KMovie 20th Century Girl: Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Annyeonghaseyo Chingu!

Semua orang memiliki satu sudut di hatinya untuk sebuah kisah klasik dari masa lalu. Kisah klasik yang menjadi tabungan kenangan untuk diingat di masa depan. Kisah hangat yang kemudian menguatkan langkah kita saat hari terasa terlalu berat untuk dilalui. Kisah yang mungkin tidak melulu indah, tapi juga manis untuk dikenang. 

Kapan terakhir kali kita menoleh ke belakang? Kepada masa beban hidup hanya seputar ujian kenaikan kelas. Atau cerita gebetan yang hanya untuk dipendam sendiri. Kekhawatiran sebatas tidak bisa membuat orangtua bangga dengan peringkat kelas. Juga cerita permusuhan dengan sahabat yang kelak menjadi bahan lelucon saat reuni.

poster 20th century girl Netflix
20th Century Girl

Apakah kita masih sempat mengabadikan semua itu? Dalam bentuk album foto atau juga kaset video? Bila iya, mungkin kita satu di antara banyak orang beruntung. Beruntung masih bisa melihat senyuman hangat orang terdekat kita dalam rekaman tersebut. 

Kisah Na Bo-Ra dalam 20th Century Girl termasuk salah satunya. Remaja tahun 2000-an yang mulai mengenal cinta ini bercerita tentang kisahnya yang sangat hangat. Cerita seputar persahabatan, cinta pertama, dan kenangan hangat yang menjadi kisah klasik untuk masa depan.

Profil Drama

  • Judul: 20th Century Girl
  • Sutradara: Bang Woo-Ri
  • Penulis Drama: Bang Woo-Ri
  • Tanggal rilis: 21 Oktober 2022
  • Panjang film: 119 menit
  • Tayang di:¬†Netflix
  • Genre: Remaja, Drama, Romantis

Para Karakter

  • Kim Yoo-Jung¬†memerankan Na Bo-Ra
  • Byeon Woo-Seok memerankan Poong Woon-Ho
  • Park Jung-Woo memerankan Baek Hyun-Jin
  • Roh Yoon-Seo memerankan Yeon-Doo
  • Han Hyo-Joo memerankan Na Bo-Ra (dewasa)
  • Ong Seong-Wu memerankan adik Poong Woon-Ho (dewasa)
Para Pemeran 20th Century Girl
Para Pemeran 20th Century Girl

Kesan Pertama 

Film 20th Century Girl ini diawali dengan cerita penuh keceriaan. Sebuah cerita di mana Na Bo-Ra dewasa di masa kini mengingat kembali masa lalunya saat tanpa sengaja menemukan sebuah kaset video. Kaset video tersebut membawanya kepada kenangan masa SMA yang penuh kehangatan. Juga tentang cinta pertamanya yang hingga kini tidak ia ketahui keberadaannya.

Awal mulai nonton Manda rasa ini cerita pasti ringan, ceria, dan khas drama remaja. Gak ada persiapan sama sekali untuk sedia tisu, karena kebetulan di rumah tisu habis. Kok malah curhat.

Tapi rupanya tidak sedangkal itu, penulis membawa kita ke dalam suasana hangat yang mampu menyisihkan rasa dingin di malam hujan. Buat yang nonton sambil masih punya unfinished business sama cinta pertamanya, bisa jadi malah kebawa nostalgia.

Cinta Pertama, Pager, dan Handycam

Na Bo-Ra mengisahkan masa SMA yang penuh keceriaan, sesuai dengan sifatnya yang bersinar seperti matahari. Ia sangat menyayangi sahabat perempuannya, Yeon Doo, yang memiliki penyakit jantung bawaan. Persahabatan hangat ini lalu perlu terpisah jarak karena Yeon Doo perlu melakukan operasi pembedahan jantung di Amerika. 

Sebelum berangkat ke Amerika, Yeon Doo bercerita kepada Na Bo-Ra kalau ia bertemu dengan seorang pria yang membuatnya jatuh hati. Pria itu datang ke toko seragam milik Yeon Doo, terlihat pada papan nama di dada, namanya adalah Baek Hyun-jin. Na Bo-Ra pun berjanji untuk mencari pria tersebut dan mencari tahu segala tentangnya, selama Yeon Doo pergi.

Poster 20th Century Girl (Netflix)
Na Bo-Ra (Kim Yoo-Jung)

Saat masuk sekolah, Na Bo-Ra sangat bersemangat bangun pagi karena tidak sabar mencari tahu tentang pria yang disukai sahabatnya. Tanpa diduga Na Bo-Ra bertemu dengan Baek Hyun-jin dalam bus yang dinaikinya. Setelahnya, Na Bo-Ra terus menerus mencari tahu semua tentang Baek Hyun-jin dan mengirimkan kabar kepada Yeon Doo melalui surel.

Baek Hyun-jin memiliki seorang sahabat yang juga selalu bersamanya, Poong Woon-Ho. Selama menyelidiki Baek Hyun-jin, Na Bo-Ra terus menerus mencari cara agar bisa lebih dekat. Salah satunya berusaha mengikuti ekstrakurikuler yang sama dengan Baek Hyun-jin dan Poong Woon-Ho, yaitu klub penyiaran. Dari klub tersebut Na Bo-Ra semakin sering berinteraksi dengan Poong Woon-Ho yang good looking, good attitude, dan good rekening (eeeehhh salaaah). Poong Woon-Ho memiliki latar belakang keluarga broken home, yang akhirnya memisahkannya dengan adiknya yang masih berusia lima tahun. Poong Woon-Ho tinggal di Korea bersama sang ayah, sementara adik lelakinya tinggal di New Zealand bersama sang ibu.

Semakin lama mengenal Poong Woon-Ho, Na Bo-Ra kemudian jatuh hati padanya. Terutama saat mereka berdua terlibat dalam proyek dari klub penyiaran. Na Bo-Ra yang pandai membawakan berita berkolaborasi dengan Poong Woon-Ho yang ahli mengabadikan momen.

Untuk Manda yang lahir di tahun 1987, saat menonton film ini banyak sekali yang terasa bagai nostalgia. Penyeranta atau Pager dan Handycam adalah dua hal yang paling membuat Manda teringat masa lalu. Teringat bagaimana saat SD penyeranta warna-warni sangat kekinian. Walau hanya selang beberapa tahun hingga akhirnya ponsel menjadi kebutuhan menggeser fungsi penyeranta. Na Bo-Ra dan temannya juga sama, berkomunikasi melalui penyeranta dan telepon umum koin.

Selain itu, Handycam yang terus dibawa oleh Poong Woon-Ho untuk merekam setiap kegiatan bermakna mengingatkan Manda pada jenis gawai yang sama yang dimiliki almarhum Papa. Dulu tidak seperti sekarang yang merekam video cukup menggunakan ponsel pintar. Dulu mau foto ya pakai kamera, mau rekam video ya pakai perekam video Handycam.

Cinta dan Persahabatan

Pernah ngalamin gak, naksir sama orang yang ternyata ditaksir sama sahabat kita? Kalau Na Bo-Rapernah tentu dilema jadinya. Mau pilih orang yang ditaksir atau pilih sahabat. Bagi Na Bo-Ra, persahabatan adalah segalanya. Saat Baek Hyun-Jin menyatakan perasaannya kepada Na Bo-Ra, kontan tanpa pikir panjang ia menolaknya. Yeon Doo adalah yang utama bagi Na Bo-Ra. Karena Na Bo-Ra tahu sahabatnya itu jatuh hati pada Baek Hyun-Jin, ia memastikan untuk tidak menerima perasaan Baek Hyun-Jin dan memilih berteman dengannya.

Semenjak itu, Na Bo-Ra, Baek Hyun-Jin dan Poong Woon-Ho menjadi berteman dekat. Ketika mengetahui Na Bo-Ra menaruh hati pada sahabatnya, Poong Woon-Ho, Baek Hyun-Jin ikut mendukung hubungan mereka.

Poong Woon-Ho, Na Bo-Ra dan Baek Hyun-Jin, tokoh dalam 20th Century Girl
Poong Woon-Ho, Na Bo-Ra dan Baek Hyun-Jin

Saat itulah akhirnya Yeon Doo kembali pulang ke Korea. Keadaannya menjadi sangat sehat paska mendapat perawatan di Amerika. Yeon Doo pun bahagia bisa bertemu kembali dengan sahabat, juga cinta pertamanya.

Yeon Doo memperlihatkan foto yang dikirim Na Bo-Ra padanya melalui pos surat. Foto itu selalu Yeon Doo bawa karena di foto tersebut ada Na Bo-Ra, Poong Woon-Ho dan Baek Hyun-Jin. Yeon Doo menunjukan bahwa ia menggambar hati pada bagian wajah cinta pertamanya, Baek Hyun-Jin, menurutnya. Tapi itu bukan Baek Hyun-Jin, itu Poong Woon-Ho, pria yang Na Bo-Ra sukai, pria yang mengecupnya di depan rumah setelah memetik buah plum. Yeon Doo selama ini salah paham. Hari pertemuannya dengan pria yang ia sukai adalah ketika Poong Woon-Ho mengenakan baju yang ia pinjam dan tertera nama sahabatnya, Baek Hyun-Jin.

Na Bo-Ra memahami situasi canggung tersebut tapi memilih untuk menyimpannya sebagai rahasia. Ia akhirnya menolak dan menjauhi Poong Woon-Ho demi sahabatnya. Bagi Na Bo-Ra, persahabatan tidak bisa dirusak oleh cinta. Sekalipun saat itu Poong Woon-Ho memberi kabar bahwa sebentar lagi ia akan kembali pindah ke New Zealand untuk tinggal bersama adik dan ibunya. Na Bo-Ra justru membiarkan Poong Woon-Ho pergi, dan merahasiakan perasaannya.

Tapi rahasia tersebut akhirnya terbongkar saat Baek Hyun-Jin menyampaikan pada Yeon Doo tentang semua kebenarannya. Yeon Doo pun merasa marah. Bukan, bukan karena menyukai orang yang sama, tapi karena Na Bo-Ra berbohong atas perasaannya. Bagi Yeon Doo juga, persahabatan dengan Na Bo-Ra selalu yang paling penting.

Yeon Doo kemudian memberitahukan keadaannya kepada Poong Woon-Ho dan Na Bo-Ra bahwa dia merelakan dan mendukung hubungan mereka.

Akhirnya Na Bo-Ra mengejar Poong Woon-Ho ke stasiun kereta. Hari itu adalah kepergiannya ke New Zealand. Mereka berpelukan dan berjanji akan bertemu lagi. (Tiba-tiba inget Wi Wi Little Women ya kan)

Ending Harusnya Indah

Harapannya semua tontonan itu berakhir indah. Minimal kalau gak tunangan ya nikah. Tapi apa daya, setelah memberi kabar dan berjanji untuk memasuki kampus juga jurusan kuliah yang sama, Poong Woon-Ho tidak pernah kembali. Janjinya tidak pernah terealisasi sampai saat ini ketika Na Bo-Ra sudah dewasa. 

Setelah sejenak mengingat Poong Woon-Ho, Na Bo-Ra kemudian mendapat undangan pameran besar. Ia datang dengan rasa antusias. Ternyata pameran tersebut mempertunjukan karya yang begitu ia kenal. Dalam tayangan yang diputar di layar lebar, ia melihat cuplikan suasana rumah lama dari Poong Woon-Ho, tempat ia memetik plum saat itu. Karya yang indah, memukau dan membangkitkan kenangannya. Sampai di akhir tayangan, ia membaca tulisan yang begitu mengejutkan. 

Musim Semi Abadi – Mengenang Kepergian Poong Woon-Ho (1983-2001)

Dia tidak akan pernah kembali, sekalipun Na Bo-Ra menunggu. Saat Na Bo-Ra masih dalam keadaan tertegun, seorang pemuda menghampirinya. Adik dari Poong Woon-Ho menjelaskan semuanya dan menyampaikan sebuah paket berisi kaset video milik Poong Woon-Ho. Na Bo-Ra lalu memutar video tersebut di rumah lamanya, menonton karya terindah sekaligus pesan terakhir dari Poong Woon-Ho.

Dia yang pergi, menjadi abadi dalam karya, dan dikenang sepanjang masa. Semoga kita semua bisa mengukir banyak karya dan kenangan bersama orang terkasih, hingga nanti kita menutup mata.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: