Merayakan Lebaran, Mengenal Chuseok

Selamat merayakan Idulfitri bagi Chingudeul semua.

Selamat merayakan kemenangan setelah satu bulan penuh berpuasa.

Selamat kembali ke fitrah yang suci dan berkumpul bersama keluarga.

Tahukah kamu bahwa Korea Selatan juga memiliki tradisi hari raya yang serupa dengan Idulfitri, atau yang lazim kita sebut sebagai Lebaran?

Seperti kebanyakan bangsa di dunia Timur, orang Korea Selatan juga mementingkan keluarga dan keberadaan kampung halaman. Raga boleh merantau ke berbagai benua, tapi ada momen-momen di mana hati rindu untuk pulang.

Di Indonesia, momen ini adalah Hari Raya Idulfitri yang merupakan salah satu hari besar umat Islam.

Di Korea Selatan, pemicu momen berkumpul bersama keluarga bukanlah sebuah agama khusus, tapi rasa syukur atas panen yang telah berhasil pada pertengahan musim gugur.

Apa Itu Chuseok?

Saya bergabung dengan sebuah dojang untuk berlatih taekwondo pada bulan Agustus tahun 2016. Di dojang itu semua murid adalah orang Korea kecuali saya dan satu orang dari Perancis.

Kira-kira sebulan setelah saya bergabung, semua sunbae (senior) di dojang itu membawa tteok (kue beras) dan sikhye (minuman manis hasil fermentasi beras) untuk dimakan bersama-sama setelah latihan selesai.

Ada acara apa?

Ternyata Chuseok baru berlalu dan mereka merayakannya bersama-sama sebagai perantau di Indonesia. Saya menulis di sini tentang pengalaman merayakan Chuseok di kota saya ketika pandemi masih merajalela tahun lalu.

Songpyeon yang diberi teman saya pada Chuseok tahun 2021.

Saya bertanya, “Chuseok itu apa?”

Yang dijawab dengan, “Lebaran-nya orang Korea.”

Sebelum saya mencari informasi lebih lanjut di Google tentang Chuseok, saya sudah mengerti bahwa analogi Lebaran yang dipakai adalah yang berhubungan dengan momen berkumpul bersama keluarga.

Ada dua momen penting bagi orang Korea Selatan yang terkait dengan keluarga, yaitu:

  1. Seollal: 선날, atau Tahun Baru Korea sebenarnya adalah tahun baru lunar yang dirayakan oleh banyak negara lain, seperti Tiongkok, Jepang, Vietnam, dan lain-lain. Tahun baru ini disebut juga sebagai festival musim semi yang menandakan dimulainya tahun yang baru untuk bercocok tanam.
  2. Chuseok: 추석, adalah sebuah perayaan yang khas Korea Selatan dan disebut juga sebagai festival pertengahan musim gugur. Festival ini diadakan sebagai tanda syukur atas panen yang telah berhasil, yang telah memberikan bekal untuk menghadapi musim dingin tanpa hasil lahan.

Pada Seollal dan Chuseok, orang Korea Selatan berbondong-bondong pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. Seollal dan Chuseok ditetapkan sebagai hari libur nasional, masing-masing selama 3 hari, untuk memberi kesempatan pada orang-orang untuk bepergian.

Bagaimana dengan di Indonesia? Idulfitri ditetapkan sebagai tanggal merah selama dua hari, dan durasi libur Lebaran bergantung pada keputusan pemerintah dan kebijakan di setiap tempat kerja.

Selain tentang libur atau tidak libur, ada tiga hal lain yang saya perhatikan menjadi irisan di antara Lebaran dan Chuseok.

Antara Lebaran dan Chuseok: Ritual

Umat muslim pada Hari Raya Idulfitri melakukan ziarah kubur untuk mendoakan orang yang telah meninggal dan mengingatkan orang yang masih hidup akan kematian. Ziarah ini adalah salah satu bentuk silaturahmi.

Berziarah pada saat Lebaran.

Pada saat Chuseok, orang Korea juga bersilaturahmi dengan leluhur mereka melalui tiga ritual ini:

  1. Charye (차례): prosesi persembahan berupa makanan dan penghormatan dengan cara bersujud pada altar yang melambangkan orang tua dan leluhur yang telah meninggal. Prosesi ini dilakukan oleh anggota keluarga di rumah.
  2. Seongmyo (성묘) dan Beolcho (벌초): prosesi mengunjungi dan merapikan tempat pemakaman keluarga dan kerabat.

Teman-teman saya di dojang taekwondo banyak yang tidak bisa pulang ke Korea Selatan ketika Chuseok. Saya mendengarkan cerita sedih mereka yang tidak bisa melaksanakan seongmyo dan beolcho dengan perasaan trenyuh.

Rindu yang tidak sampai itu sangat menyedihkan….

Sebuah keluarga bersiap-siap untuk melakukan ritual Charye.

Antara Lebaran dan Chuseok: Keluarga

Lebaran adalah momen merayakan kemenangan, sedangkan Chuseok adalah momen yang pada mulanya merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil alam. Dalam kedua tradisi ini ada satu elemen yang sangat penting, yang juga berharga bagi tradisi lain di kebudayaan lain.

Keluarga.

Pada saat Lebaran dan Chuseok, orang-orang berduyun-duyun pulang ke kampung halaman mereka, mengunjungi keluarga, orang tua, dan sanak saudara yang sudah terpisah lama.

Orang tua dan anak saling melepas rindu. Kakek dan nenek bisa bertemu dengan cucu-cucu mereka. Orang muda yang masih single diberondong dengan pertanyaan “Kapan menikah” (uppssss).

Dari guru bahasa Korea saya tahu bahwa Chuseok adalah momen khusus untuk orang tua boleh nagging anak. Dia menjelaskannya dengan tertawa-tawa kemarin, sambil bercerita bahwa dia juga bertanya ini dan itu kepada anaknya yang pulang kampung.

Kapan menikah?

Masak nggak punya pacar?

Mama nggak tambah muda!

Ternyata sama saja di Indonesia dan di Korea Selatan, hahaha….

Bertemu keluarga adalah saat-saat yang membahagiakan. Seunik apapun anggota keluarga kita, mereka adalah tetap keluarga yang selalu dicintai dan dirindukan.

Antara Lebaran dan Chuseok: Makanan Khas

Sebuah tradisi dan perayaan akan semakin lengkap dengan kehadiran makanan yang khas tradisi atau perayaan itu.

Lebaran di Indonesia menghadirkan berbagai macam makanan tradisional yang memancing selera. Ketupat, opor ayam, sambal goreng ati, semur daging, rendang, adalah beberapa dari banyak sekali makanan khas yang disajikan pada hari besar ini.

Bertandang ke rumah keluarga, makan bersama sambil bertukar kabar dan menyantap hidangan khas nan nikmat adalah momen indah yang tak terlupakan pada Hari Raya Idulfitri.

Dari kiri atas searah jarum jam: ketupat, opor ayam, sambal goreng ati, dan rendang.

Bagaimana dengan Chuseok?

Hidangan khas pada saat Chuseok adalah songpyeon (kue beras berbentuk bulan setengah bulat) dan sikhye (minuman manis hasil fermentasi beras).

Songpyeon tidak berbentuk bulat sempurna seperti bulan karena sejak jaman Kerajaan Baekje dan Kerajaan Silla orang Korea percaya bahwa bulan setengah bulat adalah pertanda kemenangan atau masa depan yang cerah.

Bulan yang setengah bulat pada akhirnya akan berubah menjadi bulan bulat sempurna, dan ini melambangkan sebuah proses yang lengkap dan sebuah finalitas.

Keluarga di Korea Selatan berkumpul dan makan songpyeon bersama-sama saat Chuseok untuk mendoakan masa depan yang lebih cerah pada hari-hari mendatang.

Deretan songpyeon berwarna cerah dan cantik. Visual itu sangat penting pada penyajian makanan dalam kebudayaan Korea Selatan.

Penutup

Populasi umat muslim di Korea Selatan adalah di bawah 200.000 orang (sekitar 0.38% dari total populasi, berdasarkan data sensus penduduk tahun 2021), dengan 70% umat muslim memiliki kewarganegaraan non-Korea Selatan.

Merayakan Hari Raya Lebaran ketika sedang berwisata ke Korea Selatan terdengar unik, ya? Atau kamu ingin merasakan perayaan Chuseok di Korea Selatan sana?

Semoga Korea Selatan segera membuka kembali perbatasannya untuk turis asing, ya, dan membuka kembali pintu kesempatan untuk kita menimba pengalaman.

Psssst…, saya sudah tidak sabar ingin mengunjungi HYBE.

Selamat menikmati waktu tenang dan kebersamaan dengan keluarga sepanjang liburan ini.

Hati-hati dalam perjalanan pulang kembali ke kota tempat merantau! 💜


Comments

Satu tanggapan untuk “Merayakan Lebaran, Mengenal Chuseok”

  1. Avatar Dian

    Hampir sama ya kak
    Jadi momen berkumpul dengan keluarga
    Dan menikmati makanan khas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Artikel Terbaru

aktor bae suzy Cha Eun Woo comedy drakor drakor 2020 drakor 2021 DrakorClass DRAKOR CLASS IG LIVE Drakorclass on Podcast drama drama2020 Drama 2021 drama 2022 drama2022 drama 2023 drama lama DRAMA SAGEUK drama terbaru fantasi film korea Hwang in yeop hyun bin IG live ji sung kim seon ho Kim Young Dae kmovie Kpop lee seung gi moon ga young nam joo hyuk netflix Podcast rekomendasi review film romance sageuk Song kang SON YE JIN start up Thriller True Beauty webtoon yoon park

%d