Kamu Tipe Penonton Drakor yang Mana?

drakor fans

Minggu lalu, setelah sekian lama WAG teman kuliah sepi, tiba-tiba jadi ramai. Saya heran, loh kok ada menyebut-nyebut beberapa judul drakor yang saya kenal. Untuk sesaat saya hanya mengikuti percakapan, untuk mengetahui ada berapa banyak yang hobi nonton drakor.

Setelah saya lihat percakapan mereka tetap ramai (walau yang ngobrol hanya beberapa orang), saya pun ikut meramaikan obrolan, dan tentu saja obrolan jadi tambah ramai.

Teringat beberapa waktu lalu, sebelum WAG drakor dan literasi terbentuk, kami juga sering menjadi penyebab grup Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP) jadi ramai oleh obrolan drakor.

Untuk mengurangi lalu lintas obrolan di grup akhirnya kami membuat grup baru. Tentunya tidak semua menonton drakor seperti kami, dan sekarang saya punya 2 WAG penonton drakor, hehehe.

Dari obrolan dengan sesama penonton drakor, saya bisa mengelompokkan penonton drakor menjadi berbagai kategori. Setiap orang tidak hanya jadi bagian dari 1 kategori, tapi yang jelas, setiap penonton drakor ini punya preferensi masing-masing.

Berdasarkan Tahun Keluar

Drama Korea ini setiap tahun entah ada berapa banyak diproduksi. Ceritanya sangat beragam. Di tahun 2020 ini, walau ada pandemi di seluruh dunia, industri hiburan di Korea Selatan seperti tidak terpengaruh. Tahun ini saja entah sudah berapa banyak drama baru yang setiap kali membuat saya bingung mau menonton yang mana dulu.

Menonton Semua Drama (Baru dan Lama)

Ada teman-teman saya yang tidak pakai bingung, semua drama yang baru akan diikuti beberapa episode pertama. Kalau memang terasa bagus, akan diteruskan, tapi kalau tidak cocok ya sudah tinggalkan.

Beberapa teman, ada juga yang mencoba semuanya, dan walaupun dramanya tidak terlalu bagus ya diteruskan saja, soalnya sudah terlanjur memulai katanya. Lagian hanya 1 atau 2 episode perhari di kala berisitirahat atau sambil melipat jemuran, lumayan kan.

Penonton kategori ini biasanya tidak mau terkena spoiler, makanya semua drama baru pasti ditonton. Daripada kalau sudah menunggu lengkap, udah gak seru lagi kebanyakan spoiler beredar di media sosial.

Menonton yang Sudah Lengkap Episodenya

Ada lagi beberpa teman yang bercerita kalau mereka tidak sabar menunggu seminggu untuk mendapatkan episode terbaru. Jadi mereka memilih untuk tidak menonton sebelum semua episode lengkap dulu. Tipe menontonnya juga biasanya mulai jumat sore berakhir minggu malam, hehehe.

Mereka menghindari membuka media sosial supaya terhindar spoiler, tapi ada juga beberapa yang bahkan minta diceritakan dulu baru memutuskan menonton atau tidak. Katanya, “kalau ternyata jelek, buat apa ditonton”.

Menonton yang sudah lengkap episodenya ini agak berbahaya buat saya, karena bisa-bisa rasa penasaran berkelanjutan tidak bisa berhenti menontonnya. Untung saja drama Korea rata-rata jumlah episodenya hanya 16 – 24 episode.

Eh tapi, belakangan ada nih beberapa drama yang jumlah episodenya sampai 100 episode. Wah kalau begini sih, saya sudah pasti tidak mau memulainya, hehehe.

Berdasarkan Popularitas

Popularitas sebuah drama saat ini bukan hanya di negeri asalnya Korea Selatan saja. Sejak berbagai layanan streaming drama juga menayangkan drama Korea terbaru, popularitas berbagai drama sudah mendunia.

Sebut saja Crash Landing on You, yang walaupun penayangan sudah selesai sejak bulan Februari lalu, tapi kabarnya sampai saat ini di Jepang dan Filipina masih sangat hype. Aktor dan aktrisnya bahkan ditunjuk jadi bintang iklan untuk selular di Filipina.

Menonton Berdasarkan Rating

Ada teman saya bilang: kalau ratingnya bagus, artinya banyak yang sepakat kalau drama itu bagus. Karena tidak punya waktu untuk menonton semua drama, maka teman saya ini hanya memilih drama yang ratingnya bagus.

Padahal, kalau ratingnya tidak bagus, belum tentu dramanya jelek sih. Mungkin saja karena pada saat yang sama ada 2 drama dengan tema sama sedang ditayangkan, sehingga salah satu drama ratingnya kalah dari yang lain.

Drama It’s Okay to Not be Okay termasuk drama yang ratingnya tidak terlalu tinggi, tapi saya dan teman-teman di drakorclass.com menyukainya karena ada banyak pelajaran di dalamnya.

Hanya Menonton Yang Populer

Rating dan popularitas itu hampir sejalan. Tapi ada loh drama yang ratingnya tidak bagus tapi populer. Contohnya drama The King Eternal Monarch. Walaupun banyak kritik dan rating yang tidak terlalu bagus, menurut saya drama ini cukup populer karena kepopuleran bintangnya.

Beberapa teman saya (termasuk saya) agak-agak terjebak menonton beberapa drama yang sepertinya populer padahal ratingnya biasa saja. Biasanya hal ini terjadi kalau salah satu pemerannya baru selesai wajib militer dan dramanya ditunggu-tunggu karena merupakan drama kembali setelah absen selama 2 tahun.

Menonton yang Tidak Terlalu Populer

Kebanyakan orang hanya menonton yang populer, tapi ada juga teman saya yang memilih untuk menonton yang tidak terlalu populer. Alasannya mulai dari biar beda dengan kebanyakan orang, sampai alasan sudah terlalu banyak spoiler di internet. Tidak usah menonton juga sudah tahu jalan ceritanya.

Ada juga yang bilang, takut menonton yang terlalu populer. Alasannya katanya takut kalau tidak bisa berhenti menontonnya.

Kalau saya sih ada beberapa drama populer dengan rating tinggi yang tidak saya tonton. Alasannya beda-beda, nanti kapan-kapan saya tuliskan, hehehe.

Berdasarkan Aktor dan Aktris

Pertanyaan yang paling sering diajukan penonton drakor selain: “ada yang menonton [judul drama baru tayang] gak?” adalah: “siapa yang main?” Tidak heran para produser drama berusaha memilh aktor yang banyak penggemarnya. Pemilihan aktor dan aktris menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan sebuah drama.

Menonton Drama yang Aktornya Terkenal

Beberapa menonton drakor hanya jika aktor atau aktris yang berperan di dalamnya sudah pernah dia tonton sebelumnya. Jadi misalnya setelah menonton drama Crash Landing on You karena kepopulerannya, drakor berikut yang dicari adalah semua drama yang diperankan oleh Hyun Bin atau Son Ye-jin. Atau, setelah menonton drama Record of Youth, maka drakor berikut yang dicari yang diperankan oleh Park Bo-gum atau Park So-dam.

Drama yang tidak dikenali siapa aktornya mungkin ditonton mungkin tidak, tapi lebih sering tidak.

Punya Daftar Blacklist Aktor/Aktris

Ada lagi nih penonton yang enggan menonton drakor kalau ada aktor atau aktris tertentu. Biasaya dikarenakan pernah melihat drakor di mana mereka berperan dan aktingnya jelek. Lalu, setelah pengalaman yang itu, mereka enggan menonton drakor lain di mana ada aktor atau aktris tersebut walaupun mungkin saja pasangannya masuk dalam daftar aktor atau aktris yang biasanya dia tonton.

Namanya selera ya, drakor ada banyak banget, tidak ada yang melarang juga kalau kita tidak mau menonton drakor gara-gara aktor/aktris tertentu. Masih banyak drakor lain yang bisa ditonton, jangan memaksakan menonton yang tidak kita suka.

Berdasarkan tempat menonton

Ada penonton drakor yang niat banget mencari tontonan, ada juga yang seadanya saja berdasarkan layanan yang dia pakai.

Hanya Streaming dari Tempat Legal

Ada banyak tempat layanan streaming untuk menonton drakor yang legal. Sebut saja Netflix, Iflix, Viu, Viki, Iqiyi dan bahkan ada juga yang disiarkan dengan alihsuara di TV lokal.

Beberapa orang hanya menonton dari layanan yang legal saja. Ada yang berlangganan hanya 1, ada juga yang berlangganan semua yang ada, hehehe. Biasanya layanan streaming ini tidak hanya menyediakan drama Korea saja, tapi ada juga berbagai drama asia lainnya, ataupun film dan drama western.

Mencari Gratisan

Dari berbagai tempat layanan streaming, biasanya mereka juga menyediakan beberapa drakor secara gratis. Beberapa penggemar drakor tidak mau merogoh dompet untuk bayar layanan streaming, jadi mereka akan berusaha mencari jalan lain.

Jalan lain ini bisa jadi menonton hanya yang ditayangkan TV lokal, ataupun drakor lama yang digratisan di layanan streaming.

Usaha lainnya? sebaiknya tidak saya sebutkan di sini, hehehe.

Menonton Berdasarkan Genre

Karena ada banyak pilihan drakor, biasanya untuk mempercepat memilih drakor yang akan ditonton, kebanyakan orang akan memilih berdasarkan genre. Seperti halnya drama barat, ada banyak sekali genre drakor.

Romance Comedy

Saya termasuk memilih drakor yang bergenre romance comedy. Nonton drakor yang ringan-ringan dan buat hiburan. Tapi kadang-kadang kalau romance comedynya ada tambahan fantasi atau melodrama masih bolehlah, asal jangan melodrama penuh bawang bombay yang bikin mata pedas sehabis menontonnya.

Uniknya, walaupun klise dalam romcom itu hampir itu-itu saja, para pembuat drakor ini bisa saja membungkus keklisean menjadi cukup menarik untuk dilihat. Walaupun banyak drakor dengan tema yang mirip, tapi bisa loh sama-sama sukses dan tetap disukai.

Genre Fantasi

Ada juga beberapa teman saya yang hanya menonton kalau ada fantasinya. Katanya, fantasi itu membuat cerita jadi lebih menarik. Imajinasi tanpa batas ya. Tapi buat orang yang terlalu logis, genre ini malah kurang cocok dan biasanya jadinya protes melulu, hehhee.

Genre fantasi dicampur dengan romance comedy biasanya sih masih okelah, tapi kalau fantasi berupa time travel atau dunia paralel atau bungkus teknologi yang tidak konsisten, biasanya sih bikin males ga sih nontonnya (ah ini mah saya aja).

Misteri, Thriller dan Action

Biasanya untuk penonton drakor yang sudah bosan dengan kisah kasih sendu melodrama atau romantisme, mereka akan mencari drama yang lebih seru dan menegangkan dengan kisah misteri, thriller atau aksi.

Beberapa teman saya yang menonton genre ini malah jadi enggan melihat aksi drama barat dan lebih memilih menonton drakor saja.

No Melodrama

Nah kalau ini sih saya banget. Saya tidak suka dengan melodrama yang isinya bawang semua. Mau cerita sebagus apapun kalau kisahnya berjalan lambat dan penuh kesedihan, aduh mendingan nggak deh ya. Sulit menghibur diri dengan kisah sedih.

Kesimpulan

Tidak semua drakor harus ditonton. Bebas kok kalau mau jadi kategori penonton yang mana saja. Saya merupakan gabungan dari beberapa hal di atas. Hal lain yang selalu penting buat saya itu jalan ceritanya. Kalau jalan ceritanya terlalu lambat atau terlalu tidak masuk akal, walau sudah nonton beberapa episode, ya udah yuk babay saja hehehe.

Kalau kamu kategori yang mana?

Rhin

Blogger, Wife, Mom of 2 boys, Homeschoolers, Crafters,
Nonton drakor (terutama romcom) untuk hiburan dan mencari ide untuk dituliskan. http://blog.compactbyte.com

Recommended Articles

6 Comments

  1. Aku tipe penonton yang tergantung mood.
    Kalo lagi mood thriller, pasti nonton…tapi kalo pengen yang manis-manis, nonton mello-drama.

    1. kayanya aku tipe ini juga. Gimana mood berkata ๐Ÿ˜

      1. aku juga kok tergantung mood dan beberapa beberapa tergantung hal lainnya, hehehhee.l

  2. Aku skrg lagi anti romance dan bawang. Lagi cinta kisah polisi dan pengacara hehe

    1. kalau bawang itu melodrama aku juga males, tapi kalau terlalu banyak mikir juga males hehehe. Ini tapi belakangan lagi ga sempat nonton juga #soksibukajasihsayahahaha

  3. Hmm aku penonton rewel. Hahah…
    Sesuai mood sih, kadang juga berdasarkan bias

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me!
%d bloggers like this: