Catatan dari IOTNBO: Kesehatan Mental, Parenting, dan Ending

it's okay to not be okay

Kdrama “It’s Okay to Not be Okay” (Saikojiman Gwaenchanha/TvN/2020) yang lebih sering disingkat IOTNBO, sampai saat ini masih menjadi salah satu kdrama favoritku. Alasannya karena kdrama yang dibintangi oleh Kim Soo Hyun dan Seo Yea Ji ini menyuguhkan tayangan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi, khususnya terkait kesehatan mental, parenting, dan psikologi.

Situs IMDb, yang memberi rating 8.7/10, mendeskripsikan “An extraordinary road to emotional healing opens up for a selfish antisocial children’s book writer and a selfless psych ward caretaker when they cross paths.”

Dalam tulisan kali ini, secara khusus aku mau menuliskan tentang beberapa isu yang diangkat dalam storyline dan diakhiri dengan beberapa kutipan yang menyentuh (sekaligus menampar).

Isu yang Diangkat IOTNBO

Beberapa isu psikologis diangkat dan dikupas di IOTNBO. Pasti ada pertimbangan durasi jadi tidak diceritakan dengan kompleks dan ribet, tetapi inipun sudah oke banget untuk sebuah drama 16 episode.

1. Parenting & Sibling Rivalry

it's okay to not be okay
family portrait (sumber: tvN)

Parenting cukup banyak dimensinya di IOTNBO.

Moon Gang Tae (Kom Soo Hyun) muda sadar benar bahwa Moon Sang Tae (Oh Jeong Se) berbeda dan itu sedikit banyak menimbulkan kecemburuan karena si mama seolah-olah mengutamakan si Sang Tae oppa.

Hal ini pernah ditunjukkan dalam adegan percakapan dimana si mama yang bilang kalau Gang Tae harus menjaga dan melindungi kakaknya. Menjadi orang tua memang perjalanan penuh perjuangan, aku ga menyangkal hal itu, terlebih dengan kondisi Sang Tae oppa. Aku sadar si mama bilang gitupun karena sayang Sang Tae oppa dan memikirkan kehidupannya ke depan dengan umbrella autism-nya.

Akibat dari perkataan si mama, yang kemudian diikuti dengan kematian si mama, Gang Tae tumbuh menjadi anak yang terpaksa dewasa sebelum waktunya. Seperti yang Jae-soo (Kang Ki-Doong) bilang, Gang Tae itu anak-anak yang terperangkap di tubuh dewasa.

Dari poin ini juga aku diingatkan kembali bahwa setiap anak, apapun kondisinya, adalah seorang pribadi yang utuh dan berbeda/ terpisah dari saudara-saudaranya, bahkan orang tuanya.

Ingat simbok creepy Do Hui-Jae (yang awal-awal ‘menyamar’ menjadi perawat  Park Haeng-Ja, diperankan oleh Jang Young-Nam) yang mau mencetak Ko Moon Young sesuai image yang dia punya? Nah, that’s it. Nilai, keinginan, dan kepribadian personal Moon Young tidak dianggap sama sekali oleh ibunya, seperti waktu Moon Young lihat Gang Tae di luar pagar dengan membawa bunga tetapi si ibu menghadang langkah kecil Moon Young di bawah tangga.

Selain itu, tugas orang tua adalah untuk mendampingi dan memfasilitasi agar anak bisa mandiri, bukan untuk menjadi bayangan siapapun, dan bahwa anak berkebutuhan khusus pun, dengan pendampingan yang konsisten, bisa mencapai kemandirian itu.

Ada juga soal ekspektasi orang tua kepada anak. Ini adalah salah satu sisi lain yang sering terjadi di masyarakat kita. Ini terlihat di case Kwan Gi Do (Kwak Dong-Yeon) di episode 3-4.

Latar belakang keluarga yang mentereng (bapaknya diceritakan mau ikut semacam pilkada dan waktu itu sedang masa kampanye) dengan siblings yang berprestasi membuat orang tua Gi Do pun menaruh harapan tinggi pada Gi Do.

Kembali lagi ke point di atas, setiap anak adalah seorang pribadi, dengan keinginan dan cita-cita sendiri.

2. Mental Health and Healing

Dari IOTNBO ini juga kita bisa banyak belajar tentang bagaimana kita memperlakukan orang dengan kebutuhan khusus. Apapun kondisinya, orang berkebutuhan khusus adalah sesama manusia dengan harkat dan martabat.

Selain itu, dari drama ini juga setidaknya kita tahu apa yang harus kita lakukan ketika seorang anak tantrum atau menemui orang yang ter-trigger traumanya lalu kolaps (seperti kakek Pil-Wong yang kolaps saat di dalam bis).

Drama ini banyak berbicara tentang personal healing. Setiap kita punya masa lalu, baik yang membahagiakan maupun yang menyakitkan.

Ada banyak dari kita yang membawa luka dari masa lalu sementara kita meneruskan perjalanan kehidupan di masa sekarang. Tidak jarang, luka-luka ini mempengaruhi pola pikir dan tindakan kita. 

Berdamai dengan aku yang dulu, menerima apapun yang terjadi di masa lalu, dan jadikan itu pelajaran dan pijakan untuk melangkah kembali.

The Quotes

Banyaaaaaakkkk banget quotes alias kutipan yang menyentuh dan bahkan menampar. Beberapa di antaranya:

Diri kita milik kita sendiri

“I belong to myself. Moon Sang-Tae belongs to Moon Sang-Tae. I’m not yours! I belong to myself … you don’t own me.”

(Moon Sang Tae, IOTNBO ep.6)

Ini bener banget. Seperti yang udah aku tulis di atas, setiap kita adalah seorang pribadi yang utuh, milik kita sendiri. Ini penting banget untuk diingat.

Kita bukan milik orang lain, bukan milik orang tua, anak, atau bahkan pasangan kita. Beberapa dari kita sering lupa kalau kita ini milik kita sendiri dan pada akhirnya ‘menjual’ kepribadian kita demi sesuatu atau seseorang yang lain.

Mengenal batasan diri sendiri

“Don’t make the same mistake I did and try to run when you can’t even walk. When you are tired, get some rest. When you are sad, go ahead and cry. It’s okay to take a break. Then one day, there will surely come a day when you will be able to run again.”

(Dr. Oh Ji Wang, IOTNBO ep. 7)

Berapa kali kita malah terlalu keras pada diri kita sendiri? Benar yang dikatakan bahwa musuh terbesar adalah diri sendiri: pikiran dan asumsi kita.

Kita sering merasa ga apa-apa, padahal badan ini sebenarnya lagi lelah banget. Kita sering merasa ga apa-apa, padahal sebenarnya pikiran alam bawah sadar kita penuh dengan kecemasan dan stress yang kita timbun (repress). 

Don’t beat yourself. Berbaikhatilah kepada dirimu sendiri.

Temukan kebahagiaanmu terlebih dahulu

“If you want to make the people around you happy, you must find your own happiness first. Being selfish isn’t always a bad thing. Try to only think about your happiness when things are too stressful. It’s okay to do that.”

(Nam Ju Ri, IOTNBO ep.10)

Jangan sampai kita kehilangan diri kita sendiri karena dibutakan cinta, baik cinta pada pasangan, pekerjaan, ataupun hal-hal lain. Ketika keadaan berubah di luar kendali kita, yang ada malah stress nanti lho.. Dengerin mbak suster Ju Ri yaa ^^.

Ciptakan memori baru

“If you can’t erase it (painful memories), you just need to cover it with something better.”

(Ko Moon Young, IOTNBO ep. 16)

Sebagaimana Sang Tae oppa yang akhirnya menutupi gambar kupu-kupu di muralnya, ya itulah yang dapat kita lakukan.

sangtae melukis dinding IOTNBO
Sang Tae melukis dinding (sumber: tvN)

Buat memori-memori baru yang menyenangkan. Penuhi pikiran dan hati kita dengan hal-hal yang menyejukkan, menenangkan, dan menggembirakan. Jangan terjebak di masa lalu, kata haraboji Pil Wong.

Berdamailah

“A kiss is better than a fight.”

(Moon Sang Tae, IOTNBO ep.13)

Yaaahhh, begitulah.. Etapi perlu consent ya kalau mau ppoppo : )

The [beautiful] ending for everyone

Last but not least, an ending. IOTNBO mengemas endingnya dengan sebuah cerita final hasil featuring Moon Young dan Sang Tae. Cerita ini menggambarkan perjalanan mereka, bahkan pertemuan mereka dengan pasien-pasien rumah sakit pun menjadi bagian cerita. Aku terharu banget waktu akhirnya A-reum ketemu lagi sama Joo Jung Tae **sob sob**

We might crave for a beautiful ending. Setiap kita selalu mendambakan akhir yang bahagia, tetapi akhir yang membahagiakan itu tidak datang begitu saja. Terutama dalam hidup sehari-hari. Pesan ini juga yang yang disampaikan oleh IOTNBO, terutama di kelas Moon Young di rumah sakit.

Pesan kuat yang disampaikan di akhir suatu cerita seringkali membuat kita jadi kurang melihat sisi lain sebuah dongeng.

Baca juga: Dongeng dalam drama It’s Okay to Not Be Okay

Selama ini kita mungkin sudah dikaburkan dengan cerita-cerita dengan ending yang maha indah, namun kurang memberi penekanan pada proses atau perjalanan dalam mengatasi setiap hambatan yang muncul sepanjang perjalanan. Akibatnya, banyak orang yang lebih mementingkan ending daripada proses menuju ending yang berdarah-darah dan berderai air mata.

Proses yang panjang dan membutuhkan waktu seringkali kurang kita hargai karena kita terlampau terobsesi dengan ending. Padahal justru proses hidup inilah yang menempa kepribadian kita. Yuk kita lebih menghargai proses kehidupan kita : )

lukisan ending IOTNBO
Lukisan ending IOTNBO (sumber: pinterest)

Selamat berproses dengan hidup kita masing-masing yaah..

Peluk jauuuhhhh : )

Ochi

Seorang penyuka drakor angkatan Covid-19, selama di rumah saja menjadi pengumpulan kutipan dari drama Korea

Baca Juga

1 Komentar

  1. […] yang bertema keluarga dan kesehatan mental ini cukup populer dan hits sejak penayangannya hingga saat ini. Di Drakor Class sendiri, ada […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: