lee min ho, lee seung gi, lee je hoon, lee dong wook, lee joon gi, lee jong suk

Annyeonghaseyo, Chingudeul!

Masih di bulan November nih, bulannya uri Lee Dong Wook Oppa. Sebenarnya rencana saya hari ini menulis tentang satu lagi drama lawas LDW Oppa yang berjudul “Wild Romance”. Eh tapi kok beberapa hari lalu uri eonni Cho Sweeney menulis tentang deretan Kim Oppa yang berkilau di tahun 2020.

Baca di sini tentang Kim Oppa di Tahun 2020

Saya ‘kan jadi berpikir, merenung, dan mengambil sebuah kesimpulan. Oppadeul yang saya kagumi banyak banget yang bernama keluarga Lee. Uri eonni suka yang bermarga Kim, saya yang bermarga Lee. Dan kami berdua bermarga Cho. Catetttt ….

Anyhow, mengapa judul tulisan ini “oppa indah seperti plum”? Tahu buah plum ‘kan? Buah yang berwarna indah, menarik, lezat, dan katanya masih satu keluarga dengan buah persik dan aprikot. Nah, marga “Lee” sendiri dalam tulisan huruf Cina (disebut hanja di Korea dan kanji di Jepang) berarti “buah plum” atau “hakim”.

Beratlah ya nyangkutin marga “Lee” dengan hakim. Uri oppadeul ini kan baewoo, alias aktor kabeh. Dan setahu saya deretan Lee Oppa yang saya mau bahas ini ga ada tuh yang pernah main sebagai hakim di dalam drama mana pun. Sebagai pengacara, jaksa, bahkan raja, pernah. Tapi ga pernah ada yang spesifik sebagai hakim.

Jadi, mari kita membahas mereka semua karena keindahannya; secara visual, secara kemampuan akting, dan beberapa secara tinggi/rendahnya badan. Ini ngaruh lho, beneran. Hehehe.

Asal-usul Marga Lee

Dalam hangeul alias sistem aksara Korea, marga “Lee” sebenarnya terdiri atas satu huruf yang berbunyi “i”. Mengapa jadi “Lee”, dan beberapa ada yang meromanisasinya menjadi “Yi”? Ini semua tergantung pilihan setiap orang yang harus dikaitkan dengan dokumen perjalanan/identitas yang bersifat internasional seperti paspor dan SIM internasional.

Bayangkan jika orang Korea menulis nama “Lee” as is sebagai “I”? Di gerbang-gerbang imigrasi pasti mereka akan dipanggil sebagai mister dan missus “Ai” (cara baca huruf “i” dalam bahasa Inggris). Untuk menghindari kebingungan pengucapan itu, maka kebanyakan orang Korea (hampir 90%-nya kalau saya tidak salah baca) memilih meromanisasi nama mereka dari pengucapan Korea ke pengucapan yang lebih diterima secara internasional yaitu “Lee”, atau “Yi”, atau bahkan “Rhee”.

Di Korea Utara sendiri, marga ini diromanisasi menjadi “Ri” (ingat dong uri Kapten Ri Jeong Hyeok?). Mengingat pelafalan dalam bahasa Korea yang tidak memiliki huruf “r” dan “l” yang medhok, ada satu bunyi antara “r” dan “l” seperti pada kata rlamyeon (mie), maka tak heran “Lee” di Korea Selatan bisa juga ditulis sebagai “Ri” di Korea Utara. Ingat adegan Yoon Se Ri menulis kartu ucapan “Selamat Natal” yang digantungkan di pohon untuk “Mister Lee”? Begitulah kerancuan yang timbul kira-kira.

Seperti yang sudah saya singgung di atas, huruf Cina untuk nama “Lee” bisa berarti buah plum atau hakim. Marga “Lee” berakar dari seseorang yang bernama Yi Han yang berasal dari Baekje dan menikah dengan seorang putri dari Kerajaan Silla. Keturunannya yang ke-22 adalah Taejo yang menemukan Dinasti Joseon. Semua raja dari dinasti ini bermarga “Lee” (House of Yi/Lee) dan sampai saat ini ada 241 klan di Korea Selatan yang menggunakan marga ini.

Di tengah fenomena ganti nama dari nama lahir ke nama panggung yang lebih catchy yang dialami oleh banyak aktor dan aktris Korea Selatan, semua oppa bermarga Lee yang akan saya bahas kali ini masih menggunakan nama aslinya. Lee Min Ho terlahir sebagai Lee Min Ho, Lee Je Hoon juga demikian, dan seterusnya. Asyik ya membahas orang-orang yang original? Karena di balik sebuah nama anak pasti ada doa orang tua, mereka tidak sembarangan memilih nama yang pasaran dan gampang disebut, yekan?

Yuk, kita mulai dengan oppa yang paling indah.

Lee Min Ho (33 tahun, 187 cm)

Lee Min Ho Oppa mulai terkenal dan masuk ke dalam deretan Hallyu Star sejak menjadi Gu Jun Pyo, si cowok kaya, sombong, menyebalkan, tapi bucin abis di drama heits “Boys over Flowers” (2009). Drama ini sebenarnya bukan drama original, tapi remake dari versi bangsa lain, di antaranya versi Jepang dan versi Taiwan (Tao Ming Se, ya lord).

lee min ho
Lee Min Ho, uri pyeha..

Mengapa karir Lee Min Ho Oppa bisa langsung sangat melejit setelah drama itu? Karena katanya dia sangat cocok memerankan karakter arogan seperti Gu Jun Pyo. Kalau dipikir-pikir, iya juga sih. Setelah “BoF”, kok saya ga bisa menemukan drama di mana Lee Min Ho menjadi orang susah, kecuali satu filmnya yang asli jelek banget (“Gangnam Blues”, 2015). Kayaknya karakter kaya raya dan berjalan hidup mudah itu udah begitu melekat pada dirinya.

Di “Personal Taste” dia jadi arsitek yang ga miskin, walaupun sampe bohong ngaku gay dan kehilangan tempat tinggal biar bisa satu rumah di Sanggojae sama Son Ye Jin. Di “City Hunter” dia jadi anak angkat drug lord. Hidupnya jauhlah dari kata susah, walaupun dia sampe tinggal di apartemen yang hampir ambruk sama Park Min Young, teman sekantornya yang miskin-tapi-perlu-bantuan-dan-astaganaga-cantik-banget.

Di “The Heirs”, ga usah dibahas, dia jadi second son yang lahir dari istri simpanan pemimpin sebuah chaebol, atau konglomerasi yang ceunah paling top di Korea sana. Dia jatuh cinta sama cewek miskin (Park Shin Hye), tapi dia ga pernah tahu gimana rasanya jadi miskin. Apartemennya di Amerika pada episode pertama sangat mewah luar biasa. Tipikal tempat tinggal anak-anak dari keluarga kaya di Asia yang merantau/bersekolah ke Amerika, Australia, dan Eropa. Percayalah.

Di “Legend of the Blue Sea”, dia jadi penipu yang ulung, katanya. Harus ulunglah ya, kalau ga gimana bisa tinggal di rumah yang w.o.w. gitu? Sebenernya sih rumah itu aslinya youth hostel, jadi wajar aja ada kolam renang kecil, segala macam kamar dan ruangan berbentuk unik, dan barang-barang moden nan keren. Intinya sih, Lee Min Ho ga jauh-jauh dari kata mapan, berkecukupan, dan ganteng luar biasa.

Jika chingudeul memperhatikan perubahan wajah Lee Min Ho sejak awal kepopulerannya (2009) sampai sekarang (2020), maka mungkin chingudeul mencurigai beberapa hal. Oppa menjalani operasi plastik? Mungkin saja. Lee Min Ho pernah mengalami kecelakaan mobil yang parah lho bersama aktor Jung Il Woo dan dua orang lain yang langsung meninggal di tempat.

Akibat kecelakaan itu, oppa harus beristirahat total selama berbulan-bulan dan menjalani berbagai operasi. Kita ga tahulah ya behind the scene-nya, yang jelas, ketampanan Lee Min Ho itu paripurna. Sempurna, tak bercacat. Ibarat buah plum, penampilan luarnya sangat menjanjikan dengan warna yang memikat dan potensi rasa yang manis.

“Keindahannya” itu semakin dikokohkan dengan perannya sebagai pyeha, raja di Kerajaan Corea yang paralel dengan negara Korea Selatan yang kita kenal sekarang. Sebagai seorang raja, Lee Min Ho sangat cocok. Dia aktor yang paling tepat. Tidak ada aktor lain yang bisa memerankan kesombongan, kepercayaan diri, dan tekad yang sekuat uri pyeha.

Mau dikata jalan cerita drakor “The King: Eternal Monarch” (2020) sangat BEGITU DEH, Lee Min Ho Oppa sangat sempurna di sana. Simak foto uri pyeha dari tahun ke tahun yuk (cuma antara dua tahun, deng).

Lee Dong Wook (39 tahun, 185 cm)

Wah, kalau oppa yang satu ini sudah berulang kali saya bahas, chingudeul. Mulai sejak beliau merayakan 21 tahun debut anniversary, ulang tahun ke-39 (dua momen penting ini hanya berjarak 1 hari, btw), sampai melodrama terbaiknya yang menguras air mata dan meremas jantung saking pedihnya (baca juga: “November Sadness” ala Lee Dong Wook).

Satu kata yang terpikir ketika melihat wajah Lee Dong Wook adalah: wajah yang lembut. Eh itu mah tiga kata, deng. Beneran lho, wajah oppa yang pucat itu menandakan kerapuhan dan kelembutan hati. Tapi jangan salah, chingudeul, oppa tidak selamanya berakting menye-menye, kok. Banyak juga dramanya yang menampilkan sisi lain dari kemampuan aktingnya yang sudah malang melintang lebih dari dua dekade.

Baca di sini tentang LDW di drama Scent of a Woman

Sebutlah melodrama lawas “Scent of a Woman”. Di situ oppa berperan sebagai seorang chaebol generasi kedua yang tidak punya tujuan hidup sampai pada suatu hari dia kepincut dengan cewek yang sakit berat. Kanker stadium akhir, man. Ketemu love of his life kok pada diri seseorang yang mau meninggal. Bikin mewek ga tuh?

Di drama lain, oppa berperan menjadi seorang atlit bisbol yang tengillll luar biasa. Agak bodoh, sok tahu, berbakat di bidangnya, semaunya sendiri, sangat berprasangka ke orang lain, naif banget-banget, hanyalah sedikit dari sederet kualitas seorang atlit yang oppa tampilkan. Jomplang banget bok dari seorang cowok lembut semacem Ji Wook ke cowok serampangan semacem Mu Yeol. Aktingnya daebak banget deh.

Jadi chaebol udah, jadi atlit udah, jadi pengacara? Di drakor “Partner” oppa berperan sebagai pengacara yang lumayan bersih dan rela hidup lebih miskin dari kakaknya, asalkan dia ga terlibat praktek permainan kotor di kantor pengacara milik bapaknya.

Drama ini minimmm banget romansa; cuma ada dua adegan pegangan tangan dan no ppoppo at all. Tapiiii, begitu dua lead-nya gandengan, wih penonton bersorak. Romansanya khas orang dewasa, bukan soal sentuhan fisik tapi soal kebersamaan yang menimbulkan rasa percaya dan saling bergantung satu sama lain. Eaaaa ….

Lee Dong Wook kembali mengulangi perannya sebagai pengacara di drama “Touch Your Heart”. Dalam drama itu ceritanya dia seorang yang dingin yang jatuh cinta pada seorang aktris yang sedang training jadi sekretaris di kantornya. Ngapain training? Biar dapet feel-nya dan bisa beraktingnya, kerja di kantor pengacara itu kayak apa sih. Drama ini manissss, bikin sakit gigi yang pasti jadi inspirasi lagu Maggy Z.

Oppa di sini sangat lembut. Sorot matanya hangat. Hatinya terbuka pelan-pelan untuk Oh Jin Shim. Kalau soal kerjaan, entahlah. Oppa ga terlihat banyak kerja di sini ga kayak di drakor “Partner”. Kerjaan utamanya ngejar-ngejar dan pacaran melulu sama Yoo In Na. Sungguh berhasil membuatku diabetes.

Mari kita simak bersama keindahan oppa yang seperti buah plum berwarna merah semerah rambutnya di drakor ter-gres “Tale of the Nine Tailed“.

Lee Jong Suk (31 tahun, 186 cm)

Lee Jong Suk oppa saat ini sedang menjalani wajib militer yang akan berakhir pada tahun 2021 mendatang. Yeay! Oppa memulai karirnya di bidang entertainment sebagai model pemotretan dan model catwalk bersama, salah satunya, Kim Woo Bin. Ya iyalah, dengan tinggi badan segitu oppa jadi incaran merk-merk mahal bin terkenal untuk men-display produk fashion mereka.

Lee Jong Suk (sumber: Koreaherald.com)

Dramanya yang cukup terkenal pada masanya adalah “Pinocchio” bersama Park Shin Hye tentang sindrom Pinocchio dimana penderitanya akan cegukan setiap kali mencoba berbohong (seperti hidung tokoh dongeng Pinocchio yang bertambah panjang setiap kali dia ngibul, hence the name of this syndrome).

Di dalam drakor ini, oppa berperan sebagai seorang reporter yang mencari kebenaran akan sebuah kebakaran yang menceraiberaikan keluarganya. Semuanya akibat sebuah kesaksian palsu, media massa yang grasak-grusuk, dan penghakiman publik. Drama ini bagus deh, sarat pesan moral tentang arti sesungguhnya dari kebenaran, persepsi versus realita, dan conflict of interest yang mendera pemilik dan awak media massa. Highly recommended.

Drama lainnya yang menuai pujian dan rating tinggi adalah “While You Were Sleeping” yang dia bintangi bersama Suzy. Drama yang mengambil unsur fantasi ini menempatkan oppa sebagai pembela dan pencari kebenaran dengan kekuatan supranatural yang berprofesi sebagai jaksa penuntut umum. Dramanya ringan, tapi sayangnya pesan moralnya hampir tidak ada. Apa saya aja yang kurang nyimak, ya?

Drama terakhirnya sebelum doi berangkat wamil adalah “Romance is a Bonus Book” bersama istrinya Won Bin (yang saya ga tahu namanya). Saya cuma tahan nonton 2 episode karena female lead-nya ga bagus (menurut saya) dan saya kasihan sama Jung Yu Jin yang dua kali main sebagai second female lead dalam dua drama bersama Lee Jong Suk. (“W” dan “Romance …” tadi). Masak dia jadi spesialis peran dilepeh? Kacian.

Jika diibaratkan buah plum, Lee Jong Suk Oppa ini sangat pucat. Dia belum matang benar. Warnanya sudah mulai menarik, bentuknya juga, tapi isinya belum sepenuhnya terbukti. Masih banyak oppa lain yang seumuran dengan Lee Jong Suk yang lebih memikat dalam hal visual dan kemampuan akting. Lee Jong Suk masih perlu membuktikan dirinya pada tahun-tahun ke depan. Kita nantikan saja pilihan drama atau proyek lain comeback-nya setelah wamil nanti.

Lee Joon Gi (38 tahun, 178 cm)

Bagi saya, Lee Joon Gi oppa adalah Wang So, dan Wang So adalah Lee Joon Gi oppa. Empat tahun telah berlalu sejak drakor “Moon Lovers Scarlet Heart: Ryeo” ditayangkan, namun kesannya masih membekas sampai sekarang.

lee joon gi
Lee Joon Gi

Perannya sebagai Pangeran ke-4, Wang So, yang dibuang karena luka di wajahnya, namun pada akhirnya bangkit dan menjadi raja, sangatlah kuat. Aktingnya luar biasa. Penonton bisa membencinya karena mematahkan hati Hae Soo (IU) dan sekaligus bersimpati kepadanya karena sejak kecil dia tidak dicintai, bahkan oleh ibunya sendiri.

Sejak “Moon Lovers”, oppa sudah membintangi beberapa drama lain di antaranya “Lawless Lawyer” dan “Criminal Minds”. Tak satu pun saya tonton karena saya penonton yang tidak profesional, masih baper dengan perannya sebagai Wang So. Dalam hati, saya tak rela melihat dia menjadi “orang lain”, dengan perawakan, penampilan, warna rambut, dan perilaku yang jauh berbeda dari Wang So.

Baca di sini tentang 2 drama yang dibintangi Lee Joon Gi

Dramanya pada tahun ini, “Flower of Evil”, pun tidak bisa menarik minat saya. Katanya dia berperan sebagai seorang pria yang tidak bisa merasakan emosi. Katanya dia berperan sebagai seorang psikopat. Katanya dia berperan sebagai seorang pembunuh berdarah dingin. Semua katanya, kata Wikipedia dan diskusi di grup DrakorClass. Saya tak sanggup mengikuti, mending ga buka Instagram dan mute grup dulu untuk sementara waktu.

Satu hal yang pasti, katanya oppa sudah bisa keluar dari citranya sebagai Wang So di dalam drama “Flower of Evil” ini. Buat mereka yang mengikuti perjalanan karirnya sejak 2016, pasti akan terkagum-kagum dengan spektrum genre drama dan tuntutan setiap peran yang dia ambil. Katanya, kapabilitas oppa dibuktikan oleh drama ini.

Mungkin saja. Mungkin saya akan menonton drama-dramanya selain “Moon Lovers”. Untuk sekarang, ijinkan saya mengenang hanya Wang So dan mengapa dia lebih layak dipilih daripada Wang Wook (Kang Ha Neul).

Lee Je Hoon (36 tahun, 176 cm)

Nama Lee Je Hoon oppa mungkin terdengar asing di banyak telinga. Secara visual, oppa memang agak mirip dengan deretan pria Korea Selatan yang berprofesi sebagai bintang film/artis/mode/lainnya. Akan tetapi, kemampuan aktingnya tidak diragukan. Drama-drama yang dia bintangi pasti menimbulkan kesan di hati penonton. Semoga pendapat saya ini ga bias ya. Semoga.

Lee Je Hoon (sumber: instagram)

Lee Je Hoon membuka tahun ini dengan film keluaran Netflix yang berjudul “Time to Hunt”. Film yang rencana awalnya dirilis ke bioskop terpaksa dialihkan ke platform Netflix gara-gara pandemi. Di dalam film ini, Lee Je Hoon berkomplotan dengan Choi Woo Shik (yang mulai tenar karena film “Parasite” yang mendapat Piala Oscar) dan dua anak muda lain.

Korea Selatan pada masa dystopia dipenuhi oleh kekacauan, ketiadaan uang, dan kejahatan. Oppa bersama kawanannya nekat merampok sebuah kasino yang berada di bawah pengawasan mafia karena mereka ingin mendapatkan uang Dollar Amerika.

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih; rencana mereka yang sepertinya sempurna pake banget, ternyata diketahui oleh rekan kerja salah seorang dari mereka yang juga bekerja di kasino itu. Jadi ceritanya orang dalam yang mengenali pekerjaan orang dalam.

Sesudah itu, Han (male lead di “Prison Playbook”) kemudian diutus untuk mengejar Je Hoon dan kawanannya. Banyak sekali adegan mereka terlihat sangat ketakutan dan seakan-akan sudah (maaf) mengompol di celana saking ciut nyalinya. Adegan kejar-kejaran dan tembak-tembakannya sangat khas Hollywood, tipikal film Korea yang didanai oleh Netflix.

Di dalam “Time to Hunt”, Je Hoon oppa boleh jadi berperan sebagai penjahat. Namun di dalam “Signal”, oppa adalah seorang criminal profiler yang akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan orang lain. Termasuk di antaranya memanipulasi waktu, korban, dan kebenaran melalui sebuah komunikasi rahasia dengan seorang polisi di masa lalu dengan menggunakan sebuah walkie talkie.

“Signal” adalah sebuah drama yang sangat bagus. Dia melibatkan unsur kriminal, romansa, teka-teki dengan sangat apik. Seandainya saja semua drama yang oppa bintangi seperti ini, pasti saya tidak kecewa ketika menonton “Tomorrow with You” yang oppa bintangi bersama Shin Min Ah. Ibaratnya buah plum, Lee Je Hoon tidak selalu kelihatan jatuh dari pohon yang rindang.

Lee Seung Gi (33 tahun, 182 cm)

Saya baru pertama kali menonton akting Lee Seung Gi oppa di dalam drama “Vagabond” yang dia bintangi bersama Suzy. What, Suzy lagi??? Tadi udah bahas Lee Min Ho dan Lee Dong Wook yang tersangkut Suzy. Lee Jong Suk juga pernah bermain drama dengan Suzy. Sekarang Suzy lagi? Hahaha.

Lee Seung Gi (sumber: kdramastarts.com)

Anyway, di situ oppa berperan sebagai seorang mantan stuntman yang berobsesi mengungkap kejadian sebenarnya di balik kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa keponakannya dan seluruh tim taekwondo yang diutus oleh Korea Selatan ke luar negeri.

Drama ini penuh intrik dan politik. Agen rahasia dilibatkan, presiden dan stafnya ga ada yang bisa dipercaya, semuanya terlihat jahat. Bahkan agen rahasia yang kelihatan tangguh (diperankan oleh Shin Sung Rok) tidak terlihat benar-benar bersih; ada terlalu banyak rahasia dan pertanyaan. Saya sampe capek nontonnya.

Gimana akting oppa di dalam drama ini? Yah …, lumayanlah. Ga bisa dibilang bagus-bagus amat dibandingkan Lee Oppa yang lain, tapi lumayanlah buat perkenalan. Katanya Lee Seung Gi Oppa oke di drama-drama bergenre berbeda dari “Vagabond”. Mungkin juga. Yang pasti saya ga minat menontonnya saat ini. Saya suka menonton oppa di variety show “Master in the House”/”All the Butlers” saja. Selain acara itu, saya ga dapet feel-nya, euy.

Jadi, mengapa saya memasukkan Lee Seung Gi Oppa ke dalam deretan oppa yang indah seperti buah plum? Karena oppa yang ini unik, indah dengan caranya sendiri. Dia ga kinclong amat. Dibandingkan uri pyeha, dia dekil, man. No doubt. Tapi senyumnya menarik dan dia selalu kelihatan antusias. Jadi ibaratnya buah plum, dia mungkin belum berwarna merah, tapi warnanya tidak biasa, tidak populis dan tetap mencuri perhatian.

Kesimpulan

Jadi, Lee Oppa mana yang menurutmu paling menarik dan indah seperti buah plum? Warnanya menonjol, bentuknya cantik, rasanya pun sepertinya manis. Oppa mana yang visualnya tak ada duanya, kemampuan aktingnya bikin kleper-kleper, dan reputasinya sangat humble membuat kita para fansnya mendoakan supaya ia cepat mendapatkan pasangan?

Yuk, share di kolom komentar.

Cho Rijo

Penulis novel dan cerpen dalam bahasa Inggris.

Penggemar filsafat, traveling, taekwondo, piano, buku, film, dan tentu saja drama Korea.

rijotobing.wordpress.com

Baca Juga

11 Komentar

  1. huaaa marga Lee emang selezat buah plum, hehe

    favoritku semua kecuali lee je hoon, karena blm pernah ntn dramanya…

    paling ganteng lee min ho, paling berkarisma lee dong wook, paling bapakable lee jong gi, paling imut lee jong suk dan paling kocak lee seung gi, pengen bungkus semuanya , hahhaaha

    1. Udah pas tuh semua label dari mbak DK, mulai dari yg paling ganteng sampe paling bapakable, wkwkwk… kalau harus milih, mau bungkus yg mana? Cuma boleh 1, lho!😄😄😄

  2. Jadi, Lee Joon Gi oppa itu masuk ke plum jenis apa menurutmu sis? semua oppa ada diibaratkan plum kecuali dia disini

    1. Kayak plum yang baru keluar dari kulkas, dingin dan seger. begitu dibuka, wadiwaw rasanya manisss pisan bikin pengen makan, eh nonton terus 🤣🤣🤣

      1. kalo mau dimakan terus ya hayuu ditonton drama2 dia yang lain. jangan stuck di satu peran aja. He is more than Wangso loh sis. Try Iljimae. Atau Kay. Atau yang terbaru ini, Flower of Evil. Sangat sayang kalo cm tau JG dari satu sisi aja.

  3. Lee yang paling kusuka Lee Je-hoon!
    Karena aktingnya selalu ke film siih…daripada drama.
    Kualitas aktingnya uda gak perlu diragukan lagi.
    Fightiing, Uri oppa~

    1. Iyes, dia lebih kelas film ya. Dramanya selain “signal” pada kurang oke. Berharap je hoon oppa akan dapat script yg bagus suatu hari nanti❤️

  4. […] itu mah sama aja dengan nge-bucin yak? Wkwkwk. Mumpung ingat, silakan mampir ke tulisan ini tentang deretan Lee Oppa yang indah seperti buah plum. Kok, plum sih? Cuss, mampir […]

  5. […] Lee Seung Gi. Penggemar drama Korea mana yang tidak tahu Oppa yang satu ini? Dia adalah seorang aktor, penyanyi serta pembawa acara yang sering mendapat julukan aktor multitalenta. Pria kelahiran 13 Januari 1987 ini selalu berhasil membuat penggemarnya terpesona dengan aktingnya yang memukau. Bahkan dalam tulisan sebelumnya teman saya memasukkannya dalam “Deretan Lee Oppa yang Indah Seperti Plum“. […]

  6. Kalau disuruh pilih satu aja aku akan pilih Lee Dong Wook Oppa. Ganteng, aktingnya oke, dan kayanya juga baik… Kayanyaaa sih ya… kan gak kenal secara personal hahahaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: