Reportase FB Live: Mengenal Profesi MUA

profesi MUA

Annyeonghaseyo, chingudeul!

Hari Jum’at tanggal 19 Februari lalu, Drakor Class kembali hadir dalam acara “Annyeonghaseyo, chingudeul…” dengan mengangkat topik yang cukup menarik untuk kaum hawa yaitu “Mengenal Profesi MUA”.

Acara yang disiarkan secara langsung melalui Facebook Drakor Class mulai pukul 19.30 WIB ini menghadirkan Nansy Yosi, seorang Make-Up Artist (MUA) yang sudah malang melintang di dunia tata rias selama 12 tahun. Selain itu, classmate yang turut serta dalam acara live kemarin adalah Kak Risna (Rhin), Kak Dwi (Cho Sweeney) dan saya sendiri Ima (i_maesha).

Topik kali ini dipilih sebab terinspirasi dari drama Korea berjudul “Record of Youth” dan “True Beauty” yang tokoh utama wanita dalam ceritanya dikisahkan bekerja sebagai MUA. Nansy didapuk oleh Drakor Class untuk menjadi narasumber dalam acara live kemarin selain karena dirinya seorang MUA, juga karena Nansy senang menonton drama Korea. Hehe, nyambung kan jadinya, chingudeul!

K-drama True Beauty

Perjalanan Karir Seorang Make-Up Artist

Sekolah Kecantikan

Di awal sesi, Nansy bercerita tentang bagaimana awal mula dirinya terjun ke dalam dunia tata rias. Mulanya, dirinya yang baru lulus SMA mengikuti kelas tata rias di Puspita Martha International Beauty School. Siapa sangka, studi yang ia tempuh selama kurang lebih satu tahun ini membawanya menemukan passion dan berlanjut menjadi karir yang sampai sekarang ditekuninya.

Sebelum melanjutkan ke cerita berikutnya, menurut Nansy masih banyak orang yang salah menafsirkan pekerjaan MUA ini. Banyak yang mengira bahwa seorang make-up artist adalah mereka yang bekerja untuk mendandani para artis. Padahal, art pada kata artist dalam pekerjaan make-up artist merujuk pada kata seni. Dengan kata lain, make-up artist merupakan seorang seniman yang menggunakan kulit terutama wajah sebagai kanvas atau medium tempat ia menghasilkan karyanya dan produk make-up sebagai peralatannya.

Seorang make-up artist sendiri bisa memiliki fokus yang berbeda-beda misalnya merias pengantin atau acara formal lainnya, face and body painting maupun merias untuk kebutuhan special effect seperti yang banyak kita temui dalam film fiksi. Nansy sendiri memilih fokus untuk menjadi seorang perias pengantin maupun acara-acara formal lainnya.

Nansy kemudian melanjutkan ceritanya dengan pengalamannya selama bersekolah di sekolah kecantikan selama satu tahun. Di sana, ternyata seorang calon make-up artist tidak hanya belajar bagaimana cara merias seseorang agar tampak stunning tapi juga mempelajari hal-hal berbau kedokteran seperti mengenal nama-nama tulang yang ada pada wajah sampai berbagai jenis penyakit kulit.

Tingkatan Karir Seorang MUA

Setelah menempuh ujian dan lulus dari sekolah kecantikan, Nansy tidak serta merta bekerja sebagai perias pengantin. Saat bekerja di jasa bridal, ia harus memulainya dengan strata sebagai asisten make-up artist, kemudian naik sebagai second make-up artist yang hanya boleh merias orang tua pengantin serta merias untuk party, baru terakhir first make-up artist yang langsung merias pengantin.

Untuk sampai pada level first make-up artist, Nansy membutuhkan waktu sekitar 2 tahun. Selama waktu tersebut, ia terus merias tanpa terlalu perhitungan terhadap penghasilan. Ia memiliki pemikiran jika peningkatan jam terbang serta skill untuk menghasilkan riasan dengan kualitas baiklah yang harus diasah terlebih dahulu.

Pengalaman Menjadi MUA Selama 12 Tahun

Nansy berkata bahwa waktu 12 tahun itu adalah “baru” bagi seorang MUA. Pada awal karirnya, ia berfokus pada peningkatan skill meriasnya. Memang waktu yang dibutuhkan untuk merias cukup lama akan tetapi banyak klien yang puas dengan hasil riasannya. Dengan bayaran yang tidak seberapa pada waktu itu, ia sudah senang karena ia dapat meningkatkan jam terbangnya dan mengasah skill-nya.

Menurut Nansy, yang terpenting adalah merias dengan hati. Ia percaya bahwa harga atau besarnya bayaran untuk seorang MUA akan sebanding dengan kualitas make-up nya. Nansy pun selalu memperhatikan detail make-up yang ia bubuhkan pada kliennya. Tidak lupa juga, ia selalu memperhatikan sanitasi dan hygiene dari peralatan make-up yang digunakan karena ini adalah prinsip yang harus dipegang oleh setiap MUA, perhatikan dan jaga kebersihan selalu!

Seiring berjalannya waktu, Nansy mendapat kesempatan untuk merias banyak orang ternama seperti Melaney Ricardo. Melaney adalah artis nasional pertama yang meminta Nansy secara langsung untuk merias dirinya.

Nansy juga membagikan ceritanya bahwa yang paling berkesan adalah saat ia berkesempatan merias Titi Kamal, seorang artis papan atas Indonesia yang sudah ia idolakan sejak lama. Kak Risna pun menghubungkannya dengan drama Record of Youth di mana Ahn Jeong Ha (Park So Dam) dapat bertemu langsung dengan idolanya yaitu Sa Hye Jun (Park Go Bum).

Tantangan Seorang Make-Up Artist

Tentunya perjalanan Nansy dalam dunia tata rias tidak jarang menghadapi tantangan. Tantangan terbesar adalah ketika ia merias berbagai macam jenis kulit wajah pada seseorang. Bagaimana ia harus berhati-hati saat merias seseorang yang memiliki penyakit kulit, atau saat mendapat klien yang memiliki tekstur serta warna kulit yang tidak merata.

Selain merias wanita, Nansy bisa merias pria seperti yang pernah dilakukannya untuk Ikang Fawzi. Perbedaan mendasar dari make-up untuk wanita dan pria adalah make-up pada wanita biasanya menekankan pada kenaikan tone kulitnya sehingga hasil akhirnya wanita tersebut nampak lebih cerah dan berwarna. Sedangkan untuk make-up pria, sangat penting untuk tetap menjaga sisi maskulin dari seorang pria agar tetap terlihat.

Toni-Ann Singh
Toni-Ann Singh dengan riasan oleh Nansy Yosi

Salah satu tantangan terberat Nansy adalah ketika ia mendapat kesempatan untuk merias Miss World tahun 2019, Toni-Ann Singh. Wanita cantik ini memiliki warna kulit yang tidak umum ditemukan pada orang Indonesia yang biasa ia rias. Namun, tentu saja ia berusaha memberikan yang terbaik hingga Miss World tersebut puas dengan riasannya.

Pesan Untuk Perempuan yang Ingin Belajar Make-Up

Sebenarnya selama acara kemarin, Nansy banyak memberikan make-up hack seperti cara membuat alis yang baik, kemudian beberapa fakta terkait drama Korea yang cerita tentang make-up nya terlalu di hiperbolakan sehingga dapat membuat ekspektasi seseorang terhadap riasan wajah terlalu tinggi.

Foto setelah siaran Annyeonghaseyo Chingudeul
After Party the Show

Seru sekali dan sebaiknya chingudeul menonton langsung siaran ulang acara kemarin di link berikut :

Tonton rekamannya di Youtube Drakorclass

Bagi para perempuan yang ingin serius belajar make-up baik untuk diri sendiri ataupun ingin menjadi seorang make-up artist seperti Nansy Yosi, pesan yang ditekankan adalah terus berlatih dan jangan mudah putus asa ketika ada yang memberikan kritik.

Jangan mudah menyerah dan terus tingkatkan kemampuan kita dalam merias diri dengan bekerja menggunakan hati.

i_maesha

Full-time mom and wife, half-time writer. Menonton dan mereview drakor sebagai salah satu wujud me time dari rumah ;)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: