Ending “Dali and the Cocky Prince” yang Membuat Candu

Annyeong Chingudeul, siapa yang masih belum move on dari kisah cinta Kim Dali dan Jin Moo Hak di “Dali and the Cocky Prince” atau yang juga dikenal dengan judul “Dali and Gamjatang” ini? Siapa yang ter-minjae minjae gara-gara melihat karakter Jyang diperankan Kim Min Jae yang sangat ekspresif di drama ini?

Setelah diberi drama romcom Hometown Cha Cha Cha (Homcha) yang membuat hati hangat, penonton drakor romcom pasti nggak kelewatan dong nonton Dali and Gamjatang yang bikin candu, penasaran dan hati ikut berbunga-bunga bahagia setelah menontonnya.

Tulisan kali ini menceritakan hal apa saja yang membuat drama ini berkesan buat saya. Tentu saja akan mengandung banyak spoiler. Kalau kamu tim spoiler, yuk mari ikut dengerin sambil baca sampai tuntas tulisan ini.

Dali and Gamjatang, lebih romcom dari Hometown Cha Cha Cha

Ketika Homcha berakhir, saya menyimpulkan Hometown Cha Cha Cha adalah drama romcom terbaik 2021. Tapi ternyata setelah menyelesaikan Dali and Cocky Prince, saya merasa ini juga drama terbaik di tahun 2021. Bahkan drama ini lebih romcom daripada Homcha. Kedua drama tersebut sama-sama menghibur, tapi bedanya kalau selesai nonton Homcha hati jadi hangat dan ingin menyelami keindahan desa Gongjin, selesai nonton Dali hati jadi penasaran ingin mencari tau gimana kelanjutan cerita antara Dali dan Jin Moo Hak alias candu ga bisa berhenti.

Salah satu hal yang juga bikin drama ini lebih terasa berkesan buat saya adalah banyak adegan yang sepertinya memakai formula romcom, tapi respon dari tokohnya tidak selalu berhasil ditebak. Dialognya juga terasa berbeda dibandingkan banyaknya formula klise dalam romcom.

Nah, mungkin kalau belum nonton malah jadi gak sabar ingin tahu ini ceritanya tentang apa sih? Ini sih gak akan saya ulangi lagi di tulisan ini, karena Rani Noona sudah menuliskan Korelasi Cinta dan Seni dalam drama Dali and the Cocky Prince. Dan Asri juga sudah menuliskan Kesan Pesan drama Dali and the Cocky Prince ini. Kalian juga bisa mendengarkan rekaman podcast atau Youtube dari siaran Johayo Show kalau tidak ingin terpapar spoiler terlalu banyak.

Mulai dari scene paling berkesan sampai pelajaran dari Dali and Gamjatang bisa didengarkan di podcast ini

Dali and the Cocky prince ini merupakan salah satu drama yang banyak ditonton oleh classmates di Drakor Class. Makanya nih ga tanggung-tanggung, kami ber-5 ramai-ramai ngobrolin kupas tuntas ending drama ini.

Sampai titik itu, kalau kamu belum penasaran ingin menonton, mari lanjutkan mendengarkan podcast edisi ending yang penuh spoiler ini, sambil membaca tulisan ini. Saya berusaha menuliskan garis besarnya hal-hal yang menarik dari drama Dali and the Cocky Prince ini.

Tokoh Utama dengan karakter yang kuat

Kim Dali (Park Gyu Young), seorang wanita pintar yang bisa berbagai bahasa dan berpendidikan tinggi. Anak dari keluarga terpandang dan menyukai bidang seni. 

Kim Dali yang tak mudah oleng dalam Dali and the Cocky Prince

Prinsip hidupnya banyak diadaptasi dari ayahnya yang menjadi pemilik galeri seni. Ketika melihat orang yang butuh bantuan, dia tidak akan segan membantu, ketika marah dia tetap kalem dan bisa menahan diri untuk tidak terlihat terlalu emosional. Pintar, Elegan dan tidak mudah oleng, itu gambaran dari Kim Dali.

Jin Moo Hak (Kim Min Jae), seorang pria yang kurang beruntung di masa mudanya sehingga tidak mengecap bangku sekolah. Pekerja keras, ulet dan punya radar uang dalam berbisnis dan sangat menghargai uang. Dari kecil dia sibuk membantu ayahnya mengantarkan makanan dari restorannya, sampai akhirnya usaha mereka menjadi cukup besar. Di luar terlihat kasar, tapi orangnya cukup bijaksana terutama dalam berbisnis.

Jin Moo Hak dalam Dali and the cocky Prince, pria jujur dalam segala situasi

Prinsip hidupnya: jangan pernah skip jam makan, selama hidup kamu harus makan (janjinya pada ibunya). Selain itu dia juga tipe yang tidak suka dengan nepotisme ataupun tidak merasa harus menghormati orang hanya berdasarkan kekayaannya saja. Jujur dan pekerja keras itu gambaran dari Jin Moo Hak.

Drama Tentang Keluarga

Drama ini sedikit berkisah seperti drama keluarga. Bagaimana dinamika kehidupan bersaudara baik saudara kandung ataupun saudara tiri. Ataupun antara paman dan ponakan, selain ayah dan anak.

Di beberapa kisah drama lain, hal-hal tentang kekeluargaan biasanya menjadi konflik besar, bahkan konflik utama. Tapi di sini, dari awal sampai akhir banyak hal yang bisa dipelajari tentang bagaimana memandang hubungan keluarga dan pentingnya saling menerima dan memaafkan dalam keluarga yang seharusnya memang saling menyayangi.

Terlepas dari kelakuan bapak Jin Moo Hak yang sibuk pacaran padahal ibunya sedang sakit, Moo Hak memaafkan ayahnya dan juga menerima saudara tiri dan ibu tirinya. Pada saat diketahui kalau Dali juga bukan anak kandung dari keluarga terpandang, dia tidak mempermasalahkannya karena menurutnya bukan hanya hubungan darah yang membuat ikatan keluarga. 

Dali and the cocky prince

Permasalahan  yang ditimbulkan oleh sepupu Dali juga dimaafkan oleh Kim Dali. Hubungan Kim Dali dengan para pegawai di galeri seni juga sudah seperti keluarga juga.

Cerita yang juga bikin hati hangat adalah ketika di bagian akhir bapaknya Moo Hak menyadari kesalahannya selama ini dan. Bapaknya akhirnya memilih Moo Hak dan sedikit berkorban dari ego nya yang selama ini menelantarkan moo hak dengan berpisah dari istri ke-2 nya. Tapi Moo Hak menyarankan kalau bapaknya lebih baik kembali ke istrinya itu karena Moo Hak tau apa itu cinta.

Bapaknya Jin Moo Hak dalam Dali and the Cocky Prince

Cinta pada pandangan pertama atau Cinta karena biasa?

Hidup dengan orang yang dari lingkungan yang sama atau hidup dengan orang yang memang dicintai? Tentunya dengan orang yang dicintai. Kalaupun ada keluarga yang memisahkan, mereka berhak menolak dipisahkan kalau mereka saling mencintai.

Karakter dalam drama Dali dan Cocky prince ini sama kuatnya, tau apa yang dirasakan dan mau berjuang untuk itu. Nggak oleng karena silaunya harta tetangga tapi juga mau berusaha bersama kalau ada masalah.

Banyak yang meragukan kalau orang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan tidak akan bisa nyambung komunikasi nya, tapi ternyata buat Dali, tingkah laku Moo Hak dianggap hal yang lucu saja. 

Dali tidak pernah sekalipun meremehkan Moo Hak, walaupun awal pertemuan mereka membuat pekerjaan Dali nyaris terancam kacau karena kasus salah jemput.  Moo Hak juga tidak pernah sedikitpun kehilangan kepercayaan diri walau saingannya  Segi grup yang konon konglomerat besar yang pejabat aja takut.

Perjalanan cinta Dali dan Moo Hak bukan digambarkan sebagai orang yang sudah kenal sejak masih kanak-kanak. Kalaupun digambarkan mereka salah jemput di awal, tapi pada episode awal tidak serta merta ditunjukkan kalau keduanya langsung saling jatuh cinta. Walaupun kalau dirunut kembali, sepertinya untuk Moo Hak, dia tertarik langsung di awal pertemuan, sedangkan untuk Kim Dali cinta bertumbuh itu setelah proses bertemu beberapa kali.

Cerita cinta di drama manapun akan terkesan klise, tapi drama ini membungkus kombinasi dari orang yang tertarik sejak pertama, tapi melalui proses mengenal karakter satu sama lain dan nggak pakai tarik ulur seperti formula drakor pada umumnya.

Tentang Cara Memandang Uang

Jadi di Dali and the Cocky Prince ini ada 2 jenis cara pandang orang tentang uang:

  1. orang yang menghargai uang sebagai hasil kerja keras (Jin Moo Hak)
  2. dan orang yang gak ada puasnya dengan uang yang sudah banyak sekalipun sampai menghalalkan segala cara (Jang Tae Jin)

Moo Hak di awal memakai alasan hutang piutang yang membuat dia bersikeras selalu mencari Dali di manapun, tapi pada dasarnya memang dia mencari cara mengembalikan uangnya sambil membantu Dali. Moo Hak ini menghargai uang sebagai hasil kerja keras, tapi dia juga tahu ada yang lebih penting dari uang.

Tentang Politik dan Bisnis

Dali and the cocky prince

Salah satu hal yang biasanya kurang menarik buat saya dari sebuah drama adalah cerita politik dan bisnis di dalamnya. Walaupun dalam drama ini ada sedikit politik dan orang-orang serakah yang berusaha mencari keuntungan dengan menyusahkan orang lain, tapi orang serakahnya ga terlalu banyak ditunjukkan.

Terlebih lagi, di drama ini ditunjukkan kalau dalam berbisnis, kita bisa tetap sukses dengan memilih jalan yang lurus dan jujur dan bukan mencari keuntungan dari orang-orang disekitar kita. Demikian juga ketika kita memiliki bisnis dalam keluarga, bagaimana ketika ada masalah dalam bisnis, hubungan kekeluargaan tetap harus dijaga.

Saya suka sekali penggambaran tokoh Jin Moo Hak bukan pria sempurna, tapi ya tetap punya karakter dan kepribadian yang kuat dan bisa sukses dalam berbisnis dengan kejujurannya dan tidak serakah.

Happy Ending gak pake lama

Pastinya, penonton romcom itu suka dengan drama yang berakhir bahagia. Kalau berakhir tidak bahagia, pasti masuk ke genre melodrama dan nggak jadi saya tonton.

Banyak yang terkecoh dengan ending dari drama ini, bahkan ada yang sampai selesai menontonnya masih mengira mereka sempat terpisah 1 tahun lamanya. Memang kebanyakan cerita drama suka dengan lompatan waktu, putus dulu baru nyambung, tapi Dali and the Cocky Prince tidak seperti itu.

ending Dali and the cocky prince
This is the story of Dali and Gamjatang, and they live happily ever after. The End (VIU)

Penulis drama Dali and the Cocky Prince berhasil membuat penonton roller coaster di episode terakhir, tapi ya tentu saja sesuai harapan dari semula, drama ini kan kisah antara Dali dan Gamjatang, berakhir dengan they live happily ever after, alias seperti di dalam dunia dongeng.

Buat penonton romcom, dan tim hepi ending, yuklah langsung saja tonton Dali and the Cocky Prince ini di VIU. Bisa gratis loh nontonnya!

2 pemikiran pada “Ending “Dali and the Cocky Prince” yang Membuat Candu”

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: