Drakor Class – Drakor & Literasi

Kumpulan tulisan yang terinspirasi drama Korea

dream to you drama korea

Dream to You, Akhir Perjalanan Cinta Pertama dan Pencarian Jati Diri

Annyeonghaseyo, yeorobun!

Pernah terpikir nggak, di usia yang sudah tidak muda lagi, ketika kita sedang bersusah payah bertahan hidup di tengah realita, hadir seseorang di masa lalu yang mengingatkan kita untuk kembali mengejar dan menggapai mimpi yang sudah terkubur lama? Kira-kira, masih worth it nggak mimpi itu untuk dikejar?

Dilema inilah yang terjadi pada Joo Yi Jae (Hyeri) saat bertemu kembali dengan cinta pertamanya, Woo Su Bin (Hwang In Yeop) dalam drama Dream to You. Drama Korea berjumlah 12 episode ini ditayangkan di ENA, Genie TV dan dapat kita nikmati lewat platform OTT Viu.

Mulanya, saya menonton drama ini hanya untuk mencari hiburan semata. Berhubung genre-nya romance, ya tertarik lah untuk icip-icip satu dua episode pertamanya. Ternyata, drama ini di luar ekspektasi saya. Dream to You nggak hanya menjual cerita tentang cinta pertama, tapi juga tentang perjuangan berdamai dengan kegagalan, merangkul luka masa lalu, dan keberanian untuk menemukan kembali jati diri kembali di usia dewasa.

Kamu belum nonton dan tertarik juga untuk nonton? Sip! Baca artikel ini sampai selesai ya!

Profil Drama Korea Dream to You

dream to you viu original

Judul drama: Dream to You

Sutradara: Yoo Sun Dong

Penulis naskah: Jeong Eun Bi

Saluran tayang: ENA, Genie TV

Jumlah episode: 12

Pemain:

Hwang In Yeop sebagai Woo Su Bin

Hyeri sebagai Joo Yi Jae

Baek Sung Chul sebagai Sim YuGeon

Lee Yul Eum sebagai Oh Ha Na

Lee Sang Yeob sebagai Seo In Wook

Lee Ji Min sebagai Choi Sa Rang

Sinopsis Drama Korea Dream to You

Drama ini diawali dengan potongan kilas balik masa SMA Joo Yi Jae dan Woo Su Bin. Su Bin adalah murid pindahan yang langsung disambut hangat oleh Yi Jae, gadis ceria yang bermimpi menjadi sutradara ternama.

Su Bin yang sering terlibat dalam proyek film amatir bersama Yi Jae lama-lama memiliki ketertarikan terhadap dunia film. Mendengar hal tersebut, Yi Jae pun mengikat janji untuk bisa bersama-sama menjadi sutradara di masa depan. Bagi Yi-jae, Soo-bin bukan hanya cinta pertamanya, tetapi juga rekan bermimpi yang paling memahami ambisinya.

Akan tetapi, yeorobun, janji manis masa muda itu runtuh dalam sekejap ketika Su Bin tiba-tiba menghilang tanpa pamit tepat setelah ujian masuk perguruan tinggi selesai, meninggalkan Yi Jae yang cemas dan kebingungan.

Lima belas tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang berbanding terbalik. Su Bin telah berhasil mewujudkan mimpi masa muda mereka menjadi seorang sutradara film ternama yang sukses di tingkat internasional. Di sisi lain, Yi Jae terpaksa mengubur idealismenya demi bertahan hidup. Ia bekerja sebagai reporter TV yang terhimpit masalah finansial dan rutinitas kerja yang melelahkan.

Selain memberikan luka yang mendalam bagi Yi Jae, ternyata pertemuan keduanya membuka kembali lembaran-lembaran lama yang sebenarnya sudah Yi Jae tinggalkan. Ia dihadapkan dengan pilihan untuk terus terkungkung dalam realita hidupnya, atau kembali mengejar mimpi untuk menjadi seorang sutradara?

Baca juga: Review Drama Korea May I Help You (2022)

Joo Yi Jae Mencari Jati Diri

Di drama ini diceritakan bagaimana realita menjadi pembunuh paling kejam bagi idealisme masa muda seseorang ketika menginjak usia 30-an. Bukan curhat, tapi sangat relate dengan kehidupan kita, ya kan?

Hal ini dirasakan oleh Joo Yi Jae. Bagi Yi Jae, melepas impian menjadi seorang sutradara bukanlah sebuah pilihan emosional, melainkan tuntutan hidup yang tak bisa ia tawar. Yi Jae harus bertahan dari tagihan bulanan, persaingan kerja yang sulit, dan rasa lelah yang menumpuk. Realita tersebut perlahan mengikis rasa percaya diri Yi Jae.

Di tengah keterpurukannya, cinta pertama Yi Jae kembali hadir. Namun, kehadiran Woo Su Bin ternyata bak cermin yang memantulkan kembali diri Yi Jae di masa lalu. Meski awalnya menjauh, Su Bin bisa menjadi katalis yang memaksa Yi Jae bangkit dari keterpurukannya dan menghadapi ketakutannya sendiri.

Hyeri In Yeop

Bukan drama Korea jika kedua pemeran utamanya tidak memiliki mental health issue. Di sisi lain, kembalinya Su Bin ke Korea setelah sekian belas tahun di Amerika juga membuka luka lama sekaligus menciptakan konflik baru dengan keluarganya.

Nah, setelah kembali dekat dengan Su Bin, Yi Jae perlahan sadar bahwa bahwa kegagalan di masa lalu tidak mendefinisikan seluruh jalan hidupnya.

Proses healing yang dilalui Yi-jae menurut saya memberikan pelajaran yang amat berharga. Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai merintis kembali cita-cita yang sempat tertunda.

Dream to You mengingatkan kita bahwa keberanian terbesar adalah saat kita berani memungut kembali sisa-sisa impian yang berantakan dan menyusunnya kembali di tengah keterbatasan. Deep banget, sih!

Cinta Pertama dan Kesempatan Kedua

Sabagai penikmat drama romantis, saya melihat Dream to You ini nggak hanya menggambarkan bagaimana Su Bin kembali setelah sekian tahun dan menghidupkan cinta monyetnya kembali dengan Yi Jae. Hubungan romansa di antara keduanya jauh lebih dewasa dan matang, meski tetep ya ada momen salting dan gemesnya juga.

Dua hal penting yang diperbaiki oleh mereka berdua sehingga akhirnya bisa kembali bersama adalah keterbukaan dan pola komunikasi. Belasan tahun, Yi Jae menyimpan luka setelah Su Bin pergi tanpa kabar sama sekali. Su Bin pun sadar, ia nggak bisa melangkah lebih jauh untuk mendekati Yi Jae kalau kesalahpahaman mereka nggak diperbaiki.

Hubungan mereka bisa berhasil karena keduanya sama-sama menurunkan ego dan akhirnya saling terbuka dan mendengarkan.

Di samping itu, kesempatan kedua hadir bukan hanya untuk kisah cinta mereka tapi juga untuk mimpi Yi Jae untuk menjadi sutradara yang sempat terkubur. Su Bin menghadirkan ruang bagi Yi Jae untuk berkembang dan menemukan kembali kepercayaan dirinya. Meski tentu saja, ada banyak rintangan yang Yi Jae hadapi saat dirinya memutuskan untuk menjadi sutradara.

Baca tentang: Ending Drama Korea My Roommate is A Gumiho

Side Love Story yang Manis

Selain romansa Yi Jae dan Su Bin, saya juga selalu menantikan kisah cinta antara dua pasangan pendukung dalam drama Dream to You yang nggak kalah manis!

Aktor Rookie vs Topstar

Side Story Dream to You

Pertama ada pasangan Shim Yoo Geon yang diperankan oleh Baek Sung Chul dan Oh Ha Na (Lee Yul Eum). Shim Yoo Geon adalah aktor figuran yang gigih dan pantang menyerah. Ia punya cita-cita untuk menjadi aktor besar, namun hingga usianya mendekati 30 tahun, ambisinya itu belum juga tercapai.

Demi bertahan hidup, ia melakoni berbagai pekerjaan paruh waktu, salah satunya menjadi kurir pengantar makanan. Di sisi lain, Oh Ha Na adalah aktris papan atas (topstar) lulusan Miss Korea yang hidupnya selalu diatur oleh ibunya yang juga menjadi CEO agensinya. Terbiasa hidup di depan kamera, Ha Na sebenarnya merasa kesepian dan tidak pernah tahu apa impian dirinya sendiri.

Pertemuan mereka terjadi secara tidak sengaja saat Yoo Geon mengantar pesanan ke lokasi syuting Ha Na. Setelahnya, beberapa mereka bertemu secara tidak sengaja (kechyl banget ya, Seoul. Wkwk!) dan menjadi dekat. Awalnya mereka sepakat untuk berteman, lalu keduanya sama-sama menyadari bahwa perasaan mereka tidak hanya sekadar nyaman sebagai teman.

Bisa dibilang, di drama ini justru mereka berdua my favorite couple-nya. Hubungannya tarik ulur, bikin gemas dan bikin dugeun-dugeun penonton.

Produser Film vs Penulis Acara Dating

Lee-Ji-Min

Couple berikutnya ada Seo In Wook (Lee Sang Yeob) dan Choi Sa Rang (Lee Ji Min). Seo In Wook adalah CEO perusahaan produksi film yang merupakan sosok kakak bagi Woo Su Bin. Ia pria yang sangat rasional, dewasa, dan mendampingi Su Bin kembali ke Korea.

Choi Sa Rang adalah sahabat Joo Yi Jae yang bekerja sebagai penulis program dating show (acara jodoh) TV. Sa Rang adalah perempuan yang sangat ekspresif, penggila genre romantis, dan suka blak-blakan.

Awal hubungan keduanya unik dan lebih dewasa. Setelah hubungan singkat semalam, In Wook menjadi kontestan di acara dating show yang sedang ditangani Sa Rang. Namun, of course niat profesional itu berubah ketika keduanya sering terlibat adu argumen tentang arti “cinta nyata” versus “cinta demi rating TV”.

Hubungan Seo In Wook dan Choi Sa Rang ini kayak tom & jerry versi dewasa gitu deh. Masing-masing kekeuh dengan prinsipnya hingga mengesampingkan perasaan yang sebenarnya. Dalam hal ini, Sa Rang sih yang lebih banyak menyangkal perasaannya sendiri.

Rekomendasi Akhir

Ada beberapa pesan moral yang ingin saya highlight setelah menonton Dream to You. Pertama adalah berdamai dengan unfinished business. Menyembuhkan luka di masa lalu nggak bisa hanya dengan memendamnya saja, tapi butuh keberanian untuk menghadapi penyebabnya.

Berikutnya, kesuksesan tidak ditentukan oleh seberapa cepat kita mencapai garis akhir dibandingkan orang lain, tapi lebih ke merasa cukup dengan diri sendiri dan pilihan yang diambil.

Satu lagi deh. Dalam drama ini, saya melihat beberapa karakternya merasa punya masa-masa ketika mereka merasa “stagnan” atau gagal. Padahal, sebenarnya masa tersebut bukanlah waktu yang terbuang sia-sia, tapi sebuah proses yang membawa mereka ke definisi sukses mereka masing-masing.

Meskipun ya, drama ini bukan tipe yang bikin saya ingin marathon buru-buru beresin atau bikin penasaran buanget, tapi worth to watch sih! Buat yang udah nonton, gimana pendapat chingudeul tentang drama ini? Share di kolom komentar yuk!


drakor (38) drakor 2021 (36) drama (73) drama2020 (34) Drama 2021 (47) drama 2022 (34) drama 2023 (43) Kpop (25) netflix (38) Podcast (84) romance (53) True Beauty (22)