Reportase IG Live 2021 Episode 1

IG Live 2021 Ep 1

Pada tahun 2021 ini, Episode Perdana “Annyeonghaseyo Chingudeul”, yaitu acara ngobrol santai Drakor Class dalam platform IG Live, Drakor Class mengusung tema “Birthcare Center dan Seputar Dunia Ibu Baru”. Tema ini diangkat sehubungan dengan drama “Birthcare Center” yang tayang selama bulan November 2020. Drama ini termasuk drama yang pendek, karena hanya memiliki delapan episode.  

Drama ini memang cukup istimewa sehingga ada beberapa tulisan yang ditayangkan di blog Drakor Class yang terinspirasi dari drama ini. Drama ini juga mendapatkan tempat khusus dalam 2020 Drakor Class Awards, yaitu Kategori “Mom’s Must Watch”.

Pada episode perdana ini, Drakor Class menghadirkan Oktorinaria, seorang konselor laktasi, yang lebih akrab dipanggil Uni Ria. Menurut Uni Ria, drama “Birthcare Center” ini agak berbeda, karena membahas tentang proses dan perjuangan yang dialami oleh seorang ibu baru dalam menjalankan perannya. Berbeda karena tema ini bukanlah tema yang lazim diangkat dalam kisah drama Korea. 

Rekaman IG Live ini bisa Chingudeul saksikan melalui IGTV di akun Instagram Drakor Class. Jangan lupa like dan follow ya Chingudeul…

IGTV “Annyeonghaseyo Chingudeul” Tahun 2021 Eps. 1

Hal-hal yang Menarik Dalam Drama “Birthcare Center”

Karena drama ini banyak menampilkan detail proses perjuangan seorang ibu, maka Uni Ria mengaku kerap kali drama ini muncul dalam pembahasan bersama komunitas, dimana Uni Ria terlibat sebagai sukarelawan. 

Ada beberapa hal yang menarik untuk dibahas karena berhubungan sangat erat dengan kondisi nyata yang dihadapi ibu pada umumnya, antara lain:

Semua Ibu Mengalami Proses Perubahan

Drama ini menunjukkan bagaimana kehidupan seorang ibu berubah setelah ia melahirkan. Tidak sekedar fisik, tetapi juga mental, perubahan aktivitas, dan sebagainya. Dikemas dalam bentuk komedi sehingga menjadi lebih menarik bagi penonton, drama ini mampu menggambarkan perubahan tersebut dengan cukup mendetail. 

Setiap kali melahirkan, apakah anak pertama, kedua, atau keberapapun, seorang ibu tetap akan kembali mengalami proses menjadi ibu baru, menjadi pribadi yang baru lagi, karena setiap anak memiliki tantangan yang berbeda. 

Seorang Ibu Membutuhkan Dukungan dan Support System

Sorang ibu, mulai dari masa kehamilan, melahirkan, menyusui, sampai kembali ke aktivitas normal, membutuhkan waktu, dukungan fisik dan mental untuk beradaptasi dan berproses. Dukungan ini khususnya datang dari pasangan (suami). Di dalam drama ini ditunjukkan bagaimana tokoh utamanya berbagi peran dengan suami dalam hal pengasuhan anak. Drama ini mengekspos peran penting keterlibatan seorang ayah dalam proses pengasuhan tersebut, yang biasanya sering kali dominan diserahkan kepada ibu. 

Dukungan bagi ibu juga bisa datang dari lingkungan sekitarnya, seperti keluarga, teman-teman, dan lingkungan pekerjaan bagi ibu yang bekerja. Drama ini menceritakan bagaimana seorang ibu yang bekerja mengalami proses yang panjang, mulai dari menjadi seorang wanita karier yang sukses, lalu hamil, lalu memiliki anak, dan harus kembali lagi bekerja. 

Sering kali ibu bekerja mengalami tantangan dalam hal memberikan ASI eksklusif kepada anaknya. Namun sesungguhnya faktor penentu keberhasilan ASI adalah faktor dukungan dan informasi yang cukup untuk ibu. Kembali lagi, seorang ibu harus aktif mencari tahu.

Akhir-akhir ini, ternyata tingkat keberhasilan menyusui di kalangan ibu yang bekerja semakin tinggi. Hal ini tidak lepas dari dukungan lingkungan pekerjaan, dimana semakin banyak kantor-kantor yang menyediakan fasilitas ruang laktasi.

Setiap Orang Tua, Khususnya Ibu, Harus Aktif Mencari Informasi yang Terpercaya

Menjadi orang tua, menjadi ibu, tidak ada sekolahnya. Tidak seperti drama Korea yang biasanya akan selesai dalam enam belas episode, maka ayah dan ibu akan menghadapi berbagai tantangan yang tidak ada habisnya seumur hidupnya. Oleh karena itu, sebagai pasangan, ayah dan ibu harus saling mendukung. 

Seorang ibu atau calon ibu, harus aktif belajar dan mencari informasi yang terpercaya sehubungan dengan proses menjadi ibu ini. Hal ini sudah harus dimulai sejak masa kehamilan. Tidak hanya calon ibu, tetapi calon ayah pun harus aktif melakukannya. Seperti ditampilkan dalam drama ini. Karena si calon ibu adalah seorang workaholic, dimana ia sangat sibuk bekerja sehingga tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan dirinya menyambut kelahiran si anak, maka disinilah si calon ayah turut berperan dengan ikut aktif mengikuti kelas senam kehamilan, dan telah mempersiapkan kebutuhan sang istri menjelang hari persalinan. 

Baca Juga: Yoon Park Jadi Ayah ASI di Drama Birthcare Center

Mitos dan Fakta Seputar Menyusui

ruang menyusui birthcare centre
Salah satu hal yang dibahas dalam drama Birthcare Center: tentang menyusui bayi

Ternyata tidak hanya di Indonesia, di Korea pun ada juga kebiasaan, atau mitos, yang mengatakan bahwa jenis makan tertentu dapat melancarkan produksi ASI si ibu. Faktanya, kelancaran produksi ASI ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Segala usaha yang dilakukan, selama hal itu dapat meningkatkan kedua hormon ini, bisa dipastikan akan meningkatkan produksi ASI. 

Jadi, walaupun si ibu mengkonsumsi banyak makan yang katanya bisa memperlancar ASI (seperti daun katuk), namun apabila ibu tidak melakukannya dengan bahagia malahan jadi eneg, maka hal itu tidak akan membantu kelancaran produksi ASI. Sebaliknya, bila ibu dalam kondisi happy, rileks, bahagia, apapun jenis makanan yang dikonsumsi ibu, maka ASI bisa diproduksi dengan baik. 

Baca juga: Serba Serbi Menyusui Dalam Drama “Birthcare Center”

Beberapa Kelemahan dalam Drama Birthcare Center

Selain hal-hal yang tersebut di atas, drama ini juga memiliki kelemahan. Kelemahan yang dimaksud adalah kurangnya informasi yang diberikan seputar kondisi tertentu. 

Pengaruh Anatomi Ibu Dalam Proses Menyusui

Dalam drama ini dikisahkan si ibu yang memiliki anatomi puting datar mengalami kesulitan ketika menyusui, sehingga si ibu menggunakan alat bantu silikon. Faktanya bentuk puting tidak mempengaruhi, tetapi proses pelekatan dan posisi bayi lah yang menentukan. Sayangnya proses pelekatan tidak terlalu diekspos dalam drama ini, padahal hal ini sangat berpengaruh dalam proses menyusui. 

Oleh sebab itu, sekali lagi Uni Ria menekankan bahwa sangatlah penting bagi seorang calon ibu untuk membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan seputar menyusui dan mengasuh anak pasca melahirkan. Apalagi kelas-kelas dan komunitas menyusui sudah semakin banyak, sehingga sangat dianjurkan bagi para calon ibu untuk mengikuti kelas-kelas seperti ini. 

Kamar Bayi Sehat yang Terpisah dengan Ibu

Dalam drama ini dikisahkan bayi-bayi yang sehat memiliki ruang tertentu yang terpisah dari ibunya. Ibu bertemu dengan bayinya hanya di waktu menyusui. Faktanya, ibu dan bayi membutuhkan waktu untuk beradaptasi, untuk saling mengenal, sehingga ibu dan anak harus sebanyak mungkin menghabiskan waktu bersama-sama dalam satu kamar. 

Informasi Seputar Susu Formula

Dalam drama ini dikisahkan saat ibu pulang dari birthcare center, ia diberikan “oleh-oleh” formula bayi. Dalam adegan itu disampaikan seolah-olah pemberian itu tujuannya semata-mata untuk membantu meringankan beban si ibu, yang dalam drama ini dikisahkan sebagai ibu yang bekerja.  

Sesungguhnya WHO sudah memiliki Kode Internasional tentang Pemasaran Produk Pengganti ASI, yang mencakup Produk Pengganti ASI, termasuk susu formula, Produk susu lainnya, makanan dan minuman termasuk MPASI dalam botol, serta botol, dot dan empeng. Kode WHO ini diantaranya mengatur bahwa produk yang masuk cakupan Kode dilarang beriklan, dilarang memberikan sampel gratis ke publik dan tenaga kesehatan, dan dilarang promosi melalui fasilitas kesehatan. Seorang ibu berhak mendapatkan perlindungan, dukungan, dan informasi yang komprehensif tentang menyusui dan risiko penggunaan formula dan pengganti ASI lainnya. 

Kebanyakan dalam promosi atau iklan, yang dibahas adalah keuntungan formula, tapi sangat jarang sekali memberikan ibu informasi yang berimbang tentang risiko penggunaan formula. Jadi seorang ibu harus memiliki informasi dan mengerti benar tentang risiko pemberian susu formula sebagai produk pengganti ASI. Pemberian formula harus berdasarkan indikasi medis melalui rekomendasi dokter.

Jika ibu mendapatkan dukungan dan informasi, ibu yang bekerja akan mencari cara dan metoda lain yang dapat memastikan ibu tetap memberikan ASI kepada si anak. Drama ini masih belum mengelaborasi tentang manajemen laktasi untuk Ibu Bekerja, seperti memerah, menyimpan dan memberikan ASI, yang pada kenyataan sangat membantu ibu tetap terus menyusui dan memberikan ASI walaupun aktif dan berkiprah di ruang publik.

Penutup

Secara garis besar, drama “Birthcare Center” ini cukup menarik dan bermanfaat ditonton bagi para ibu dan calon ibu. Banyak hal-hal positif yang dapat kita pelajari dari sini. Drama ini cukup mengena, related dengan kehidupan ibu baru yang butuh penyesuaian, dan menekankan betapa pentingnya support system bagi ibu. 

Pesan Moral

Uni Ria sangat setuju dengan salah satu pesan moral dalam drama ïni, bahwa perempuan tetap bisa berkiprah di ruang publik, tidak meninggalkan mimpinya, dan tetap melakukan tugasnya sebagai seorang ibu. Ada banyak sekali kisah sukses ibu bekerja. Tinggal bagaimana seorang ibu membekali diri dengan pengetahuan dan informasi, aktif mencari tahu dan belajar setiap hari, dan tentu saja hal ini tidak lepas dari dukungan suami, keluarga, dan lingkungan. 

Tantangan seorang ibu dalam mengasuh dan membesarkan anak tidak akan pernah berhenti, sementara sekolahnya tidak ada. Karena itu, seorang ibu harus memperlengkapi diri dengan informasi yang terpercaya. Sebaiknya ibu juga mencari komunitas sebagai support system, untuk dapat saling mendukung dalam mencari solusi. 

Uni Ria menyampaikan bahwa para wanita harus saling mendukung, bukan malah saling kritik sebagai sesama ibu. Tidak ada ibu yang sempurna, jadi kita perlu untuk saling menerima dan saling mendukuing. Selain itu, seorang ibu sebaiknya tidak membandingkan kondisinya dengan orang lain, karena biasanya “rumput tetangga selalu lebih hijau”. 

Ibu, Jangan Lupa Bahagia

Seorang ibu harus memastikan kebutuhannya terpenuhi, sehingga setelah itu dia bisa memastikan seluruh anggota keluarga terpenuhi kebutuhannya. Seorang ibu berjuang dengan caranya, dan seorang ibu harus mendapatkan dukungan dari sekitarnya. Idealnya, seorang ibu berbagi tugas dengan seorang ayah untuk saling mendukung dalam mengasuh anak. Oleh karena itu, hal yang tidak kalah penting adalah bahwa setiap ibu membutuhkan “me time”. Salah satunya adalah dengan menonton dan membahas drama Korea, seperti yang dilakukan oleh teman-teman di Drakor Class.

Semoga dengan menonton drama “Birthcare Center” ini, akan semakin banyak kelompok yang berempati dengan kondisi dan perjuangan ibu-ibu selama kehamilan dan pasca melahirkan. 

sweeney

Natural born romance junkie with introverted sensing and extroverted thinking.
Setelah lama vakum, kembali rutin menulis di blog http://dwitobing.blogspot.com/ .
Penggemar makanan enak, pecandu kisah cinta, dan pengagum para oppa tampan.

Baca Juga

1 Komentar

  1. drama yg paling berkesan ya, sering diulas di Drakor Class
    Karena sangat related dgn kehidupan para ibu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: