River Where the Moon Rises: Mengenang Perjumpaan On Dal Dengan Puteri Pyeonggang

Kim Soo Hyun dan Na In Woo

Aku ingin bebas dari mimpi buruk dan rasa sakit

( Puteri Pyeonggang / Yeom Ga Jin ) – River Where the Moon Rises

Cerita ini masih lanjutan dari kekaguman penulis pada drakor River Where the Moon Rises. Setelah sebelumnya kita membahas adanya banyak suku dalam dinasti Goguryeo , mari kita beranjak ke perjumpaan dua anak bangsawan yang tersesat di kehidupan yang berbeda. 

Yeom Ga Jin si Puteri Pyeonggang

Tubuhnya melayang ringan dari perangkap lubang cukup dalam yang dipenuhi tumpukan ranting juga daun–daun kering, dia berhasil menghindar. Secara sigap perempuan mungil ini meloncat setengah terbang menuju permukaan tanah.

Ternyata di langkah berikutnya ada jerat tali tambang yang segera mengikat instan sebelah kakinya, ilmu meringankan tubuh ada pada puncak keterampilan yang cukup memikat sehingga Yeom Ga Jin (Kim So Hyun) berhasil menclok di salah satu batang pohon yang kokoh. Perempuan ini selamat dengan wajah kaget berlipat–lipat, namun dia tidak menghilangkan kewaspadaannya dan memaki kuat ke dalam hatinya.

Wajah Puteri Pyeonggang sangar menyeringai seiring dengan emosi diri yang melambung melampaui logika berpikirnya, ia marah karena dalam beberapa detik saja terperangkap dua model penyamaran lokasi yang berbeda.

Sebagai petarung kawakan dan dikenal pakar pembunuh spesial dari kelompok Cheonjubang, Yeom Ga Jin berusaha menata emosinya, dia tidak bergerak dari batang kokoh tempat mengamankan diri di hutan yang bersebelahan dengan Lembah Hantu tempat bermukim On Dal (Na In Woo) beserta anggota Suku Sunno. 

Ketika Yeom Ga Jin memantau suasana hutan sambil menenangkan diri dari keterkejutan yang luar biasa,  ternyata ada tiga orang pemburu yang berusaha menjebak rusa hutan, mereka berhasil!

Kim Soo Hyun sebagai Puteri Pyeonggang/ Yeom Ga Jin
Kim Soo Hyun sebagai Puteri Pyeonggang/ Yeom Ga Jin

Rusa tergeletak tidak berdaya tubuhnya cukup untuk konsumsi para penyamun beberapa hari ke depan, oleh mereka para pemburu liar baik tanduk, kulit, daging dan tulang akan segera dicincang habis sebagai salah satu konsumsi mewah hasil dari keramahan alam salah satu belantara wilayah kerajaan Goguryeo.

Sesungguhnya ketiga pemburu tersebut tidak menyadari bahwa perangkap mereka juga telah berhasil menjebak Sang Puteri Pyeonggang yang dalam perjalanan, dikenal sebagai Yeom Ga Jin. Ia masih dalam posisi kebingungan antara ingat dan tidak terkait eksistensi dirinya sebagai Puteri Sulung Raja Pyeongwon (raja Goguryeo ke-25)

Kenyataan tersebut karena ketika itu (delapan tahun yang lalu)  Puteri Pyeonggang berlari dengan ditemani On Dal cilik atas perintah Ratu Yeon dan Jenderal On Hyeop, menghindari kekejaman Go Won Pyo yang bernapsu memusnahkan Suku Sunno.

Kerajaan Goguryeo berjaya dari sejak 37 SM hingga 668 M

Perjumpaan On Dal dan Yeom Ga Jin

On Dal  sebagai salah seorang  pemuda hutan sekitaran Lembah Hantu pekerjaan  utamanya adalah pengumpul aneka jenis herba di hutan–hutan dan gunung wilayah kerajaan Goguryeo.

Saat melewati salah satu wilayah yang tengah dirambah oleh tiga orang pemburu  hutan sengaja untuk berburu rusa, On Dal merasa mereka berlaku semena–mena tidak sopan dan sangat sadis, karena binatang hutan di antaranya adalah rusa, mereka jerat dan dibiarkan menderita sekarat!

Dalam pemikiran On Dal, ini adalah sikap teramat sadis, maka sebelum menyelamatkan rusa dari penderitaan sakaratul maut, ia berusaha mengakhiri nyawa sang rusa yang nahas. Caranya, dia memelintir kepalanya dengan kalimat permohonan.  “Maaf . . . “

“Kuharap dalam kehidupan selanjutnya kamu jadi manusia, saat kamu jadi manusia jangan jahat seperti mereka,” begitu kata On Dal. Keyakinan dia  perlakuan terhadap hewan harus beretika dan ada tata krama yang sebaiknya  diterapkan dan disadari bersama, nilai yang hendak disampaikan On Dal kepada para pemburu liar di wilayah sekitar Lembah Hantu,  sebagai sesama pemilik jiwa yang berharga.

On Dal dan Rusa yang Sekarat

Cara On Dal mengakhiri hasil buruan pemburu liar, dengan rasa cinta yang langka.

Pertama :
Dengan telapak tangannya ia menutup kelopak mata hewan tersebut, wajahnya serius mencerminkan rasa kasihan yang mendalam sangat ekspresif meskipun datar dalam tayangan cepat.

Kedua :
Menyampaikan permohonan maaf yang  mendalam setengah berbisik, berkata :
“Maaf . . . “
“Kuharap dalam kehidupan selanjutnya kamu jadi manusia,  saat kamu jadi manusia jangan jahat seperti mereka”.

Ketiga :  
Menerapkan sikap sayang pada seluruh binatang,  pada semesta hutan, dan semesta manusia, khususnya mereka yang bersikap jahat.                   

Jika menilik pada masyarakat Indonesia baik perambah liar yang memang butuh mata pencaharian, mereka dikejar – kejar oleh polisi hutan akan tetapi ada juga (bahkan sepertinya banyak) para penjahat berdasi yang tidak sungkan membabat hutan di seluruh wilayah Indonesia  tanpa mengingat aspek legalitasnya.

Apa yang dilakukan On Dal adalah hasil pendidikan dari Lady Sa (Hwang Young-Hee) yang setiap hari berinteraksi meskipun beliau bukan ibu kandung namun perempuan buta ini menjalankan amanat Jenderal On Hyeop (Kang Ha Neul) yang sangat dia hormati dan sangat dipatuhinya hingga memperlakukan On Dal seperti putra kandungnya.

On Dal merecah rusa yang telah mati, ketika itu rupanya Yeom Ga Jin mengamati dari atas batang kayu, kemudian para pemburu itupun tidak rela kehilangan rusa buruan yang cukup berharga, sehingga berupaya melawan On Dal dan mencoba merebut rusa yang telah mereka tangkap.

On Dal lengah . . .

On Dal, Yeom Ga Jin dan Pemburu Liar

Yeom Ga Jin, dengan sigap menyerang balik serangan pemburu rusa yang berusaha memanfaatkan situasi kosong kemudian berusaha mematikan lawan dari belakang, segera Putri Pyeonggang menyabet salah seorang pemburu dengan batang pedang sehingga bisa  menyelamatkan On Dal dari serangan tiba–tiba.

Usai perkelahian yang kurang imbang antara pemburu liar dan sang gadis, akan tetapi Yeom Ga Jin berhasil menyelesaikan pertarungan seketika itu Ia berniat segera meninggalkan hutan yang menjeratnya hingga menclok beberapa saat, di batang kayu kokoh dan tinggi.

Berucap ketus pada On Dal . . .

“Tidak perlu berterima kasih . . .”   dengan angkuh juga  sombong tanpa menghiraukan On Dal segera saja Ga Jin balik kanan angkat kaki !

Yeom Ga Jin yang terlihat angkuh
Yeom Ga Jin yang terlihat angkuh

Tentu saja On Dal merasa sedikit kurang senang terhadap sikap perempuan yang sangat angkuh ini, meskipun sesungguhnya dia berterima kasih karena diselamatkan nyawanya.

Yeom Ga Jin berhenti sejenak mematung tanpa mengeluarkan suara . . .  berdiri tegak dan waspada khawatir ada penyerangan yang tiba – tiba dari On Dal.

On Dal serta merta berteriak :
“Oi kamu tidak bisa pergi begitu saja . . . “

On Dal berdiri menghampiri perempuan yang sungguh tidak dia kenali sama sekali, kemudian mengintip wajah Ga Jin lewat caping anyaman dengan jarak yang agak lebar.

On Dal dan Yeom Ga Jin
On Dal dan Yeom Ga Jin

Keduanya mencoba saling menyelidiki, Ga Jin serius menyembunyikan wajah menghalangi dengan sebagian lengannya. Wajahnya membeku tanpa keramahan seulas pun juga.

On Dal santai bergerak lambat berdiri pas di depan perempuan yang baru saja menyelamatkan dirinya, dengan  jenaka (dia cengengesan) menelusuri setiap inci wajah Ga Jin.

“Kamu tidak bisa pergi begitu saja”

On Dal menyingkapkan caping Ga Jin tanpa sungkan dan tanpa rasa takut.

On Dal Mengenali Yeom Ga Jin

Mereka saling bertatapan kuat, keduanya saling penuh curiga mengawasi setiap inci permukaan wajah masing– masing.

“Apa yang kamu lakukan . . . “  Ga Jin setengah berbisik

“Aku mengenalmu . . . “  On Dal memicingkan matanya terkesan mengingat – ingat sesuatu yang tersimpan lama dalam benaknya  dan belum memunculkan ingatan yang ia saving delapan tahun lalu.

“Aku . . . “ 

“mengenalmu . . .”  

“Bagaimana bisa Kamu mengenalku . . .” Perempuan yang baru saja membuat lumpuh ketiga pemburu hutan bertanya sambil mengingat kuat.  

On Dal bertahap memberikan pemahaman tentang hidup manusia dan binatang hendaknya saling sadar diri.

“Pembunuh itu . . . “

Apa?   “Iblis yang membunuh”

“Kita tidak pernah bertemu jangan omong kosong,” Yeom Ga Jin menyangkal ucapan On Dal.

“Mereka sedang sekarat dan Kamu diam saja, itu menjadikanmu pembunuh.”

“Siapa Kamu ?” menelisik sikapnya yang tidak ada belas kasihan. On Dal heran.

“Aku bekerja di Istana” Ga Jin beralasan. “Aku mengunjungi keluargaku dan tersesat saat pulang.”

“Kalau begitu syukurlah . . .” On Dal tertawa kecil sedikit merasa geli. “Jika gadis cantik sepertimu sungguh pembunuh Aku akan  sangat sedih”. On Dal memperkuat keterangannya.

Yeom Ga Jin, hendak menghindar beranjak dari tanggung jawab menyelamatkan para pemburu yang terluka.

“Jika kamu pergi begitu saja, Kamu pembunuh . . . kamu bukan pelayan.”  On Dal kembali memberikan pemahamannya.

“Setidaknya kamu harus merawat mereka, mereka benar – benar akan mati jika dibiarkan seperti itu.”

On Dal dan Puteri Puteri Pyeonggang
On Dal dan Puteri Puteri Pyeonggang

Perbedaan Pendapat Bibit Cinta Bersemi

Yeom Ga Jin yang terbiasa membunuh tanpa belas kasihan pada korbannya, dia tertawa setengah sinis dan setengah geli, tentu saja tidak ada istilah menolong bagi dirinya yang dilatih oleh Du Jung Seo (mentornya) membunuh dengan sangat sadis.

Ketika berjumpa On Dal, ucapan yang disampaikan pemuda hutan itu, “Ini beberapa herba berharga yang kupetik dari gunung; gilingkan dan taruh di luka – luka mereka”  On Dal membujuk halus.

Dengan sangat terpaksa Ga Jin menumbuk daun herba yang diberikan On Dal dengan batu yang ada di hutan.

Yeom Ga Jin menumbuk herba untuk para penyamun
Yeom Ga Jin menumbuk herba untuk para penyamun

“Kamu membuat keributan, kukira Kamu akan mengubur rusanya . . . “ Yeom Ga Jin mengomentari sikap On Dal yang tengah menghimpun daging rusa.

“Maksudku tidak boleh menyiksa sampai mati . . .”  On Dal menjawab komentar Yeom Ga Jin.

“Berburu itu penting . . . . “

“Ini bertahan hidup . . . “  On Dal dengan serius memasukkan daging rusa yang dia cincang secara acak, sedangkan kepala rusa dibuang pada lubang perangkap yang sempat jadi sasaran adalah Ga Jin.

“konyol sekali” kata perempuan berbusana dengan peralatan senjata lengkap dalam tubuhnya.

“Maksudku tidak boleh menyiksa . . . .”

“dan cara alam.”

Gadis dari kelompok pembunuh Cheonjubang ini dengan enggan menggiling herba untuk luka – luka pemburu yang sempat dibabat pukulan oleh aksi perlawanannya.

Usai menunaikan tugas  dari  On Dal,  ia berniat balik kanan kabur. Akan tetapi On Dal berseru dengan sigap dan memeriksa legan kiri Yeom Ga Jin yang juga terluka akibat serangan para pemburu hutan.

“Mulai sekarang jangan lukai orang lain, dan jaga dirimu,” On Dal menasihati Yeom Ga Jin sambil membebat luka di lengan kirinya.

“Hidupmu berharga . . . “

Dengan sangat simpatik On Dal menjentikkan ujung jari – jemari ke ujung caping Yeom Ga Jin.

On Dal dan Yeom Ga Jin
On Dal dan Yeom Ga Jin

Usai membebat luka bagian lengan kiri Yeom Ga Jin,  On Dal segera berlalu, berlari pulang menuju Lembah Hantu dengan perasaan bahagia berteriak memanggil Ibunya.

Ibu . . . .

Mereka akan Berjumpa Lagi

Adapun Yeom Ga Jin terpana, terkesan dan masih mematung bingung saat   On Dal berlari meninggalkannya.

Batang – batang kayu kokoh tegak berdiri menyaksikan perjumpaan dua makhluk berperilaku sangat kontras dan berbeda,  satunya adalah perempuan cantik dengan kegiatan hariannya sebagai pembunuh dan laki – laki bertubuh gagah, kekar sedikit konyol terkesan bodoh pemuda hutan sebagai pengumpul tanaman herbal.

Mereka pergi pada arah yang berlawanan, dengan kenyataan bahwa perjumpaan akan membawa kisah pada perjumpaan berikut dan berikutnya lagi di kawasan kerajaan Goguryeo.

Ciburial Ahad.

13 Juni 2021 M / 4 Dzulkaidah 1442 H

Bunda Intan

Bunda Intan, bukan penonton drakor, tapi penggiat literasi.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: