Dari Itaewon Class Hingga A Hundred Memories, Kesetiaan Kim Da-mi Menunggu Satu Orang Pria

Apakah Kim Da-mi merupakan spesialis aktris yang cukup sering memainkan peran sebagai wanita yang suka di-“gantung” alias di-“PHP-in dalam hubungan percintaan? Jawabannya ya enggak lah, wkwkwk. Hanya kebetulan saja sih menurutku.

Jadi ceritanya aku tuh baru saja menyelesaikan drama Korea berjudul A Hundred Memories yang tayang di Viu sebanayk 10 episode.

Layaknya drama Korea bergenre romantis pada umumnya dimana banyak mengusung kisah cinta segi tiga, namun A Hundred Memories memberikan kesan mendalam bagiku sebagai penonton.

Latar peristiwa dalam drama ini diambil pada tahun 1980-an sehingga mungkin bagi yang kurang familiar akan menganggap A Hundred Memories kurang menarik.

Awalnya pun aku merasakan ketidak tertarikan pada drama ini dimana kok kesannya jadul ya. Seperti halnya drama Aema dan Chief Detective dimana aku memutuskan untuk tidak melanjutkan untuk menonton karena latar peristiwa yang menurutku terlalu jadul meskipun kedua drama tersebut tentunya juga bagus dan memiliki penggemarnya tersendiri.

Namun karena aku penasaran dengan akting Heo Nam-jum sebagai main lead prianya, maka kuputuskan untuk menonton A Hundred Memories.

Ternyata, setelah menonton episode ke-8, aku kok merasa dejavu ya sama kisah Go Young-rye yang diperankan oleh Kim Da-mi. Go Young-rye rela menjadi teman dekat dari seorang laki-laki bernama Han Jae-pil (Heo Nam-jum) yang mencintai sahabatnya sendiri yaitu Seo Jung-hui yang diperankan oleh Shin Ye-eun.

Jadi ceritanya Han Jae-pil itu naksir sama sahabatnya Young-rye yang bernama Seo Jung-hui. Padahal sebelum Jae-pil bertemu Jung-hui, Go Young-rye udah ketemu Jae-pil duluan dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Sayangnya Han Jae-pil tidak menyadari kalau drinya pernah ketemu Young-rye.

Tiba-tiba karena suatu insiden, akhirnya Seo Jung-hui pergi ke Seoul tanpa kabar dan memutuskan hubungan dengan Han Jae-pil. Jae-pil patah hati donk dan akhirnya berteman dengan Young-rye hingga 7 tahun lamanya tanpa kejelasan status.

Btw, untuk sinopsis mengenai drama A Hundred Memories akan aku tulis secara terpisah ya gaes.

Nah, ketika menonton episode 8 A Hundred Memories, tetiba ingatanku melayang pada drama berjudul Itaewon Class yang tayang tahun 2020 silam. Di drama tersebut, Kim Da-mi berperan sebagai Jo Yi-seo dimana dia cinta sama bosnya sendiri yaitu Park Sae-royi yang diperankan oleh Park Seo-joon dan cintanya bertepuk sebelah tangan selama 4 tahun.

Cinta pertama Park Sae-royi adalah Oh Soo-ah yang diperankan oleh Kwon Na-ra dimana Soo-ah adalah teman SMA Sae-royi.

Uniknya dimana persamaan kedua drama ini adalah sosok Go Young-rye dan Jo Yi-seo yang rela berada di samping cinta pertamanya selama bertahun-tahun meskipun mendapat penolakan. Kalau dipikir-pikir, mana ada sih perempuan yang rela tetap berdiri di samping laki-laki yang dicintainya meskipun sudah mengalami penolakan atau jelas-jelas si pria tidak cinta pada dirinya. Kalaupun ada mungkin 1001 kisah cinta kali ya.

Tentu saja antara Itaewon Class dan A Hundred Memories punya tema yang sangat berbeda satu sama lainnya. Yang membuatnya sama sih hanya kisah cinta segi tiganya saja diantara para pemain utamanya.

Untuk perbedaan berikutnya adalah bagaimana perlakuan male leadnya alias peran utama pria.

Kalau di Itaewon Class, Park Sae-royi jelas-jelas menolak Jo Yi-seo yang udah nembak duluan dan memberi batasan bahwa hubungan mereka hanya sebatas karyawan dan pimpinan. Meskipun beberapa tahun kemudian, Sae-royi bingung dengan perasaannya dan akhirnya memilih untuk menyatakan sikap yang pada akhirnya cinta pada Jo Yi-seo.

Sementara di drama A Hundred Memories, tidak ada pengakuan cinta dari Go Young-rye kepada Han Jae-pil. Hubungan keduanya seperti HTS (hubungan tanpa status) atau TTM (teman tapi mesra).

Han Jae-pil sendiri menurutku kurang tegas dalam memperlakukan Young-rye dalam hubungan mereka. Yaaa… mungkin karena Young-rye tidak secara jelas menyatakan kalau dia suka sama Jae-pil. Beda dengan karakter Jo Yi-seo yang badasss banget menurutku, dimana dia blak-blakkan banget ngaku suka ke bosnya.

Karakter Kim Da-mi juga sangat bertolak belakang di kedua drama tersebut. Sebagai Jo Yi-seo, Da-mi berperan sebagai gadis sosiopat namun juga cerdas dan jenius. Jo Yi-seo sangat mandiri dan tidak takut dengan rintangan yang dihadapinya. Bahkan meskipun sudah ditolak oleh bosnya sendiri dalam urusan percintaan, namun Jo Yi-seo tetap profesional bekerja sebagai karyawannya Park Sae-royi.

Nah kalau di A Hundred Memories, Kim Da-mi berperan sebagai Go Young-rye yaitu seorang gadis lugu, jujur dan pekerja keras di tempat dia bekerja yaitu Cheong-A Transport. Sebagai kondektur perempuan di tahun 1980-an, Go Young-re merupakan teman yang hangat dan punya jiwa sosial tinggi terhadap teman-temannya.

Bisa dibilang, Go Young-rye ini generasi sandwich di keluarganya karena rela mencari nafkah demi ibu dan adik-adiknya. Minusnya Young-rye cuma satu sih, yaitu kurang percaya diri ketika menghadapi Han Jae-pil di awal pertemuan mereka, wkwkwk. Yaaa… mungkin karena Young-rye bertemu Han Jae-pil bersama sahabatnya, Seo Jung-hui yang secara visual jauh lebih cantik dari Young-rye.

Penutup

Artikel ini aku tulis karena merasa terkadang pada beberapa drama Korea itu ada sedikit banyak kesamaan jalan cerita yang membuat kita menjadi flash back tentang drakor lain yang pernah ditonton.

Kalau nanti aku bertemu dengan drama Korea yang serasa dejavu dengan drama-drama lain yang udah ditonton, akan aku tulis kembali yak!

Untuk kalian yang belum menonton A Hundred Memories dan Itaewon Class, boleh lah luangkan waktu untuk menonton kedua drama tersebut.


Posted

in

Tags:


drakor (38) drakor 2021 (36) drama (73) drama2020 (34) Drama 2021 (47) drama 2022 (34) drama 2023 (43) Kpop (25) netflix (38) Podcast (84) romance (52) True Beauty (22)