Kesan Pertama K-Drama “On the Verge of Insanity”

Poster Resmi K-drama "On the Verge of Insanity"

Chingudel, annyeonghaseyo. Jal jinaesseoyo?

Apa kabar semua? Semoga dalam keadaan sehat, berkecukupan, dan bahagia. Kali ini saya ingin mengulas drama yang sudah completed pada tanggal 26 Agustus 2021 lalu , tapi baru-baru ini saja masuk ke radar perdrakoran saya. Drama apakah itu?

On the Verge of Insanity.

Alias, di batas kegilaan, dalam bahasa Indonesia.

Drama besutan MBC ini dibintangi oleh (dari kiri ke kanan pada foto di awal artikel ini) Moon So Ri, Jung Jae Young, Lee Sang Yeob, dan Kim Ga Eun, dan mengambil setting sebuah perusahaan elektronik yang besar dan ternama.

Saya selalu menyukai drama dengan latar kehidupan perkantoran. Selain untuk bernostalgia, rasanya sangat asyik mengikuti sepak terjang para karyawan dan politik kantor yang harus mereka hadapi.

Bekerja di kantor bukan cuma soal getting things done, yeoreobun, tapi juga soal survival di tengah rimba orang-orang dengan berbagai ambisi pribadi dan kepentingan. Strategi berbicara, bertindak, dan mengambil keputusan perlu dipikirkan baik-baik demi mendaki tangga yang lebih tinggi.

Menonton drama ini mengingatkan saya akan “permainan catur” yang saya juga mainkan satu dekade lalu ketika masih berkarier. Meskipun baru menyelesaikan 6 dari total 16 episode, drama ini sangat menjanjikan dan pasti akan saya selesaikan di masa depan.

Premis Cerita

Cerita dimulai dengan karakter Dang Ja Young (Moon So Ri), seorang manajer di Departemen Human Resources yang sedang menawarkan paket pengunduran diri secara sukarela kepada para karyawan di sebuah perusahaan elektronik.

Karakter Ja Young digambarkan sangat dingin, tegas, tidak melibatkan emosi, sangat dihormati oleh anak buahnya, dan dipercaya penuh oleh atasannya. Memroses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ratusan orang bukanlah pekerjaan yang mudah, tapi Ja Young bisa menyelesaikannya dengan lancar.

Choi Ban Seok (Jung Jae Young) adalah salah seorang manajer yang ditawari dua opsi: mau mengundurkan diri atau pindah ke cabang lain dari perusahaan elektronik tersebut. Tempat Ban Seok bekerja sekarang telah diakuisisi oleh perusahaan lain. Hal ini menyebabkan banyak posisi dan tenaga kerja yang redundant sehingga perlu di-PHK.

Ja Young dan Ban Seok bernegosiasi tentang paket yang hendak diambil oleh Ban Seok.

Ban Seok adalah seorang manajer senior di divisi bisnis dengan gaji yang tinggi. Dia memiliki tanggungan ibu dan seorang anak perempuan sehingga tidak mau kehilangan pekerjaan. Ia memilih tetap bekerja di divisi peralatan rumah tangga sebagai engineer biasa walaupun dengan gaji lebih rendah.

Apakah Ban Seok dapat survive di Hanmyung Electronics, tempat kerjanya yang baru?

Potensi Konflik

Ban Seok kemudian ditempatkan di departemen yang membuat robot untuk vacuum cleaning. Sebagai engineer baru, Ban Seok sangat hands on dan mampu memberikan solusi untuk problem yang dihadapi oleh produk dari timnya.

Masalahnya, team leader departemen itu sangat sok, pendengki, dan pendendam. Ia tidak ingin kehilangan spotlight karena Ban Seok terbukti lebih cerdas dalam mengembangkan produk robot vacuum cleaner di departemen mereka.

Han Se Kwon (Lee Sang Yeob) dengan sengaja menyabotase produk robot vacuum cleaner yang sedang didemonstrasikan di depan para petinggi perusahaan. Ban Seok disalahkan dan terancam dipecat, kalau saja Ja Young tidak campur tangan.

Tak lama setelah Ban Seok pindah ke Hanmyung Electronics, Ja Young juga dipindahkan ke sana untuk menjalankan proyek selanjutnya: PHK massal karena ada pihak yang sudah tertarik untuk mengakuisisi Hanmyung Electronics.

Ternyata, Ja Young dan Se Kwon pernah menikah sebelum Se Kwon pindah ke Hanmyung Electronics dan menjadi bintang di situ karena berhasil menjual produk dengan nilai sales sangat tinggi.

Mereka merahasiakan hubungan mereka di masa lalu karena sekarang Se Kwon sedang berpacaran dengan Seo Na Ri (Kim Ga Eun) yang merupakan anak dari Direktur Hanmyung Electronics.

Hubungan segitiga yang rumit antara mantan suami, mantan istri, dan pacar baru si mantan suami.

Ja Young yang tahu betul gelagat suaminya kalau sedang berbohong mendesak Se Kwon untuk mengakui sabotase yang dia lakukan dan bertanggung jawab akan produk yang gagal didemonstrasikan. Ja Young yang selalu fair melakukan itu supaya Ban Seok tidak dipecat.

Ban Seok tidak sesabar itu. Dia mengkonfrontasi langsung Se Kwon dan akhirnya mereka terlibat dalam baku hantam yang menghebohkan seluruh perusahaan. Se Kwon yang merupakan sepupu dari Presiden Hanmyung Electronics membuat masalah di antara mereka menjadi semakin pelik.

Perjalanan Ban Seok Selanjutnya

Sebagai mantan manajer senior, Ban Seok memiliki banyak anak buah yang telah pindah duluan ke Hanmyung Electronics. Dia sangat dihormati dan disukai oleh banyak orang. Ban Seok juga disegani oleh direktur dan manajer-manajer senior di sana.

Untuk mencegah pemecatan Ban Seok dan kemungkinan perkelahian lagi dengan Se Kwon, Ban Seok dipindahkan ke Departemen Human Resources. Hal ini tentu ditentang habis-habisan oleh Ja Young yang menginginkan anak buah dengan pengalaman cukup di bidang HR.

Hari-hari pertama Ban Seok di Departemen HR jauh dari kata mudah. Sebagai mantan manajer senior Ban Seok memiliki kemampuan tinggi, tapi tidak ada satu pun kemampuan itu yang dimanfaatkan oleh Ja Young.

Ja Young malah menyuruhnya melakukan pekerjaan-pekerjaan remeh yang biasanya dilakukan oleh tenaga admin. Dua rekan kerja Ban Seok yang masih berusia 20 tahunan juga tidak begitu suportif.

Apakah Ban Seok akan bertahan di Hanmyung Electronics, atau akankah dia pindah pekerjaan? Apalagi Se Kwon masih mendendam dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyudutkan dan mencari-cari kesalahan Ban Seok.

Kesan Saya Akan Drama Ini

Untuk enam episode pertama, drama “On the Verge of Insanity” masih menarik untuk diikuti. Lika-liku pekerjaan di sebuah perusahaan elektronik dikupas tuntas, mulai dari pekerjaan sebagai teknisi untuk robot, untuk motor, maupun untuk pekerjaan administrasi seperti di HRD.

Isu kesetaraan gender dan kejadian pelecehan seksual di tempat kerja juga disisipkan dengan halus. Drama ini sangat relatable dengan kehidupan pekerja kantoran. Menonton drama ini membuat saya kontan senyum-senyum sendiri.

Been there, done that.

Jika K-Drama “Misaeng” dipenuhi oleh aktor dan aktris yang cakep dan cantik dengan visual yang memanjakan mata, maka drama ini sebaliknya. Drama ini dipenuhi oleh aktor dan aktris setengah baya yang mencoba menampilkan pergulatan tenaga kerja yang tidak lagi muda untuk bertahan di tengah serbuan pekerja yang baru lulus universitas.

Akting Jung Jae Young sebagai male lead dan Moon So Ri sebagai female lead tidak usah diragukan lagi. Jung Jae Young berhasil menaklukkan peran sebagai seorang manajer senior dengan krisis identitas dan keberartian dalam pekerjaan sebaik ia menaklukkan peran sebagai seorang penyelidik forensik yang judes di “Partners for Justice”.

Seperti halnya drama produksi MBC yang lain, drama “On the Verge of Insanity” ini sangat unik, tidak biasa, dan tentunya memberikan insight baru akan sebuah pekerjaan yang tidak lazim ditemui di drama Korea lainnya.

Jika kamu penyuka drama bertema kantoran, maka drama ini untuk kamu. Selamat menonton!

Cho Rijo

Penulis novel dan cerpen dalam bahasa Inggris.

Penggemar filsafat, traveling, taekwondo, piano, buku, film, dan tentu saja drama Korea.

rijotobing.wordpress.com

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: