River Where The Moon Rises: Kerajaan Masa Lalu dengan Banyak Suku

river where the moon rises

Princess Pyeonggang adalah novel yang terbit pada 2010 karya sutradara dan penulis film Choi Sagyu (Wikipedia); yang kemudian diadaptasi menjadi drama Korea (drakor) sebanyak 20 episode dengan judul keren River Where The Moon Rises.

Tokoh Heroik On Dal

River Where The Moon Rises yang memviralkan tokoh heroik On Dal. Pada awalnya diperankan oleh Kim Ji Soo, tetapi karena bintang ini terkait skandal pembullyan pada masa lalunya, akhirnya peran On Dal diganti oleh Na In Woo)

Na In Woo cukup sukses menggantikan peran Kim Ji Soo sebagai On Dal sang Jenderal lugu dan pemberani kadang di beberapa episode bertingkah konyol, lucu plus memikat, intinya ngegemesin . . .  walaupun penulis merasa lebih sreg jika diperankan oleh Ji Soo.

On Dal dan Puteri Pyonggang (VIU)
On Dal dan Puteri Pyonggang (VIU)

Di samping peran On Dal yang memang cukup memikat juga pasangan bermainnya sebagai perempuan istimewa digambarkan sangat heroik yaitu pemeran Puteri Pyeonggang (Kim So Hyun).

Kisah panjang dua puluh episode tentang Puteri Pyeonggang tidak akan bosan kita tonton, karena sangat terkait tentang relasi manusia di antaranya hubungan ayah dengan anak yang terputus hampir delapan tahun, demikian hubungan Kakak dengan Adik, tentang kekuasaan, tentang strategi perang, tentang racun dan herba di kerajaan Goguryeo.

Kerajaan Goguryeo

Wilayah kerajaan Goguryeo  sangat memikat dengan pemandangan alam yang cantik, ada hutan, gunung batu, sungai demikian pun kisah potensi alam yang bisa memenuhi kebutuhan rakyat khususnya garam.

Penonton akan menikmati alam yang sangat indah  saat para tokoh menuju hutan, sungai atau bahkan medan perang, demikian ketika para perempuan yang ditawan (dijual) sindikat Hae Mo Yong menuju Kerajaan Silla, sepanjang jalan, penyimak dibawa pada kawasan yang menyenangkan untuk dikunjungi jika liburan tiba,  waw  . . . hehe!

Penulis kemudian merambah Wikipedia tentang Kerajaan Goguryeo;

Goguryeo adalah sebuah kerajaan kuno yang menduduki wilayah Manchuria dan sebelah utara Semenanjung Korea. Kerajaan Goguryeo termasuk ke dalam tiga kerajaan  bersama, yaitu  kerajaan Baekje dan Silla tentu saja merupakan kerajaan terbesar;  Goguryeo berdiri pada 37 SM dan berakhir pada  tahun 668 M

5 Suku di Kerajaan Goguryeo

Secara penelusuran dalam dialog-dialog antara tokoh-tokoh penting di Kerajaan Goguryeo, ada sekitar lima suku besar, yaitu :    

Suku Sunno. Sebagai Kepala Sukunya adalah Jenderal On Hyeop, ayahnya On Dal, yang difitnah Go Won Pyo sehingga Sang Jenderal dihukum mati satu paket dengan pembunuhan Ratu Yeon. Secara sistematis mereka tidak terlibat dalam pemerintahan disebabkan fitnah Go Won Pyo.

Adapun Go Won Pyo dan Go Goen puteranya berasal dari suku Gyeru yang sangat ambisi menduduki tahta kerajaan,  sehingga seringkali keduanya menciptakan intrik-intrik yang sangat berbahaya bagi kelanjutan Kerajaan. Terutama di saat Raja Pyeongwon  terus-menerus secara bertahap diracuni oleh Ratu Jin Bi bekerja sama dengan selingkuhan permanen Go Won Pyo.

Sedangkan Kerajaan Silla tokohnya adalah Hae Ji Weol yang memiliki anak sambung dan berperan sebagai penjual obat–obatan mujarab pada masa itu termasuk racun mematikan dijual di ibu kota kerajaan Goguryeo. Perempuan penjual obat itu adalah Hae Mo Yong yang diperankan oleh Choi Yu Hwa.

Suku Gwanno dan suku Jeollo dalam paparan visual belum penulis temukan paling tidak dua suku ini sempat dibicarakan secara sepintas saja dalam sidang atau rapat kerajaan.

Puteri Pyeonggang Hilang Ingatan

Yeom Ga Jin  adalah nama Puteri Pyeonggang yang dalam kisahnya ia menelusuri hutan–hutan wilayah kerajaan Goguryeo dan Lembah Hantu selama sekitar delapan tahun setelah ibundanya dibunuh oleh Go Won Pyo di depan Jenderal On Hyeop.

Go Won Pyo atau dikenal juga dengan sebutan Gochuga membunuh Ratu Yeon, dia membangun kesan pada para pejabat termasuk puteranya Go Geon,  bahwa pembunuhan tersebut merupakan perintah Raja yang notabene adalah suami Ratu Yeon.

Termasuk adanya fitnah dari para pembesar bahwa Ratu Yeon berselingkuh dengan Jenderal Wol Gwang, seorang jenderal Jeollo kebanggaan istana yang pada akhirnya mundur dan menyepi menjadi biksu, tapi masih sering juga mengamati kehidupan istana demi menyelamatkan kerajaan Goguryeo.

Adapun Go Won Pyo adalah tokoh antagonis yang memengaruhi Raja, dan secara berkesinambungan dengan segala cara untuk memperoleh keinginannya berkuasa;  karakter ini diperankan dengan sangat  baik oleh aktor kawakan Lee Hae Young.

Lee Hae Young sebagai Go Won Pyo
Lee Hae Young sebagai Go Won Pyo

Kepiawaian Lee Hae Young di antaranya bintang bersinar ini sempat terlibat dalam tiga puluhan drama seri, yang tentu saja mengasah mimik jahat, culas dan peran-peran menantang lainnya.

Go Won Pyo selain dideskripsikan sangat sadis, jauh dari toleransi, ambisius, dia juga dengan perlahan menyetir kerajaan Goguryeo secara halus lewat permaisuri Goguryeo (yang kelak menjadi Ratu). Membangun kesan yang sangat nyebelin sehingga wajar saja pada akhirnya Puteri Pyeonggang sendiri membunuhnya dengan pedangnya.

Setelah pembunuhan Ratu Yeon,  Puteri Pyeonggang melarikan diri ditemani On Dal mereka ketika itu masih kecil jika boleh menebak sepertinya usia Puteri Pyeonggang sekitar 12 tahun adapun On Dal antara 14 atau 16 usia awal remaja yang tengah membangun identitas diri. Bahkan dalam obrolan ketika mereka selamat menghindari keganasan Go Won Pyo. Puteri Pyeonggang mengungkapkan bahwa dia bercita-cita jadi “penguasa”.

Puteri Pyeonggang Kecil
Puteri Pyeonggang kecil

Sementara itu On Dal mendapat tempaan keberanian dan sopan santun yang natural dari Ayahnya Jenderal On Hyeop, satu hal yang sangat dominan dalam karakternya juga ingatannya adalah ucapan ayahnya:   “Jaga istrimu sebaik-baik penjagaan,”  kira-kira inilah warisan nilai yang ditinggalkan ayahnya, dan sahabat masa kecilnya Pung Gae sangat memahami hal tersebut.

Adapun nasib Puteri Pyeonggang cilik adalah episode unik salah satunya  tentang efektivitas racun yang dibuat oleh Du Jung Seo (Han Jae Young)  men-setting otak manusia sehingga hilang ingatan dan melupakan masa lalu.

Meskipun dalam kisah akhirnya racun tersebut dapat sirna sama sekali dari ingatan Yeom Ga Jin (nama baru Pyeonggang) tentu saja akibat berbagai pengaruh di antaranya perjalanan dari hutan ke kota, ke istana dan banyaknya perjumpaan yang sempat ia jalani.

Sesungguhnya tujuan Du Jung Seo adalah pembunuhan terhadap Raja Pyeongwon. Cara jahat yang dia lakukan memanfaatkan Puteri Pyeonggang agar bisa melakukan tugasnya lewat tangan Puteri Pyeonggang yaitu misi balas dendam dirinya kepada Raja yang telah membunuh istri serta  anaknya.

Masa delapan tahun Ga Jin di bawah pengaruh Du Jung Seo dan berburu kesempatan untuk membunuh Raja Pyeongwon dengan berbagai cara diantaranya dengan menyamar sebagai penari istana, bahkan menyamar jadi dukun saat acara persembahan kematian dia berusaha mencuri kesempatan mendekat Raja kemudian menabur racun.

Akan tetapi masa delapan tahun itu juga efektifitas racun secara bertahap berkurang keampuhannya,  banyak kejadian yang mereview ingatan Ga Jin diantaranya ketika ia kembali ke Istana untuk menyelamatkan sahabat masa kecilnya duo Tara,  demikian pun  juga ingatan terhadap On Dal, perlahan memorinya bisa mengingat kejadian demi kejadian yang telah dia lewati dan meyakini dirinya adalah Puteri Raja Pyeongwon.

Bunda Intan

Bunda Intan, bukan penonton drakor, tapi penggiat literasi.

Baca Juga

1 Komentar

  1. Bunda kalo nulis selalu penuh filosofis, berbobot, keren dah ulasannya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

%d blogger menyukai ini: