First Impression: K-Drama MOUSE(2021)

mouse review first impression

Annyeong haseyo!!

Selamat datang, April! Yeee, telat kali, Nad. Sudah tanggal berapa pula ini di bulan April-nya. Haha, maklum, ini tulisan perdana saya untuk Drakorclass di bulan ini, jadi ya, boleh dong masih nyapa-nyapa suasana bulan baru #maksa.

Nah, lagi pada ngikutin drakor apa nih, Chingudeul? Vincenzo? Ahh, buat yang ngikutin drakor itu sudah dipastikan kalian adalah bucin sejati dari Oppa Joong-ki yaaa? Wahaha. Sotoy kan gue?

Atau ada yang ngikutin MOUSE? Kalau ini pasti kalian para drakorian yang semi-psikopat #ehh. Joking, Chingu! Maksudnya, mungkin kalian adalah orang yang suka dengan darah-darahan dan sedikit adegan kekerasan, MACAM SAYA, hahaha.

Yuhuuu, saya mau ngobrolin tentang MOUSE nih, Chingu-ya! Lebih ke first impression saya dan juga kira-kira saya YAY atau NAY yaa sama drama ini, hihi.

lee seung gi dalam mouse
picture by tribunnews.com

JUDUL YANG MEMBUAT PENASARAN

Pertama kali agak dibuat bingung dengan judul sebenarnya. MOUSE? Is it for a real TIKUS? Lah, kenapa musti tikus, sih? Ga hamster gitu kan yang lebih lucu, atau kelinci? Ahaa, otak (sok-sok-an) observer ­saya langsung beranggapan, ‘Hmmm, dramanya berkaitan dengan aktivitas laboratorium deh kayaknya. Tikusnya jadi objek percobaan, dan kemudian dia bermutasi malah jadi makhluk-makhluk jahat.’ Keren ga , tuh, prakiraan saya?

poster drakor mouse
picture by tentangsinopsis

Eh, ternyata, jawaban itu (sedikit) terkuak tepat di episode awal drama ini. Jadi, tikusnya bukan untuk objek percobaan ya. Menurut saya, tikus ini seperti perumpamaan target mangsa predator buas, seperti ular.

Yap, sesuai dengan adegan pembuka dari drakor ini, saat seorang anak kecil yang sedang berdarma-wisata ke kebun binatang bersama teman-teman sekelasnya. Kemudian, dia melepaskan tikus liar dari tasnya (yang di beberapa episode setelahnya baru diketahui bahwa tikus itu ditemukan di jalan menuju sekolah) ke dalam aquarium berisi ular kobra. Ular dikasih tikus ya kalap, yekan?

Tanpa tendeng aling-aling Si Ular mengambil ancang-ancang untuk menerkam tikus itu. Anak-anak lain sontak lari ketakutan melihat adegan ‘menakutkan’ tersebut. Ya, namanya juga bocah.

Namun, tidak dengan anak lelaki misterius ini, yang memasukkan sendiri tikus tadi. Dia sangat menikmati pemandangan mangsa-dimangsa di hadapannya. Bahkan, dia sempat menyeringai seolah tontonan di depan matanya tersebut adalah kegiatan menyenangkan.

DRAMA BERTEMA PSIKOPAT

Episode pertama yang rilis pada tanggal 3 Maret 2021 langsung memberikan insight bahwa drama yang direncanakan akan tayang sebanyak 20 episode ini merupakan drakor yang mengangkat genre thriller. Pertumpahan darah sudah mulai ditampilkan meski dari episode awal.

Untuk kelas drama Korea, saya pikir adegan kekerasannya sudah cukup mumpuni. Meskipun saya menonton dengan sensor yang (honestly) agak annoying. Blurred sana sini (bahkan pisau yang ga dipake apa-apa aja disensor haha) lumayan mengurangi feel dari thriller-nya, tetapi saya tetap masih bisa menangkap thrilling vibe itu sendiri, hal yang jarang saya dapatkan dari menonton drama Korea.

Lebih menarik perhatian saya karena tema yang diusungnya adalah pembunuhan dan psikopat. Pembunuh-pembunuh dalam drama ini memang dibuat oleh writer­-nim sebagai karakter yang mengidap psikopat. Mereka menempatkan dirinya sebagai predator yang siap memangsa ‘tikus-tikus’ di jalanan, yang tak lain dan tak bukan, tikus itu adalah MANUSIA.

anak kecil dalam drakor Mouse
picture by tumgir

ALUR YANG MENGAJAK UNTUK BERPIKIR

Drama bertema psikopat ga akan greget tanpa alur yang dibuat ‘berat’. Setidaknya, penonton diajak untuk mikir, menerka-nerka, kaget, penasaran di setiap potongan adegannya. Dan MOUSE sudah cukup memberikan sensasi itu.

Di-support oleh alur yang maju mundur, tokoh yang banyak dan membawa peran misterius masing-masing, kasus yang luas (bahkan mengambil sedikit isu politik/pemerintahan), seperti menyempurnakan kesan thrilling dari drama ini.

Walaupun belum bisa sesadis dan segablang drama dari negara bagian barat sana dalam hal pembunuhan, tetapi so far, MOUSE sudah bisa memberikan kesan thrilling itu lebih kuat untuk saya dibandingkan dengan drama Korea sejenisnya.

keterhubungan tokoh dalam drakor Mouse
picture by kompas

MOUSE, YAY OR NAY?

Kembali ke selera masing-masing penikmat drakor. Jika memang secara personal menyukai film mengandung kekerasan, dengan latar cukup banyak darah, pembunuhan, sadis, saya rasa akan cocok menikmati MOUSE ini.

Tidak akan dibuat kecewa dengan dosis sadisnya, meskipun belum terlalu ekstrim juga menurut saya. Yang artinya, beginner penyuka thriller pun masih bisa enjoy dan tidak terlalu ter-INTIMIDASI, hehe.

Belum lagi jika membahas tentang pemainnya. Bucin Lee Seung Gi sila merapat! Dan secara pribadi, saya merekomendasikan drama ini untuk diikuti. Selingan di antara ke-unyuk-unyuk-an drakor pada umumnya. Memberikan sensasi dugun-dugun yang berbeda.

Neng Nad

Ibu rumah tangga beranak dan bersuami satu, penyuka kopi dan kata. Nonton Korea juga hobinya. Biasnya tergantung mood, tapi lebih prefer yang matang-matang ranum macem Song Seung-heon. Jelas tetep ga nolak juga kalo ada yang imut lewat sejenis Kim Soo-hyun. Intinya, mata dan hati tak cukup kuat melihat yang glowing korban skincare Korea berikut sentuhan oplasnya. Mamak lemah <3

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: