The Swordsman di Korea Indonesia Film Festival 2020

Joe Taslim Poster Swordsman
Review Movie Swordsman

Jadi kenapa berubah pikiran dan nonton di bioskop? Karena penasaran sama film Joe Taslim ini, secara ini debut JoTa membintangi film Korea. Film ini bergenre action, tentu saja memerlukan layar lebar dan sound system yang mumpuni agar pengalaman menontonnya dahsyat.

Gita – pengalaman menonton di Bioskop di masa pandemi

The Swordsman

  • Tahun Tayang : 2020
  • Sutradara : Choi Jae Hoon
  • Penulis Skenario : Choi Jae Hoon

Pemain 

  • Jang Hyuk (Tae Yool, pendekar pedang terbaik dari Dinasti Joseon)
  • Jung Ma Sik (Min Seung Ho, pendekar pedang dari Dinasti Joseon)
  • Joe Taslim (Gurutai, pendekar pedang dari Dinasti Qing)
  • Choi Jin Ho (Lee Mok Yo, salah seorang petinggi  kerajaan Dinasti Joseon)
  • Kim Hyun Soo (Tae Ok, Tae Yool)
  • Jang Hyun Sung (Gwanghaegun, Raja Dinasti Joseon)
  • Lee Min Hyuk (Gyeom Sa Bok, Tae Yool Muda)

Trailer

Trailer Swordsman 2020 (Sumber: Youtube EONTALK)

Sinopsis

Film ini menceritakan mengenai keadaan kerajaan Dinasti Joseon yang pada  saat itu sedang kacau karena terdampak dari perebutan kekuasaan antara Dinasti Ming dan Dinasti Qing. Sebagai salah satu sekutu dari Dinasti Ming sekaligus negara tetangganya, mau tidak mau Dinasti Joseon ikut merasakan dampak dari perebutan kekuasaan ini. Selain itu keadaan di Dinasti Joseon sendiri sedang kacau karena ada upaya untuk menggulingkan raja yang diakibatkan oleh adanya penjajahan dari Dinasti Qing.

joe Taslim The Swordsman
Joe Taslim dalam The Swordsman (Sumber: GeekCulture.co)

Pada suatu penyerbuan, Raja berhasil ditangkap. Setelah peristiwa tertangkapnya Raja, salah seorang pendekar pedang di kerajaan Dinasti  Joseon yang bernama Gyeom Sa Bok menghilang bagai ditelan bumi begitu juga dengan puteri raja yang masih bayi. Sementara itu salah satu pendekar Dinasty Joseon yang bernama Min Seung Ho  ikut dalam penyerbuan dan bertarung dengan Gyeom Sa Bok, berhasil melukai Gyeom Sa Bok, namun setelah penyerbuan itu Min Seung Ho memilih hidup sederhana setelah dia mengetahui bahwa kekuasaan itu hanya bersifat sementara. 

Bertahun kemudian kerajaan Joseon sudah dimasuki oleh utusan Dinasti Qing yang dipimpin oleh Gurutai yang masih merupakan kerabat Dinasti Qing. Gurutai memimpin dengan kejam, penuh kekerasan dan muslihat. Dia memerintahkan anak buahnya untuk mengambil paksa para wanita untuk dijadikan budak dan diperjualbelikan. Warga menjadi resah tetapi tidak bisa melawan, sementara pemerintah juga diam saja tidak ada perlawanan.

Sementara itu nun jauh di pedalaman hutan di atas gunung hiduplah Tae Yul dan anaknya Tae Ok. Mereka hidup dengan damai dan tenteram jauh dari keramaian. Namun semakin hari penglihatan Tae Yul semakin memburuk akibat cedera yang dia alami. Mereka pun turun gunung ke desa untuk mencari pengobatan untuk Tae Yul. Sayangnya pengobatan yang mereka inginkan sangat mahal dan hanya diperuntukkan untuk para bangsawan. Kemudian Tae Ok malah terkena tipu muslihat Lee Mok Yo, yang mengatakan bahwa dia menginginkan Tae Ok menjadi perawat ibunya yang sedang sakit, dengan imbalan pengobatan untuk Tae Yul.

Tae Ok menyanggupi karena ingin ayahnya sembuh. Ternyata dibalik semua itu Tae Ok dijadikan anak angkat untuk menggantikan posisi anak kandung Lee Mok Yo jika terjadi pengambilan paksa anak wanita untuk dijadikan budak oleh anak buah Gurutai. Namun ketika hal itu terjadi Tae Ok dan anak Lee Mok Yok sama-sama ditangkap karena dua-duanya ketahuan saat bersembunyi. 

Tae Yul yang mengetahui tersebut marah dan berusaha mencari putrinya. Dengan penglihatannya yang terbatas dia melawan pasukan Gurutai dengan sebilah pedang. 

Siapakah Tae Yul sebenarnya?

Berhasilkah Tae Yul mengalahkan Gurutai dan pasukannya serta menyelamatkan Tae Ok?

Langsung nonton aja yaaaa di bioskop kesayangan kalian.

Kesan dari Film The Swordsman

Gilaaa ini film keren banget. Yang bikin film ini makin keren karena ada Joe Taslim main di sini. Gw aja sampai bela-belain  nonton ke bioskop padahal masih takut sama Corona 😁.

Akting Joe Taslim Juara!

Aktingnya JoTa keren abis. Selain itu JoTa harus menghafal dialog dalam bahasa Manchuria yang udah mulai punah dan bahasa Korea zaman dulu yang udah jarang banget dipake karena beda pelafalannya dengan bahasa Korea modern. Keren banget, kan!

Udah mah bahasanya susah, harus dihapalin dialognya, harus ngapalin koreografi pertarungan pake pedang, harus akting pula deuh mimik muka JoTa di film ini ngeselin gimana gitu, aura jahatnya terpampang nyata, antara mengintimidasi sama merendahkan lawan, terus pengen ngalahin lawan apapun caranya.

Sejauh ini, menurut gw di film “The Swordsman” ini adalah akting Joe Taslim yang paling juara. Film ini juga merupakan debut pertama JoTa membintangi film Korea.

Jalan Cerita dan Karakter Tokoh Menarik!

Jalan ceritanya bagus, keren. Mengambil alur maju lalu mundur, flashback ke masa lalu. Dari flashback itu lah kita bisa mengetahui misteri yang ada di film ini. Sinematografinya juara. Akting para pemainnya gak usah diragukan lagi, keren semua.

scene the swordsman
Scene dalam The Swordsman 2020 (sumber: GeekCulture.co)

Kim Hyun So yang jadi Tae Ok cantik banget, lucu, gemes mukanya. Karakter tokohnya juga menarik. Yang rada bikin bingung cuma karakter Min Seung Ho, yang adalah seorang pendekar pedang, yang paling jago di kerajaan Dinasti Joseon. Rada abu-abu ini. Karakternya baik, tapi ikut menggulingkan raja. Tapi dia yang memberi makan rakyat. Tapi dia juga mendukung Gurutai 😁. Coba yang sudah nonton, bisikin gw dong. Kenapa sikap Min Seung Ho tuh kaya’ gitu?

Koreografi pertarungan pedangnya asyik untuk dinikmati. Darah muncrat di mana-mana. Berasa nonton film “The Raid” tapi pake pedang 😁. Jangan bawa anak kecil untuk nonton ini, ya. Ini bukan film untuk anak kecil. Ratenya untuk 17 tahun ke atas juga, sih. 

Direkomendasikan banget buat ditonton.

Korea Indonesia Film Festival 2020

Oh iya, gw nonton film “The Swordsman” ini dalam rangka “Korea Indonesia Film Festival” (KIFF) 2020. Rangkaian film yang diputar bisa ditonton di GoPlay dan langsung di bioskop CGV. Acaranya dimulai pada tanggal 28 Oktober 2020 dan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2020. Untuk bioskopnya yang memutar film KIFF adalah CGV PVJ dan Kings. 

Korea Indonesia Film Festival (KIFF) adalah acara tahunan yang dilaksanakan oleh Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) dan di tahun 2020 ini merupakan tahun ke 10 penyelenggaraan KIFF.

Penyelenggaraan KIFF bertujuan untuk memperkuat kegiatan pertukaran budaya Indonesia dan Korea di Indonesia melalui penayangan film. Namun ada yang berbeda di penyelenggaraan KIFF di tahun 2020 ini. Sehubungan dengan adanya pandemi COVID-19 maka sebagian film ditayangkan secara online melalui GoPlay. Total ada 17 film yang ditayangkan di KIFF 2020 ini. Mereka terdiri dari 14 film Korea, dan 3 film Indonesia.

Berikut ini adalah daftar filmnya :

Tayang di GoPlay

  • The Beauty Inside
  • On Your Wedding Day
  • Architecture 101
  • The Odd Family Zombie on Sale
  • Juror 8
  • A Taxi Driver
  • The Witch: Part 1. The Subversion
  • Kim Ji-Young: Born 1982
  • Parasite
  • Beast Clawing at Straws

Tayang di CGV

  • The Swordsman
  • Habibie & Ainun 3
  • Train to Busan Peninsula
  • Gundala
  • Ashfall
  • Deliver Us From Evil
  • Perempuan Tanah Jahanam

Untuk penayangan film-film KIFF di GoPlay tidak dikenakan tarif berlangganan alias gratis tis tis. Sementara untuk tarif tiket menonton film-film KIFF di CGV kita cukup merogoh dompet sebesar Rp 5.000 saja. Woooow, murah banget kaaan. Harga tiket ini jauh lebih murah dari harga tiket di KIFF 2019 yaitu sebesar Rp 15.000. 

Film-film yang ditayangkan juga bukan film sembarangan, melainkan film-film berkualitas dari Korea Selatan dan Indonesia. 

Poster The Swordsman
Poster The Swordsman (Sumber: IG @joe_taslim)

Tips Menonton di Bioskop di Masa Pandemi

Buat gw, nonton bioskop di masa pandemi COVID-19 belum selesai lumayan bikin deg-degan 😁. Protokol kesehatan diterapkan dari mulai kita masuk area mall. Pas masuk mall pastinya langsung diperiksa suhu tubuh dan harus menggunakan hand sanitizer. Masuk area bioskop diperiksa lagi suhu tubuhnya, lalu menuliskan data pribadi di form yang telah disediakan petugas. Area bioskop cenderung kosong, sepi. Kursi penonton berjeda, mau ngobrol susah saut-sautannya hahaha. Kapasitas penonton juga hanya 25%. Jadi ya, sepi sih di dalam studio, tuh. 

Pada saat memasuki studio, masker tidak boleh dibuka. Nah, ini PR banget buat gw, asli gw gak nyaman sebetulnya karena lumayan sesak. Buka masker takut, gak dibuka sesak hahaha. Tapi akhirnya gw bisa bertahan juga dengan masker tetap on di muka, nutupin hidung dan mulut. Gak boleh makan dan minum juga di dalam studio, gak boleh ngobrol. Sepi pokoknya 😁

Jadi kenapa berubah pikiran dan nonton di bioskop? Karena penasaran sama film Joe Taslim ini, secara ini debut JoTa membintangi film Korea. Film ini bergenre action, tentu saja memerlukan layar lebar dan sound system yang mumpuni agar pengalaman menontonnya dahsyat. Gw kurang puas kalau nonton film dengan genre action dan horror lewat TV atau HP. Kurang gede layarnya, terus suaranya ga ada efeknya, kurang asyik 😁

foto bareng Joe Taslim
Dah pernah ketemu Jota pas promo film Hit n Run. Aslinya baik banget 😁 (dok pribadi)

Terus mau nonton di bioskop lagi, gak?  Kalau filmnya memang bener-bener bagus ceritanya, memerlukan layar lebar dan sound system yang bagus karena banyak efek yang harus kita alami ketika menontonnya, ya, harus ditonton di bioskop, kenapa engga. Tapi memang gw membatasi banget sih, walaupun sudah amat kangen sama suasana bioskop. Secara ya dari Maret udah gak bisa nonton, berarti udah sekitar 7 bulan dah tuh gak nonton di bioskop. Tapi buat film-film drama atau genre lain yang gak terlalu perlu efek bioskop mah bisa lah nonton di HP atau TV 😁. Tapi ingat ya, protokol kesehatannya harus tetap diterapkan, jangan kasih kendor. Tapi lebih baik lagi, nonton di rumah aja, lah 😁.

IMHO 9⭐/10

Gita MomCha

Ibu dari satu anak perempuan, hobi nonton film, suka Reza Rahadian, Afgan dan Oppa-Oppa kece di Drakor, suka nulis review. FB Gita Lestari Hanafi IG gitalestariayesha

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. lendyagasshi berkata:

    Liat Jang-hyuk di zaman Joseon jadi inget dramanya yang bareng Oh Yeon-seo, Shine or Go Crazy.
    Menarik yaa….
    Karena di sini ada Jota oppaaa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: