Kesan Pertama Nonton Twenty Five Twenty One

Ketemu lagi sama drama anak muda yang dipenuhi mimpi dan semangat. Mengandung vibes yang mirip dengan drama Start Up dua tahun lalu, kini ada Twenty Five Twenty One (스물다섯 스물하나) yang menggantikan slot Bulgasal: Immortal Soul yang sudah rampung di awal Februari. 

Twenty Five Twenty One disiarkan oleh tvN dan kita bisa menontonnya via streaming Netflix setiap akhir pekan jam 7 malam WIB.

Kdrama 25 21
Poster Twenty Five Twenty One. tvN.
  • Drama: Twenty Five Twenty One
  • Revised romanization: Seumuldaseot Seumulhana
  • Hangul: 스물다섯 스물하나
  • Director: Jung Ji-Hyun
  • Writer: Kwon Do-Eun
  • Network: tvN
  • Episodes: 16
  • Release Date: February 12 – April 3, 2022
  • Runtime: Sat. & Sun. 21:10

Jadi dewasa itu memang berbeda ya… 

Dalam jangka waktu 4 tahun, kehidupan bisa jadi begitu lambat, bisa jadi langsung jungkir balik. Termasuk ketika mengalami fase transisi dari remaja penuh keceriaan menuju kehidupan dewasa yang kompleks.  

Na Hee Do dalam drama ini mengingatkan gambaran masa remaja saya (dan mungkin remaja pada umumnya) di tahun ’98. Oke, kini ketahuan angkatannya ya. Mulai dari gaya berpakaian, selera musik, dan pola pergaulan.

Di tahun-tahun tersebut saya juga melalui hal-hal yang tidak jauh beda dari yang dialami Na Hee Do: kesulitan membangun komunikasi dengan orang tua, punya mimpi yang tidak tahu bagaimana mewujudkannya, rajin menyambangi persewaan komik dan dvd, chatting sama anonim, termasuk juga melalui masa krisis moneter yang mengguncang dunia saat itu… Waaaa, semuanya gue banget!

Jadi, nonton Twenty Five Twenty One ini bikin saya senyum-senyum mengingat masa lalu yang rasanya baru kemarin berlalu. Jadi dewasa memang enggak kerasa, mungkin begitu yang dirasakan Baek Yi Jin ketika harus menghadapi persoalan keluarga yang sangat rumit begitu usianya menginjak 20 tahun ke atas. 

Zaman telah merenggut segalanya darimu, tapi jangan menyerah atas kebahagiannmu.

Na Hee Do, Twenty Five Twenty One

Sinopsis Twenty Five, Twenty One

Na Hee Do (Kim Tae Ri) adalah anggota tim anggar SMA putri yang skill-nya so so. Sebagaimana orang tua kebanyakan pada saat itu, ibunya tidak begitu mendukung passion-nya pada anggar, tapi memintanya fokus belajar. Puncaknya, ketika dunia mengalami krisis moneter, klub-klub sekolah banyak yang dibubarkan karena kekurangan dana. 

Salah satu klub anggar sekolah yang bertahan ada di SMA Tae Yang, yang memiliki atlet nasional peraih medali emas, Ko Yu Rim (Bona). Yu Rim adalah idola Hee Do selama ini, dan menjadi motivasinya giat berlatih karena ingin berprestasi seperti Yu Rim.

Bona sebagai Ko Yu Rim.

Setiap Sabtu, Hee Do mendatangi SMA Tae Yang hanya untuk menonton sesi latihan Yu Rim di gimnasium. Maka ketika sekolahnya membubarkan klub anggar, Hee Do bertekad ia harus pindah ke SMA Tae Yang agar tetap bisa bermain anggar. 

Usaha Hee Do untuk satu liga dengan Yu Rim tidak sia-sia. Ia berhasil ada dalam satu klub anggar dengan Yu Rim dan berada di dunianya yang saling berhubungan. Dari idola jadi saingan, begitu hubungan awal antara mereka dari empat episode pertama Twenty Five Twenty One ini. 

Sementara itu, krisis finansial juga menghantam bisnis keluarga Baek Yi Jin (Nam Joo Hyuk) yang jatuh bangkrut dan mengakibatkan semua anggota keluarga tercerai-berai. Sebagai anak sulung, Yi Jin harus belajar hidup dan menafkahi dirinya sendiri dengan menjadi loper koran dan penjaga toko persewaan komik.   

Bagi Yi Jin, hidupnya sudah berakhir sejak putus kuliah dan tidak punya apa-apa. Tujuannya hanya cari pekerjaan agar bisa menyatukan keluarganya kembali dan ingin bisa membayar utang-utang ayahnya pada karyawannya.

Baek Yi Jin

Kalau baca trailer sih, nantinya Yi Jin jadi reporter olahraga di stasiun tv tempat ibunya Hee Do bekerja. Di episode berapa dia mulai mendapat kebahagiaan? Ya tunggu aja, chingu, mari menikmati Nam Joo Hyuk yang polos dan sederhana. Gaya dia saat melamun menahan tangis mirip sekali dengan Nam Do San waktu planga-plongo diajarin bisnis sama Han Ji Pyeong, hihi. 

Alur Twenty Five, Twenty One

Drama ini memiliki alur maju-mundur di mana di episode awal kita disuguhkan dengan kondisi masa kini saat pandemi. Kemudian ceritanya flashback ke tahun 1998, sesekali ke 1994, kemudian maju lagi ke masa kini. 

Kalau bocoran dari Netflix tuh begini: In 1998, twenty-two and eighteen meet for the first time and called each others’ name. When they became twenty-three and nineteen, they hurt each other. In the year of twenty-four and twenty, they relied on each other. And they loved only when they were twenty-five and twenty-one.

Nah, kronologi cerita dia tas sudah sangat jelas yah. Tinggal ngikutin bagaimana cerita dan konfliknya dibangun dengan menarik di setiap episodenya. 

Tenang saja, bolak-balik alurnya nggak memusingkan, kok. Mungkin ada pertanyaan penting di awal mengenai anak perempuan yang bernama Kim Min Chae. Tahan dulu ya, chingu deul … Pelan-pelan akan terjawab kok seiring episodenya bertambah. 

Cast Twenty Five, Twenty One

Kim Tae Ri did very well *applause duluuuu*. Memerankan anak 18 tahun di usia 32 tahun tentu sangat menantang, baik dari gesture maupun penampilan. Tapi apa sih yang Kim Tae Ri nggak bisa? Drama yang dia mainkan selalu berkualitas, dan saya percaya aktingnya jadi sama drama ini juga optimis.

Kim Tae Ri sebagai Na Hee Do

Sebagai line 90, Tae Ri sedikit banyak pernah tahu lah gejolak di tahun ’98 jadi mestinya sih ada bayangan hidup di masa itu. Bagi saya sudah pas banget dia dimainkan sebagai Na Hee Do yang demen teriak-teriak dan ekspresif, gemes paraaahh … 

Sikap Hee Do di sini dibuat natural ala anak remaja yang ceria dan easy going. Saya juga suka Na Hee Do diceritakan sering berjalan dan berlari kemana-mana, ya memang begitu anak zaman segitu, kami banyak lari tanpa takut keringetan dan kehujanan. Semangat dan gaya anak late 90-an memang beda, haha. 

Nam Joo Hyuk sebagai Baek Yi Jin

Sementara Nam Joo Hyuk yang kelahiran 94 pastinya butuh pendalaman setting waktu, apalagi adu akting dengan Kim Tae Ri. Gap usia real sebanyak 4 tahun tapinya nggak kelihatan, sehingga cocok-cocok aja dia berperan jadi sunbae. Good job buat Nam Joo Hyuk yang bisa mengimbangi pengalaman akting Kim Tae Ri.  

Selain mereka berdua, ada Bona yang jadi Ko Yu Rim, ada Choi Hyun Wook (Moon Ji Ung), dan Lee Joo Myung (Ji Seung Wan). Dinamika pertemanan kelimanya menjadi seru dan asyik khas anak muda. Sepertinya sih nggak ada cinta segitiga, ya mudah-mudahan seterusnya love line-nya mulus-mulus aja yah, hihi.

Kesan dan Harapan buat Twenty Five Twenty One 

Saya akan terus nonton drama ini hingga akhir. Entah bagaimana nanti ceritanya berkembang, tapi saya suka lesson learned dari drama-drama seperti ini. Tentang menggapai mimpi, hidup bersemangat, dan pantang menyerah.

Padahal biasanya saya jarang nonton drama sekolahan yang para pemainnya pakai seragam sekolah terus sepanjang durasi. Namun bagi saya, drama Selawe Selikur ini punya sisi menarik salah satunya mengangkat olahraga anggar sebagai fokus cerita.

Korea Selatan memang memiliki atlet-atlet anggar terbaik di Asia. Olahraga ini cukup populer dan banyak dimainkan di sana, selain juga memiliki sejarah panjang dalam perkembangan anggar menjadi olahraga nasional.

Begini asyiknya kalau nonton drama Korea ya, jangan fokus sama cinta-cintaannya aja tapi juga ambil wawasan dari sana 😀

Sampai akhir tayang episode 4, ceritanya masih bertengger di tangga menuju puncak nanti ketika mereka berusia 25 dan 21 sesuai judulnya. Masih akan melewati berbagai peristiwa dalam lompatan usia mereka. Mungkin juga ketika sama-sama dewasa, menghadapi persoalan bukan lagi dengan main hujan-hujanan, tapi entahlah… Kita nonton aja yuk chingu, lumayan seger-segeran lah lihat yang muda-muda ^^   

5 pemikiran pada “Kesan Pertama Nonton Twenty Five Twenty One”

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: