Rumus Klasik Kisah Cinta Drakor : Proximity in Intimate Relationship Psychology

Hotel Del Luna

Di masa pandemik yang mengharuskan untuk lebih banyak berdiam diri di rumah seperti sekarang ini, saya mau tidak mau lebih sering untuk menyambangi rak buku terutama bagian buku-buku zaman saya berkuliah dahulu. Saya tahu, itu terkadang adalah impian terpendam juga untuk melanjutkan kuliah ke strata 2 tapi marilah kita membahas buku perkuliahan strata 1 terlebih dahulu saja. Hihihi.

Saya dahulu berkuliah sebagai sarjana psikologi sehingga buku-buku perkuliahan saya pun tentunya bertema tentang psikologi. Salah satu dari sekian banyak buku-buku yang masih bertengger di rak buku adalah yang bertemakan tentang psikologi percintaan. Entahlah. Saya lebih menyukai sisi psikologi yang humanis-bin-manis semacam itu akhir-akhir ini. 

Nah, ketika saya berakhir mengambil buku berjudul Intimate Relationship dari sekian banyak buku perkuliahan itu, saya tidak tahu akan terbayang adegan kisah kasih romantis di drakor. Tapi saya menjadi paham juga mengapa ada banyaknya keterkaitan antara teori-teori yang ada di buku perkuliahan saya itu dengan drakor. Bukankah industri hiburan Korea Selatan terkenal karena disiplin risetnya yang tinggi? Saya yakin setiap naskah dan drama di Korea Selatan sana melalui hasil riset bukan hanya tentang profesi yang disorot, melainkan juga tentang hubungan manusianya termasuk kisah-kisah romantisnya.

Ada satu hal yang menarik perhatian saya dari buku Intimate Relationship. Di dalam buku tersebut dijelaskan mengenai konsep Proximity atau kedekatan sebagai sebuah landasan yang penting di dalam sebuah hubungan. Bahkan penelitian menyebutkan bahwa jarak (entah jarak riil atau jarak perasaan) menyebabkan sulitnya tumbuh kehangatan hati.

Ah~

Tiba-tiba saja pikiran saya melayang ke deretan judul drakor (belum terlalu banyak sebetulnya). Betul juga, ya? Konsep proximity ini benar-benar nyata senyata-nyatanya diterapkan di dalam rumusan kisah percintaan drama Korea.

Hampir seluruh kisah cinta yang ada di dalam drama Korea merupakan sebuah hasil dari sesuatu yang bernama konsep Proximity ini. Hmm, bahkan untuk pasangan yang terpisah jarak 1300 tahun lalu seperti Jang Man Wol dan Ku Chan Seong harus dekat (satu tempat bekerja, di hotel) untuk menimbulkan benih-benih cinta, bukan?

Proximity in Intimate Relationship
Pasangan Jang Man Wol & Ku Chan Seong (Sumber: tvN)

Ah. Maafkan harus pilih kasih memakai Hotel Del Luna untuk menjadi contoh awal. Saya terpikir sesuatu hubungan romantis antara dua sejoli dengan jarak usia terjauh dan Hotel Del Luna muncul tiba-tiba saja di dalam pikiran. 

Tapi sebetulnya selain Hotel Del Luna, hampir seluruh kisah percintaan drakor memang karena konsep Proximity ini, lho. Tidak percaya?

Mari kita bahas saja satu per satu!

1. Kedekatan karena ketidaksengajaan

2. Kedekatan karena tempat pekerjaan

3. Kedekatan karena tempat sekolah atau kuliah

4. Kedekatan karena tempat tinggal

Ketidaksengajaan yang Teramat Berkesan Itu…

Kedekatan karena ketidaksengajaan disini bisa kita definisikan sebagai kedekatan sebagai hasil sebuah peristiwa tidak terencana atau peristiwa mendadak. Bisa saja sebetulnya kedekatan ini hanya berlangsung sekejap tapi intensitasnya sangat dalam sehingga menimbulkan kesan yang luar biasa. Contohnya drama apakah itu?

Saya langsung teringat drama lawas Hyun Bin dan Ha Ji Won berjudul Secret Garden. Kedua tokoh utama di dalam drama itu (Kim Joo Won dan Gil Ra Im) bertemu karena “kecelakaan” berupa kesalahpahaman. Tentu saja kedekatan itu terjadi sangat intens dan membuat kepribadian mereka tertarik satu sama lain. 

Ah, berbicara tentang kepribadian ini lagi-lagi saya teringat akan teori-teori yang saya baca di buku perkuliahan. Betapa sebenarnya ketertarikan antara dua kepribadian yang bertolak belakang jauh lebih banyak salahnya ketimbang benarnya (ini secara teori psikologi). Namun kalau dipikir-pikir, selalu terbukti begitu…. Di episode-episode akhir drakor akan terlihat bahwa pasangan di dalam drakor memiliki banyak kesamaan.

Oke, kita kembali lagi ke konsep Proximity saja ya kali ini. Kapan-kapan saya bahas tentang konsep dan teori pemilihan pasangan di dalam drakor yang ternyata sesuai dengan teori psikologi.

Kedekatan Kim Joo Won dan Gil Ra Im di Secret Garden ini memang singkat tapi hal itu selalu terkenang di benak Kim Joo Won. Hal inilah yang menyebabkan ia menjadi bersicepat mencari Gil Ra Im dan susah-payah mengikuti semua syarat untuk menjadi calon peserta audisi pemeran pengganti di rumah produksi tempat Gil Ra Im bekerja.

Proximity in Intimate Relationship
Kim Joo Woon & Gil Ra Im di drama Secret Garden (Sumber: SBS)

Dan tebak apa kelanjutan setelah itu? Yap, konsep proximity lagi-lagi bekerja. Gil Ra Im mulai merasakan debaran rasa yang tak biasa setelah melihat Kim Joo Won beberapa kali dengan gigih dan konyolnya ingin menjadi calon peserta audisi pemeran pengganti padahal dia adalah seorang CEO department store terkenal.

Lagi-lagi konsep proximity bekerja. 

Semakin dekat, dalam hal ini satu tempat, semakin terkembang pulalah layar perasaan romantis yang memberangkatkan kapal romantisme antara Kim Joo Won dan Gil Ra Im.

Di Kantor, Cintaku Menemukan Pelabuhannya…

Kedekatan pasangan di dalam drakor sering memiliki kantor sebagai tempat inkubasi perasaan dimana benih-benih perhatian perlahan berubah menjadi kebutuhan lalu berganti menjadi kecemburuan lalu dinyatakan menjadi cinta. Aih!

Tentu masih ingat dengan What’s Wrong With Secretary Kim, kan? Tokoh Lee Young Joon baru menyadari dia membutuhkan Kim Mi So saat sekretarisnya itu ingin mengajukan pengunduran diri. 

Atau di dalam drama Touch Your Heart di mana tokoh Oh Yoon Seo si artis cantik harus berkantor di kantor pengacara demi mendalami peran pada naskah yang dia terima. Perlahan tapi pasti pengacara dingin Kwon Jung Rok yang diperankan Lee Dong Wook pun diam-diam jatuh mencintai artis perempuan yang lugu nan polos itu.

Proximity in Intimate Relationship
Pasangan pengacara dan sekretaris yang jatuh cinta, Lee Dong Wook dan Yoo In Na di drama Touch Your Heart (Sumber: tvN)

Iklim perkantoran yang penuh dengan kewajiban menyelesaikan tugas justru menjadi sarana yang nyaman untuk mengembangkan hubungan. Seringnya bertemu mulai dari tempat kerja, tempat makan siang, tempat rapat atau bahkan ke luar kota dalam rangka pekerjaan, adalah beberapa momen di mana mulai terjalin ketergantungan satu sama lain tokoh drakor yang bahkan seringkali tidak mereka sadari saking halusnya ketergantungan ini terasa.

Ah, hanya teman kantor

Ah, hanya sekretaris, wajar dia peduli terhadap saya

Ah, dia kan bos saya

Ketiga kalimat di atas sering menjadi jurus yang dikeluarkan untuk menolak godaan romansa di perkantoran. Tapi apalah daya jika setiap hari bertemu, ya, kan? Pertahanan hati yang disusun pada banteng paling tinggi sekali pun akan roboh juga pada akhirnya. 

Ah, saya rasa ada banyak drakor lain selain Touch Your Heart dan What’s Wrong With Secretary Kim yang membuktikan konsep Proximity di kantor ini, ya. Sebut saja drakor Her Private Life yang juga mengisahkan tentang hubungan percintaan yang bertumbuh dari kedekatan di tempat bekerja atau kantor.

Proximity in Intimate Relationship
Siapa yang tidak mengenal pasangan kekasih ini? What’s Wrong With Secretary Kim! (Sumber: Soompi.com)

Sepertinya lokasi perkantoran menjadi latar tempat yang cukup sering juga dikarenakan sistem negara Korea Selatan yang sangat maju bidang industrinya sehingga perkantoran bermunculan bak cendawan di musim hujan. Atau dengan kata lain kehidupan perkantoran adalah kehidupan keseharian di Korea Selatan, khususnya kota Seoul.

Kisah Kasih SMA, Kisah Kasih paling Indah, Benarkah?

Banyak drakor mengambil latar belakang tempat masa SMA. Masa SMA adalah masa yang paling indah untuk menjalin kisah kasih, begitu kata sebagian orang. Menurut saya ini ada benarnya juga mengingat usia muda dengan sifat optimisme dan enerjik, membuat kisah kasih terasa semakin menggebu-gebu untuk dijalani.

Ada daftar panjang drakor yang menjadi bukti bahwa orang yang satu SMA dengan kita memiliki kemungkinan terbesar menjadi kekasih kita. Ya. Konsep Proximity di dunia sekolah ini memang sangatlah banyak peminatnya.

Sebut saja drama School : 2015, School : 2017, drama Love Alarm, drama Extraordinary You atau Cheese In The Trap. Drama-drama itu menggambarkan hubungan romantis yang terjalin di dalam sebuah sekolah (dalam hal ini SMA, meskipun ada juga yang di kampus).

Proximity in Intimate Relationship
Lirikan romantis konon paling yahud saat masih memakai seragam sekolah, eaaaa… (sumber: Asianwiki.com)

Salah satu kelemahan konsep proximity pada sarana sekolah semacam ini adalah membuat fokus pembelajaran di dalam drama tersebut menjadi teralihkan. Seolah-olah seragam, gedung sekolah dan buku-buku hanya tempelan semata.

Namun mengingat ini adalah drakor maka sebetulnya hal tersebut sah-sah saja. Semua hanya latar belakang tempat yang mengiringi cerita kehidupan si tokoh utama bergulir dari episode 1 hingga episode 16.

Dan dari sekian banyak drakor yang berlatar sekolah atau kampus, yang manakah drama percintaan favorit kalian?

Serumah atau Sekampung Membuat Hatiku Dugun-dugun, AAAAK!

Mungkin drama lawas yang menggambarkan konsep Proximity dari kedekatan akibat serumah ini adalah Full House. Siapa yang tidak kenal drama yang mengguncang Asia pada tahun 2004 itu. Dua orang asing yang terpaksa tinggal serumah perlahan menumbuhkan perasaan cinta satu sama lain.

Proximity in Intimate Relationship
Full House, drama tenar se-Asia yang booming pada tahun 2004 (Sumber kbs.co.kr)

Beberapa drakor yang menggunakan konsep ini misalnya Because This Is My First Life atau When Camellia Blooms. Yap, dalam drama yang menghantarkan Kim Ha Neul meraih Baeksang itu tokoh Dong Baek dan Yong Shik dikisahkan tinggal dalam satu lingkungan yang sama.

Ya, mereka proximity dalam satu lingkungan. 

Semua kedekatan ini entah dekat sesaat, dekat karena satu kantor, atau satu sekolah atau satu rumah atau satu kampung, telah membawa para tokoh-tokoh di dalam drakor menjadi tergerak untuk peduli, perhatian, lalu perlahan jatuh sayang. Lambat laun perasaan sayang itu berubah menjadi perasaan cinta yang mengabadi. Kokoh tak karam meskipun badai ujian menghantam-hantam.

Aih, aih, aih. 
Jadi tiba-tiba terhampar bunga-bunga di hati ya kalau sudah membahas hal-hal begini. Hihihihi.

Oke, saya sudahi dulu ya tulisan saya kali ini. Ternyata awal mula romantisme drakor itu sangat psikologis lho, itu kesimpulannya. Mereka semua menggunakan konsep proximity alias kedekatan.

Sampai jumpa di tulisan-tulisan berbau psikologi yang drakor related lainnya, ya!

Kim De-ya

Seorang sarjana psikologi yang hobi nonton drakor untuk menemukan teori psikologi yang tersembunyi (atau sekadar memuaskan hasrat bucin, wkwkwk) Ibu 2 anak lelaki ini adalah penggemar akting Kim Soo Hyun, Park Bo Gum & Ji Sung. Blognya www.jampasirunik.blogspot.com sering terisi cerpen-cerpennya dan kokoriyaan tentu saja.

Baca Juga

3 Komentar

  1. Sungguhan yaa…
    Saat kuliah bahasannya ini, Dey?
    Aku mau ikut kuliahnyaa…apalagi kalo ada praktek plus tugas kelompok.
    **langsung merapat ke kelompok dedek Yeo Jin-Go.

  2. ini tuh rumusan relationship pada umumnya juga ga sih? jarang yang ga sering2 ketemu tiba2 jadian, umumnya yang jadian itu pasti karena satu sama lain berada dalam radar masing-masing (ah jadi seriusan yak, hahaha)

  3. Woo namanya itu ta…
    Klo kata orang jawa sih witing tresno jalaran soko kulino…
    Eh sama g sih konsepnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

%d blogger menyukai ini: