Refleksi Dua Bulan Drakor Class

Fyler Event KCCI x Drakor Class, 14 Desember 2020

If you want to run fast, run alone.

If you want to run far, run together.

Peribahasa dari Afrika ini tiba-tiba terngiang di telinga saya pagi tadi, saat saya menyadari bahwa hari ini adalah tanggal 10 Desember 2020, tepat dua bulan setelah blog www.drakorclass.com resmi diluncurkan.

Mengapa peribahasa itu dan bukan peribahasa yang lain? Karena kami sangat menyadari, Drakor Class bisa melangkah sejauh dan secepat sampai hari ini semuanya adalah berkat team work, kerja sama dari para anggota tim yang berbeda latar belakang pendidikan, keahlian, minat, dan sebagainya. Namun tanpa perlu diminta dua kali, tanpa perlu dikomando, semua akan turun tangan dan bahu-membahu bekerja ketika ada proyek baru.

Apa yang menjadi sumber energi para penulis di Drakor Class? Tentu saja semangat untuk mencintai drama Korea dan literasi secara berimbang. Ini sudah satu paket ya: drakor dan literasi, tidak bisa salah satunya.

Selama sebulan terakhir kami semakin menajamkan tulisan-tulisan yang kami tayangkan. Sejak awal kami sudah bertekad untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang tak sekedar latah mengikuti tren, tapi yang menginspirasi dan tentunya bermanfaat bagi banyak orang.

Berikut ini adalah rangkuman hal-hal yang menjadi inspirasi kami untuk menulis selama sebulan terakhir:

Perjalanan Drakor Class Bulan Ke-2

Sekali lagi, tidak ada drama Korea yang tidak bisa menjadi ide tulisan. Mulai dari drama semi serius seperti “Start Up” yang bisa menghasilkan tulisan tentang cara menjadi seorang CEO dan analisa perebutan cinta Seo Dal Mi oleh Han Ji Pyeong dan Nam Do San yang panas dan seru selayaknya pertarungan saat pemilihan presiden, sampai ke drama yang menyoroti konstruksi sosial mengenai definisi wanita dan ibu seperti drakor “Birthcare Center”.

Kamu mungkin berpikir, apa asyiknya menonton hal-hal yang dilalui oleh seorang wanita yang baru melahirkan? Eits, jangan salah, di dalam drakor dan di www.drakorclass.com, tidak ada hal yang tidak bisa diulik dan dibahas. Ingin tahu bagaimana masyarakat di Korea Selatan sana menanggapi isu ibu bekerja vs. ibu rumah tangga, melahirkan normal vs. c-section, pemberian ASI vs. susu formula? Tontonlah drama ini. Dijamin kamu akan mendapat insight tentang adab dan budaya bangsa lain.

Tak kenal maka tak sayang, kata pepatah. Tak nonton drakor, takkan kenal budaya Korea, kata saya.

Sepanjang satu bulan terakhir, kami juga rajin sekali membuat prediksi dari drama-drama yang sedang ongoing. Prediksinya tidak main-main, yeorobun, sampai harus disiarkan! Oleh karena itulah, ijinkan saya memperkenalkan media baru yang kami rambah sejak tanggal 15 November lalu, yaitu podcast, atau siniar.

Apa gunanya sih melakukan podcast, mungkin itu pertanyaan di benak banyak follower kami. Bukankah Drakor Class sudah cukup exist di beragam media sosial? Memang benar, tapi kami ini bayi yang harus bertumbuh, harus mengeksplorasi. Bayi manusia pada suatu titik harus dikeluarkan dari boksnya, harus dibiarkan merambat dan menjelajah sendiri rumah yang menaunginya, mengapa kami tidak melakukan hal yang sama? Facebook, Facebook Page, Instagram, Twitter, dan Youtube sudah, yuk kita cari media sosial apa lagi yang bisa menjangkau lebih banyak orang.

Sebelum saya bercerita lebih lanjut, saya mau bilang: diberkatilah mereka yang menciptakan teknologi. Serius.

Hari gini semua serba mudah. Tidak harus ikut sekolah, atau minimal ikut kursus singkat atau lomba-lomba gitu, supaya menjadi penyiar. Hari gini dengan satu aplikasi yang bernama “Anchor” kamu bisa siaran dan disiarkan di platform yang tidak bisa dibilang main-main. Hasil siaran dari “Anchor” bisa langsung tayang di Spotify yang memiliki pengguna … wah, tak terhitung deh saking banyaknya. Ini sesuai dengan semangat kami supaya Drakor Class lebih reachable, anytime, on any platform, yekan?

Podcast pertama Drakor Class dibawakan oleh saya dan Lendy Agasshi dan membahas film “Forgotten” (2017) yang dibintangi  oleh Kang Ha Neul tepat sebelum dia menunaikan Wajib Militer. Melakukan podcast itu enak banget, chingudeul. Skrip tetap diperlukan tentu saja, karena itu adalah alat time keeping yang paling efektif. Jangan sampai dua puluh menit sudah berlalu dan podcaster masih cuap-cuap perkenalan dan belum sampai ke inti pembahasan kali itu. Yang mendengarkan nanti merasa zonk dan tidak mampir lagi ke akun kami.

Setelah satu, dua kali mencoba, para penulis di Drakor Class semakin lihai melakukan podcast. Ga pake lama, ga pake nunggu waktu yang pas banget, kalau ada yang available dan ada topik seru yang bisa dibahas, yuk ngobrol di Zoom. File audio dari Zoom kemudian diunggah sebagai podcast di Spotify.

Sepanjang ingatan saya, selama sebulan terakhir tak terhitung banyaknya sesi Zoom yang kami jalani. Bukan hanya untuk podcast yang intinya ingin mengakomodasi para pembaca blog kami yang karena satu dan lain hal memilih untuk mendengarkan “isi tulisan” kami, tapi juga untuk rehearsal sebelum IG Live yang kami jabani saban minggu.

IG Live? Waw, makhluk apa pula itu? Di Instagram kami sudah exist dengan jumlah follower yang tetap konstan bertambah. Lebih asyik lagi jika kami bisa berinteraksi dengan para follower di akun Drakor Class dan di akun masing-masing penulis di blog kesayangan ini. Jadilah sebelum IG Live selalu ada woro-woro di blog untuk promosi kapan IG Live akan dilangsungkan, menghadirkan siapa, dan dengan tema apa.

Rekaman dari setiap episode IG Live sendiri bisa ditonton di IGTV atau di Youtube, kamu tinggal pilih. Kamu bisa dengerin sambil di perjalanan, atau sambil masak (kayak saya), atau sambil nyuci (kayak saya lagi). Pokoknya dengan merambah media sosial yang memanfaatkan penyebaran informasi lewat suara, ada lebih banyak pintu yang bisa kami buka untuk menyiarkan: ini lho Drakor Class yang membawa semangat literasi yang terinspirasi oleh drama Korea.

Sepanjang satu bulan terakhir kami juga mengulik wisata-wisata di Korea Selatan sana yang pernah atau ingin sekali kami kunjungi begitu pandemi ini berakhir. Buat para penulis di Drakor Class yang gemar melancong, pandemi dan pembatasan traveling adalah ujian kesabaran yang kebangetan. Akhirnya daripada terbawa mimpi, yuk dituliskan saja supaya pembaca bisa mendapat ide mau ke mana saja kalau berkesempatan ke negeri para oppa itu.

Mulai dari Namsan Tower di Seoul di utara, sampai ke Pantai Haeundae yang fenomenal di Busan di selatan, sampai ke DMZ yang menjadi perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara, semua kami bahas dengan gaya menulis dan kerinduan yang unik milik masing-masing kontributor Drakor Class.

Dan … mumpung kita lagi di tengah pembahasan mengenai wisata di Seoul, mari kita tilik sejenak sedikit update dari dunia K-Pop. Mulai dari single terbaru BTS yang lagi-lagi merajai tangga lagu puncak dunia, BtoB yang hadir dengan formasi baru, sampai ke boyband baru besutan Big Hit Entertainment yaitu Enhypen, semua kami kupas tuntas di sini. Cuss, silakan meluncur ke blog kami www.drakorclass.com dan search dengan keyword nama-nama grup tersebut.

Sebagai penutup, pada hari ini kami juga menerima hadiah yang teramat istimewa. Setelah memberanikan diri mengikuti acara “Kumpul Daring Komunitas Hallyu” yang diselenggarakan via Zoom oleh Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada tanggal 28 November lalu, akhirnya kami diundang untuk mengisi sesi kupas-tuntas fenomena K-drama, alias drakor, di Indonesia pada tanggal 14 Desember mendatang!

Acara crossover antara KCCI dan Drakor Class ini bertujuan memperkenalkan segala aspek dari drama Korea. Tidak hanya soal menariknya drakor karena ceritanya, tapi juga efek drakor terhadap aspek sosial, budaya, dan literasi di negara kita sebagai salah satu penikmat Hallyu, atau Korean Wave.

Ingat ya, 14 Desember 2020 mulai pukul 16.00. Acara ini gratis dan ada banyak hadiahnya lho, tapi kamu harus daftar dulu untuk bisa mengikuti Zoom. Pendaftaran bisa diakses di sini: bit.ly/KCDKCCI122020.

Cerita singkat bagaimana pada akhirnya kami bisa ditangkap oleh radar KCCI dan akhirnya berkolaborasi dengan mereka bisa kamu baca di tulisan teman-teman sekelas saya Re Ra dan Rhin di bawah ini.

Reportase Drakor Class memperkenalkan diri di Kumpul Daring Komunitas Hallyu 2020 oleh Re Ra
Selayang pandang komunitas Hallyu di Indonesia oleh Rhin

Kami tunggu kehadiran chingudeul semua di blog kami dan di talk show kami yang pertama. Terima kasih untuk dukungan teman-teman pada kami di Drakor Class. Mari memajukan literasi dan mari terus menonton drama Korea.

Cho Rijo

Penulis novel dan cerpen dalam bahasa Inggris.

Penggemar filsafat, traveling, taekwondo, piano, buku, film, dan tentu saja drama Korea.

rijotobing.wordpress.com

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: