jangan salah! Lelaki yang berdiri di tengah itu adalah sang sutradara. Iya, lelaki itu adalah sutradara Lee Chung Hyun yang membuat film The Call (2020). Nantikan pembahasan tentang sang sutradara di tulisan berikutnya.

The Call (2020) menjadi film komersil untuk debut pertama sutradara Lee Chung Hyun. Premis film ini dibuat berdasarkan film British-Puerto Rican supernatural horor yang disutradarai oleh Matthew Parkhill, The Caller (2011). Film the call sebenarnya dijadwalkan untuk tayang Maret 2020 di bioskop. Akan tetapi dikarenakan pandemi, penayangannya pun ditunda. Hingga akhirnya film the call pun mulai ditayangkan melalui Netflix pada tanggal 27 November 2020.

“Aku harap penonton bisa duduk santai di sofa mengikuti ceritanya tanpa prasangka apapun tentang filmnya. Anda akan terbenam dalam pengalaman menonton film thriller yang akan membuat jantung anda berdebar kencang.”

-Sutradara Lee Chung Hyun

Kutipan diatas adalah pesan dari sutradara Lee Chung Hyun yang sebaiknya kita ingat baik-baik saat memutuskan untuk menonton film ini. Jangan berprasangka apapun tentang filmnya. Menonton saja dengan tenang, ikuti saja jalan ceritanya.

Sinopsis

Film ini bercerita tentang dua orang perempuan yang terhubung melalui sambungan telepon meskipun berbeda waktu selama dua puluh tahun. Kim So Yeon (Park Shin Hye) yang hidup di tahun 2019 (masa kini) dan Oh Young Sook (Jeon Jong Seo) yang hidup di tahun 1999 (masa lalu). Dari sambungan telepon itulah banyak hal yang terjadi diantara mereka, bahkan sampai merubah kehidupan mereka di masa lalu maupun masa kini.

Masa lalu Vs Masa Kini
Sumber gambar: Netflix
Masa lalu Vs Masa Kini
Sumber gambar: Netflix

Gara-gara ketinggalan Handphone

Di tahun 2019, Kim So Yeon (Park Shin Hye) mengunjungi ibunya yang sedang sakit. Ia memutuskan untuk tinggal di rumah masa kecilnya di pedesaan. Kondisi rumah masa kecilnya itu agak kurang terawat karena sudah lama tidak ditinggali. Kemudian ia menyadari bahwa ia kehilangan handphonenya diperjalanan. Ia pun mencoba untuk menghubungi handphone miliknya dengan telepon kuno yang ada di rumah masa kecilnya itu.

Kemudian sejak saat itu, selama ia tinggal di rumah masa kecilnya, ia mulai mendapatkan panggilan telepon dari seorang perempuan yang tak dikenalinya. Perempuan itu terus menghubungi Kim So Yeon (Park Shin Hye) dan ia mengatakan bahwa ia disiksa oleh ibunya.

Saya jadi ingat dengan KDrama Kairos yang saya dengar juga ada kemiripan soal telepon dan 2 timeline cerita yang berbeda tapi terkait.

Oh Young Sook dan Ibu angkatnya
Sumber gambar: Netflix
Oh Young Sook dan Ibu angkatnya
Sumber gambar: Netflix

Kim So Yeon (Park Shin Hye) pun menjadi penasaran. Ia kemudian menginvestigasi rumah masa kecilnya itu. Ia menemukan sebuah ruangan rahasia di balik tembok. Ia pun menemukan barang-barang peninggalan seorang perempuan. Hingga akhirnya ia mengetahui bahwa barang-barang tersebut milik perempuan yang sering meneleponnya. Perempuan itu pernah tinggal di rumah yang saat ini tengah ditempatinya. Perempuan itu adalah Oh Young Sook (Jeon Jong Seo) dari tahun 1999.

Kim So Yeon menemukan ruangan rahasia di rumahnya
Sumber gambar: Netflix
Kim So Yeon menemukan ruangan rahasia di rumahnya
Sumber gambar: Netflix

Mereka pun akhirnya saling berkomunikasi dan bertukar infomasi tentang kehidupan mereka masing-masing. Layaknya sahabat, mereka saling bertukar cerita dan juga kesukaan terhadap musik. Oh Young Sook pun bercerita bahwa dia adalah anak yatim piatu yang hidup dengan ibu yang mengadopsinya. Ibu angkatnya adalah seorang dukun (shaman) yang sering menyiksanya. Sedangkan Kim So Yeon bercerita bahwa ia kehilangan ayahnya dalam kebakaran saat ia kecil. Kebakaran tersebut terjadi di rumah lama mereka. Semua itu terjadi dikarenakan keteledoran ibunya. Diam-diam selama ini Kim So Yeon selalu memendam perasaan ‘menyalahkan’ ibunya akan kejadian tersebut.

Usaha mengubah Masa Lalu

Mengetahui hal itu, Oh Young Sook mencoba merubah masa lalu Kim So Yeon dengan menyelinap keluar dari rumah. Ia berusaha untuk mencegah kebakaran yang akan mengakibatkan ayah Kim So Yeon meninggal. Saat itu, Oh Young Sook pun mengetahui fakta bahwa kejadian kebakaran tersebut penyebabnya bukan seperti prasangka Kim So Yeon selama ini.

Usaha Oh Young Sook pun berhasil, masa lalu Kim So Yeon berubah. Kehidupan masa kini Kim So Yeon pun ikut berubah. Ayahnya masih hidup. Ibunya sehat. Mereka bertiga tinggal bersama di rumah masa kecilnya. Kondisi rumah masa kecilnya pun mewah dan terawat. Kehidupan masa kini Kim So Yeon membaik. Tapi tidak dengan kehidupan Oh Young Sook. Ia masih saja dihukum dan disiksa oleh ibunya. Oh Young Sook pun akhirnya merasa kesal dan marah kepada Kim So Yeon.

Adegan tokoh utama dengan orang tua masing-masing. 
Sumber gambar: Netflix
Adegan tokoh utama dengan orang tua masing-masing.
Sumber gambar: Netflix

Kim So Yeon pun akhirnya merasa tidak enak, karena ayahnya bisa hidup kembali berkat Oh Young Sook. Akhirnya ia pun mencari tahu di internet tentang kondisi Oh Young Sook di masa depan. Ia pun mengetahui bahwa Oh Young Sook akan mati di masa depan. Oh Young Sook akan dibunuh oleh ibu angkatnya sendiri dalam proses praktek pengusiran setan. Kim So Yeon pun segera memperingatkan Oh Young Sook tentang hal itu. Hingga akhirnya masa lalu berubah. Oh Young Sook pun berhasil menyelamatkan dirinya. Ia terbebas dari ibu angkatnya.

Efek Kupu-kupu

Masa depan pun akhirnya perlahan-lahan ikut berubah. Kim Seo Yeon mulai menyadari apa yang terjadi. Terutama ketika ia mulai merasakan kehilangan orang-orang yang ada disekelilingnya. Seperti sosok petani Strawberry yang tiba-tiba menghilang dari masa kini. Kim So Yeon pun bertanya kepada Oh Young Sook tentang apa yang terjadi dan apa yang ia lakukan. Ia pun mulai menyadari bahwa orang-orang disekelilingnya menghilang karena ulah Oh Young Sook. Kim So Yeon pun marah dan kesal, ia mulai menghindari untuk menjawab telepon dari Oh Young Sook. Begitu pun dengan Oh Young Sook, kemarahannya kepada Kim So Yeon semakin menjadi.

Di tahun 1999, Ayah Kim So Yeon mengunjungi rumah Oh Young Sook bersama Kim So Yeon kecil untuk membeli rumah. Kesempatan ini tentu saja langsung dimanfaatkan Oh Young Sook untuk mengancam Kim So Yeon dimasa depan. Oh Young Sook ingin mengetahui apa yang terjadi pada dirinya. Oh Young Sook pun terus meneror Kim So Yeon dengan meninggalkan berbagai macam pesan agar dia mengangkat teleponnya di masa depan.

Saat kedua karakter utama saling menelepon
Sumber gambar: Netflix
Saat kedua karakter utama saling menelepon
Sumber gambar: Netflix

Bagaimana respon Kim So Yeon? Apakah dia berusaha untuk mengalahkan Oh Young Sook? Atau dia memberikan informasi tentang masa depan kepada Oh Young Sook, meskipun tahu akan konsekuensinya? Bagaimana juga dengan keluarga dan kehidupan Kim So Yeon di masa depan? Pertanyaan tersebut tentunya akan lebih enak jika sahabat drakorclass temukan sendiri jawabannya dengan menonton filmnya. Sahabat Drakor Class harus merasakan sendiri bagaimana sensasi ketegangan dari setiap perubahan alur cerita yang terjadi. Ayo, segera atur waktu untuk menonton film ini di Netflix.

Kelebihan Film The Call

1) Tokoh utama perempuan yang kuat

Poster  Karakter Film The Call (2020)
Sumber gambar: Netflix
Poster Karakter Film The Call (2020)
Sumber gambar: Netflix

Film yang mengangkat cerita dengan tokoh utama perempuan di industri perfilman Korea itu masih sedikit. Jika adapun biasanya diangkat oleh sutradara perempuan. Karena itu keputusan sutradara Lee Chung Hyun untuk mengangkat tokoh utama perempuan bahkan dalam film debutnya patut diapresiasi. Ia memang ingin menampilkan karakter perempuan yang kuat, terutama karakter perempuan jahat (villain) di filmnya. Lee Chung Hyun sendiri terinspirasi dari karakter perempuan dalam film Kill Bill karya sutradara Quentin Tarantino. Lahirya film The Call membuktikan bahwa perempuan pun dapat memimpin alur film dan menghasilkan karya yang bagus.

2) Aktris dengan akting mempesona

Film The Call ini memiliki susunan para pemain yang solid. Park Shin Hye sebagai tokoh utama mencoba genre baru untuk menambah jam terbangnya dalam berakting. Ia bersedia bergabung dengan film ini karena tertarik dengan ceritanya. Dengan pengalamannya yang cukup banyak, ia sukses menghidupkan karakter Kim So Yeon dengan aktingnya. Ia dapat menampilkan bagaimana emosi Kim So Yeon setiap terjadi perubahan di alur kehidupannya. Baik itu kebahagiaan, kesedihan, ketakutan dan ketidak berdayaan karakternya.

Jeon Jong Seo sebagai aktris pendatang baru di industri perfilman telah mencuri perhatian dengan penampilan perdananya di film Burning (2018). Melalui film The Call ini, ia semakin menunjukkan kemampuannya dalam berakting. Jeon Jong Seo sukses memerankan karakter Oh Young Sook sebagai tokoh perempuan jahat yang kuat. Ia menunjukkan bagaimana ciri khas karakter Oh Young Sook dengan tatapan, tingkah laku bahkan suara tertawanya. Jeon Jong Seo berhasil membuat penonton bergidik dengan penampilannya.

Beberapa adegan di Film The Call (2020)
Sumber gambar: Soompi Forum
Beberapa adegan di Film The Call (2020)
Sumber gambar: Soompi Forum

Kim Sung Ryung sengaja dipilih oleh sutradara Lee Chang Hyun untuk memerankan ibu Kim So Yeon. Menurutnya, hanya Kim Sung Ryung lah yang dapat menunjukkan perbedaan ibu Kim So Yeon di masa lalu dan masa kini dengan baik. Ternyata memang benar, karakter ibu Kim So Yeon dapat ditampilkan dengan sangat baik oleh Kim Sung Ryung.

Aktris Lee El memang tidak terlalu banyak memiliki adegan di film ini. Akan tetapi kemunculannya jelas-jelas menimbulkan efek yang besar. Tidak hanya dengan aktingnya, ia pun berpartisipasi dengan tim kostum untuk menciptakan karakter Ja Ok yang misterius. Hadirnya tokoh ibu angkat yang berprofesi sebagai dukun (mudang) ini pun menambah kekayaan cerita. Dimana karakter Ja Ok ini dianggap bisa melihat masa depan. Hal ini lah yang mendukung tindakan tidak baik yang dilakukannya demi mencegah Oh Young Sook untuk hidup.

3) Sutradara detail dan tim yang solid

Sebagai seorang sutradara baru, Lee Chang Hyun sangat memperhatikan setiap detail di filmnya. Film The Call ini memiliki alur cerita yang tidak terduga. Alurnya berubah-ubah baik di masa lalu maupun di masa kini.

Transformasi Set, Efek CGI sampai Editing

Untuk menunjang semua perubahan itu, sutradara Lee Chang Hyun sangat memikirkan transformasi set yang terjadi di dalam satu rumah yang sama. Sutradara tidak hanya memikirkan perubahan suasana tempatnya saja. Tetapi juga memikirkan sesuai dengan emosional karakter dalam urutan waktu yang berbeda. Ia pun memikirkan keseimbangan yang terjadi agar emosi setiap karakter dapat tersampaikan dengan baik ke penonton. Hal ini juga yang cukup menyita waktu dan energi dalam proses pembuatan film The Call ini.

Namun tidak hanya transformasi set, suasana mencekam di dalam film ini pun sangat dibantu dengan sinematografi yang bagus. Mulai dari efek CGI hingga editing yang setiap perpindahannya sangat halus. Orang yang berada dibalik layar editing film ini adalah Yang Jin Mo, editor film yang juga mengedit film Parasite (2019).

Behind The Scene Film The Call (2020)
Sumber: Netflix
Behind The Scene Film The Call (2020)
Sumber: Netflix

Selain itu permainan warna menjadi salah satu unsur pembeda yang ada di dalam film ini. Dimana terdapat perbedaan warna yang diberikan pada adegan tertentu. Ketika Oh Young Sook muncul, warna latar yang muncul cenderung gelap. Ketidak nyamanan dan kegelisahan digambarkan dengan warna kuning yang suram. Perpaduan dengan warna merah pun memberikan perasaan ngeri. Serta warna sepia yang memberikan efek untuk menandai adegan masa lalu.

Sementara adegan Kim Seo Yeon lebih banyak menggunakan warna yang cerah, terutama ketika kehidupannya berubah menjadi baik. Warna kelabu pun muncul ketika dunia So Yeon berubah saat ia merasakan kehilangan, hampa dan kesepian. Tokoh dibalik layar dalam proses penentuan warna di film The Call ini dilakukan oleh Vanessa Taylor, seorang colorist yang pernah bekerja dalam pembuatan film Avengers: Age of Ultron (2015).

Musik Pendukung

Selain itu Dalpan, music director untuk film The Wailing (2016) terlibat juga dalam pembuatan film The Call. Standar audio dan musik dalam film ini diatur untuk penayangan di bioskop. Sayangnya perubahan platform yang terjadi, tidak dapat menunjukan bagaimana efek musik pada film ini. Maka pastikan anda menggunakan headset saat menonton film ini agar efek audio dan musiknya lebih terasa. Itulah beberapa bukti yang menunjukkan bahwa film The Call ini dibuat oleh tim yang berkualitas dan solid.

Kekurangan Film The Call

Ending di Film The Call?
Sumber gambar: Forum Soompi
Ending di Film The Call?
Sumber gambar: Soompi Forum

Diantara banyaknya kelebihan yang telah dipaparkan diatas, film the call ini memiliki sedikit kekurangan. Yaitu pada ending yang tak terduga. Di akhir film, penonton akan diberikan adegan akhir yang baik. Setelah bagian credit film muncul, ternyata ada adegan akhir lagi yang mencengangkan.

Ending tersebut memang sengaja dimunculkan di film ini. Ending itu tentunya akan menimbulkan berbagai macam pertanyaan dan rasa penasaran di benak penonton setelah selesai menonton film ini. Bagi sebagian penonton yang tidak menyukai ending seperti ini, maka ingatlah saran sutradara. Jangan memiliki prasangka apa-apa. Tonton saja dan nikmati jalan ceritanya sampai akhir.

Perbedaan The Call (2020) Dengan The Caller (2011)

Setiap karya tentu akan memiliki karakter dan kelebihannya masing-masing. Keistimewaan kedua film ini adalah memiliki premis yang sama dalam tema time-slip. Dimana tokoh utama dalam cerita bukannya bekerja sama untuk menyelesaikan sesuatu. Tapi justru malah saling membunuh, meskipun hidup dalam masa waktu yang berbeda.

Di film The Caller, tokoh yang hidup di masa lalu hanya ditampilkan suaranya saja. Berbeda dengan The Call yang sengaja mengvisualisasikan karakter yang hidup di masa lalu. Film The Caller mengangkat cerita pasangan yang berpisah sebagai bumbu ceritanya. Sedangkan di The Call sendiri, yang diangkat adalah hubungan antara ibu dengan anak. Kedua karakter utama di dalam kedua film sama-sama memiliki sisi gelap masing-masing.

Ada satu adegan di film The Caller yang memberikan penjelasan akan akibat jika masa lalu berubah dan hubungannya dengan masa depan. Hal itu memberikan penjelasan juga bagi penonton yang melihatnya. Namun di film The Call, penonton diajak untuk memikirkan dan merumuskan sendiri dari perubahan-perubahan yang terjadi di film. Yang jelas kedua film ini sama-sama memiliki ending yang tidak terduga.

Pelajaran Dari Film The Call

Dari film The Call, kita dapat mengambil pelajaran untuk menerima segala sesuatu yang terjadi pada diri dan kehidupan kita. Sepenggal cerita masa lalu yang mungkin tidak kita sukai, bisa jadi itu adalah hal yang memang terbaik bagi diri kita.

Dalam film The Call, Kim So Yeon berusaha untuk merubah masa lalunya. Ia memang sempat merasakan kebahagiaan di masa depannya, walaupun hanya sesaat. Tetapi perubahan itu justru membuat kehidupan masa kininya menjadi sangat menyedihkan dibandingkan kondisi sebelumnya.

Tatapan Kim So Yeon ketika menyadari apa yang terjadi 
Sumber gambar: Netflix
Tatapan Kim So Yeon ketika menyadari apa yang terjadi
Sumber gambar: Netflix

Jadi sahabat drakorclass, berdamailah dengan masa lalu mu. Terimalah apa pun yang terjadi pada hidupmu dengan penuh keikhlasan. Jadikan semua yang terjadi pada diri kita sebagai pelajaran untuk merencanakan masa depan yang lebih baik. Jangan lupa juga untuk selalu berusaha sebaik-baiknya dalam menjalani hidup di saat ini.

Nasvely

Seorang em(b)ak yang suka Korea dan mengambil pelajaran dari drakor. Belajar menulis tentang keluarga di blog https://saenasauqi.wordpress.com/
dan hiburan (drakor) di https://kupunyapedia.wordpress.com/

Baca Juga

2 Komentar

  1. Film yang bikin merinding gak siih..
    Ketika dihadapkan dengan dunia masa lalu…?!?

  2. […] lalu selalu bisa diubah untuk memperbaiki masa depan, yes? Seperti cerita film Park Shin Hye “The Call” yang bikin banyak orang susah move on […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

%d blogger menyukai ini: