The Witch’s Diner: Harga Sebuah Keinginan

the witch's diner

Pernahkah merasa kemalangan terus membuntuti hidup kita?
Pernah berpikir bahwa segala kesialan dalam hidup adalah kutukan, atau justru karma?
Pernahkah merasa bahwa apa yang kita pikirkan lama-lama menjadi kenyataan?   

Ya, itulah beberapa hal yang ingin disampaikan oleh web series The Witch’s Diner (2021) yang baru saja tamat pekan lalu. Sebagaimana web series biasanya, Witch’s Diner juga hanya terdiri dari 8 episode yang tiap episodenya berdurasi tidak sampai 50 menit. 

The Witch’s Diner merupakan drama yang diadaptasi dari novel populer dengan judul yang sama, karya penulis Goo Sang Hee (2016).

Dibintangi oleh Song Ji Hyo, Nam Ji Hyun, dan rising star Cha Jeong Hyeop, Witch’s Diner tayang di TVING dan bisa ditonton di Viki, Iqiyi, dan WeTV. 

The Witch’s Diner (TVING)
  • Drama: The Witch’s Diner (English title) / Come to the Witch’s Restaurant (literal title)
  • Revised romanization: Manyeosikdangeuro Oseyo
  • Hangul: 마녀식당으로 오세요
  • Director: So Jae-Hyun, Lee So Hyun
  • Writer: Goo Sang-Hee (novel), Lee Young-Sook
  • Network: TVING
  • Episodes: 8
  • Release Date: July 16 – August 13, 2021
  • Runtime: Friday 16:00

Saya menonton ini karena drama dark fantasy selalu menarik perhatian. Judul Restoran Penyihir (Bahasa Indonesia–red), cukup mewakili gambaran cerita sesuai trailer-nya: barang siapa yang makan di restoran milik penyihir, maka keinginannya akan terkabul. Pertanyaan selanjutnya: benarkah ada makan malam gratis? Berapa harga yang harus dibayar dari makanan bertuah itu? 

Bagaimana komentar saya sampai dramanya berakhir? Lanjut dulu baca ulasannya di bawah ya, chingudeul. Ucapkan mantranya dulu, hocus pocus! 

Review Singkat The Witch’s Diner 

Jung Jin (Nam Ji Hyun) dan ibunya tiba-tiba dapat hibah restoran mi dari pemilik sebelumnya, seorang kenalan lama. Tapi ternyata, si pemilik berbuat curang, dia membajak seluruh pegawai ke restoran barunya tepat di sebelah restoran lama yang kini dikelola Jin dan ibunya.

Padahal belum lama sebelumnya, Jin habis dipecat dari pekerjaannya sehingga keputusan mengelola restoran itu ia ambil dengan cepat. Tapi tak cukup sampai situ, pacarnya memutuskan Jin tanpa alasan saat ia menceritakan hidupnya yang sedang dirundung malang bertubi-tubi. 

Lengkap sudah kesialan hidup yang dialami Jin. Tambah lagi ibunya pergi ke kampung meninggalkannya sendirian. 

Ketika terpuruk putus asa di tengah restorannya yang sepi, seorang wanita cantik datang hendak menjadikan propertinya sebagai restoran baru. Jin ingin menolak, tapi pesona wanita tersebut terlalu memikat sehingga Jin setuju menyerahkan properti dan bersedia bekerja untuknya. 

The Witch’s Diner eps 1 (TVING)

Restoran Penyihir resmi membuka operasionalnya bagi siapa saja yang sudah lelah dengan hidup dan ingin mewujudkan keinginannya dengan cepat. Hidangan istimewa restoran ini dimasak langsung oleh sang penyihir, Joo Hee Ra (Song Ji Hyo) sesuai resep bahan-bahan keinginan, di mana tidak ada yang kuasa menolak kelezatannya. 

Tak terkecuali Jung Jin, yang punya banyak alasan untuk membalas orang-orang yang membuat hidupnya sial dengan menyantap Bloody Steak Revenge. Namun, benarkah setelah balas dendam hidupnya jadi lebih beruntung? Apakah Jin melakukan kesalahan dalam mengucapkan keinginannya? 

Beautiful Visual of The Witch’s Diner     

Sedari awal, vibes drama ini dari mulai poster dan posisi orang-orangnya mengingatkan saya sama Hotel Del Luna dengan opening mansion-nya Ko Moon Young di It’s Okay to Not Be Okay

Untuk unsur drama sihir, Witch’s Diner sudah cukup mewakili aura magic di sepanjang alur ceritanya, meski tanpa ayunan tongkat sihir dan mantra yang diucapkan. Ada istilah herbal dunia sihir yang sudah familiar di mata penonton seperti akar mugwort dan mandrake (yang keduanya di dunia nyata memang ada).  

Suasana sihir juga tambah lengkap dengan dekorasi restoran yang temaram dan misterius, botol-botol ramuan yang isinya asap warna-warni memenuhi panci, dan tidak lupa buku sihir yang berisi resep masakan sesuai keinginan.

Pakaian-pakaian yang digunakan di drama ini pun sangat desainer-style. Rupanya memang jadi trend baru di drakor belakangan ini, memanjakan visual di segala sisi. Visualisasi penyihir tidak lagi berhidung lancip bertopi runcing yang naik sapu terbang ya, hehe.  

Pemain The Witch’s Diner

Satu yang jadi kekaguman saya dari awal sampai akhir adalah betapa cakepnya Song Ji Hyo di sini, baik visual dan aktingnya. Tatapan mata yang tajam dan gesture elegan tapi kejam, penyihir banget!

Saya baru bertemu Song Ji Hyo di drama sebelumnya, Was it Love, tapi memang auranya di drama ini lebih kencang.

song ji hyo
Song Ji Hyo

Di usianya yang menginjak 40 tahun beberapa hari yang lalu, wajah Song Ji Hyo mencerminkan sosok yang mature, dan di drama ini diperkuat dengan make up bold dan suara yang berat. Bahkan saat cerita mundur ke masa di mana dia masih muda, visualnya tetap memukau. Tidak jadi berubah kinyis-kinyis yang bagaimana, tapi menunjukkan si penyihir muda dengan sisi muda-nya yang galau dan naif.  

Kehadiran bintang muda Cha Jeong Hyeop sebagai Lee Gil Yong di drama ini sebetulnya tidak terlalu signifikan, karena cerita lebih berputar di urusan hidup Jung Jin. Sehingga, Gil Yong, seorang anak SMA yang memutuskan berhenti sekolah dan bekerja di Restoran Penyihir pun nasibnya nggak jauh beda sama Pak Oh (Ha Do Kwon) yang merupakan asisten Joo Hee Ra ke mana pun dia pergi.  

Sedangkan untuk Nam Ji Hyun sendiri, cantik as usual, tapi tidak banyak tereksplor aktingnya sehingga saya masih mengharapkan penampilannya yang lebih baik daripada sekarang.  

Noona-dongsaeng romance yang dihadirkan di sini juga terkesan dipaksakan karena sepanjang waktu teringat si cowok belum lulus SMA, sementara Jin posisinya nggak jelas, udah noona-noona banget. 

Pelajaran Penting dari Witch’s Diner 

“Tanpa kesulitan, seseorang tidak akan tahu kebahagiaan yang dia miliki.” – Joo Hee Ra, Witch’s Diner 

Kalimat tersebut yang dikatakan Hee Ra ketika ibu Gil Yong memohon atas kebahagiaan anaknya. Hidup kodratnya harus seimbang, di mana setelah kesulitan ada kemudahan. There’s a rainbow after the rain. Bahkan tanpa ada campur tangan sihir di dalamnya, hidup sudah jadi keajaiban tersendiri. 

Kita diajari untuk tidak mengutuk keadaan ketika sedang terpuruk, melainkan melihat sesuatu dari sisi lainnya. Kita juga tidak bisa menilai kebahagiaan orang lain dengan kacamata kita sendiri. Bahkan, kita bisa saja merasa bahagia dengan melihat kebahagiaan orang lain.

Kehilangan yang kita rasakan, bisa jadi keajaiban buat orang lain. Ibunya Jin tabah menjalani hidup yang tersakiti karena dia menginginkan anak. Jadi, untuk bahagia dia harus mengorbankan perasaannya. Begitu pula kisah-kisah lain yang diceritakan dalam drama ini, semua mengandung hikmah yang bisa dipetik. 

Satu-satunya yang saya sesalkan dari drama ini adalah episodenya yang hanya 8, sehingga kurang terasa greget dan klimaksnya. Jadi butuh berkali-kali epilog untuk menceritakan adegan yang terlalu panjang jika dibuat secara kronologis. 

Bahkan saat menuliskan ini, saya masih tidak puas menontonnya karena masih ingin melihat kisah keajaiban-keajaiban lain. Menelisik setiap cerita orang itu seru, jadi tidak bosan dan bisa dibuat lebih seru lagi kalau ada hambatan dalam mewujudkan keinginan semisal orangnya menyesal atau nggak jadi makan. 

Ya, ya, namanya juga web series, yekaaann. Meski ada sejumlah hal yang masih jadi pertanyaan, saya harus puas mengakhiri drama ini sebagai tontonan alternatif di tengah drakor seru lainnya. 

Re Ra

Blogger.
Drakorians since 2018. Menulis review dan knowledge Korean drama-based. Meet me at www.dailyrella.com. Tidak fanatik aktor, genre, rating, lawas, atau baru.

Baca Juga

7 Komentar

  1. Terus, setelah nonton drama ini, aku jadi lumayan tertarik cari fakta mengenai Song Ji Hyo.
    Dan menemukan beberapa fakta seperti, Song Ji Hyo adalah gambaran wanita cantik dan idealnya Korea pada zamannya. Kecantikannya alami. Gitu bikin dia pantes banget pakai baju ala penyihir.

    1. Song Ji Hyo ini di drakor Was it Love terlihat seperti han ji min buatku, tapi di Witch’s diner terlihat berbeda. Tapi mungkin itu hanya perasaanku saja ya, hehe..

      1. Bisa jadi beda di drama ini karena riasan dan OOTD nya terkesan glamour. Aku jadi inget Lunmay.

    2. iya tapi kulihat IG-nya dia malah kayanya agak tomboy gitu sering pake topi kebalik dan gayanya cuek banget…

      1. Iya…
        Kepribadiannya mah santuy banget. Salah satu artis yang punya style kuat, anti-mainstream.

      2. orang cantik mah bebassss, pakai daster juga bakal nge-hits kali dasternya, hehehe

  2. aku sebenarnya pengen banget nonton drama ini
    tapi kenapa g ada di 3 aplikasi nonton yg aku punya, syedihhh

Tinggalkan Balasan ke Re Ra Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: