Komunikasi Produktif ala K-Drama Mr. Queen

mr queen kdrama

Gimana sih jadinya kalau chef Blue House jaman jigeum terhempas jiwanya ke tubuh Ratu jaman Joseon?

Banyak adegan kocak yang bikin ngakak so hard. Tapi, kali ini saya tak akan membahas tentang sinopsis drama Mr. Queen. Saya tertarik membahas komunikasi produktif yang terjadi antara pasangan suami istri yang direpresentasikan oleh Ratu dan Raja.

Baca Juga: Mr. Queen dan Nostalgia Drama ‘Tertukar Jiwa’

Benci jadi Cinta

Raja marah karena salah paham sama Ratu
Raja marah. Salah paham sama Ratu. (Sumber: Soompi)

Klasik memang, tapi di awal cerita, Raja sangat membenci Ratu dan mengelompokkannya ke dalam kubu musuh yang harus dilenyapkan. Raja bahkan berniat membunuh Ratu sendiri. Tapi, kemudian ia berubah pikiran. Kenapa? Karena ternyata Ratu tak seperti yang ia pikirkan dan sangkakan. Ia berbeda. Seiring berjalannya waktu, Raja pun jatuh hati pada sosok Ratu ini.

Kok bisa Raja dapat kesan berbeda? Ada 5 faktor komunikasi produktif pada pasangan yang telah dilakukan Ratu dan Raja.

Jujur

Karena Ratu JUJUR mengungkapkan pikiran dan isi hatinya. Ratu tak menyembunyikan atau berpura-pura. Inilah salah satu koentji komunikasi produktif bagi kita, khususnya bagi pasangan, Jujur. Dengan kata lain Ratu dan Raja saling berkomunikasi dengan menggunakan kalimat yang jelas. Bahkan, mengklarifikasi maksud dan prasangka yang ada.

Ayo chingudeul, selama ini kita masih suka kode-kodean sama pasangan atau sudah dalam fase jujur mengatakan apa mau kita, apa maksud kita? Karena laki-laki tak mengerti kode wanita. Tak bisa menebak mau wanita.

Wanita yang lain di kata lain di hati. Bilangnya mau pergi, tapi sebenarnya ingin ditahan agar tak pergi. Wanita yang bilang kuat, tapi sebenarnya ingin dipeluk hangat. Misuh misuh mengeluh tentang pekerjaan rumah, padahal hanya ingin dengar apresiasi dari penghuni rumah.

Timing

Tak semua hal harus disampaikan segera. Kita juga harus melihat timing, waktu yang tepat untuk menyampaikannya. Beberapa kali Raja dan Ratu janjian untuk bertemu, dengan begini mereka sudah mempersiapkan diri untuk berkomunikasi.

Sama halnya dengan kita, kalaulah ingin berkomunikasi dengan pasangan, coba alokasikan waktu. Bisa dengan pillow talk setelah anak-anak terlelap, atau juga saat quality time bersama suami.

Jangan sampai mengeluh atau ngomel ketika suami baru pulang kerja seharian. Bayangkan bagaimana jika kita diposisinya, sudah penat seharian berjibaku dengan urusan pekerjaan, belum lagi capek di jalan kalau sekarang masih Work From Office, atau ada masalah di tempat kerja yang belum selesai. Eh, sampai di rumah, disambut dengan omelan panjang dan muka masam. Tak terbayang kesal dan sedihnya.

Saya ingat salah seorang guru pernah bercerita tentang baiknya memberikan kabar kala suami pulang, dalam perjalanan. Ini diperuntukkan agar istri bisa mempercantik diri dulu sebelum suami pulang. Suami pun bisa melihat senyuman, riasan, dan pakaian terbaik istrinya tersayang. Begitu pun sebaliknya, salah seorang guru yang terkenal bahkan bercerita, beliau selalu mandi sebelum pulang ke rumah. Beliau ingin istri dan anak-anaknya menyambutnya saat ia dalam keadaan terbaik. Luar biasa bukan?

Intonasi dan Gesture

Mama Dragon hujan-hujanan. Happy turun hujan. Ekspresif banget ya.
Mama joget-joget di tengah hujan. Happy karena turun hujan. TvN

Bagi chingu yang menonton Mr. Queen, sangat terlihat bukan bagaimana ekspresifnya sang Ratu. Pesan yang disampaikan lewat lisannya menyatu dengan intonasi dan gesture tubuhnya.

Guru besar Emeritus Psikologi UCLA, Albert Mehrabian menyatakan bahwa aspek verbal hanya berdampak 7% bagi komunikasi produktif, intonasi suara dan gesture tubuh yang memiliki dampak lebih besar, yakni 38% dan 55%.

Jadi, kalau ingin menyampaikan pesan pada pasangan, atau orang lain, jangan lupakan intonasi dan gesture tubuh kita, chingu. Manalah orang akan percaya kalau kita tak berbohong, tapi suara sepoi-sepoi, mata berkelana kemana-mana. Manalah pasangan akan percaya kalau kita tak marah, jika intonasi suara tinggi dan mata melotot. Wkwkwk.

Ingatkah chingu saat Kim So Yong alias Ratu sebelum dirasuki chef, pernah menyampaikan pada Raja bahwa Raja harus menyukainya. Maksud So Yong, agar ia dan Raja bisa bekerja sama memberantas keburukan yang bercokol di kerajaan. Tapi, yang ditangkap oleh Raja adalah perintah. Ya gak maulah. Raja pun pergi meninggalkan So Yong seorang diri.

Komunikasi Mata

Tatapan mata Raja bilang Raja happy memperlihatkan buku rangkumannya pada Mama.
Dari tatapan Raja tak diragukan kalau Raja lagi happy. TvN.

Pepatah bilang, “Mata adalah jendela hati”. Coba perhatikan tatapan Ratu pada Raja dan sebaliknya. Kalau buat saya, tatapan Raja sangat khas. Kim Jung Hyun berhasil membuat netizen ikut bisa menebak apa yang ia rasakan melalui tatapan matanya.

Kita pun sama bukan? Bagaimana mata kita kala sedih tentu berbeda dengan saat kita senang. Bagaimana mata kita saat terkejut berbeda dengan saat bingung.

Saat berkomunikasi, jangan lupakan eye contact pada pasangan komunikasi kita. Biarkan lawan bicara kita tahu apa yang kita rasakan. Apalagi dengan pasangan, apalah yang mau kita sembunyikan. Justru kita dipertemukan untuk bisa berbagi tak hanya kebahagiaan tapi juga tantangan kehidupan yang datang.

Pasangan hidup alias suami ya buk, catet. Hehe. Jomblo jangan baper yak.

Tanggungjawabku

Terakhir, diterima atau tidaknya pesan komunikasi adalah tanggungjawab sang pemberi pesan. Kalau penerima pesan tak paham maksud pesan, bukan salah sang penerima pesan. Itu berarti pemberi pesan harus mencari cara lain agar bisa berkomunikasi produktif. Agar sang penerima pesan paham maksud pesannya.

Ini membuat sang pemberi pesan memutar otak mencari cara lain yang lebih mudah dipahami oleh penerima pesan.

Itulah pesan bagi pasangan suami istri dalam berkomunikasi produktif ala drama Mr. Queen. Jangan lupa dipraktekkan ya.

Hana

Seorang perempuan yang senang mengambil pelajaran hidup dari drama korea. Ibu 3 anak yang senang menulis review drama dengan tema parenting, keluarga, suami istri.

Baca Juga

5 Komentar

  1. Komunikasi ini memang kudu mengenal pribadi seseorang tersebut yaa..
    Kalau hanya ketemu sekali dua kali langsung menyimpulkan, ini gak fair namanya.
    Dan semakin mengenal, semakin cinta. Aaih~

    1. paling susyah komunikasi dunia maya, gak bisa lihat gesture, hehehe

      1. Betul betul betul. Salah pahamnya besaaar

    2. Iya mbak.. Kenal karakter dlu yaa.. Baru bisa belajar memahami komprod bersamanya..

  2. Belajar bahasa cinta dari Mama ya. Indah sekali Mbak Lala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: