yumi's cell 2

Yumi’s Cell 2, Ketika Passion Bertabrakan dengan Finansial

Belakangan ini saya lagi merampungkan sebuah drama yang realistis, rada lempeng, tapi tetep seru dan lucu, yakni Yumi’s Cell 2. Bagi yang udah nonton season pertamanya, pasti sudah paham sama konsep drama ini yang unik nan asyik.

Drama yang menggabungkan animasi sebagai ikon emosi karakternya dengan kehidupan tokoh utama Yumi emang enak dan seru untuk ditonton. 

Ada saja pergumulan emosional yang terjadi di dalam hati karakter drama Yumi’s Cell 2, sehingga sebagai penonton kita bisa memahami bahwa manusia dewasa emang banyak menyimpan jawaban di dalam benak saja dan mengeluarkan jawaban yang tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya. Hiks.

Keseruan Kisah Yumi’s Cell 2

yumi's cell 2

Meskipun, kisah ini merupakan lanjutan dari season pertama Yumi’s Cell, namun nggak masalah banget kok untuk mulai menonton dramanya langsung ke season dua seperti saya. Di season baru ini, Yumi menjalani hidup menjomblo di sebuah perusahaan mie sebagai tim marketingnya. 

Di sini, ia belajar untuk move on dari pacar pertamanya namun ternyata ia sudah didekati oleh pria baru dari perusahaan yang sama. Karena belum bisa move secara penuh, ia menolak ajakan kencan dari Yoo Ba Bi, rekan kerjanya. 

Karena pengalaman putus yang menyakitkan dari pacar pertamanya, sel cinta Yumi digambarkan luka-luka dan tidak sadarkan diri. Lucu banget, kan? Hihihi. Lambat laun, kelembutan dari Yoo Ba Bi akhirnya bisa mulai meluluhkan semua sel di dalam diri Yumi.

Karena Yoo Ba Bi ini emang cute, ganteng, dan so swit, sudah jelas sel cinta Yumi memutuskan untuk kembali berani menerima cinta dari orang yang baru. Maka, di sinilah perjalanan cinta Yumi dimulai.

Meninggalkan Karir demi Mimpi di Yumi’s Cell 2

yumi's cell 2

Salah satu hal yang membuat saya kagum setengah mati adalah keberanian Yumi di drama ini yang berani resign di tempat kerja untuk memulai karir baru sebagai novelis. Asli sih, proses menulis untuk bisa bertahan hidup atau sebagai hobi bakalan terasa beda banget.

Di sini Yumi dengan gagah berani memutuskan untuk mengejar mimpinya di masa muda untuk menulis novel. Meskipun terkesan gigih dan berani, sebenarnya sel Yumi juga mengalami krisis.

Sel pelit yang suka menghitung uang seringkali bertengkar dengan sel penulis. Sudah tentu, sel pelit yang sekarat akan terus-menerus meneror sel penulis untuk segera menghasilkan karya yang bisa bernilai. Melihat kebimbangan sel emosi Yumi membuat saya jadi sangat terhibur. 

Bagaimanapun, manusia emang selalu seperti itu, mengalami dualisme dan kebimbangan atas sebuah keputusannya sendiri. 

Kondisinya makin sulit ketika karya Yumi tidak menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Sel pelit yang sudah jatuh miskin, kini mulai bertingkah dan makin mengerikan. Huhahahah (ketawa setan).

Kesan Pesan Menonton Yumi’s Cell 2

Konflik di dalam drama Yumi’s Cell 2 tentu nggak cuman tentang passion Yumi aja. Banyak juga konflik tentang dirinya dengan Ba Bi yang nampaknya mulai menanjak. Apalagi… sudah lah, saya nggak mau kebanyakan spill di sini. 

Ba bi emang cute dan manis banget karakternya. Tapi selayaknya manusia, ada kekurangan Ba Bi yang akan membuat Yumi kesal di episode-episode yang sudah agak jauh. Pertemuan Yumi dengan mantan pacarnya, Goo Woong, juga mungkin akan membuat penonton jadi ketar-ketir. 

Soundtrack lagu yang diputar ketika pertemuan Yumi dengan Goo Woong emang manis, sih. Lagu dari The Black Skirts yang berjudul Ling-Ling akan jadi nostalgia mereka yang pernah hidup bersama dan saling mencintai. Dengan lagu ini pula, mereka bertemu kembali dan bicara secara baik-baik.

Dari sini saya belajar banyak bahwa orang dewasa mestinya bisa memutuskan sebuah hubungan dengan cara yang baik dan sopan. Kedewasaan Yumi yang memahami kondisi Go Woong untuk minta putus tanpa penjelasan yang layak, kini jadi adegan manis di tengah malam bersalju, di hari natal.  Uwooo.

After all, saya approve banget sama drama Yumi’s Cell 2. Oke banget untuk dinikmati nyambil nyetrika baju suami yang menumpuk. 

Baca juga: Kesan Pertama Nonton Yumi’s Cells, Berkenalan Dengan Berbagai Emosi


Posted

in

,

by


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Artikel Terbaru

%d blogger menyukai ini: