Gak kebayang kan ketika seorang laki-laki yang notabene merupakan anak mama di rumah, dimana dia tidak pernah diperbolehkan mencuci piring dan melakukan pekerjaan rumah lainnya, tiba-tiba menikah dengan perempuan yang punya identitas ganda.
What? Identitas ganda itu bagaimana coba? Jadi perempuan yang dinikahi oleh “anak mama” tersebut adalah seorang karyawan di perusahaan elektronik sekaligus punya profesi ganda yaitu sniper (penembak jitu). Tentu saja perusahaan elektronik tempatnya bekerja cuma kamuflase saja. Aslinya sih itu kantor tempat merumuskan segala rencana dalam upaya mengeksekusi alias mem-bunbun para penjahat yang gak pernah mau tobat.
Kisah cinta antara anak mama dan sniper tersebut dapat kita saksikan di drama Korea berjudul A Bona Fide Killer yang diperankan oleh Gong Hyo-jin dan Jung Joon-won.
Sebelum aku bercerita tentang sinopsis singkat A Bona Fine Killer, yuk kita kepoin terlebih dahulu para pemain A Bona Fine Killer berikut:
Gong Hyo-jin berperan sebagai Yoo Bo-na
Jung Joon-won sebagai Kwon Tae-song
Lee Sang-yi sebagai Lee Dong-jin (bestinya Kwon Tae-song)
Sung Dong-il sebagai Kim Bong-pal , bosnya Yoo Bo-na
Moo Jin-sung sebagai Ki Young-do, rekan kerja Bo-na
Sebenarnya ada banyak para pemain yang memerankan beberapa karakter di A Bona Fide Killer ini, namun aku hanya menyebutkan beberapa saja ya dimana keberadaan mereka cukup dominan sebagai pemeran pendukung.
Aslinya aku tuh suka banget sama timnya Bo-na dimana masih ada 4 orang lainnya yang kece badai dalam memegang perannya masing-masing, namun tidak aku ceritakan
Yoo Bo-na, Anak Yatim Piatu yang Memutuskan Menjadi Sniper
Masa lalu Yoo Bo-na tidak begitu bahagia sebenarnya. Dia adalah seorang yatim piatu dan memutuskan untuk ikut ibu angkatnya ke Rusia. Ketika Bo-na dewasa, dia memutuskan menjadi sniper dengan bimbingan ibu angkatnya itu. Tak tanggung-tanggung, ketika menjalankan tugasnya, peluru Yoo Bo-na tidak pernah luput. Dalam sekali tembakan, korban langsung tewas seketika.
Namun jujur saja, penembak jitu yang dimaksud itu berbeda konsepnya. Yaaaa meskipun menghilangkan nyawa itu tetap salah dan dosa, namun korban yang menjadi sasaran tembak Bo-na adalah para penjahat kelas kakap yang sudah dihukum berulang kali namun tetap tidak bertobat.
Kalau kata netizen sih, dunia membutuhkan sosok seperti Yoo Bo-na. Bahkan kalau disandingkan dengan Kim Do-gi, kang taksi yang ganteng maksimal di Taxi Driver, maka dunia bisa jadi tenang karena tidak ada penjahat yang berkeliaran, wkwkwk. Namanya juga tontonan fiksi, aku mah menikmati saja sambil ngemil cilok.
Suatu ketika Yoo Bo-na berada dalam sebuah meeting (istilah dalam kelompok mereka ketika ada misi membunuh tersangka) di sebuah atap apartemen. Di waktu yang sama, Kwong Tae-song menjalankan tugas sebagai reporter dan mengalami insiden penusukan oleh seorang tersangka kriminalitas. Bo-na menyelamatkan Tae-song dengan menghubungi 911 untuk bisa datang ke apartemen tersebut.
Beberapa tahun kemudian Yoo Bo-na dan Kwon Tae-song bertemu kembali dalam situasi berbeda. Tae-song menyatakan cintanya dan pucuk dicinta, Bo-na pun punya perasaan yang sama. Mereka berdua menikah dan dikarunia putri bernama Kwon Yul.
Yoo Bo-na hamil dan melahirkan sehingga harus cuti 4 tahun lamanya sebagai sniper. Kalau dipikir mana ada ya cuti sampai 4 tahun gitu, wkwkwk. Paling banter cuti melahirkan saja 3 bulan. Namanya juga drama, kita nikmati saja kan.
Setelah 4 tahun cuti, Yoo Bo-na balik jadi wanita karir lagi dan tentu saja kembali melancarkan aksinya sebagai sniper. Dengan dibantu oleh kelima rekannya termasuk ketua tim, Kim Bong-pal, Bo-na siap menghadiri meeting demi meeting.
Di sisi lain, Kwon Tae-song ternyata jurnalis yang selalu meliput tentang aksi yang dilancarkan oleh King Fisher, sebutan warga Korea kepada kehidupan ganda Bo-na sebagai sniper. Bahkan menurut Tae-song sendiri dalam artikelnya, kehadiran King Fisher bukan ancaman bagi warga yang tidak berdosa, melainkan menjadi penyelamat.
Adalah Lee Dong-jin yang ngebet banget ingin menangkap King Fisher. Sementara di sisi lain, Dong-jin dan Tae-song adalah sahabat lama sejak mereka berkuliah. Konflik muncul manakala Bo-na menembak seorang mantan narapidana yang dulunya membunuh kedua orang tua Lee Dong-jin. Antara senang dan geram, Dong-jin beranggapan King Fisher tidak seharusnya menembak narapidana tersebut. Meskipun dalam hati kecil Dong-jin pasti senang karena dendamnya sudah terbalaskan.
Mertua yang Tak Pernah Akur Dengan Yoo Bo-na
Aku paling sebel kalau di beberapa adegan terlihat ibunya Kwon Tae-song sedang mengkritik menantu perempuannya. Di mata mertuanya, Yoo Bo-na tak pernah benar. Apalagi pas adegan dimana Tae-song mencuci piring dan ibunya memarahi anak laki-lakinya itu karena menurutnya dari kecil, Kwon Tae-song tidak pernah diajari dan disuruh untuk melakukan pekerjaa rumah. Patriarki banget kan ibunya!
Ibunya Tae-song selalu menganggap semenjak menikah dengan Bo-na, anaknya itu jadi berubah total. Padahal kan enggak deh menurutku. Maksudnya Tae-song itu baik sih, dia hanya tidak ingin istrinya kecapekan, apalagi mereka punya anak berusia 4 tahun yang sedang butuh perhatian lebih.
Hubungan yang kurang akur antara Yoo Bo-na dan mertua, ditambah kedua kakak ipar yang rada ngeselin membuat Bo-na harus ekstra keras beradaptasi. Untungnya Bo-na sanggup mengambil hati ibu mertuanya sehingga di akhir episode pun mereka sekeluarga menjadi lebih dekat hubungannya.
Menurutku drama ini bagusnya adalah mengkombinasikan antara genre action dengan genre slice of life karena kehangatan keluarga bisa Bo-na dapatkan di keluarga suaminya. Maklum saja, Bo-na sejak kecil adalah anak yatim piatu dan dia bahagia akhirnya ketika menikah bisa punya keluarga yang dulu dia idam-idamkan.
Kesan Menonton A Bona Fide Killer
Jujur saja, A Bona Fide Killer ini merupakan drama semi action sih menurutku yang alur ceritanya mudah dipahami. Gak bikin otak kita mikir lebih dalam, wkwkwk. Ada momen dimana ketujuh karyawan di Tim Penjualan 3 Durumy Electronics bersenang-senang dan bercanda, namun tentu ada waktu serius dimana mereka bertujuh harus menyusun strategi.
Kehidupan keluarga kecil yang dimiliki Yoo Bo-na, Kwon Tae-sung dan Kwon-Yul dimana jadi tantangan bagi para orang tua yang bekerja ketika harus menitipkan anak di tempat penitipan juga jadi sisi yang menarik.
Konflik dengan mertua dan saudara ipar serta bagaimana Yoo Bo-na menghadapi dengan kepala dingin juga bisa dijadikan pesan moral nih setelah menonton A Bona Fide Killer.
Drama A Bona Fide Killer ini sudah selesai masa tayangnya sehingga kalau kamu ingin menonton secara marathon bisa banget lho. Tayang di platform Rakuten Viki dan total episode ada 14, A Bona Fide Killer aku rekomendasikan untuk ditonton bagi kalian para pecinta drama Korea.
Btw, suami green flag September tahun ini sepertinya jatuh pada Kwon Tae-song deh, wkwkwk.

Blogger Surabaya yang aktif mengelola beberapa blog. Pecandu drama Korea bergenre romcom, action dan juga thriller.



