Love Hate Relationship Dalam Film My Annoying Brother

D.O dan Jo Jung Suk dalam poster My Annoying Brother

“As we grew up, my brothers acted like they didn’t care, but I always knew they looked out for me and were there!”

– Catherine Pulsifer.

Film My Annoying Brother

Sabtu, 24 Oktober 2020 yang lalu adalah hari ulang tahun saya. Saya sudah memesan kue yang sejak lama saya inginkan. Akan tetapi karena sesuatu hal, kue tersebut tidak bisa hadir menemani hari spesial itu. Tentu saja sebagian hati saya kecewa. Namun saya berpikir mungkin memang belum jodohnya. Jadi saya tidak terlalu bersedih.

Untuk menghibur diri, dan memenuhi janji kepada bocah, saya berencana membeli kue di tempat lain. Namun tiba-tiba adik saya mengirim pesan, meminta saya mengirim lokasi rumah. “Untuk apa?” begitu batin saya. Tidak bisa dipungkiri hati ini mengharap sebuah kejutan. Beruntunglah harapan saya kali ini terkabul. Sekitar 30 menit kemudian datanglah tukang ojek online membawa sebuah kue ulang tahun.

Saya merasa senang sekaligus terharu. Ternyata meskipun kami sudah jarang berkomunikasi, dan jarak memisahkan raga kami begitu jauh, dia masih mengingat hari spesial saya. Memang seperti itulah saudara. Kadang kami tampak tidak memperdulikan satu sama lain, tidak banyak mengobrol maupun berbagi kisah, tapi tetap saja kami saling memikirkan dan saling peduli. Karena kejutan itu saya tergerak untuk menonton sebuah film Korea yang berjudul My Annoying Brother (2016).

Bukan! Bukan karena adik saya ini annoying. Malah sebaliknya, menurut saya, saya lah yang dulunya adalah seorang annoying sister (pengakuan dosa).

Film ini sudah lama masuk dalam daftar film yang ingin saya tonton, tapi entah kenapa saya belum juga meluangkan waktu untuk menontonnya. Akhir-akhir ini saya memang lebih banyak menonton drama daripada film. Namun akhirnya berbekal kenangan bersama adik-adik di rumah, saya memutuskan menontonnya kemarin sore.

Sesungguhnya saya belum pernah membaca sinopsis maupun ulasannya. Jadi saat menontonnya, saya benar-benar tidak tahu drama ini akan berkisah tentang apa. Saya tahu judul film ini dari daftar film yang dimainkan oleh Jo Jung Suk dan D.O, dua aktor yang akhir-akhir ini semakin naik daun. Film ini juga beberapa kali saya baca ketika saya mencari daftar film Korea tersedih sepanjang masa. Membuat penasaran bukan?

My Annoying Brother

Film My Annoying Brother
Go Doo Shik dan Go Doo young

Film ini bercerita tentang seorang tahanan bernama Go Doo Shik (Jo Jung Suk) yang mengajukan pembebasan bersyarat untuk menjaga adiknya yang tiba-tiba menjadi buta. Adiknya, Go Doo Young (D.O) adalah seorang atlet judo. Dia kehilangan penglihatannya saat sedang bertanding. Berkat aktingnya yang meyakinkan, Go Doo Shik berhasil menyentuh hati para petugas dan dibebaskan dari penjara.

Kenapa saya bilang akting? Karena ternyata dia sama sekali tidak merasa sedih akan kejadian yang menimpa adiknya. Malah dia merasa bersyukur musibah itu bisa menjadi alasannya keluar dari penjara. Kakak macam apa yang mengambil keuntungan dibalik musibah yang menimpah adiknya? Jahat sekali. Begitulah awal penilaian saya pada Go Doo Shik.

Saat tiba di rumah setelah 10 tahun tidak pulang, dia memencet bel, namun tidak ada yang membukakan pintu. Akhirnya dia melompati pagar dan mendapati pintu rumahnya tidak terkunci, bahkan bagian dalamnya sangat kotor dan berantakan, seperti sudah lama tidak dihuni. Setelah menghampiri adiknya di kamar dengan sapaan yang tidak bisa dibilang ramah, dia malah langsung membuat mie instan dan menikmati kebebasannya. Dia sama sekali tidak berusaha untuk membersihkan rumah. Bahkan beberapa waktu setelahnya, dia menipu adiknya untuk mengambil pinjaman. Sungguh kakak yang tidak berperasaan, bukan?

Untunglah ada Lee Soo Hyun (Park Shin Hye), pelatih judo sang adik yang begitu perhatian. Bahkan dia sampai datang membersihkan rumah dan memasak makanan untuk Do Young. Baik hati sekali bukan? Dia tampak memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Do Young. Bahkan setelah tahu ada Doo Shik di rumah itu, Soo Hyun pun ikut merasa kesal dengan tingkah lakunya.

Sebetulnya adegan Soo Hyun datang ke rumah Doo Young ini sedikit membuat saya bertanya-tanya. Sudah berapa lama Doo Young menjadi buta saat kakaknya datang sampai rumahnya separah itu? Lalu apakah itu kunjungan pertama Soo Hyun ke rumah Doo Young setelah dia mengalami cedera? Jika iya, rasanya tidak mungkin karena dalam cerita mereka tampak begitu dekat, tapi jika tidak kenapa rumahnya bisa semengerikan itu saat Doo Shik datang? Apa selama ini Soo Hyun hanya berkunjung tanpa bersih-bersih? Hehehehe ini hanya pemikiran tidak penting yang tiba-tiba saya melintas saat menontonnya.

Kembali ke cerita utama. Ternyata hubungan tidak baik di antara kedua kakak beradik ini dipicu oleh sebuah kejadian di masa lalu. Masa lalu yang secara tidak sadar melukai dan membuat mereka saling membenci. Namun seiring bertambahnya waktu yang mereka lalui bersama, kesalahpahaman demi kesalahpahaman mulai terurai dan mereka pun menjadi lebih dekat. Perlahan-lahan Doo Shik membantu Doo Young memperoleh rasa percaya dirinya kembali, dan usaha itu membuahkan hasil yang tidak mengecewakan.

Film My Annoying Brother
Kakak adik yang mulai akrab

Di tengah rasa bahagia yang sedang mereka rasakan karena mulai akur kembali, tiba-tiba berita buruk mengusik kebahagiaan itu. Doo Shik didiagnosa menderita kanker stadium akhir dan hanya memiliki sisa waktu 3 bulan. Karena itu dia membujuk adiknya untuk menjadi atlet paralimpik. Meski awalnya Doo Young menolak saat Soo Hyun memintanya, namun Doo Shik berhasil meyakinkan adiknya untuk terus maju. Saat adiknya menjalani pelatihan dan maju ke pertandingan Internasional, sang kakak berjuang melawan penyakitnya. Beruntunglah ada seseorang bernama Dae Chang (Kim Gang Hyeon) yang membantu Doo Shik melewati masa-masa sulitnya itu.

Akhir drama ini sebetulnya sudah bisa saya tebak. Namun tetap saja saya merasa sedih sekaligus terharu menikmati menit-menit terakhir drama ini. Awalnya saya membayangkan bahwa drama ini akan membuat saya banyak menangis karena sejak awal sudah menampilkan adegan yang membuat hati sedih. Tetapi ternyata saya hanya sekali menitikkan air mata saat Doo Young memenangkan kejuaraan dunia.

Pesan Moral yang Ingin Disampaikan

Drama ini cukup bagus meskipun tidak bisa saya katakan bagus sekali. Melodrama yang disisipkan sedikit humor segar ini membuat penonton seperti saya merasa terhibur dan merenung. Ada beberapa pelajaran berharga yang bisa diambil dari drama ini. Apa saja pelajaran itu?

Pelajaran Pertama

Musibah bukan akhir dari segalanya. Keterbatasan bukanlah sebuah penghalang untuk berjuang. Selalu akan datang cahaya setelah malam yang gelap gulita. Bersedihlah sejenak, namun jangan menyerah. Bangkitlah kembali dan kejarlah mimpi-mimpimu dengan cara baru. Inilah yang bisa saya simpulkan dari perjalanan karir Doo Young dalam Judo.

Pelajaran Kedua

Tetap berbuat baiklah kepada seseorang meski dia pernah memperlakukanmu dengan kurang baik. Siapa tahu suatu hari kalian bisa berteman dan teman itu menjadi penolongmu. Seperti Doo Shik dengan Dae Chang yang membantunya saat dia sedang sakit dan sendirian.

Pelajaran ketiga

Kesalahpahaman bisa saja terjadi pada kakak beradik. Namun kesalahpahaman itu bisa semakin meruncing bahkan membuat saudara saling membenci jika dibiarkan begitu saja. Jika ada kesalahpahaman bicarakanlah, jelaskan apa yang sesungguhnya terjadi dan apa yang kalian rasakan. Mungkin dengan begitu kalian bisa dimengerti dan hubungan menjadi semakin dekat seperti dalam film ini.

Pelajaran keempat

Saudara yang baik adalah orang terdekat yang akan menolongmu saat hal buruk menimpamu. Mereka akan menjadi orang pertama yang membela dan menjagamu. Makan jagalah hubungan baik dengan saudara kalian. Seperti dalam film ini, hubungan yang baik itu membawa ke arah yang lebih baik, sedangkan hubungan yang buruk hanya akan membuatmu terpuruk.

Pelajaran kelima

Perlakukan orang-orang terdekatmu dengan baik saat mereka ada di dekat kalian, sehingga saat mereka pergi untuk selamanya, tidak ada penyesalan di dalam hati. Seperti Doo Young yang akhirnya bisa mengenang Doo Shik dengan senyuman.

“Be nice to your siblings, they’re your best link to your past and the most likely to stay with you in the future.” 

– Baz Lurhmann.

Asri

Ibu muda yang suka membaca, menulis, menonton, makan, dan jalan-jalan.
Cerita jalan-jalan saya bisa dibaca di http://www.asrilestari.com sedangkan tulisan lainnya bisa diintip di https://catatansangpemimpikecil.blogspot.com

Baca Juga

3 Komentar

  1. Ah…akutu gak pandai menebak drama atau film.
    Jadi buatku, ending drama ini menyedihkan. Dan bener yaa…ketika gak ada, baru kita menyadari betapa berharganyanya orang tersebut bagi kita.

    1. Endingnya mengharukan sih kalo bagiku.

      Iya bener banget. Yang gak ada itu semakin kerasa penting.

  2. […] berjudul “Don’t Worry”. Lagu tersebut menjadi salah satu soundtrack untuk film My Annoying Brother (2016), dimana D.O. dan Jo Jung Suk beradu akting di film […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: