KDrama Anna

Review Drakor Anna: Berbohong untuk Hidup (spoiler warning)

Telat gak sih kalau nulisin tentang drama korea berjudul Anna sekarang? Enggak, kan. Hype-nya mungkin sudah lewat tapi bukan berarti gak usah ditulis aja. Tetap ditulis, barangkali yang belum nonton jadi berminat dan semangat nontonnya hehehe

Sekilas tentang Anna

Aku suka Suzy, hampir semua—kayaknya semua, deh—drama yang ia mainkan pasti kusuka. Jadi, pas tahu ada dramanya berjudul Anna, auto-added to watch list, dong hehehe. Berhubung lagi hemat kuota *ya gini deh kaum proletar yang gak punya koneksi wifi unlimited mau ngedrakor nunggu jatah dulu ygy. Pas kuota udah ada, mood nontonnya yang gak ada hahahaa 😂. Singkat cerita aku berhasil menamatkan drama ini karena ingin setoran artikel berjudul “5 Drama Korea yang Bisa Kamu Tonton di Prime Video” di drakorclass.com. Artikelnya belum rilis, ya, karena masih harus menamatkan 3 drama lagi heheh.

Okay, lanjut.

Seingatku Anna dirilis tak lama setelah ada series netflix yang berjudul Anna juga. Dan—entah—kebetulan ada kesamaan topik, yaitu: pemalsuan identitas. 

Drama korea Anna berkisah tentang si tokoh utama Yoo Mi (Bae Suzi) yang memalsukan identitas dirinya. Awalnya adalah ketidaksengajaan. Yoo Mi hanya tidak ingin orang tuanya mencemaskan dirinya atau terlalu mengkhawatirkannya, atau mungkin saja dibenak Yoo Mi juga jengah, sih, ditanyain mulu progresnya (baca: lulus ujian masuk universitas). Alhasil, ia melakukan kebohongan kecil agar memberikan ketenangan bagi kedua orang tuanya itu. Namun, ternyata kebohongan kecil itu menyebar dan menjadi besar, ia pun terjerat dalam kebohongan yang terus-menerus hingga akhirnya memalsukan data diri.

Drama Korea Anna

Native Title: 안나 /  Anna

Also Known As: The Second Anna , Dubeonjjae Anna , 두번째 안나

Screenwriter & Director: Lee Joo Young

Genres: Thriller, Drama

Pemain:

Bae Suzy : Lee Yoo Mi / Lee Anna

Jung Eun Chae : Lee Hyun Joo

Kim Joon Han : Choi Ji Hoon

Park Ye Young : Han Ji Won

Drama ini terbilang singkat, cuma 6 episode saja. Yang butuh tontonan singkat yang gak perlu maraton berhari-hari buat namatin sebuah drama, bisa banget nonton Anna aja. Oiya, ini bukan drama romantis, bahkan bumbu-bumbu romance-nya saja gak ada. Etapi, walau begitu drama ini nagih banget, sekali nonton pengen lanjut terus hihihi.  

A White Lie But Not

Drama ini mengusung alur cerita maju—tanpa ada adegan flashback. Tiap awal episode diawali dengan cuplikan-cuplikan scene nanggung, yang ternyata itu adalah ending drama ini.  

Cerita dimulai dari semasa Yoo Mi kecil. Yoo Mi adalah anak yang cerdas dan memiliki bakat. Sayang, kondisi ekonomi orang tuanya yang pas-pasan membuatnya tidak dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Ia harus mengubur bakatnya tanpa sempat bersinar. 

Di sekolah ia terkenal sebagai siswi berprestasi karena kecerdasannya. Namun, Ia juga menjalin kasih dengan gurunya. Hubungan itu dilakukan secara diam-diam karena perbedaan umur yang terlampau jauh dan menghindari stigma buruk hubungan asmara antara guru dengan murid. Sayang,  ia harus menghadapi nasib buruk karena mencintai orang yang salah. Ketika hubungan asmara itu terciduk dan dilaporkan ke pihak sekolah. Guru tersebut malah tidak mengaku, dan menyalahkan Yoo Mi telah menggodanya. 

Selain mengalami patah hati, mau tak mau ia juga harus pindah sekolah. Gara-gara itu pula kesempatannya untuk bisa memasuki universitas dengan mudah pun harus pupus. Ia harus berjuang kembali dari nol. Ia belajar keras untuk persiapan ujian masuk universitas incarannya. Itulah awal kebohongannya bermula. 

Kegagalan ujian pertama masih biasa, kegagalan ujian kedua masih biasa juga, kegagalan ujian ketiga udah mulai ketar-ketir, ditambah setelah pengumuman ujian seleksi orang tuanya selalu menelpon dan menanyakannya—selain menanyakan kabar dirinya *namanya juga orang tua pasti penasaran dengan progres anaknya. 

Ia pun sengaja berbohong kecil mengatakan telah lulus ujian masuk universitas. Tanpa disadarinya, ternyata omongan bohongnya itu terdengar dan dipercayai juga oleh orang lain, yaitu ibu pemilik kosan dan tetangga kamar—yang kemudian menjadi sahabatnya. Kadung begitu, Ia pun menjalani kehidupannya dengan berpura-pura sebagai mahasiswa tahun pertama sembari terus belajar dan mempersiapkan diri ujian masuk lagi dan lagi tanpa pernah berhasil lolos seleksi. 

Kehidupan yang Menyedihkan

Yoo Mi berkali-kali harus mengalami pahitnya hidup sebagai dirinya sendiri. Sedari kecil ia tidak pernah punya kesempatan karena keterbatasan ekonomi. Kisah cintanya juga harus kandas dua kali. Ia juga harus kehilangan kedua orang tuanya tanpa sempat melihat mereka. Ditambah ia menikahi pria yang salah. Betapa apesnya nasib Yoo Mi.

Kebohongan ditutupi kebohongan lagi

Yoo Mi tidak salah, ia hanya bernasib malang. Kehidupannya menyedihkan sehingga ia tanpa sadar terjebak dalam kebohongan yang ia ciptakan. Sulit baginya untuk keluar dari kebohongan yang telanjur ia buat itu. Yoo Mi juga dihadapkan dengan masalah yang lebih besar setelah dinikahi oleh seorang politikus ambisius yang ternyata berkelakuan kasar.

Dari 6 episode Anna ini, tidak ada satu pun adegan yang membahagiakan. Makanya jangan kaget, tidak akan ada terlihat senyum manis ceria Bae Suzy dalam drama ini. 

Chingu juga bisa mendengarkan obrolan classmates Drakor Class di podcast episode “K-Drama Review Anna: Anna Bukan Anna” di link berikut ini:


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: