Vintage Lovestory dalam “Youth of May”

Youth of May

Meski ini sudah bulan Juni, drakor Youth of May masih relevan dibahas dong, ya nggak?

Drama yang mengambil latar waktu tahun 1980-an ini sudah menginjak episode 10 dari 12. Lagi seru-serunya biasanya, bahkan menuju turun konfliknya. Mianhae, Drakor Class baru membahasnya sekarang. Habis, drama-drama bulan kemarin juga banyak yang seru, sih.

Poster Youth of May (KBS)
Poster Youth of May (KBS)
  • Drama: Youth of May (English & literal title)
  • Revised romanization: Owolui Chungchoon
  • Hangul: 오월의 청춘
  • Director: Song Min-Yeop
  • Writer: Lee Kang
  • Network: KBS2
  • Episodes: 12
  • Release Date: May 3 – June 8, 2021
  • Runtime: Mon & Tue 21:30
  • Language: Korean
  • Country: South Korea

Untuk komentar pertama dari kesemuanya, saya cuma mau bilang Lee Do Hyun really mesmerizing di sini. Sangat mewakili gambaran anak muda di bulan Mei *emot love*  

Ada apa lagi yang menarik selain Lee Do Hyun yang sudah pasti membawa magnet para penggemarnya? Kita bahas dikit ya, supaya chingu deul yang masih ada di golongan floating audience bisa memutuskan mau nonton drama ini atau enggak. Bucinnya LDH mah udah pasti nonton lah yaaahh…. 

Genre dan Plot “Youth of May”

Drama ini genrenya pure melodrama, bahkan saya nggak menemukan ada yang menyebut genre lain, gitu… medis atau apa, enggak juga. Semua sepakat bahwa ini genre melodrama, yang sejujurnya membuat saya sedikit ngantuk nontonnya. 

Saya nggak tahan dengan plot lambat, dari sisi cerita juga nothing new sih, a touch of cinderella story, si miskin dan si kaya. Ceritanya lebih berpusat pada hubungan Hwang Tee Hae (Lee Do Hyun) dan Kim Myeong Hee (Go Min Shi) yang terbangun secara manis dan beradab. Saya bilang beradab, karena ini jauh dari nuansa drakor zaman sekarang yang percintaannya das des das des panas membara.  

Selain itu, yang sedikit membedakan adalah latar belakang cerita di mana mereka berada di masa gejolak perpolitikan Korea. Di tahun itu suasana sedang tidak stabil karena transisi dari pemerintahan otoritarian ke demokrasi. Banyak demonstrasi di mana-mana, pemberlakuan jam malam, dan permainan politik di kalangan atas.

Mungkin ini juga yang membuat Youth of May lolos dari serangan K-Netz yang justru mengajukan petisi untuk drama sebelah (yang belum tayang). Padahal, kedua drama mengambil setting peristiwa yang sama, yaitu saat Gwangju Uprising.

Baca juga Review Film “26 Years” yang terinspirasi dari peristiwa Mei 1980 di Korea Selatan

Sinopsis Singkat “Youth of May”

Singkat saja, drama ini diawali dengan cerita Hwang Tee Hae, seorang mahasiswa kedokteran yang sengaja menunda kelulusannya karena ingin mengikuti Festival Musik Universitas. Akibat suatu peristiwa di masa lalu, dia bertanggung jawab atas kondisi dan pengobatan Jang Seok Chul, seorang mahasiswi demonstran yang kini terbaring di rumah sakit. 

Suatu saat, takdir secara tidak sengaja mempertemukan dia dengan Kim Myung Hee, perawat yang bertugas di rumah sakit di mana Jang Seok Chul dirawat. Katakan saja, si cowok sudah beberapa kali secara kebetulan melihat cewek ini, sedangkan si ceweknya nggak sadar kalau sudah pernah bertemu cowok ini dalam beberapa timing yang tidak tepat untuk pandang-pandangan. 

Kim Myung Hee adalah seorang tulang punggung keluarga yang bahkan tidak bisa lulus SMA karena biaya. Tapi dia punya keinginan kuat dan rajin belajar sehingga aplikasinya diterima oleh sebuah universitas di Jerman. Masalah kemudian muncul ketika ia harus segera berangkat sementara tabungan gajinya tidak cukup untuk membeli tiket pesawat. 

Oleh sahabatnya, Lee Soo Ryeon, ia ditawari untuk menggantikan dirinya dalam sebuah kencan buta. Pasalnya, Soo Ryeon adalah seorang aktivis mahasiswa yang sedang sibuk mendemo pemerintah sementara ia dijodohkan dengan putra seorang pejabat pemerintah yang represif. Imbal baliknya, Soo Ryeon akan membelikan Myung Hee tiket pesawat jika bersedia hadir menggantikan dirinya.  

Siapa putra pejabat tersebut? Yap, Hwang Tee Hae. 

Blind date masa itu versi Youth of May (KBS)
Blind date masa itu (KBS)

Eits, tapi jangan dikira kencan buta ini seperti blind date zaman sekarang ya. Sesungguhnya saya malah suka dengan adegan kencan buta yang ditayangkan dalam durasi cukup lama ini. Karena di situ menampilkan sisi Hwang Tee Hae sebagai seorang anak rebel yang easy going tapi tetap sopan. Meski momennya “aha!” karena dia sudah pernah beberapa kali melihat cewek ini, dia tetap bersikap respek dan manner.

Hee Tae juga bukan orang yang gampang menyerah meskipun Myung Hee (sebagai Soo Ryeon) berusaha membuatnya tidak terkesan sejak awal. Sebaliknya, Hee Tae malah semakin penasaran dan gencar mendekatinya. 

Youth of May (KBS)
Pemirsa jangan baper ya lihat mereka pegangan tangan (KBS)

Namanya orang udah suka sama kepribadian, mau ganti nama atau salah orang pun nggak masalah kan? 

Habis dari sini. Sudah ketebak ya, cerita selanjutnya?

Nggak, nggak semudah itu kok jalan cerita cinta mereka. Akan ada batu kerikil yang melibatkan kekuasaan dan harga diri keluarga di tengah-tengah. Biasa lah yaaa, namanya juga melodrama, nggak asik kalau nggak ada drama.

Pemeran “Youth of May”

Harus saya akui, saya sedikit terganggu sama akting lead female-nya. Semoga tidak mempengaruhi pertimbangan chingu deul ya, ini murni penilaian pribadi saya yang merasa Go Min Shi belum cukup matang aktingnya untuk jadi lead female. Apalagi sandingannya adalah best new actor di Baeksang Awards, rasa-rasanya terlalu disia-siakan gitu.

Go Min Shi sebagai Kim Myung Hee
Go Min Shi sebagai Kim Myung Hee

Tapi mungkin karena pembawaan karakter wajahnya yang sederhana itu juga, dia dianggap cocok untuk memerankan gadis tahun 80-an yang tidak banyak cingcong dan ber-attitude baik. Saya pribadi belum bisa membayangkan siapa lagi aktris yang cocok buat peran ini, yang jelas bukan pemilik wajah-wajah kekinian atau yang cantiknya terlalu goddess. 

Ya, baiklah. Saya kan nggak bilang Go Min Shi nggak cocok dengan karakter perannya ya, hihihi. 

Sedangkan untuk peran lead male, apa saya harus mengulangnya setelah di paragraf kedua saya sudah begitu gamblang? Yeah… Untuk aktor muda yang lahir di tahun 95, memerankan pemuda lawas yang terlihat seperti om-om tentu tidak mudah. Apalagi karakternya dibuat sebagai seseorang yang harus pandai menghadapi tekanan keluarga dan cinta. But he nailed it! Lee Do Hyun selalu hadir dengan varian akting yang memukau. Naik kelas! 

Lee Do Hyun sebagai Hwang Hee Tae
Lee Do Hyun sebagai Hwang Hee Tae

Senyumnya yang bikin dugun-dugun susah buat dilewatkan, bahkan selama nonton saya harus beberapa kali minum karena haus #loh 

Kamu di mana-mana kenapa selalu ngegas, oppa….  

Retro Sinematografi yang Indah 

Pasti pada setuju deh, kalau sinematografi drama ini sangat apik dipikirkan dan dibuat seperti pada masanya. Salut sama pihak produksi yang mempersiapkan segalanya dengan baik. 

Mulai dari suasana jalanan tahun 80an, tampilan toko-toko di Gwangju, dan kostum para pemain yang kalau kita lihat jadi ingat film-filmnya Widyawati-Sophan Sopiaan.

Begitu juga dengan sejumlah properti pendukung seperti radio, dompet, token bus, telepon kabel, sampai mobil-mobil vintage yang pada zaman sekarang justru diburu sebagai koleksi. 

Pemandangan alam masa 80-an ala Youth of May (KBS)
Pemandangan alam masa 80-an ala Youth of May (KBS)

Pandang memandang sepasang manusia dengan latar cherry blossom yang berguguran, bagi drakor kekinian mungkin akan berlanjut pada sosor menyosor, tapi di sini tidak. Saling memandang dan tersenyum saja sudah cukup jadi bukti hati yang berbunga-bunga. Sopan sekaleehh.

Apa tidak ada kisseu? Sabar… nanti bakalan ketemu sendiri, hihihi. 

Kisah Cinta Klasik Berbalut Tragedi 

Gaya pakaian 80-an di Youth of May
Gaya pakaian 80-an di Youth of May (KBS)

Entah drama ini akan happy atau sad ending, rasa-rasanya saya nggak mau berharap banyak. Karena mengingat meskipun indah, drama ini juga mengangkat kepedihan realita kehidupan di negara berkembang saat berada dalam kondisi perpolitikan yang tidak stabil. 

Kata siapa perpolitikan suatu negara tidak akan mempengaruhi rakyatnya? Bagaimanapun apatisnya rakyat dan ricuhnya orang-orang ‘di atas sana’, imbasnya selalu rakyat yang menanggung. Syukurlah drama ini nggak dibuat pusing dengan masalah itu, fokus pada cinta-cintaan saja, anak muda! 

Nonton atau Tidak?

Chingu deul silakan putuskan sendiri ya. Saya memilih untuk tetap meneruskannya (setelah kepotong bulan puasa), karena jalan cerita yang ingin diikuti di bagian penyelesaian masalah, meski ide ceritanya sendiri tidak baru.

Saya juga suka banget sama sinematografi dan mengagumi penata kostumnya yang jago banget matching-in pakaian-pakaiannya. Meski jadoel dan nggak trendy (dilihat dari saat ini), perpaduannya tetap indah dan berkelas.

Bagus juga sih buat nambah-nambah wawasan tentang sejarah Korea secara singkat, karena ternyata drama sejarah tidak hanya diwakili oleh sageuk saja 🙂 

Re Ra

Blogger.
Drakorians since 2018. Menulis review dan knowledge Korean drama-based. Meet me at www.dailyrella.com. Tidak fanatik aktor, genre, rating, lawas, atau baru.

Baca Juga

1 Komentar

  1. Jangan dilewatkaaaan…
    Ada Lee Do Hyun. Ini magnet dan menjadi alasan yang cukup reasonable untuk nonton drama Youth of May.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: