Cerita Berlin Fridiary, Seorang Breast Tumor Survivor

Annyeonghaseo Chingudeul..

Siapa nih yang kemarin sudah setia nonton IG Live Drakor Class “Annyeonghaseo Chingudeul” : Kenali SADARI, Akan Selamatkan Nyawa Kita ?

Ah sungguh cerita yang sangat inspiratif. Mbak Berlin Fridiary benar-benar menginspirasi.

Bulan Peduli Kanker Payudara

Masih inget kan, klo bulan Oktober diperingati sebagai Bulan Peduli Kanker Payudara. Nah ini lah yang mendasari Drakor Class mengangkat tema seputar kanker payudara.

IG Live kemarin sama seperti tujuan dari peringatan Bulan Peduli Kanker Payudara ini. Yaitu, meningkatkan awarness seputar kanker payudara ini. Drakor Class mengundang narasumber yang bisa memberikan pencernaan seputar penyakit pembunuh nomor satu bagi perempuan ini.

Diharapkan testimoni dari para survivor kanker ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih menyadari kondisi kesehatan payudara.

Tentang Narasumber

Narasumber pada IG Live kemarin malam adalah Berlin Fridiary. Mbak Berlin, adalah seorang working mom yang juga merupakan breast tumor survivor.

Mendengar nama mbak Berlin ini, ingatan saya melayang pada tembok berlin, sebuah saksi bisu pecahnya Jerman pasca perang dunia dua. Saya pun bertanya-tanya, apakah mbak Berlin ini lahir disana.

Berlin Fridiary | narasumber

Dan ternyata, nggak hanya saya yang berpikir demikian. Classmate Cho Rijo, pun sepemikiran sama saya. Cho Rijo bertanya, apakah mbak Berlin lahir di Berlin Jerman.

Dan ternyata, meski tidak lahir di Berlin Jerman, mbak Berlin punya keterkaitan dengan sejarah tembok Berlin ini. Saat mbak Berlin lahir, ayahnya bertugas di Berlin Jerman.

Ayahnya ingin anaknya sekokoh tembok Berlin. Inilah yang menjadi asal usul nama mbak Berlin.

Kala Vonis Itu Datang

Mbak Berlin bercerita saat-saat pertama kali di vonis menderita tumor payudara. Saat itu sebenarnya mbak Berlin berniat melakukan MCU (Medical Check Up) tahunan.

Siapa sangka, dari MCU itu dokter melihat ada benjolan pada payudaranya. Mbak Berlin pun segera di rujuk ke dokter penyakit dalam. Lalu disana dilakukan USG.

Ternyata, hasil USG menunjukkan adanya tumor sebesar 3 cm di payudara mbak Berlin. Lalu, apa yang mbak Berlin lakukan setelah mendengar vonis tersebut? Mbak Berlin pun segera mencari solusi. Mencari tahu apa langkah selanjutnya. Bagaimana pengobatannya.

Padahal saat itu posisnya mbak Berlin sedang seorang diri di rumah sakit. Wow, mungkin benar kiranya. Bahwa nama adalah doa. Mbak Berlin sekokoh tembok Berlin. Bisa tetap berpikir jernih dan mencari solusi meski baru saja menerima vonis dokter. Salut!

Mencari Second Opinion

Langkah yabg dilakukan mbak Berli setelah mendengar vonis tersebut adalah mencari second opinion. Mbak Berlin pun pergi ke rumah sakit lain. Berobat ke dokter lainnya. Dan ternyata hasilnya pun sama. Ada tumor di payudara!

Beda Tumor dan Kanker

Tumor dan kanker itu berbeda. Tumor terjadi ketika sel-sel dalam tubuh tidak membelah dan bertumbuh secara normal, melainkan membelah dan mulai tumbuh secara tidak terkendali. Sel-sel yang berlebih ini mulai bergabung dan membentuk berbagai ukuran benjolan atau pertumbuhan. Benjolan atau pertumbuhan tersebut yang diidentifikasi sebagai tumor, yang bisa berupa massa padat atau mungkin berisi cairan.Tidak semua tumor bisa menyebabkan kanker.

Berdasarkan sel-sel yang terkandung di dalamnya, tumor dikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu tumor jinak, tumor pra-kanker, dan tumor ganas. Tumor yang bersifat jinak tidak merusak sel dan jaringan sehat yang ada di sekitarnya, perkembangannya juga biasanya lambat, dan tidak berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain. Tumor jinak biasanya merespons pengobatan dengan baik.

Di sisi lain, tumor ganas adalah kanker. Tumor ganas bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan menyerang sel-sel sehat di sekitarnya. Kanker juga tumbuh dengan cepat dan mengambil nutrisi dari sel yang sehat.

IG Live Drakor Class

Dukungan Keluarga

Lalu bagaimana dengan dukungan keluarga saat tahu jika menderita tumor? Menurut mbak Berlin, kekuarga besar sangat mendukung dalam proses pengobtannnya.Keluarga memberikan semangat juga beragam upaya untuk mengatasi tumor ini. Mulai dari upaya medis hingga alternatif. Mbak Berlin pun memilih upaya medis. Melakukan operasi pengangkatan tumor.

Masa Pemulihan

Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Mbak Berlin pun melakukan pemulihan. Setelah satu bulan melakukan pemulihan, mbak Berlin pun bisa kembali berkativitas secara normal.

SADARI, Selamatkan Nyawa Kita

Banyak chingudeul yang bertanya-tanya, apa sih sebenarnya penyebab penyakit ini. Menurut mbak Berlin, hingga kini belum diketahui secara pasti apa faktor penyebab tumor ini. Memang saat ini hanya diketahui apa pemicunya. Misalnya, melakukan pola hidup yang tidak sehat, banyak makan makanan instan. Sebagaian besar sih faktor hormonal. Bisa juga faktor genetik.

Baca Juga : SADARI Ancaman Kanker Payudara dengan Melakukan Mamografi

Meski mematikan, tumor dan payudara bisa dicegah. Caranya, dengan rutin melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Saat awal sudah diketahui, maka semakin mudah untuk disembuhkan. Pilih pengobatan yang paling sesui dengan kondisi masing-masing. Mau medis ataupun alternatif pastikan dipilih secara sadar. Sesuaikan dengN kondisi sehat. So, chingudeul semua jangan lupa ya untuk rutin melakukan SADARI ini. Cegah sebelum terlambat, setuju?

dk

"Ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai blogger dan penulis buku. Suka menulis seputar parenting dan life style. Bucinnya Jo Jong Suk šŸ¤­"

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: